Chapter Three

.

.

Elle Super Crush.

.

.

Elle Lee tidak pernah ada di rumah, dan itu membuat Lee Taeyong cemas.

Benar, dia mencemaskan anak muridnya yang cantik, sempurna, dan cocok menjadi model Victoria Secret. Tapi kenapa orang tua Elle, justru bersikap sebaliknya, dan menganggap bahwa kejadian ini sebagai fenomena di mana Elle tengah memasuki fase remaja.

Perlu diingat, Elle masih berusia sembilan tahun, dan dia tahu jelas bahwa pubertas sekiranya baru akan menyerang Elle di usia dua belas tahun. Itu hitungannya, jika dia tidak salah baca. Karena sejujurnya, Taeyong berada di sini, menjadi guru les privat Elle adalah sebuah keajaiban.

Dia tidak mengetahui apapun tentang dunia edukasi. Temannya, Johnny, memutuskan untuk membuka bimbingan les online untuk anak-anak sekolah dasar. Karena Johnny berkata, bahwa anak-anak sekolah dasar cukup bodoh dan naif, untuk menyadari bahwa mereka bukanlah guru yang kompeten.

Ditambah bayaran dari les privat ini sangat besar, hitung juga bonus yang diterimanya dari Lee Donghae, Ayah Elle yang tampan dan selalu berpergian ke berbagai negara, setiap kali mereka bertemu. Cukup untuk membuatnya bisa berkunjung secara rutin ke BAPE Store, yang berada di Shibuya.

“Jadi materi apa yang kau bawa hari ini?” Han Cheonsa, ibu Elle yang paling cantik, idola hatinya, cinta tak terbalasnya itu, duduk di sofa yang ada di sampingnya. Hari ini idola hatinya itu tengah mengenakan summer dress bermotif floral, potongan lehernya sangat rendah—sehingga Taeyong harus mengalihkan pandangannya setiap kali idola hatinya itu berbicara kepadanya.

“Hari ini sebenarnya jadwal Elle untuk mengisi materi English Conversation. Tapi sudah tertunda dua minggu, karena Elle tidak pernah ada di rumah,” Taeyong menjawab dengan suara pura-pura dewasanya, sambil sesekali ia melirik ke arah Jun yang tengah asyik menjilati Crayola milik Elle.

“Oh, aku pikir Elle sudah pulang. Memangnya dia kemana? Mungkin dia hanya sedang tidur siang di suatu tempat, atau mungkin dia tengah berada di McDonald’s?” Cheonsa bertanya dengan senyuman ramahnya, seakan-akan kepergian Elle bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan.

Taeyong sudah menjadi guru les Elle selama lebih dari setahun, tapi ia masih tidak bisa menebak bagaimana bisa Elle hidup dengan seorang ibu, yang nampaknya lebih mementingkan warna crayon apa yang seharusnya digigit Jun.

“Jadi Miss Han tidak tahu kemana perginya Elle?”

Kini tatapan Taeyong berubah menjadi sedikit cemas. Beberapa minggu ini Elle selalu bilang bahwa dia memiliki banyak kegiatan baru setelah pulang sekolah, dan dia meminta jadwal lesnya dimundurkan. Tapi baru hari ini Taeyong tidak mendapatkan kabar dari Elle, bahkan hingga supir pribadi Elle juga tidak bisa dihubungi.

Jangan andalkan Cheonsa, idola hatinya itu jauh lebih bodoh dari yang dia kira. Mengenal Cheonsa lebih jauh, membuat Taeyong tersadar bahwa Tuhan masih adil, dengan memberikan kebodohan yang alami kepada idolanya itu dan mengemasnya dengan tampilan Cheonsa yang sempurna.

Sekarang dia jadi berpikir banyak, apakah dia harus menghubungi Donghae. Well, dia tahu bahwa Ayah Elle, merupakan orang yang paling sibuk di dunia. Dia bisa saja menganggu acara makan siang Donghae dengan salah satu menteri ekonomi di Munich atau Belgia.

Tapi ini masalah keselamatan anaknya, putri cantiknya, aset berharganya. Bayangkan jika Elle diculik oleh salah satu oknum tak bertanggung jawab, kemudian Elle akan dijual ke salah satu perusahaan entertaiment, kemudian Elle akan dijadikan budak pencetak uang. Bagaimana dengan dirinya? Bagaimana dengan tanggung jawabnya sebagai guru les Elle, yang sudah berjanji akan membawa Elle menjadi juara kelas—peringkat ke-15 (karena peringkat pertama terlalu mustahil untuk Elle).

“Apa tidak sebaiknya kita lapor polisi?”

Panggil dia berlebihan, tapi Taeyong tidak akan membiarkan siapapun menyentuh dan menyakiti Elle—murid satu-satunya. Karena sejujurnya hanya keluarga Elle yang masih mau memperkerjakannya, setelah mengetahui bahwa Taeyong belum lulus kuliah, dan nilai akademiknya tidak bagus. Jadi kehilangan Elle, sama saja kehilangan sumber uangnya. Dia bisa meringis gila jika Elle tidak lagi memperkerjakannya sebagai guru lesnya.

“Tidak perlu. Jika kita menghubungi pihak kepolisian, Ayah Elle akan segera mengetahuinya, karena Ayah Elle kenal dengan semua petinggi polisi. Aku tidak ingin mengganggunya, dia tengah makan siang dengan Jack Ma di Shanghai. Kau tentu tidak ingin menganggu makan siang orang paling kaya di China, dengan laporan bahwa Elle menghilang bukan?”

Cheonsa berkata sambil mengambil Jun ke pelukannya, dan menghujani Jun dengan ciuman kecil di wajah balita imut tersebut. Benar juga kata-kata Cheonsa, bagaimanapun juga Donghae —seorang pengusaha sukses yang menjadi inspirasi Taeyong, tidak bisa diganggu dengan hal-hal kecil seperti ini.

Akhirnya Taeyong menyerah, dan pergi ke luar rumah. Ia berdiri di depan pintu gerbang rumah Elle yang mewah, sambil sibuk menghubungi telepon supir pribadi Elle. Baru ketika dia akan kembali ke dalam rumah, sebuah mobil Lexus keluaran terbaru berhenti tepat di depan pintu gerbang.

Elle keluar dengan senyuman paling ramah yang pernah dia lihat. Well, Elle tidak kekurangan apapun, tetap sempurna dan sama sekali tidak terluka atau tertekan. Elle justru lebih mirip seperti orang yang baru saja mendapatkan tiket gratis seumur hidup ke Disneyland California.

“Terima kasih Teacher Ong, hari ini aku belajar banyak. Sampai bertemu lagi.” Elle tersenyum lembut, sambil membungkukan tubuhnya sebelum menutup pintu mobil Lexus tersebut.

Taeyong yang masih berdiri dibalik gerbang, menatap Elle dengan curiga. Ketika itu juga jendela Lexus itu terbuka, dan sesosok pria—yang mungkin sebaya dengannya, melambaikan tangannya ke arah Elle.

“Sampai jumpa lagi My Elle.”

My.

My.

My.

“ELLE, SIAPA PRIA YANG MEMANGGILMU MY ELLE?!

Jerita Taeyong dari balik gerbang membuat Elle menarik nafasnya dengan terkejut. Untungnya jeritan guru lesnya itu tidak terdengar oleh idolanya yang sudah melajukan mobilnya.

“Teacher Taeyong masih ada di sini?” Elle tersenyum manis, berusaha mengalihkan tatapan Taeyong yang masih membidik ke arah mobil Lexus tersebut. Sebut saja, Taeyong memang jauh lebih protektif dibandingkan Ayahnya.

“Tentu Elle, aku akan tetap berada di sini—kau ingat, aku adalah gurumu. Dan mengapa kau memanggil pria lain dengan sebutan Teacher juga?”

Suara Taeyong yang cukup keras, membuat Cheonsa keluar dari dalam rumah. Ia melambangkan tangannya ke arah sang putri, sebelum masuk lagi ke dalam rumah.

Elle tidak perlu khawatir bahwa sang ibu akan memarahinya dan melangkahkan kakinya ke sini. Ibunya terlalu malas untuk bertatapan dengan matahari, apalagi ada Jun yang menggelayut manja di tangan sang ibu.

“Oh, itu Teacher Ong Seungwoo Guru les Sein yang baru, dia bisa hitung-hitungan, menguasai bahasa Mandarin, dan juga pandai bernyanyi.” Elle mengantakannya dengan senyuman yang terlewat lebar.

Taeyong mengerutkan keningnya. Mengingat-ingat Sein, sebelum akhirnya dia tersadar bahwa Sein adalah putri dari Lee Hyukjae, teman Donghae. Sein pernah ikut ke dalam salah satu sesi belajar mereka, dan di akhir pertemuan Elle dengan jelas mengatakan bahwa dia tidak menyukai Sein—karena Sein terlalu suci dan tidak pernah marah.

“Aku kira kau benci Sein?” Taeyong melepaskan ransel Elle dari pungunggnya, dan membawa ransel tersebut sambil menggandeng tangan Elle menuju ke dalam rumah.

“Tadinya aku memang membenci Sein. Tapi sekarang tidak lagi, karena dia punya Teacher Ong—jadi—“ Elle menggantungkan kata-katanya di udara, membuat Taeyong sedikit panik, karena apakah Elle akan memecatnya.

“Jadi aku minta agar Teacher Taeyong merahasiakan ini dari Mom.”

Jawaban Elle kembali membuat Taeyong mengerutkan keningnya. Mengapa ia harus merahasiakan bahwa Elle akan memecatnya, hanya karena guru les Sein bisa berbahasa Mandarin dan pandai bernyanyi?

“Tolong rahasiakan Teacher Ong dari Mom, jika kau berhasil, Teacher Taeyong tetap akan menjadi guru lesku. Bahkan aku akan meminta Ayah untuk menambah bayaranmu tiga kali lipat dari yang sekarang.” Elle tidak ambil pusing tentang masalah uang, Ayahnya cukup pengertian dengan memberikan apapun yang dia minta.

“Aku setuju, karena sebenarnya uang Ayahmu bisa membuatku jalan-jalan ke Jepang setiap bulannya. Tapi mengapa aku harus merahasiakan tentang guru les Sein dari ibumu?”

Mendengar pertanyaan Taeyong, Elle berpikir sebentar. Kemudian ia menarik nafasnya dan berkata dengan suara rendahnya.

“Karena aku jatuh cinta dengan Teacher Ong.”

Hujan badai dan angin topan terasa menyambar Taeyong yang masih menenteng tas ransel pink Elle. Anak berusia sembilan tahun seperti Elle, sudah mengenal cinta dan berkata dengan gamblang bahwa ia jatuh cinta dengan guru les temannya sendiri?

Tapi belum sempat Elle melanjutkan permataannya, Taeyong kembali menyambung pertanyaannya.

“Jadi kau tidak ingin Ayah dan Ibumu tahu bahwa kau jatuh cinta dengan seorang pria, yang usianya jauh lebih tua darimu?”

Elle menggeleng. Dia menatap Taeyong sebentar, lalu menatap ke arah pintu rumah yang terbuka lebar, di mana sang ibu tengah sibuk memilih warna crayon untuk Jun makan.

“Karena Teacher Ong adalah tipe pria yang disukai ibuku. Dan aku tak ingin perhatian Teacher Ong, akan teralih ke ibuku jika mereka bertemu. Jadi tolong jauhkan Teacher Ong dari spesies berbahaya seperti Ibuku.”

Di mana kata-kata Elle berhasil membuat Taeyong menatapnya dengan terkejut. Ditambah dengan fakta bahwa seorang Elle Lee, gadis kecil yang paling cantik yang pernah dia temui—mengaku jatuh cinta kepada seorang pria berwajah mirip terumbu karang, sepergi Ong Seungwoo.

Cinta Lee Taeyong untuk keluarga ini benar-benar bertepuk sebelah tangan.

Elle Lee is having a big crush with someone else.

 

 

 

fin-

 

.

Ong Seungwoo

0CB40323-006B-4016-9D1B-2A06A5AF2173 

 

Ong Seungwoo, new teacher on the block! Totally talented, fluent in Mandarin, knows to do math, and unlike Taeyong who’s super keen to money. Ong Seungwo, drives Lexus and knows how to treat women—like Elle, and her Mom.

 

.

.

HAI! Hahaha most of you who follows me on Twitter—know better that I’m on my binge in love with Ong Seungwoo from Wanna One (I know I’m 3000 years late, but you don’t have to shove it against my face all the time). Lalu pengen ajasih nulis Ong yang uwu dan lucu, masuk ke bagian kisah Elle Lee, lengkap dengan Lee Taeyong—si guru les privat yang gabanyak guna tapi mata duitan hahaha. If you wish to read more about Ong Seungwoo and other Wanna One member on beckhamlovesbadda, kindly leave some comment. Or you can tell your idea for the next chapter. Wuffs you!

xo

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

6 responses »

  1. fsshy says:

    Dan jika aku disuruh memilih pengen punya guru kayak Taeyong atau Ong. Aku gatau harus milih siapa. Keduanya cakep. Mereka termasuk org org yg menghancurkan bias list 🤣
    But still, the number one is Lee Donghae

  2. honeyyyy says:

    hiya hiya kalo guru2 aku seganteng Ong janji ga bakalan bolos 😄😄 sakit pun ttp dibela2in masuk

  3. Seru kali ya kalo bikin cerita elle pas udh dewasa, gimana jalan ceritanya ya 🤔🤔🤔

  4. hamnyamnyam says:

    teacher ong mah emang pengoleng massal dgn ganteng paripurnanya huhu.

    akhirnya author yg hilang ditelan ombak kembali 😭😭😭 aku iseng iseng search nama doang padahal eh muncul. tapi aku search twitternya kenapa aku di block 😭😭😭😭😭😭

  5. mokpofish86 says:

    Seneng bgt iseng doang awalnya mampir kesini mau baca cerita yg dulu dulu karena kangen donghae cheonsa. Dan ternyata ada cerita baru😻

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s