shadesofher_

.

.

Her kiss tasted like winter, and I knew the seasons had changed and things would never be the same again. Spring wouldn’t come this time.

.

.

 

Han Cheonsa memiliki mata cokelat terindah yang pernah aku lihat.

Jenis mata indah yang akan membuat orang-orang terkesima dan tenggelam di dalamnya untuk waktu yang sangat lama. Jenis mata yang bersinar keemasan di bawah sinar matahari, tapi terlihat gelap pada hari yang mendung.

Dan ketika dia menatap seseorang, dia akan menyeringai dan membuat mata cokelatnya terlihat lebih hidup. Jenis pandangan yang setiap orang tahu bahwa itu akan menyeret mereka ke dalam sebuah masalah yang serius dikedepannya.

Tapi bagaimanapun juga tidak ada yang keberatan tentang hal itu, karena setiap detiknya Han Cheonsa menawarkan sebuah petualangan yang menyenangkan, betapapun seberapa buruk konsekuensinya.

Jadi saat dia bertanya kepadaku, tentang apakah aku bersedia untuk menemaninya menikmati hangatnya waffle dan baggle di suatu hari, di penghujung akhir pekan—aku harus memintanya mengulang kata-katanya lebih dari tiga kali.

Dia berkata itu sebagai ajakan sebuah kencan, dia mengucapkannya dengan sangat kasual.

“Aku menyukaimu, bagaimana jika setelah ini kita mulai berkencan?”

Dia selalu seperti itu.

Membuat semua pria tidak berdaya hanya dengan kata-kata sederhananya.

Aku begitu terkejut, aku tidak bisa mempercayai bahwa ini takdirku. Aku berterimakasih kepada kekuatan apapun yang berada di dunia ini, untuk mengizinkan diriku memiliki seorang gadis seperti dirinya.

Rambutnya tebal, halus, dan berwarna coklat tua, seperti benang nilon jika terkena sinar matahari pagi. Rambutnya selalu terlihat menakjubkan, walaupun dia selalu berkata sebaliknya.

“Terlalu kasar, dan terlalu sulit untuk diatur.” Tapi itu semua tidak pernah merubah fakta bahwa rambut cokelat nilonnya selalu sempurna dalam situasi apapun. It twisted and kinked at the oddest of places, but would always curl neatly in your hands.

Suara lembutnya ketika memanggil namaku, selalu berhasil membuatku terhentak dan menghentikan apapun yang tengah kulakukan untuk memandang wajahnya.

“Lee Donghae, I’m not a good human. I don’t mean to say I’m a bad person, rather that I’m not wired right. I’m not good at being human.”

Kulitnya bersinar putih pucat, dia tidak pernah mewarnai kuku-kukunya seberapapun menariknya jari-jari lentik itu jika dia tengah menyentuh wajahku.

“Aku tidak punya waktu untuk itu,” itu adalah jawabannya setiap kali aku bertanya mengapa dia tidak pernah mau meluangkan waktunya untuk melakukan apa yang gadis lain biasanya lakukan.

Bukan karena dia harus mencoba semuanya, dia sudah terlihat sempurna tanpa harus banyak berusaha—dia bisa saja mengenakan kaus lusuh dengan celana sobek, namun semua orang akan tetap memalingkan pandangan mereka untuk menatapnya.

“Aku benci memakai lipstick.” Tapi sejujurnya, dia memiliki bibir plump terindah yang pernah aku rasakan.

Lelucuan dan gurauannya terdengar mengerikan dan tidak lucu, tapi itu semua tidak pernah gagal untuk membuatku tertawa terbahak-bahak seperti orang gila yang baru saja mendengar kata-kata tidak masuk akal.

Dia selalu menyelipkan helai rambutnya ke balik telinganya, dan saat rambutnya terasa mulai membuatnya jengkel, dia akan selalu menarik semua rambutnya dan membuat sebuah ikatan bulat diatas kepalanya—memberikanku akses yang lebih mudah untuk mengagumi leher jenjang dengan kulit putih pucatnya.

Dia memiliki kebiasaan buruk menggigit ujung pulpennya, dan dia tidak pernah bisa menghentikan dirinya untuk membeli koleksi terbaru dari Chanel.

Sarkasmenya yang tak berujung, dengan ucapan cerdas yang bisa membuat lawan bicaranya menyesal karena telah memulai sebuah perdebatan dengan dirinya. Singkatnya, percakapan dengannya tidak pernah berakhir membosankan.

Pelukannya erat dan terasa hangat, jenis pelukan yang membuat semua orang tidak ingin meninggalkannya.

Dia sedikit arogan, selalu menunjukan apa yang dia miliki ke semua orang, dia bangga akan bakatnya dan sedikit lebih kompetitif serta dominan dibandingkan dengan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Dia memiliki senyuman yang cantik, yang akan melingkupi diriku seolah-olah dia sedang memberitahukanku sebuah rahasia. Dan ketika dia tertawa lepas, tawa itu terasa seperti sinar matahari, bunga, kupu-kupu dan semua hal indah yang bisa aku bayangkan di dunia ini.

Lalu ketika aku mencium bibir nya dengan lembut untuk pertama kalinya, rasanya tidak seperti yang pernah kurasakan sebelumnya.

Her kiss tasted like winter, and I knew the seasons had changed and things would never be the same again. Spring wouldn’t come this time.

Dan kemudian dia tersenyum, matanya yang cerah berkerut di tepinya dan menatapku dengan hangat, serta tawanya yang canggung terasa seperti hembusan angin pada hari yang cerah.

Aku mencintainya.

I love Han Cheonsa so much.

 

.

.

-fin-

.

.

Hi, it’s me IJaggys, this originally written in english! comments are greatly appreciated!

xo 

IJaggys

 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

7 responses »

  1. honneyhae says:

    gara2 buka superjuniorff2010, saya berkunjung lagi ke blog ini, setelah beberapa waktu yang lalu owner say gudbye. saya senenng..beneran..masih pengen baca tulisan IJaggys

  2. Sagityolla says:

    Kangen Cheonsa juga…😭😭

  3. shfly3424Arista says:

    Uhhhhh

    Pwnggamnaran cheonsa yang smpurna bngetgt

    Masalahnya ini pov siapa ???
    Kyu atau donghae

    Donghae aj ya
    Kyu lagi wamil
    Hehehe

    Kyu ama aku aj jgn ama cheonsa

  4. kim_yeon says:

    Satu kata, membingungkan.

    Ululululu kesian Donghae, Cheonsa nggak mau diajak kencan. Usaha lebih keras lagi Hae biar dia mau sama kamu.
    Don’t let her gooooo

  5. renaa says:

    apakah ini troll, isinya mendeskripsikan kesempurnaan HCS dan kegilaan LDH akan HCS yang jelas jelas sudah diketahui oleh semua orang……
    tapi gue baca juga sih ampe akhir bikaus apa aku sanggup melewatkan kisah mereka begitu saja?

  6. sweethae says:

    Mary sue banget HCS, dan aku sukaa banget T.T

  7. inggarkichulsung says:

    Sonia daebak, donghae oppa really really really romantic in this ff, penggambaran Cheonsa yg begitu indah dan bgmn donghae oppa benar2 mencintainya it’s too sweet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s