jn

 

.

Related Story: 1 | 2 | 3 |

.

Because I feel better when you’re naked.

.

250px-Parental_Advisory_label.svg

.

.

.

Kim Ryewook menaruh kardus terakhir berisi barang-barang bos ularnya dengan tarikan nafas yang panjang. Penthouse dengan ukiran megah, serta luas tersebut kini mirip seperti gudang dari kardus serta koper yang menumpuk milik Han Cheonsa.

“Apa ini semua tidak terlalu terburu-buru, Bos? Maksudku, kau menyetujui ajakan Donghae untuk tinggal bersamanya, dan kau bahkan masih belum memiliki nomor ponselnya?”

Ketika melihat kebelakang, Cheonsa memang memiliki sepak terjang yang luar biasa atas pria-pria yang pernah dikencaninya. Sebenarnya hanya dua kriteria yang dibutuhkan Cheonsa dalam seorang pria. Pria itu harus bisa memuaskannya diatas ranjang dan di dalam store Chanel.

“Dia adalah pemain yang hebat—dan, dia bisa membelikanku semua tas dan gaun dari Chanel, hitung juga, dia akan membangun McDonald’s di dalam sini. Jadi, aku tidak harus lagi hidup susah bersama kumbang parasit seperti dirimu.”

Jika membunuh orang dengan ujung Heels Louboutin diperbolehkan, maka Ryeweook mungkin kini tengah membabi buta menghancurkan tatanan rambut nilon wanita ular tersebut.

Hidup wanita ular itu jauh dari kata susah, dengan Savile Row yang selalu memberikannya semua kemewahan—Ryewook rasa, tanpa Donghae pun wanita ular itu bisa memiliki apa yang dia inginkan.

Ini hanya masalah cinta. Tapi wanita ular itu terlalu sombong dan angkuh untuk mengakui bahwa sebenarnya dia mencintai Donghae lebih dari koleksi Chanel dan fried chicken.

“Aku hampir mengandung anaknya. Ternyata hanya false alarm. Donghae bahkan sangat sedih mengetahui aku tidak hamil. Bisa kau bayangkan betapa histerisnya diriku mengetahui bahwa aku akan memiliki anak dari seorang milyuner yang tampan dan memujaku sepenuh jiwa.”

Dari semua sifat buruk wanita ular ini, Cheonsa sangat senang memamerkan apa yang dia miliki—tentu saja kepada Ryewook, asisten sekaligus sahabat satu-satunya. Siapa yang akan bertahan berteman dengan wanita yang berperangai mengalahi ular seperti Han Cheonsa?

“Ini mungkin bisa menjadi pilihan yang buruk untukmu. Pria sempurna yang memiliki segalanya seperti Donghae, tidak akan mungkin merasa cukup dengan seorang wanita. Bisa saja dia memiliki puluhan wanita yang tersebar di setiap apartemen mewah yang dimilikinya, kau mungkin yang kesekian baginya—jadi jangan terlalu percaya diri.”

Semenjak mengenal Cheonsa, Ryeweook lebih menjadi dirinya sendiri. Tentu saja rahasianya bertahan selama ini berkerja sebagai asisten seorang wanita ular yang bahkan tidak bisa mengingat pesanan makan siangnya sendiri, adalah dengan menyamai sifat mereka. Salah satunya, menjadi orang yang sarkastik.

Sebelum dirinya, Cheonsa telah memiliki sekiranya 204 asisten yang semuanya resmi mengundurkan diri setelah dua hari berkerja bersama wanita ular tersebut. Alasannya? Han Cheonsa terlalu jahat untuk menjadi seorang atasan.

“Sungguh, manusia pendengki. Aku tahu kau hanya iri dengan semua kehidupan sempurnaku, bersama pria sempurna yang akan menjadi Ayah dari anak-anaku dimasa depan.”

Cheonsa menghempaskan tubuhnya disebuah sofa mahal yang berada disana, membayangkan bahwa Donghae akan menjadi miliknya seutuhnya—sungguh adalah hal yang menyenangkan.

“Lebih dari merasa iri, aku merasa iba kepadamu Bos. Kau yang dulu mungkin akan berjerit histeris jika seorang pria mengajakmu untuk berkomitmen lebih serius, kini kau telah berubah menjadi seorang wanita setia yang membosankan—menjadi seseorang yang selalu kau benci.”

Sebenarnya Ryewook tidak bersungguh-sungguh dengan semua ucapannya. Dia tahu bahwa Donghae tidak akan mungkin menduakan bos ularnya, karena selama wanita ular itu tidak mengangkat telepon atau pesan singkat dari pria itu—Ryewook lah yang selalu menjadi sasaran terror dari Donghae, dengan menanyakan setiap detik apa yang Cheonsa tengah lakukan.

Dia hanya merasa senang jika akhirnya Cheonsa mau mengakui bahwa sejujurnya dia mencintai Donghae tulus dari dalam hatinya, bukan karena permainan hebatnya atau bahkan kekayaannya.

Cheonsa menatap asistennya itu dengan gelisah. Dia mulai memikirkan bahwa semua ucapan itu ada benarnya. Donghae mungkin hanya menjadikannya koleksi wanitanya, dan dia terlalu menanggapi semua hal tentang Donghae dengan serius. Apa yang akan dia lakukan jika Donghae bermain dengan wanita lain lalu mendepaknya keluar?

“Donghae bukan pria yang seperti itu. Dia sangat memuja diriku, dia bahkan selalu membawakanku satu bucket fried chicken dari McDonald’s setiap harinya.” Cheonsa mulai terhasut ucapan Ryewook, dan tanpa sadar Ryewook tersenyum penuh kemenangan—melihat wanita ular itu tak berdaya karena cinta sungguh hal yang menyenangkan.

“Semua pria akan melakukan itu, untuk menarik hati wanita. Tapi setelah mereka berhasil membuatmu tergila-gila dan cinta mati kepadanya, mereka akan meninggalkanmu seperti lapisan debu di kaca toilet umum.”

Sungguh kejam.

Ryeweook belajar dari wanita ular itu.

Cheonsa menatap asistennya dengan geram, dia kemudian memutuskan untuk memukul-mukul wajahnya sendiri dengan bantal sofa yang berada disana—menyesali pilihannya karena terlalu cepat menyetujui perpindahan ini.

“Bos! Lihat! Ada lingerie dibalik bantal sofa!”

Ryeweook menarik satu lingerie dengan tema seragam suster yang sangat terbuka. Cheonsa menatap semua itu dengan panik, mereka berdua saling menatap satu sama lain—sebelum akhirnya Cheonsa berteriak dengan histeris.

“TERNYATA PRIA BRENGSEK ITU BENAR-BENAR BERMAIN DIBELAKANGKU!!”

Jeritan Cheonsa, membuat Donghae yang baru saja membuka pintu penthouse itu menatapnya dengan terkejut.

“Apa yang terjadi?!” Donghae tidak kalah paniknya, berpikir bahwa sesuatu yang buruk terjadi kepada kekasihnya.

“Yang terjadi adalah kau menyelingkuhi Bos-ku. Walaupun dia wanita ular, brengsek, dan jahat—tapi tidak ada yang boleh menyakitinya!” Ryeweook kini sudah memasang kuda-kuda, siap meninju Donghae dengan tenaga seadanya.

“Apa maksudnya?” Donghae benar-benar tidak mengerti semua ini. Perselingkuhan? Yang benar saja, satu-satunya orang yang memiliki potensi berselingkuh adalah Han Cheonsa bukan dirinya. Dia bahkan tidak pernah bertemu dengan wanita lain semenjak mengenal wanita jahat itu.

Ryewook menunjuk kearah lingerie yang masih dicabik-cabik Cheonsa dengan jeritan histerisnya. Untuk beberapa saat Donghae menatap benda yang tak asing itu, sebelum menepuk keningnya dengan putus asa.

“Hey, sayang—berhenti berteriak. Ini adalah lingeriemu yang kau gunakan ketika kau tengah mabuk berat, dan kau ingin menjadi suster yang menyelamatkanku—kau tahu— seperti adegan di drama Descendants of The Sun, yang selalu kau bicarakan?”

Cheonsa menghentikan kegiatannya mencabik-cabik lingerie itu, lalu menatap wajah kekasihnya yang telah bersemu merah menahan rasa malu—karena Ryeweook harus mendengar permainan private mereka.

“Jadi lingerie ini adalah miliku? Aku tak ingat pernah menggunakannya atau memilikinya.” Tanya Cheonsa dengan wajah bodohnya, sementara Ryewook sudah menahan tawanya di ujung ruangan, melihat pasangan sempurna ini bisa menjadi dua orang yang sangat bodoh.

“Tentu saja kau tidak mengingatnya. Kau memintanya ketika mabuk berat, lalu aku harus menyuruh supirku membelikan hal memalukan ini karena kau terus meracau—dan setelah itu—kau tahu—kita—bermain—“

“Ewh! Aku masih berada disini, dan aku tidak membutuhkan detail permainan kalian sebagai suster nakal dan pasien.” Umpat Ryewook dari ujung ruangan, membuat wajah Donghae semakin memerah menahan malu. Hancur sudah citranya sebagai pria tegas yang berwibawa.

“Jadi kau tidak berselingkuh dariku?”

Cheonsa masih mengenggam lingerie itu dengan erat, menatap Donghae dengan tatapan yang di deskripsikan Donghae sebagai tatapan—polos, yang membuatnya semakin menggila.

Donghae menarik nafasnya dengan panjang, dia lalu menatap kekasihnya sekali lagi.

“God, honey you turn me on more than sex.Bisik Donghae sambil mengenggam kedua tangan Cheonsa. Berusaha menyimpulkan sesederhana mungkin tentang apa yang dia rasakan bersama wanita itu.

I fell in love with you and everything about you. It wasn’t intentional but I also didn’t stop it. Bisiknya sambil mengecup kening Cheonsa, membuat wanita itu tersenyum manis ke arahnya.

I knew I loved you when talking to you reminded me of kissing you.” Setelah kata-kata itu terucap, Cheonsa bisa merasakan sentuhan hangat dari bibir Donghae yang mengalun lembut dibibirnya. He’s such a good kisser.

“Would you take off all your clothes for me?”

Lebih dari kata-kata cinta, Cheonsa membuat jalannya sendiri. Ryewook menatap bosnya dengan bingung, pandangan sama yang diberikan Donghae pada kekasihnya.

“Why?” tanya Donghae dengan bingung.

“Because I feel better when you’re naked.” Jawab Cheonsa dengan tatapan memohonnya, membuat Ryewook tertawa keras diujung sana.

“SHUT UP RYEWOOK!” umpat Donghae diikuti  wajahnya yang semakin memerah, dengan kedua tangan berusaha menghentikan Cheonsa dari membuka kancing kemeja putihnya.

HAN FUCKING CHEONSA BERHENTI MEROBEK KEMEJAKU!!”

Han Cheonsa is gonna be the death of Lee Donghae.

 

.

.

.

-fin-

.

.

.

HAHAHAHA there’s always some fun for some fluffy unrated short story like this. And because lately I’m developing a huge crash for Lee Donghae! #forceawakens

So if you want to see this couple more, you can drop some comments to support author’s work.

xo

IJaggys

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

15 responses »

  1. nathalie says:

    Omo…G nyangka kalo seorang cheonsa jg bs tkt klp donghae selingkuh…xixixixixi…lucu aja liat dua org aneh ini klo udh bsikap bodoh ky gtu….G menayang klo mereka punya anak bkl ky gmn????
    Ditunggu bgt cerita selanjutnya…..

  2. inggarkichulsung says:

    Ryeowook oppa sama2 bs kejam krn mjd satu2nya teman dan asisten cheonsa terlama yg pernah bekerja.. untung saja donghae oppa ingat bhw itu lingerie milik cheonsa kalau tdk cheonsa bs marah2 dan menuduhnya selingkuh, ditunggu kisah2 selanjutnya Sonia

  3. tmatikka says:

    bhakkkkk cheonsaa liarrr banget 😂😂😂😁 nakallll 😅😥😥
    kasian wookie harus ngeliat mereka kek gitu, bhakk
    bayangin donge malu kek gimana ituuu😂😂

  4. pitongtong says:

    Jadi feel better when you’re naked itu = i love you too(?)

    Mulut iblis ketemu mulut iblis hft

  5. Hyuggie says:

    Berharap cheonsa hamil benerannnn. Merekabtinggal bareng? Wa ga kebayang setiap harinya ituuu

  6. Snowcho says:

    hAHAHAHAHAHA
    Cheonsa otaknya bener2 gk beres. Mesum tingkat dewa !!!
    Ryeowook bahkan masih disitu. Betapa malunya lee donghae.hahha
    “Sungguh, manusia pendengki.” wkwkwkwk..hubungan bos dan asisten paling cool.

  7. niconiconi says:

    han cheonsa wanit ular yang liar hahahahhaha,kalo berhadapan sama lee donghae,cheonsa bawaanya pengen nerkam aja.sabaaaaaar masih wookie

  8. mokpofish86 says:

    wkwkwkwkwk…. Cheonsa histeris panik.. akui sajalah dirimu mencintai lee donghae kkkk…
    dedek Ryeowook jangan jadi penghasut dehh#diinjek
    Nggak tau harus ngomen apalagi tapi yang jelas aku suka banget sama cerita ini… dimana LDHCS bahagia tanpa PHO dan janga. sampe ada peliss#maksa

  9. mokpofish86 says:

    wkwkwkwkwk…. Cheonsa histeris panik.. akui sajalah dirimu mencintai lee donghae kkkk…
    dedek Ryeowook jangan jadi penghasut dehh#diinjek
    Nggak tau harus ngomen apalagi tapi yang jelas aku suka banget sama cerita ini… dimana LDHCS bahagia tanpa PHO dan janga. sampe ada peliss#maksa
    Ditunggu next partnya yahh

  10. Kyupit says:

    Cheonsa dia benar2 luar binasa aneh bgt si wanita ular yg liar yg suka robek2 kemeja donge btw aku baru liat cheonsa mengungkapkan kecintaan dan kecemburuanya pd donghae biasanya dia gengsi

  11. ji says:

    mulutnya loh itu cheonsa sma wookie.
    mengingatkan pada film korea Sunny yg adu ngomong jahat kwkwk

  12. shfly3424Arista says:

    Ya ampun
    Tumben cheonsa gini takutnya
    Hahah ryeowook hebat bnget deh jd sahabatny

    Mana visual lingerinya pengen lihat baju sustee nakal
    Udh tinggal bareng
    Woo makin menjadi

  13. kim_yeon says:

    Huhhh??? Cheonsa ternyata nggak hamil.
    Ryeowook suka sekali ngerjain Cheonsa. Memanfaatkan peluang yang ada.

    “Tentu saja kau tidak mengingatnya. Kau memintanya ketika mabuk berat, lalu aku harus menyuruh supirku membelikan hal memalukan ini karena kau terus meracau—dan setelah itu—kau tahu—kita—bermain—“
    Yahhhh!!! Ketahuan deh sama Wookie hihihihi. Donghae malu² ngomongnya padahal suka ><

    Cheonsa semakin agresif aja sampe merobek bajunya Donghae padahal Wookie masih ada di situ lohhh. Donghae kan jadi malu² kucing

  14. xxxharu13 says:

    Gue jadi ryeowook mending pulang aja 😂😂
    Manusia pendengki… dengki buat apa juga dasar cheonsa cheonsa… harusnya ngatain manusia pendengki nya ke gue 😂

  15. Zii says:

    Ngakak2 gimana gitu bacanya. Ryeowook oh ryeowook … wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s