future

.

.

“Welcome home, Han Cheonsa.”

.

.

.

.

 

 

27 November, 1976.

Seoul, South Korea.

‘IBM announces the new 5100 portable computer. One of the world’s first portable computers. The future is here.’ Suara radio terus memenuhi keheningan yang berada di dalam mobil Ford Mustang II keluaran tahun 1976, salah satu mobil termewah yang bisa orang dapatkan ditengah krisis ekonomi global.

Waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, salju mulai turun—memenuhi jalanan kota Seoul yang lenggang. Suara penyiar radio berputar disana, membicarakan peluncuran komputer portable paling canggih yang bisa menembus dimensi waktu, beberapa diantaranya membicarakan atlet pesepakbola Kevin Keegan dengan performanya yang menakjubkan dalam tim Liverpool.

‘It’s a period of civil war in the galaxy. Underground freedom fighters are challenging the might of the oppressive galatic empire it is the time of Star Wars!’

Lagu tema film Star Wars berputar dengan kencang, film dengan tema perang antar galaksi itu menjadi salah satu fenomenal bagi penggemarnya. Han Cheonsa menarik nafasnya dengan panjang, dia menenggelamkan tubuhnya dibalik mantel indah rajutan dari Chanel.

Pria disampingnya, terlihat tidak memperdulikan kehadirannya. Hingga mobil itu berhenti disebuah pelataran rumah mewah yang berada di wilayah Gangnam. Cheonsa membuka pintu mobil itu dan beridiri disana, menunggu suaminya untuk turun dari mobil mereka.

“Aku akan mengirimkan surat pengesahan perceraian kita, dan setelah itu—kita bisa membicarakan apa yang akan kita lakukan. Kau bisa memiliki semua yang kau inginkan. Rumah, mobil, asset, dan deposito akan berada dibawah namamu.” Pria itu menatap istrinya dengan dingin, satu angka saham telah berhasil berkembang dengan pesat—sehingga pernikahan ini tidak lagi memiliki fungsinya lagi.

Mereka bukanlah dua manusia yang dihadapkan dengan banyak pilihan, ketika Cheonsa pertama mengenalnya—pria itu datang dengan sebuah pilihan, pilihan yang terdengar jauh lebih sederhana dari apa yang dia miliki sekarang.

‘Aku membutuhkanmu, menikahlah denganku.’

Ketika pria itu mengajukan pertanyannya, Cheonsa bahkan baru mengenalnya selama tiga hari—disebuah kapal pesiar yang mengantarkan mereka dari Liverpool menuju New York.

“Aku tidak membutuhkan semua itu—aku ingin mempertahankan pernikahan ini, aku tidak pernah menganggap pernikahan ini sebagai pernikahan saham. Aku benar-benar ingin memulai segalanya denganmu.” Cheonsa merasakan nafasnya sedikit tertahan, setelah dia berhasil mengungkapkan apa yang dia inginkan selama ini—setelah empat tahun menjalani pernikahan bersama pria itu.

Pria itu akhirnya turun dari mobilnya, menatap istrinya dengan senyuman singkatnya.

“Jika kau benar-benar menginginkan pernikahan ini terus terjadi, kau tentu tidak seharusnya bermalam di rumah pria lain—ketika suamimu tengah berkerja dengan begitu keras untuk memenuhi apa yang kau butuhkan.”

Pria itu berkata dengan suaranya yang sangat tenang, sehingga Cheonsa tidak yakin apakah suaminya terganggu atau tidak dengan fakta dia bermain dengan pria lain dibelakangnya.

“Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan pria lain, dan jika kita membicarakan masalah ini—aku tahu kau memiliki puluhan wanita simpanan diluar sana. Tapi aku tidak pernah membahasnya, karena aku percaya bahwa kau akan kembali kepadaku.”

Pria itu tertawa dengan tak percaya, dia berjalan mendekat ke arah istrinya sebelum menepuk pipi istrinya dengan senyuman mengejek.

“Kau munafik sekali, kau bahkan hanya menginginkanku karena aku bisa mendapatkan semua barang mahal yang kau inginkan. Wanita sepertimu, tidak lebih dari sebuah perhiasan pria—bagiku kau tidak lebih dari wanita panggilan yang bisa kudapatkan di jalanan.”

Pria itu mengakhiri kata-katanya dengan sebuah kecupan singkat diujung bibir istrinya.

“Pernahkah kau mencintaiku, Cho Kyuhyun?”

Baru ketika pria itu akan membuka bibirnya, seorang pelayan berlari panik menatap mereka berdua dengan gugup.

“Tuan Cho dan Nona Han, maaf menganggu pembicaraan kalian. Tapi kami baru saja mendapatkan kabar bahwa, Ayah Nona Han mengalami kecelakaan pesawat—dan kini kehadiran anda dibutuhkan dipusat pengendalian darurat Incheon.”

Cheonsa merasakan jantungnya berhenti berdetak untuk beberapa saat disana, dia mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya, sebelum berlari menuju mobil Ford Mustang yang masih menyala.

Dia menatap suaminya yang masih berdiri disana, dengan tatapan lurusnya, pria itu bahkan tidak terlihat memiliki rasa simpati yang lebih kepada ayah mertuanya. Cheonsa kini telah berada dibalik kemudi, suara radio tentang masa depan yang tengah menunggu semua orang terus bergema di dalam mobil itu.

“Good night, Cho Kyuhyun.”

Bisiknya dengan tenang sebelum mobil itu melaju dan menghilang ditengah kegelapan malam, meninggalkan Cho Kyuhyun berdiri terdiam disana.

.

***

.

“Aku akan segera berada disana. Semuanya akan baik-baik saja. Ayah akan baik-baik saja.” Dia bahkan tidak mengerti apa yang tengah dia lakukan detik ini, memacu mobil milik suaminya dengan sangat kencang, dengan suara dirinya sendiri, memecah keheningan disana—menembus gelapnya malam dan jalanan Seoul yang sepi.

Dia tahu bahwa kemungkinan Ayahnya selamat sangat kecil, kecelakaan pesawat merupakan salah satu penyebab kematian terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Dia memiliki hubungan yang buruk dengan Ayahnya, semenjak Ibunya meninggal ketika dia berusia lima tahun dan Ayahnya lebih memilih memulai hidup baru dengan wanita lain.

“Ayah akan baik-baik saja, bahkan jika dia tidak ada, aku akan tetap baik-baik saja.” Cheonsa menarik nafasnya dengan panjang, berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri. Perceraiannya dengan Cho Kyuhyun, seorang pengusaha terkenal akan segera berakhir.

Setelah ini, dia akan memulai lembaran baru—masa depan yang baru. Dengan semua pemberian dari Kyuhyun, dia bisa bertahan hidup dan kembali ke Amerika. Cheonsa mengalihkan pandangannya kearah jok belakang, ketika dia melihat sepasang pakaian dalam wanita yang tercecer dibawah jok. Wanita lain—suaminya baru saja menghabiskan waktu dengan wanita lain, sebelum bertemu dengannya.

Cheonsa mencengram kemudinya dengan kencang, nafasnya terasa sesak—memikirkan suaminya itu menyentuh wanita lain sebelum merengkuh tubuhnya membuatnya merasa benar-benar rendah.

Matanya kembali teralih ke jok belakang, sebelum dia merasakan sebuah sinar terang membuyarkan penglihatannya—dan bunyi benturan yang sangat keras serta pecahan kaca yang merobek lapisan kulitnya membuatnya tidak bisa bergerak.

Dia merasakan pandangannya mulai berpendar jauh, kepalanya terasa sangat sakit dengan aliran darah segar menutupi kelopak matanya—dia menyentuh serpihan kaca tajam yang menusuk lapisan kulitnya dan bersarang di rongga dadanya.

Sebelum semuanya berubah menjadi sangat gelap dan tenang, sehingga dia tidak bisa merasakan apa-apa lagi.

.

***

.

Han Cheonsa membuka matanya dengan perlahan, setelah dia merasakan cahaya putih yang sangat terang memaksanya untuk membuka matanya. Rasa sakit seketika menelusuri sekujur tubuhnya, dia menggerakan tanggan kirinya yang sudah dipenuhi oleh berbagai jarum infus.

Bunyi detak jantung dari mesin elektrokardiograf yang berada disampingnya, berbunyi dengan nyaring diikuti derap langkah yang bergema disana. Dia berusaha memutar apa yang terjadi, apa yang menimpanya, mengapa dia bisa berada disini.

Lalu kilasan memori tentang pertengkarannya dengan suaminya, dan kecelakaan Ayahnya—juga sinar terang dari sebuah mobil yang melaju kencang dari arah berlawanan.

Dia belum mati.

Dia masih hidup, dia masih bernafas—dan masih bisa merasakan detak jantungnya serta deruan nafasnya.

“Welcome back, Han.” Suara seorang pria mengembalikannya dari kilasan memorinya, pria itu tersenyum lega dengan satu tangan mengelus wajahnya dengan lembut.

“Jangan terlalu banyak bergerak, ada beberapa luka pasca oprasi yang masih sensitive. Aku akan memanggil dokter.” Pria asing itu kembali tersenyum, dan meninggalkannya disana. Apakah Kyuhyun telah membuangnya, membuangnya dengan jauh sehingga kini dia bersama pria lain yang bahkan tidak pernah dikenalnya.

Apakah dia mengalami amnesia, dan kehilangan seluruh memorinya karena kecelakaan ini? Lantas, mengapa dia masih bisa mengingat Cho Kyuhyun, Ayahnya, siapa dirinya, dan detik-detik dia sebelum mengalami kecelakaan.

Cheonsa merasakan sebuah selang masih berada di dalam mulutnya, sehingga dia sulit untuk berbicara atau menggerakan tubuhnya. Kecelakaan itu pasti sangat parah, sehingga dia tidak bisa menggerakan tangganya dengan sempurna. Hingga, seorang dokter mulai mengarahkan senter kecil kearah matanya.

There you go, penglihatannya sudah responsive—detak jantungnya normal, dan tidak ada pendarahan yang terjadi di otak Nona Han. Anda bisa memindahkan Nona Han ke ruang rawat inap, mungkin membutuhkan waktu sekitar beberapa hari, tapi progresif Nona Han sangat cepat. Ini benar-benar sebuah keajaiban.” Dokter itu tersenyum senang, dia memanggil beberapa perawat untuk membantu melepaskan alat bantu selang dari mulut Cheonsa.

“We’re going home, you had enough sleep. You’ve been asleep for quite some time.” Pria asing itu masih tersenyum hangat, dia mengelus rambut coklat Cheonsa dengan lembut.

“Kau tahu dengan semua yang tengah terjadi di pernikahan kita, aku ingin kita mencobanya semuanya dari awal. Kau dan aku, sebuah keluarga—mungkin ini adalah waktu terbaik untuk mendapatkan seorang putra. Aku selalu menginginkan hal itu.”

Cheonsa menatap pria asing itu dengan bingung, dia tidak memiliki ingatan apapun tentang pria ini. Dia bahkan tidak pernah bertemu dengannya, dia menatap keseliling ruangan intensive care itu dengan perlahan, beberapa benda aneh yang belum dilihatnya membuatnya semakin bingung.

Benda kecil yang digenggam oleh hampir setiap orang, layar besar, layar komputer yang telah berubah menjadi sangat tipis—dan—kalender digital yang menunjukan waktu dan tanggal.

“Tahun berapa ini?”

Dia merasakan nafasnya semakin berat ketika dia melihat suasana asing yang berada disana, seakan dia telah melompat ke dimensi baru dimana dia tidak mengetahui apapun disini. Dimensi masa depan.

Pria asing itu menatapnya dengan bingung, dia melihat istrinya menatap dirinya dan semua ini dengan tatapan kosongnya. Ekspresi wajahnya mulai terlihat gelisah, tangannya mulai mengepal dengan keras serta deru nafasnya yang tidak beraturan.

Pria itu menatap Cheonsa untuk beberapa saat, sebelum berbisik ditelinganya dengan suara rendahnya.

“8 Febuari, tahun 2017.”

Dimana hal itu membuat Han Cheonsa merasakan detak jantungnya berhenti untuk kesekian kalinya.

Dia telah berada di masa depan.

.

***

.

“Setelah menjalani pemeriksaan lab lebih jauh—kami menemukan adanya gumpalan darah yang menyumbat perkembangan saraf memori. Dimana hal itu menyebabkan Nona Han Cheonsa tidak bisa mengingat apapun, kami menyebutnya amnesia. Hal yang kerap terjadi ketika kepala mengalami benturan yang sangat keras.”

Han Cheonsa menatap dokter itu dengan tidak percaya, sementara pria asing disampingnya menundukan wajahnya dengan putus asa.

“Aku tidak mengalami amnesia. Aku tahu siapa diriku, kapan aku lahir, dimana aku tinggal, siapa keluargaku—dan yang terpenting aku tidak melupakan apapun bahkan hingga detik-detik ketika aku mengalami kecelakaan.”

Mendengar penjelasan Cheonsa, dokter itu menarik nafasnya dengan panjang sebelum tersenyum menenangkan.

“Aku tahu bahwa dokter tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Aku Han Cheonsa, aku lahir di Michigan tanggal 13 Agustus 1950. Rumahku berada di Gangnam, aku mengalami kecelakaan tidak jauh dari Incheon pada tanggal 27 November 1976—lalu kalian berkata kepadaku bahwa kini berada di tahun 2017?”

Pria asing yang mengaku sebagai suaminya itu menatapnya dengan penuh tanda tanya, lalu dokter itu kembali tersenyum.

“Itu hanya false memory, ingatan palsu yang terbuat dari hal-hal yang kau baca dan ingat sebelum kecelakaan. Hal ini cendrung terjadi, karena otak akan berusaha menghadirkan memori yang hilang dengan memori yang tidak pernah terjadi. Untuk memulihkannya, anda bisa melakukan terapi.” Dokter itu memulaskan senyumannya, sebelum meninggalkan Cheonsa dan pria asing ini.

“Perlu kukatakan, bahwa false memory itu hampir membuatku terkecoh. Aku pikir kau adalah reinkarnasi dari seseorang—tentu saja seseorang yang memiliki nama yang sama denganmu.”

Bahkan ketika mendengar pria asing itu mencoba mencairkan suasana, Cheonsa sudah merasa lebih sehat dan memikirkan apa yang tengah terjadi kepada dirinya. Apakah semua ingatannya itu benar-benar rekayasa memori, atau dia tengah terjebak di alur kehidupan orang lain.

Hingga saat itu tiba, dia akan mencoba menyesuaikan dirinya dalam bola masa depan.

.

***

.

“Lee Donghae—Kau bisa memanggilku Donghae, atau Lee—karena kau selalu memanggilku seperti itu.” Pria bernama Donghae itu tersenyum canggung, ketika memperkenalkan namanya kepada istrinya. Istrinya yang telah dikenalnya lebih dari sepuluh tahun.

Dia seperti tengah mengulang kembali ketika dia dan Cheonsa pertama kali bertemu. Hanya kini, Cheonsa yang berada di hadapannya, adalah seorang dengan tatapan kosongnya dan ekspresi dinginnya.

Cheonsa bangkit dari atas kursi rodanya, ketika Donghae membukakan pintu rumah mewah itu untuknya. Dia yang memaksa untuk cepat pulang dari rumah sakit, dia tidak memiliki waktu banyak untuk mengetahui apa yang tengah terjadi di hidupnya.

“Ini rumahmu?”

“Rumah kita.” Donghae menarik nafasnya dengan gugup, Cheonsa yang berada di hadapannya kini terlihat seperti seorang wanita yang mengintimidasi hanya dengan kehadirannya disana.

“Kau yang mendesain semuanya, kau menghabiskan waktu banyak untuk rumah ini. Kau bilang, kau membangun sebuah impian bukan hanya sekedar rumah.”

Cheonsa menolehkan wajahnya ke arah Donghae, menatap pria asing yang entah bagaimana telah menjadi suaminya selama beberapa saat. Dia menghabiskan seluruh waktu di hidupnya, untuk mempertahankan semua yang dia inginkan, Cho Kyuhyun dan keluarga.

Kini, dia menatap seseorang pria yang bahkan tidak pernah ditemuinya, apa yang harus dia lakukan? Haruskah dia berpura-pura dan mejalani kehidupan ini, atau berjuang dan kembali mencari masa lalunya.

Untuk saat ini, mungkin dia akan melakukan kedua hal tersebut.

.

***

.

“Apa Cheonsa baik-baik saja? Setelah mendengar kabar dia kehilangan ingatannya, aku pikir kau akan menjalani hidup yang lebih mudah. Kau tahu—Cheonsa terlahir menjadi seseorang yang baru, dan kau bisa melakukan apapun dengan semua itu.”

Lee Hyukjae menegak espresso hangatnya dengan perlahan, dia menatap Lee Donghae, sahabatnya itu yang masih tenggelam di dalam pikirannya. Pernikahan sahabatnya dengan wanita itu cukup sulit, beberapa diantaranya disebabkan oleh orang ketiga.

Jadi ketika Hyukjae mendengar bahwa Cheonsa mengalami amnesia, dia merasa bersyukur karena Donghae bisa mempertahankan pernikahan mereka dan memulai semuanya dari awal.

“Aku tidak tahu bahwa istrimu datang dengan ingatan palsu dari tahun 70an—dan dia memiliki suami lain di ingatan palsunya. Wanita seperti Cheonsa, memang jenis wanita yang tidak akan pernah berhenti mengintimidasi kaum pria walaupun tengah dilanda amnesia.”

Jika orang lain yang berkata seperti itu, mungkin Donghae akan merasa tersinggung. Namun, ketika Hyukjae yang mengatakannya, dia tahu bahwa Hyukjae tidak bermaksud buruk.

“Dia seperti datang dari masa lalu. Dia tidak tahu apa itu ponsel, dia terkejut ketika menemukan bahwa komputer telah berkembang dengan pesat, dia tidak tahu bagaimana cara menyalakan tv—satu-satunya yang dia ketahui adalah Star Wars, dan komputer portable dari IBM yang keluar tahun 1976.”

Hyukjae tertawa mendengar cerita dari sahabatnya, dia seperti tengah mendengar cerita ketika Neneknya yang lahir di tahun 40an, melonjak kaget ketika ponsel bisa mengeluarkan suara.

“Apa hal seperti itu bisa terjadi? Apakah memorinya akan kembali? Karena jika aku menjadi dirimu, aku akan berdoa agar ingatannya tidak kembali—jadi kau tidak harus menjalani kehidupan bersama wanita yang benar-benar jahat seperti dia. No offense, aku tidak membenci Cheonsa.”

Hyukjae begitu paham bagaimana rumah tangga Cheonsa dan Donghae berada diambang kehancuran. Setelah skandal Cheonsa bermain dengan pria lain terkuak, Donghae memutuskan untuk mencoba semuanya dari awal—merendahkan harga diri dan semua yang dia miliki, untuk mempertahankan hubunggannya dengan wanita yang sangat dicintainya.

Namun Cheonsa bahkan tidak tertarik dengan semua itu, Cheonsa hanya mengulaskan senyuman singkatnya ketika Donghae mengajukan bahwa dia ingin memperbaiki segalanya dengan menghadirkan seorang putra atau putri di keluarga mereka.

Dan di malam dimana Cheonsa mengalami kecelakaan, dia tahu bahwa Cheonsa baru saja bertemu dengan pria lain. Pria yang selama ini menghantui kehidupan pernikahannya, seorang pria yang dia kenal lebih dari siapapun.

“Apa kau tidak tahu siapa pria yang berselingkuh dengan istrimu? Aku tahu ini topic sensitive, dan bukan urusanku. Tapi, kau tidak bisa terus menutup mata dan berpura-pura tidak mengetahui apa yang tengah terjadi. Dengan kejadian ini, kau kembali mendapatkan Cheonsa seutuhnya—dia tidak akan mungkin mengingat pria itu, atau pria manapun yang pernah dia kenal. Kau memiliki semua kesempatan ini.”

Donghae mengangguk setuju mendengar saran Hyukjae. Tidak ada yang mengetahui siapa pria yang berhasil menghancurkan rumah tangga mereka, tidak ada yang tahu, kecuali dirinya dan Han Cheonsa.

Dan kini Lee Donghae mendapatkan semua kesempatan itu kembali, dan dia tidak akan membiarkan pria itu kembali merebut Han Cheonsa dari dirinya.

***

“Mom dan Dad, akan segera sampai disana. Kami sangat khawatir ketika mendengar kabar buruk ini, pemakaman Kakek di Kensington tidak bisa ditunda—Dad harap kau mengerti mengapa kami tidak ada menemanimu di waktu sulitmu.”

Cheonsa menganggukan kepalanya dengan bingung, layar komputer itu kini memiliki warna yang menarik—layar jernih dan suara yang halus. Sebuah kamera beresolusi tinggi terpatri disana, sehingga dia bisa melihat sosok Ayah dan Ibunya yang tidak dikenalnya sama sekali dari belahan dunia lain.

“Mom tau bahwa semua ini pasti membingungkan, tapi kami percaya bahwa kau akan kembali mendapatkan semua ingatanmu kembali. Bahkan jika kau tidak berhasil mengingatnya, kau masih memiliki Mom dan Dad yang akan selalu meyayangimu.”

Cheonsa merasakan kehangatan yang familiar ketika dia mendengar suara Ibunya yang menenangkan, dengan senyuman Ayahnya yang membuatnya merasa jauh lebih baik di dunia yang asing ini. Dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orangtuanya, dan kini ketika dia terbangun dia memiliki orang tua yang sangat menyayanginya.

“Tak perlu khawatir, Yamano—dia adalah baby sittermu sejak kecil. Kau sangat menyayanginya, kau yang membawa Yamano dari Jepang untuk kembali tinggal bersamamu. Dan Yamano, kini dia pandai menggunakan teknologi internet, jadi kau bisa belajar banyak darinya tentang perkembangan teknologi.“

Suara Ayahnya kembali bergema dari sana, dan untuk pertama kalinya setelah dia membuka matanya, dia merasakan bibirnya tertarik membuat senyuman. Senyuman yang entah kapan dia tunjukan terakhir kali, semenjak menikah dengan Cho Kyuhyun.

“That’s my girl, you’re smiling and I have nothing to worry about anymore. We gotta go, Dad and Mom loves you. Meet you soon, C.”

Lalu sambungan itu terputus hingga disana, meninggalkan Cheonsa dengan layar komputer yang telah kembali gelap.

Yamano, pelayan pribadinya yang sejak dia membuka matanya telah berada disisinya, berbaik hati menyambungkan Cheonsa dengan kedua orang tuanya melalui koneksi internet. Dimana Cheonsa menatap Yamano dengan takjub, tentang bagaimana teknologi yang berkembang pesat dari terakhir kali dia mendengar iklan komputer di radio.

“Tuan Donghae, tengah berada di kantor. Tuan biasanya kembali pukul tujuh malam, dia menitipkan pesan—jika Nona Han membutuhkan sesuatu, dia akan kembali secepatnya.”

Cheonsa menatap Yamano untuk beberapa saat, sebelum dia menyadari bahwa ini waktu yang tepat untuk menyelidiki apa yang tengah terjadi di masa lalunya.

“Apa kau bisa mengantarkanku ke Gangnam?”

.

***

.

Limousine mewah itu berhenti tepat disebuah rumah mewah yang memiliki ukiran klasik, Cheonsa memastikan nomor rumah dan alamat dengan apa yang diingatnya sebelum turun dari mobil itu.

Yamano, menatap Cheonsa dengan cemas. Jika Donghae tahu apa yang tengah Cheonsa lakukan, mungkin Yamano akan kehilangan perkerjaannya, atau lebih buruk pernikahan mereka akan berakhir.

“Yamano, kau tunggu saja disini bersama supir. Aku tidak akan lama, dan aku akan kembali sebelum pukul tujuh jadi kau tidak perlu khawatir bahwa Donghae akan memecatmu atau sejenisnya.”

Cheonsa merapatkan mantelnya, dan berjalan dengan perlahan—rumah itu masih berdiri dengan kokoh, tidak ada yang berubah disana, kecuali satu pos penjaga dengan gerbang besar bewarna hitam yang menutupi rumah itu dengan sempurna.

Seorang petugas keamanan, keluar dari pos jaga dengan tatapan menyelidiknya, melihat sebuah limousine berhenti tepat di depan gerbang rumah mewah itu. Baru ketika dia akan menanyakan, siapa pengunjung misterius itu, dia bisa melihat seorang wanita dengan tatapan tenangnya berdiri disana.

“Ah, Nona Cheonsa! Maaf membiarkan anda berjalan dari mobil, saya tidak tahu bahwa anda akan datang.”

Cheonsa menatap petugas itu dengan tidak percaya, dia yakin bahwa dia telah berada di dimensi yang berbeda—dan dia tidak berharap banyak bahwa rumah ini masih berdiri, atau bahkan masih mengenal dirinya.

“Tuan baru saja sampai, sekitar lima menit yang lalu. Aku akan memanggilkan seorang pelayan, untuk mengantarkan Nona.” Petugas itu dengan sigap menghubungi beberapa pelayan, dimana dua pelayan berlari dengan cepat sebelum membungkukan tubuh mereka dengan hormat kepada Cheonsa.

“Senang bertemu anda kembali Nona.” Ucap seorang pelayan dengan senyuman ramahnya, sebelum mengantarkan Cheonsa memasuki rumah mewah yang sangat familiar untuknya.

Tidak banyak yang berubah, ini adalah rumah yang sama dimana terakhir kali dia bertemu dengan Kyuhyun sebelum kecelakaan itu. Dan jika benar, bahwa semua ini hanya ingatan palsunya—lantas mengapa semua yang dia ingat masih berada di tempatnya, dan bagaimana semua pelayan disini memperlakukannya dengan hormat.

Dia melangkahkan kakinya dengan perlahan, menelesuri tangga megah yang melingkar di dalam rumah mewah itu. Memorinya terus memenuhi kepalanya, dan ketika pelayan itu berhenti di sebuah pintu berwarna coklat tua—dia tahu bahwa itu adalah kamarnya dengan suaminya, Cho Kyuhyun.

“Tuan, Nona Han berada disini.” Ketukan pintu itu berhenti beberapa saat, sebelum seorang pria dengan tatapan dinginnya membuka pintu kamar itu dengan perlahan dan menatap Han Cheonsa dengan pandangan lurusnya.

“Cho Kyuhyun.” Bisiknya dengan tidak percaya, setelah semua yang terjadi dia masih bisa menemukan suaminya di dunia yang asing ini.

Pria itu menatap Cheonsa dalam diam, sebelum suaranya yang rendah memecah keheningan diantara mereka.

“Welcome home, Han Cheonsa.”

Apa yang sebenarnya tengah terjadi?

.

.

.

-TOBECONTINUED-

.

.

.

 

Hi, hehehe—ini dibuat setelah ngeliat foto Donghae yang makin ganteng aja. Anyway, this is a super original idea. I can see why. If you want to read more, atau tertarik membaca kelanjutan series ini—please leave some comment, so I know everyone still here. Put interest for this running-series.

xo

IJaggys

 

 

 

 

 

 

 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

54 responses »

  1. Maru9 says:

    i’ m new reader here😁
    your fiction is very great😆
    and for this fiction its so amazing, full of drama, tragedy and certainly mystery😱.
    I’m so enthusiasm for the next part👍👍👍🙌
    Go fighting😎

  2. Omo daebak!!;)
    Baru baca genre yang begini dan udah dapet feel nya bahkan di part 1!
    kerp writing this,Ijaggys!

  3. kim_yeon says:

    I love this kind of genre. This story is super fabulous , fantastic. and amazing ❤ ❤ ❤
    Plus it different from the other story that you created before

    Cheonsa tua banget -__- Lahir 1950 hahaha
    idihhh Donghae mah selalu jadi dinomor duakan sama Cheonsa kalau ada Kyuhyun. Kesian tauuu huhuhu. Dimana-mana Donghae selalu mengalah dan merendahkan harga dirinya cuma buat Cheonsa. But Cheonsa never appreciate it and that's so sad. Poor you Donghae 😦 Cheonsa never see his kindness

    Itu Kyuhyun selalu jadi pengganggu . Selalu jadi orang ketiga hehhh

    I hope this story is about LDHCS couple NOT ANY OTHER COUPLE. hehehe

    Waiting for the next chapter. Fighting sis !!

  4. pamelamzdlfh says:

    💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

  5. Narnia says:

    Wuahh setelah sekian lama gak menyambangin blog ijaggys udh banyakk ff yg ketinggalan. Pertama kali langsung baca ini, and i can’t say nothing but zuperrb INTERESTINGG. Can’t wait to the next chap. Semangaatt yaa nulisnyaa ^^9

  6. nathalie says:

    Jd d’masa lalu selingkuhan’y cheonsa donghae dan d’masa dpn selingkuhan’y kyuhyun y???hmm..msh bingung jg sih koq bs ampe cheonsa lwtin wkt ky gt..

  7. Zii says:

    Apa yg terjadi sebenarnya ?? Masih bingung ??? Iya.. Plisss lanjut ya !! Kyuhyun sm Donghae, Alamak pilihan yg sulit itu ma

  8. soyeonnie says:

    please continue omg

  9. shfly3424Arista says:

    Wahhhhh itu ingatan palsu
    Khayalan atau selingkuhan cheonsa

    Buseeeettt antara gyu n donghae…..
    Tambahlah siwon lagi…..tambah mantap aj
    Lucu ya cheonsa jd katrok gini

    Donghae hebat ya
    Cheonsa selingkuh ah msh di maafin

    Panggilan ibu cheonsa ke cheonsa manis bngetttt …… C

  10. Snowcho says:

    Hufttt…bakal terjadi kisah cinta segitiga yang rumit lagi nih..
    Penasaran banget misteri apa yang ada di balik kejadian lintas waktunya cheonsa.
    Semoga kalau misal kejadiannya yang nyata adalah cheonsa yang sudah menikah sama kyuhyun, mereka berakhir bahagia. Walaupun pernikahan mereka diwarnai oleh banyak pihak ketiga karena sepertinya cheonsa memang sangat mencintai kyuhyun dan sspertinya sikap kyuhyun yang sering main perempuan disebabkan oleh suatu hal yang cheonsa maupun orang lain gk ketahui.

  11. Choki Sue says:

    New ff, mew spirit yeayyy
    Asli ini rada cengo pas liat timeline tahun 70an, mana ngukuk pas bayangin cheonsa gaptek 😂😂dan kirain di ke masa depan tuh ngga bakalan ketemu kyuhyun eh tapi apa kyuhyun ini selingkuhannya di masa depan atau malahan di kayak dia balik ke masa lalu? Pokoknya ditunggu next ya, IJaggys!

  12. herissheea says:

    keren konsepnya kek time-slip gitu 👏👍

    dimasa lalu kyuhyun-cheonsa itu pasangan yg hampir bercerai tp cheonsa gak mau cerai..
    lalu dimasa depan donghae-cheonsa pasangan yg jg mau bercerai krn cheonsa selingkuh(dan saya rasa selingkuhannya itu kyuhyun) tp donghae gk mau cerai krn Cinta mati

    kl selingkuhannya beneran kyuhyun saya kasian sm donghae yg mo berusaha menangin hati cheonsa, eh cheonsanya malah Cinta sm selingkuhannya.. dan bakalan lbh rumit lg nnti cheonsa Cinta sm donghae..

    dan apakah cheonsa bakalan kembali ke masa lalu dia? siapa yg bakal cheonsa pilih cintanya? pertanyaan itu saya tunggu jwbnnya..

    ditunggulah next partnya 😀

  13. mokpofish86 says:

    Ini luar biasa bahkan aku harus nahan napas beberapa waktu… But, why harus donghae lagi yang tersakiti 😂… Kenapa siembul selalu menang 😂😂😢…Cho. Nyari cewe lain lagi sono jangan cheonsa , cheonsa udah punya donghae …😁😁
    Kalo donghae tau pasti bakal atit banget ini…
    Dan why siembul bilang “Welcome Home, Han Cheonsa ” Apa mungkin dia juga dateng dari masa lalu??

  14. mokpofish86 says:

    Udahlah cheonsa lupain kyuhyun.. Kyuhyun kan cuman masa lalu… Jangan nginget nginget masa lalu udah liat masa depa n aja, Donghae.
    I hope ini tuh LDHCS couple ya buka CKHCS atau siapapun 😂#maksa

  15. niconiconiii says:

    suka sama jalan ceritanya,harus bener2 tanpa gangguan kalo baca cerita ini biar makin ngefeel.
    donghae-cheonsa-kyuhyun,donghae bakal dinomor duakan begitu kyuhyun muncul.tapi semoga diakhir ga deh
    keep write,fighting!

  16. elfkyumin says:

    Yak !! Yak !!
    Apa yg trjdi ??
    Knp akhirnya seperti itu ??
    Penasaran!!!

  17. anitara says:

    great story, love it so much,

  18. shinhara10 says:

    Penasaran sama kelanjutannya aaaa 👧 keren keren kereeen

  19. Lee Shin Hee says:

    aish donghae donghae. selalu bikin terpesona dengan segala karakternya. mau jahat, baik, lugu, lucu. perfect

  20. Kiky says:

    Hahahaha,ff yg sangat menarik untuk d’baca

  21. Shin seul ah. . . says:

    Aku belum baca! Ninggalin jejak aja dulu ya!
    Gapapa toh?

  22. rimaaaa says:

    nah lo cheonsa kenapa ??
    masa lalunya kyu sama cheonsa sedih amat huhhhu *lapingus*

  23. Lieshfly says:

    Apa yg terjadi 😮 ?????? Donghae+cheonsa 😮 ??? Kenapa ??? Dan Kyu kenapa ada di masa depan juga hah 😮 ?? Aihhh jangan bikin penasaran !!

  24. L-Dy says:

    Pemilihan cutting yg pas sekali. Ada apa dengan Cheonsa???
    Kyu~ nampaknya dia merana sekali, tunjukin emosimu dong Kyu sebelum menyesal…

  25. Richoco says:

    omg! next-y bikin rampung nie telinga?
    adaapakh dgn mereka br2?
    huwaa gk sbr..
    daku suka bgt karakternya Kyu *eh
    jutex tp butuh hiihi

  26. Lee88 says:

    Annyeong thor,
    aku pembaca baru.
    Nemu blog ini karena lihat rekomendasi di blog orang.

    Ff ini punya ide yg sangat” jarang di temukan.
    Mungkin marriage without love gitu udah biasa.
    Tapi cerita author luar biasaaaaa~

    apalagi dengan tema time slip seperti ini~ jadi menebak2 knp Cheonsa bisa ada di masa depan dan kYu juga ada disana!!

    Fighting ^^

  27. wifey won says:

    ff yang luar binasa (??) aigo bener2 bikin jantung seakan mau copot…
    rapi banget… pemilihan katanya top banget… bikin jatuh cinta… :*
    lanjutin ya thor..
    fighting ^^9

  28. baby dino says:

    aku pengennya cheonsa sm kyuhyun aja sih, jgn sama donghae. kan kemaren2 udah donghae 😐

  29. FrozenKyu says:

    ya tuhan gue kaget ada updatetan tapi gue baru tau,,,
    itu yang part KYU-Cheonsa yang pertama itu ap? mimpi kah,, flasback kah?? kurang nangkep nih otak gue yang 11-12 sama donghae *plok

  30. Adndwrdtljnnh says:

    nice ff,
    can’t wait for the next part…

  31. 지리 says:

    KYAAAA INI WAJIB BANGET BUAT DILANJUTINNN.
    penasaran akut sama kelanjutannya, apalagi pas baca bagian akhir sebelom tbc, apalah arti hidup ini -_-
    lanjut ya, dilanjut dong pastinya
    hahaha
    hwaitingggg!!!

  32. Fla says:

    Kayanya kyu juga cinta ama cheonsa,,,,
    Ditunggu kelanjutannya

  33. song chae hyun says:

    Halo, >.<
    Wah, aku suka gaya kamu nulis…
    Aku juga suka dengan plot ceritanya ini, menarik untuk diikuti dan membuat penasaran…

  34. nurainikyu says:

    wuaaa, seru jdi pngen bca kelanjutan’a knpa sma cheonsa jdi pnasaran ?

  35. yess07 says:

    ini keren sumpah daeeebaaaaaaaaaaakkkkk !!!

    alurnya bagus, semuanya bagus. saya suka saya sukaaaa *plak 😀

    eoniii~ kelanjutannya ditungguuuuu !! ditungguuu pakeee bangeettt *demo* *bawa spanduk* 😀

  36. Hyo100601 says:

    entah kenapa saya berasa lagi nonton drama korea ya??wkwkkw.

    Tapi drama korea yg blm tayang dimanapun, soalnya idenya original skale hehehehe

    Lanjut ya thorrr ini bagus bgt soalnya hehehehe

  37. wensaa says:

    ah itu knp tbc disaat yg tdk tepat xD
    pengennya si cheonsa tetep sama kyu aja T.T

  38. waa says:

    Aku nunggu kelanjutannya, hehe
    Bikin si kyu sering muncul dong, kyu-cheonsalovers

  39. hyukna30 says:

    Hi,
    Aki reader baru disni,
    Sorry baru komen di ff ini aja

    Terpesona sama judul dan ceritanya, can’t wait for next part,

    Thanks, 🙂

  40. ny lee says:

    tinggalin jejak dulu ya…………..

  41. chkyhyn says:

    Bikin penasaran ajaaa thorr
    Next part thor^^

  42. queenofspring says:

    poor donghae😭 btw i’ll wait for the next chapt as usual😉

  43. 😈 says:

    eurrr seems like donghae will get so much hurt in this story… i hate it but- feel curious at the same time hahaha 😳

    my kind angel donghae against the evil kyu (as always :’)). who will win cheonsa’s heart? and what kind of reality does cheonsa have actually? be curious? stay tuned here lol

  44. selly says:

    wah setelah lama ga mampir ada cerita yg keren begini ternyata
    semangat terus kak

  45. Rahma says:

    Suka sama konsep ceritanya..
    Kayak time travel gitu~
    Sepertinya bakalan jadi Cinta segitiga yg rumit..
    Berharapnya sih tetep LDH-HCS 😂
    penasaran sama part selanjutnya. Soalnya udah dapet feelnya di part 1 ini. Fighting ^^

  46. lieyabunda says:

    wah,, jalan ceritanya menarik nih,,,,
    bikin penasaran,,,
    lanjut

  47. rizkyesungie says:

    Sejujurnya diriku masih belum paham apa yang terjadi 😂😂😂 tapi ini beneran fresh banget dan bikin penasaran. Well, kutunggu next chapternya untuk menguak tabir kehidupan HCS 😂😂
    Ps : selalu kyuhyun jadi durinya hasemeleh untung ganteng untung FF :”)

  48. JihaeviLee says:

    Serius, ini bikin nagih pengen dilanjutin, pengen tau apa yang terjadi sebenernya. Apa Cheonsa yang lahir ditahun 50an itu merasuki Cheonsa istri Donghae, dan kebetulan kecelakaannya samaan. Trus orang ketiga yang dimaksud Donghae itu Kyuhyun. Deg-degan sendiri kalau Cheonsa bakal milih Kyuhyun ketimbang Donghae. Ngga rela….

  49. HiyAaaaaa. Baca jam 4pagi,dan bikin muter otak. Btw itu kyuhyunnya jadi tua apa tetep muda. Hmmmmmm… Bikin penasaran. Apakah cheonsa adalah seorang time traveler ?????????? Ea

  50. Naura0661 says:

    Im here. Oh my god. Ide ceritanya luar biasa. Selalu bikin nagih, pengen baca lagi dan lagi. Apakah cheonsa reinkarnasi? Hmm… sebenarnya han menikahny dg Lee or Cho? (I still hope with cho, hehe). Semoga idenya dilanjutkan… semangaaat…

    Suka dg idenya… 🙂

  51. Fanny_Park says:

    Kerennnn…..
    Saking kerennya, pinggin nangis pas liat TBC nyaaa…
    Kaka author yg manisss,, di lanjut yaaaa,,
    Ditunggu
    love youuuuu

  52. fsshy says:

    Kaaaakkk, ini bingungin, apa yg sbnarny terjadiii???!!!!
    Tapi ttep, bagus kok, keren
    Ini kasian donghae klau bneran di duain cheonsa, kyu juga knp kejam gitu sama cheonsa sih. Ditunggu lanjutannya ya kak

  53. Hira says:

    Aaa~~ udah lama banget ngga baca ff dan ini gua jadiin bookmrk dan seneng banget ada post baru ! 😆😆 . Really awesome 😊. Sumpah bikin penasaran kelanjutannya. Gua ngga tega sama cheonsa pas ditelantarin kyu, biasanya dia yg nelantarin 😐. next juseyo 😂😂

  54. Hshfly says:

    Ini mah kudu dilanjut thor:D penasaran kelanjutannya uhh fighting author-nim! #TeamKyuhyunCheonsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s