sd.

Related Story: For a Good Time

.

Words can be lethal. Use them wisely.

.

250px-Parental_Advisory_label.svg

.

.

.

.

Han Cheonsa membanting pintu mobil Lee Hyukjae dengan keras, setelah pria itu berkata bahwa dia harus singgah sebentar ke rumah Lee Donghae untuk menghormati undangan pesta yang dikirimkan Donghae kepadanya.

Mereka tengah berada di dalam satu pekerjaaan, dimana Cheonsa dan Hyukjae menghabiskan waktu bersama lebih dari lima belas jam. Entah di tempatnya, atau di apartemen Cheonsa. Tentu lebih banyak di apartemen Cheonsa, karena wanita itu tidak bisa membayangkan bagaimana Hyukjae bercengkraman bersama pria tampan yang ternyata adalah kekasih gay-nya.

Cheonsa maupun Hyukjae tidak pernah membahas masalah ini, Cheonsa menghargai prefensi seksual rekan kerjanya itu—dan Hyukjae terlihat tidak keberatan dengan fakta bahwa Cheonsa telah mengetahui orientasi ketertarikannya kepada sesama jenis—setidaknya itu yang berada dipikiran Cheonsa.

“Apa aku tidak bisa menunggu di dalam mobil?” Cheonsa memakai kacamata hitamnya, walau ini sudah dini hari. Dia tidak ingin matanya berurai air mata jika di dalam nanti dia melihat Hyukjae mengecup pria idamannya. Sungguh dunia yang kejam.

“Donghae sudah menantimu! Aku berbicara kepadanya bahwa aku akan datang bersamamu, dia terlihat sangat senang ketika aku bilang bahwa kau akan datang ke pesta ulang tahunnya.” Tutur Hyukjae dengan satu tangan yang masih membenarkan penampilannya.

Cheonsa masih berdiri disana dengan umpatan rendah yang keluar dari bibirnya, dia membiarkan Hyukjae berjalan di depannya, lalu mengetuk pintu rumah mewah itu sebelum pintu itu terbuka—dan dia bisa merasakan air dingin beraroma buah Blueberry membasahi blouse Chanel-nya yang mahal.

Surprise! Itu untuk balasan mengapa kau datang terlambat!” Seorang pria berteriak dengan semangat, dia hanya mengenakan celana jeans yang bertanggar rendah di pinggangnya, mempertunjukan ukiran tubuh atletis dari senyuman wajahnya yang tampan.

“FOR VAGINA’S SAKE CHOI SIWON?!” Lee Hyukjae berteriak ssenang ambil memeluk pria dengan wajah tampan itu. Cheonsa menatap mereka berdua dengan tidak terkejut. Jika, dihadapannya ini adalah pria normal mungkin dia akan mulai melancarkan aksinya untuk menebarkan beberapa pesonanya kepada pria tampan itu. Namun, dengan orientasi mahluk bumi di dunia ini—dia tahu bahwa pria bernama Choi Siwon itu lebih tertarik dengan pria seperti Hyukjae. Dunia yang dingin.

“Oh, sial! Siwon, mengapa kau melemparkan sirup ke Cheonsa juga?” suara seorang pria, menghentikan hysteria pelukan romansa Hyukjae dan Siwon. Lee Donghae mengenakan kemeja putih bersama tuxedo berwarna biru tua, dengan satu gelas wine berada di tangan kanannya. Donghae terlihat seperti seorang pria yang bisa menghabisi seratus wanita dalam satu malam.

“Cheonsa? Siapa?” Siwon melepaskan pelukannya, dan menemukan seorang wanita dengan penampilan sempurnanya, tersenyum jengkel dibalik kacamata hitam yang membingkai wajah cantiknya. Jika normalnya, dia akan mulai berteriak dan mendorong Siwon atau siapapun yang menghancurkan penampilannya ke dalam tempat sampah, tapi kini dia hanya tersenyum jengkel—menahan insting binatangnya agar tidak berteriak dan semakin menghancurkan image nya di hadapan pria-pria tampan ini.

“Kekasihmu, Hyukjae?” Siwon kembali menambahkan, matanya menyelidik, dan Hyukjae hanya tersenyum nakal.

“Tidak, dia hanya rekan kerjaku. Walau dia selalu berusaha mengakhiri pertemuan kita diatas ranjangnya.” Ungkap Hyukjae yang membuat Donghae dan Siwon menatap Cheonsa dengan pandangan tidak percaya mereka.

“Yeah, sayangnya dia lebih suka penis dibandingkan vagina. Jadi bisa kalian bayangkan bagaimana terpuruknya diriku bersama pria seperti dia.” Balas Cheonsa yang disambut dengan gelak tawa Donghae dan Siwon.

“Aku suka lelucuanmu, Cheonsa. Maaf menghancurkan pakaianmu, tapi Donghae akan dengan sangat senang hati membantumu berganti pakaian di kamarnya.” Siwon melayangkan senyuman sempurna di wajah tampannya, sementara Hyukjae sudah memberikan tatapan dan senyuman nakal kearah Donghae dimana Cheonsa hampir saja menendang wajahnya karena menatap mantan pria impiannya dengan tatapan tidak pantas seperti tadi.

“Tentu saja. Hyukjae, kau tidak perlu khawatir aku akan meminjamkan Cheonsa pakaian.” Donghae dengan senyumannya yang sangat kasual mengamit tangan kanan Cheonsa dengan lembut, membuat wanita itu harus menahan uraian air matanya dibalik kacamata Gucci-nya, tentang penyesalannya mengapa dunia bergerak begitu kejam kepadanya dengan membiarkan pria sempurna seperti Lee Donghae tidak tertarik dengannya.

Donghae mengajaknya masuk ke dalam kamarnya yang luas dan mewah, lalu membuka lemari besarnya dan mengambil beberapa kaus polos dan handuk untuk Cheonsa.

“Aku akan menunggu diluar, kau bisa membersihkan dirimu di kamar mandi. Aku akan menyiapkan makan malam untukmu, aku yakin kau pasti belum memakan apapun. Karena Hyukjae—dia kurang memperhatikan wanita cantik sepertimu.”

Jika Cheonsa belum mengetahui bahwa Donghae adalah kekasih Hyukjae, mungkin kini pasti dia telah menarik kerah kemeja Donghae dan menciumnya dengan sangat kasar. Sekali lagi, dunia memang sebuah tempat yang menyakitkan.

Cheonsa akhirnya membuka kacamata hitamnya, menarik nafasnya dengan kesal—lalu kembali mengumpat dalam bahasa rendah sebelum menatap Donghae.

“Kau tahu? Kau lebih baik menunggu di dalam sini, it’s not like you’re attracted with one of these.” Ujar Cheonsa seraya menunjuk kearah dadanya. Donghae mengerutkan keningnya dengan bingung, namun belum sempat dia mengeluarkan kata-katanya, Cheonsa telah memulai pidato panjangnya.

“Aku tahu bahwa diversity memang bukanlah hal yang asing lagi, kita memang sudah tidak hidup di masa lampau dimana hubungan sesama jenis masih dilarang. Tapi, sisi manusia purbaku terkadang masih tidak bisa menerima semua ini—kau tahu—ini bukan berarti aku membenci komunitas kalian,”

Cheonsa membuka kancing di pakaiannya dengan perlahan, dia lalu melepasnya dan membiarkan Donghae menatapnya hanya dengan underwear yang menutupi tubuh indahnya. Pria normal lainnya, pasti kini sudah bertekuk lutut, memohon agar pembicaraan mereka detik ini berakhir dengan dirinya diatas ranjang. Tapi Donghae hanya berdiri sana, tidak mengeluarkan reaksi seharusnya.

“Melihatmu, pria sempurna memilih jalan seperti ini—sungguh membuat harga diriku sebagai wanita tercabik-cabik. Aku mengeluarkan semua uang dan waktu, untuk membuat diriku semenarik mungkin dihadapan pria-pria sepertimu—namun nyatanya, kalian lebih memilih pria tampan lainnya.”

Cheonsa berjalan mendekat kearah Donghae yang masih terdiam, dia kemudian mengarahkan dua tangan Donghae untuk menyentuh bra-nya.

“Apa kau sungguh tidak menginginkan hal seperti ini? Kau tidak bisa menemukan dua hal ini di pria, kau bisa merasakan teksturnya, ini asli—kau bisa meremasnya jika kau mau. Maksudku—aku tidak sedang membuatmu menjadi normal, hanya saja—hidup ini akan jauh lebih indah jika kau—“ kata-kata Cheonsa terhenti ketika dia merasakan tangan Donghae meremas kedua payudaranya dengan intense.

Cheonsa menatap Donghae dengan tidak percaya, namun beberapa detik kemudian—dia merasakan sentuhan lembut Donghae di bibirnya, dengan satu tangan mendorong tubuh Cheonsa ke atas ranjang.

“The fuck?” tanya Cheonsa dengan pandangan tak percayanya, setelah dia melihat Donghae tersenyum menggoda kearahnya.

“Well, aku tidak keberatan jika dirimu menuduhku sebagai seorang gay jika aku bisa menyentuh tubuhmu. Karena sejujurnya, aku masih sangat tertarik dengan wanita—dan kau telah menarik perhatianku sejak kau menatapku diam-diam dengan tatapan dirty mu di saat itu.”

Cheonsa menatap Donghae yang kini masih berada diatas tubuhnya dengan terkejut.

“Tunggu, jadi kau bukan kekasih Hyukjae? Lalu apa permainan hebat yang kalian bicarakan?”

“Oh, tentang hal itu. Aku dan Hyukjae, bermain game Call of Duty, dia dan aku bermain dengan sangat hebat sebagai tim—“

Donghae menjelaskannya dengan sangat tenang, namun Cheonsa sudah tidak bisa mendengar apa-apa lagi setelah dia menyadari bahwa kini dia hanya mengenakan underwear-nya dengan Donghae berada diatas tubuhnya—dengan satu tangan masih meremas payudaranya.

“Words can be lethal. Use them wisely, love.” Bisik Donghae sambil mencium leher jenjang Cheonsa, sebelum dia mendengar jeritan histeris dari wanita itu.

“ARRRRGHHHHH!! BERHENTI MEMEGANG PAYUDARAKU, DASAR KAU PRIA NORMAL BRENGSEK TIDAK BERADAB!!!”

“YA! BERHENTI MENJAMBAK RAMBUTKU, KAU YANG MENYURUHKU!!”

Dimana Lee Hyukjae dan Choi Siwon tertawa lepas dibalik pintu kamar, mendengar pembicaraan bodoh Lee Donghae dan Han Cheonsa.

Ternyata, dunia tidak sekejam dan sedingin yang Cheonsa pikirkan.

.

.

FIN

.

.

.

Lanjutan yang kemaren huehehe. Karena semuanya setuju kalo Donghae-Hyukjae cuma playing arround, akhirnya HCS masih punya kesempatan. Anyway, please share your thought about this short fic! #SupportAuthorWorks

xo

IJaggys

.

.

.

Summer Sale Ebooks: Shop Now!

 

 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

20 responses »

  1. Choi Rinna says:

    Haha, sayang emang kalo pria2 tampan memilih pria tampan lainnya,
    Apalagi kalo ada cheonsa yg slalu tak terduga dgn sgala keangkuhannya

  2. niconiconii says:

    ga kebayang kalo cowok2 macem mereka lebih suka sesama.karna asumsi cheonsa donghae dpt untung ,tanpa susah2 pake jurus bisa liat cheonsa body.selamat donghae wahahhaaha.ditunggu next part #SupportAuthorWorks

  3. nathalie says:

    Oh my god….hahahahahahahahaha….kasian bgt cheonsa ampe sgitu’y nyangka donghae sm eunyuk itu gay..hahahahaha…tp kesempatan bgt th ikan nemo bs pegang” cheonsa ky gtu…aigoo..d’tunggu bgt lanjutan cerita mereka berdua….

  4. herissheea says:

    ngakak parah sumpah 😂😂😂
    cheonsa blak-blakan banget ya! nyuruh donghae megang dadanya tp pas uda dipegang malah teriak.. dasar, padahal mah kesenengan itu pas tau donghae normal 😆

  5. inggarkichulsung says:

    Aigoo cheonsa salah paham ya sama LDH yg tampan, Cheonsa sedih bgt krn cowok setampan donghae pny pasangan gay seperti teman kantornya itu Hyukjae oppa, ternyata LDH normal, siwon dan hyukjae jd cekikikan ketawa gitu, waw apakah Cheonsa akan menyukai Donghae lg seperti awal bertemu

  6. Zii says:

    Lha kan Cheonsa yg minta, knp triak ? Wkwkwk 😀 gk salah dong Donghae, dia jg pria normal ternyata haha

  7. Snowcho says:

    Buahahahaha….asli ngakak bacanya.
    Cheonsa keburu ambil keputusan sendiri. Sampe nyuruh donghae ngealkuin hal itu. Giliran donghae gk berhenti dia teriak..

  8. 😈 says:

    orang lain pada fokus sama ke -“gay an” mereka, lah aku malah fokus bayangin cheonsa tau donghae normal dengan keadaan dia udah ada dibawah kendali dh 😂 #byuntaesq hands up? ✋ 😂😂😂

  9. Raeders says:

    MAYGAT KAKKKKKKK. INGIN LAGI FF YANG SEPERTI INI. DONGHAE UNCH!

  10. shfly3424Arista says:

    Aduhhhh syukur dikabulin cm main2 aj mereka

    Cheonsa kocak amat
    Selidikin dulu dong say

    Hahahah dunia msh hangat kok tenang aj

    Ini pasti idenya hyukjae atau krn cheonsa polos aja ya
    Bs ngira mereka gay

    Adaaaa siwon jg
    Cameo dia ceritanya
    Hahah

  11. tmatikka says:

    demiiii udah berpikiran yang nggak enggak eh ternyata mereka beneran cuman bercanda 😂😂😂😭😭
    ini aku sampe mo berenti baca gara2 nggak suka sama genre kek gitu, ehh ternyata ,, ohh god 😅😅

  12. kim_yeon says:

    Hahahaha
    Tu kan Cheonsa ngapain nyuruh Donghae pegang , Donghae nggak bakalan ngelepasin peluang emas kaliiiii
    Dia yang nyuruh tapi pas dipegang teriak² nggak jelas hahaha Tapi jujur pasti Cheonsa seneng banget bahawa Donghae itu pria NORMAL NOT GAY

    Si Donghae naughty ya di ff ini . Aku jadi suka ketawa terus

  13. mokpofish86 says:

    Cheonsa gilaa sumpah 😂😁😁… Nawarin tapi pas udah malah.. .
    Wkwkwk.. . Aah padahal donghae jangan ngaku dulu, nanti pas udahan baru ngomong 😁😁…. Padahal pan enak bisa megang megang tanpa harus pake juris 😁😁

  14. Sun says:

    Haha lucu deh, Cheonsa berharap Donghae tertarik, terus waktu tau emang dia tertarik Cheonsanya malah teriak lol 😀

  15. Kyupit says:

    Cheonsa paraaahhh hahaha dia udh berasumsi donge gay+ menjadi wanita melo ampe nahan air mata gx terima pria incaranya gay jga senjata makan tuan tadi nyuruh2 pegang2 payudara tp skarang malah histeris dasar

  16. fsshy says:

    Aku kecewa awalnya pas Donghae katanya pasangannya Hyuk. Tapi trnyta eng ing eng….
    Donghae normal pemirsaaa 🤣🤣

  17. - says:

    Tetep ya terakhirnya jenaka wkwk

  18. Fanny_Park says:

    Yeyyuuu!!!!”
    Ternyataaa dunia tdk begituu kejam wkwk

  19. red says:

    Hahaha ngakak baca yg akhir. Btw
    ” Ternyata, dunia tidak sekejam dan sedingin yang Cheonsa pikirkan”. Suka sama quote ini

  20. nuhijjang says:

    Yaampun, kesalahanpahaman yang berujung xdxdxd wkwk. Good, Lee Donghae.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s