njn

.

Related Story: Reservation | Fitting

.

Sometimes naked, sometimes not. Depends.

.

250px-Parental_Advisory_label.svg

.

.

.

Ini adalah pertemuan mereka yang pertama, setelah sekian lama Lee Donghae harus pergi dalam perjalanan bisnis yang panjang dan melelahkan di Prague. Sebenarnya perjalanannya dijadwalkan hanya berlangsung selama empat belas hari, akan tetapi banyak masalah yang membuatnya memperpanjang perjalanannya.

Dia bukan tipe pria yang mengeluh, dia justru menikmati perannya sebagai seorang esekutif muda yang sukses. Hanya saja, kini situasinya menjadi sedikit berbeda. Dia memiliki seseorang kekasih, atau dia berharap wanita itu menjadi kekasihnya.

Lebih dari sekedar hubungan menggairahkan di atas ranjang, Lee Donghae menatap Han Cheonsa sebagai wanita yang akan dia bawa ke keluarganya—dan membiarkannya bergabung di setiap penghujung minggu di summer house milik keluarganya yang berada di South Hampton.

Hal pertama yang dilakukannya ketika pesawat pribadinya mendarat adalah menghubungi Kim Ryeweook, asisten kekasihnya, agar segera mengkosongkan jadwal sang kekasih dan mengirimkannya secepatnya ke penthouse mewahnya.

Hanya dengan sebuah bingkisan kecil dari Armani, Ryewook langsung menuruti semua perintah Donghae dan mengirimkan bos jahatnya yang tengah tenggelam dalam kerjaannya di Savile Row.

Kini Cheonsa berada di apartemen itu dengan tatapan lurusnya, dia menatap Donghae—pria yang selama beberapa bulan kebelakang ini berhubungan intense dengannya.

“Mengapa kau tidak pernah mengangakat teleponku?”

Itu pertanyaan sebenarnya, mengapa wanita jahat ini tidak pernah mengangkat sambungan telepon atau sekedar membalas pesan singkat yang selalu Donghae kirimkan setiap jam.

“Aku bukan tipe wanita yang seperti itu.”

Memangnya, kau tipe wanita yang seperti apa? Umpat Donghae dalam hati.

Cheonsa tidak banyak berbicara, dia hanya memandang lurus kearah jendela yang berada disana—sambil sesekali menatap Donghae yang tengah melepaskan kemejanya dengan santai. Entah itu caranya untuk mepersuasif keadaan, atau memang itu yang dia lakukan.

Ini adalah penemuan baru untuknya, menyaksikan kekasihnya itu tidak bergeming sama sekali ketika melihatnya bertelanjang dada. Apa dia telah kehilangan pesonanya? Apa Cheonsa telah menemukan pria lain yang lebih menantang darinya selama dia tidak ada?

Cheonsa memang bukan wanita yang bisa bertahan dengan hubungan jarak jauh, dia lebih ke tipe wanita easy come easy go. Mungkin saja Cheonsa telah bersama seorang pria jauh lebih sempurna darinya, dan kini wanita itu tengah memutar cara, bagaimana dia harus mengakhiri hubungan mereka tanpa membuat Donghae mengancam untuk bunuh diri—atau setidaknya, mengancam untuk membunuh pria barunya.

Donghae akhirnya menghempaskan tubuhnya di samping Cheonsa yang masih tenggelam dalam pikirannya.

“What are you thinking about?”

Jika wanita itu akan mengajaknya berpisah maka inilah saatnya. Sebagai pria dia masih memiliki harga diri, untuk memulai dan mengakhiri semuanya dengan jantan.

Tentu, setelah ini dia akan menghabiskan waktunya di atas meja bar dengan puluhan gelas sloki yang telah kosong, sambil meracau setengah menangis mengapa wanita jahat itu meninggalkannya.

Tapi untuk saat ini, dia akan membiarkan dirinya terlihat begitu kuat sehingga Cheonsa merasa sedikit menyesal karena telah meninggalkan pria sempurna seperti dirinya.

Cheonsa tidak menjawab, dia masih tenggelam dalam pikirannya sehingga dia tidak mendengar apa yang dikatakan Donghae.

“What are you thinking about, Han fucking Cheonsa?”

Mendengar namanya disebutkan dengan sangat lengkap, membuat Cheonsa menolehkan wajahnya kearah Donghae dengan rahang yang sudah mengeras menahan luapan amarah.

Cheonsa mengerutkan keningnya sebentar, sebelum mengangkat bahunya dengan ringan.

“I’m thinking about you, always. Sometimes naked, sometimes not. Depends.” Jawabnya santai seraya menaikan kedua kaki diatas tubuh Donghae. Membuat pria itu menatapnya dengan tidak percaya, yang hanya dibalas oleh senyuman penuh kemenangan dari Cheonsa.

“Kau tahu, sebenarnya kau benar-benar wanita jahat yang bermulut manis.” Umpat Donghae dengan kesal, setelah menyadari bahwa selama ini kekasihnya itu hanya berpura-pura membuatnya berpikir bahwa Cheonsa akan meninggalkannya.

“Melihatmu begitu menginginkanku, membuatku sangat terhibur. Kau mungkin berpikir bahwa aku telah memiliki pria lain, walau nyatanya aku hanya menggodamu—membuatmu panik, sungguh menggemaskan.” Jelas Cheonsa sambil mengulaskan kecupan singkat di wajah Donghae.

“You can go fuck yourself, honey.” Umpat Donghae sambil mendorong kaki Cheonsa dari atas tubuhnya, dan kembali mengumpat sambil berjalan kearah kamar mandi. Dia telah memikirkan seribu sekenario buruk tentang kepergian wanita itu dari hidupnya, dan ternyata semuanya hanya lelucuan?

Melihat prianya benar-benar marah, semakin membuatnya senang. Dengan sengaja dia berjalan dibelakang Donghae dan memeluk tubuhnya dari belakang. Dia benar-benar selalu memikirkan Donghae, tapi dia lebih banyak memikirkan pria itu dalam kondisi telanjang.

Bukan salahnya, tubuh atletis Lee Donghae telah menjadi kelemahan terbesarnya—tambah juga aroma dari Jo Malone yang kini tengah dia hirup. Sungguh perpaduan yang sempurna.

Sementara itu Donghae masih berdiri terdiam disana, terlalu geram hanya untuk membalas lelucuan kekasihnya. Dia sangat mencintai wanita jahat itu, dan lelucuan itu sungguh tidak lucu.

“Are you mad at me?” bisik Cheonsa sambil mengecup pundak Donghae, dengan sengaja dia mengeratkan pelukannya ke tubuh Donghae yang hangat.

Sungguh penggoda.

“What do you think?!” Umpat Donghae sekali lagi, setelah itu dia merasakan Cheonsa melepaskan pelukannya dan menarik tubuhnya untuk menghadapnya.

“I think I’m gonna kiss you.” Bisik Cheonsa dengan senyuman nakalnya, sebelum dia mengecup bibir Donghae dengan lembut, dan membuat pria itu mendorong tubuhnya ke atas ranjang.

Karena sesungguhnya hadiah terbaik yang pernah dia miliki adalah Han Cheonsa—diatas tempat tidur, bersamanya.

Sungguh, Han Fucking Cheonsa.

 

.

.

 

-fin-

.

.

.

Because I need some fluffy naughty content from these twos lol🙂 working on for your sunday.

xo

IJaggys

 

Summer Sale Ebooks: Shop Now!

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

15 responses »

  1. mokpofish86 says:

    cheonsa bisa jail juga ternyata… wkwkwk
    ahh seandainya mereka kaya gini selamanya tanpa cho kyuhyun atau makhluk sejenisnya#diinjek
    JadI mereka harus gini selamanya tanpa PHO sampe nikah sampe punya anak#maksa
    *Seandainya adegan ranjang tidak dicut pasti seru wkwjwk

  2. cutebabyhae says:

    Aduh kata kata kasar dari mereka itu serasa permen kapas. Ringan dan manis (?)
    Entah keberapa kalinya donghae bodoh yang tampannya setengah mati terus terusan ketiupi sama cheonsa. Apa otak eksekutifnya gak berjalan saat ketemu mata samudra itu?
    Well tetap menikmati moment mereka. Berharap emang bener yg dikatakan cheonsa bahwa gak ada lelaki lain siantara mereka😄

  3. Snowcho says:

    Di cerita ini cheonsa dan donghae lebih nakal ya.Pasti melibatkan pelukan,ciuman dan ranjang.
    Ryeowook disogok sama armani langsung oke2 aja.haha

  4. fsshy says:

    Aku kira Cheonsa bnr bnr ktmu sama cwo lain. Kkekekekkeke
    Gatau aku mau komen apa lagi. Mreka manis sekali disini bikin iri. Hehhehe

  5. shfly3424Arista says:

    Seandainya mereka gini terusssss

    Ga nyangka cheonsa ad sisi humor juga ya

  6. nathalie says:

    Aigoo….dh bs ngambek jg sm cheonsa….tp lucu aja sih ng’bayangin dh udh parno klo cheonsa bnr” mw ninggalin dy…..

  7. […] Related Story: Reservation | Fitting | Thoughts […]

  8. kim_yeon says:

    Kyaaa!!! >< Donghae suka ngambek juga ternyata. Ku kira cuma tau nangis aja😄 . Tapi ngambeknya cuma sebentar aja cos dia nggak bisa ngambek lama² sama Cheonsa. Ughhh Wookie lancar aja ya kalau disogok dengan Armani .

  9. Raeder says:

    Ahae dingin dingin seperti ini dengan bacaan yang seperti ini memang pas🙂

  10. Zii says:

    Jahil ma Cheonsa wkwk, Donghae udh berpikir yang aneh aneh kkk ttp lope lope deh sama couple ini ❤❤

  11. inggarkichulsung says:

    Aigoo cheonsa terlalu jahil, donghae oppa kira beneran cheonsa ingin meninggalkan dirinya, cheonsa memang susah u ditaklukan tp donghae oppa akan mencobanu menjaga cheonsa agar sll bersamanya dan cintanya hny u nya

  12. Hyuggie says:

    Aaaa lucu ngambeknya donghaee. Kebayang pasti mukanya cemberut gt. Cheonsa memang selalu bisa menangin hati donghaenyaaa

  13. autumnblues says:

    Cheonsa malaikat penggoda eohh? Kkk.. jahilnya, hae udh mkir yg buruk2 udh pesimis trnyata dikerjain doang.. tp di kisah ini bakal ada org ketiga gk? Hmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s