other

.

.

He never really intends to fall in love with her.

.

.

.

“Jun, you are not being ignored because you’re that bad. You’re being ignored because you’re so good that you’re a threat. Think about that.”

Suara lembut itu samar-samar membuatnya terjaga dari tidurnya. Sinar matahari pagi, perlahan menyusup melalui celah gorden yang masih tertutup.

Setelah melalui pergumulan yang panjang, tentang apakah dia harus menikmati waktu berharganya untuk tidur lebih lama–atau memilih membuka matanya dan menjalani waktunya dengan orang-orang yang dia cintai.

Lee Donghae memilih pilihan yang terakhir. Dia membuka matanya, hanya untuk menemukan seorang wanita sempurna dengan iris samudranya menatapnya dengan hangat.

“Good morning,” wanita itu memaksanya untuk bangkit dari atas tempat tidur, diiringi kecupan kecil di sudut bibirnya. Dia membalas kecupan singkat itu, menjadi sebuah pertemuan yang bergairah. Seakan-akan apa yang telah mereka lewati semalam, belum menutupi semua keinginan mereka.

Jika dengan Han Cheonsa, dia tidak pernah merasa cukup. Sifat serakahnya sebagai pria dominan yang memiliki segalanya, selalu berhasil membuatnya menguasai wanita itu sepenuhnya.

Dia memang mencintainya. Sungguh. Bahkan yang dirasakannya bukan cinta picisan biasa, atau lebih dari hubungan satu malam yang dulu selalu dia lakukan sebelum bertemu wanita berambut coklat nilon tersebut.

“Jun, terlibat sebuah pertengkaran kecil dengan teman-temannya di sekolah. Aku rasa dia membutuhkanmu, untuk memberikannya saran.” Cheonsa melepaskan bibirnya dari pria itu, dan membiarkan Donghae menjelajah leher jenjangnya dan meninggalkan beberapa tanda disana. Hanya untuk menegaskan kepada setiap pria yang menatap Cheonsa penuh harap, bahwa dia adalah miliknya.

Lee, sampai kapan kau akan terus berada disini bersamaku–dan tidak mengindahkan putramu diluar sana?”

Donghae akhirnya melepaskan pelukannya dari tubuh Cheonsa, dia tidak pernah lupa bagaimana sensasi yang berada di dalam dirinya ketika Cheonsa memanggil namanya untuk yang pertama kali.

Lee.

Lee, cepat. Kau hanya bertemu dengannya di akhir pekan, dia sangat merindukan Ayahnya. Jadi, mengapa kau sekarang tidak menemani putra kebanggaanmu, dan aku akan menyiapkan sarapan untuk kalian berdua?”

Cheonsa lebih dari mengerti apa yang diinginkan Donghae detik ini. Donghae telah membicarakan bathub, wine, dan permainan mereka yang menyenangkan untuk pagi ini. Dan sepertinya, Donghae tidak ingin merubah rencana itu sama sekali.

“Baiklah. Aku akan menemani Jun, membuatnya mengambil jadwal tidur siangnya sedikit lebih cepat–dan kita bisa melakukan apa yang kita bicarakan.” Donghae melayangkan ciumannya sekali lagi, lalu mengecup kening Cheonsa dengan lembut sebelum dia bisa mendengar suara Jun dan Donghae tertawa diluar sana.

Cheonsa mengambil kemeja putih dan tuxedo milik Donghae yang berceceran di lantai marmer tersebut. Mereka memiliki malam yang menyenangkan, pria itu tidak henti-hentinya mencium bibirnya dengan aroma wine yang dia nikmati saat mereka makan malam bersama.

Cheonsa melirik sekilas ke arah ruang keluarga yang berada di apartemen itu, dia melihat Donghae tengah memeluk putra mereka dengan erat. Dan untuk beberapa saat dia berpikir, bahwa mereka adalah keluarga kecil yang sempurna.

Hingga dering ponsel milik pria itu, mengembalikan dirinya pada kenyataan.

.

From: N.

You see, I love you and I don’t want to lose you because I’m so much happier since the day I met you. I’m sorry for what have happened.

Love.

.

Pesan singkat itu kembali membawanya kepada kenyataan yang pahit. Dia yang dulu adalah wanita bebas, yang tidak akan pernah tinggal diam jika seseorang mengusik kehidupannya. Tapi kini, dia hanya menundukan wajahnya, berpura-pura menjadi wanita bodoh yang tidak pernah mengetahui apa-apa.

“Jun, why you don’t take the breakfast? It’s past due.” Mendengar suara sang Ibu yang memanggilnya lembut, membuat putra kecil berusia lima tahun itu berlari dan memeluk Ibunya dengan penuh kasih sayang.

Donghae tersenyum melihat semua itu dari jauh. Mungkin dia adalah pria brengsek yang sangat beruntung, karena memiliki malaikat sempurna seperti Cheonsa yang memberikannya Jun, hal terbaik yang pernah dia dapatkan di dunia ini.

Jika saja dia bisa memilih, mungkin–mungkin dia tidak ingin bertemu dengan bola mata samdura itu, mengenalnya telah menjadi sebuah kesalahan untuknya. Dan menariknya masuk ke dalam kehidupannya yang memuakan, adalah kesalahan terbesarnya.

Tapi dia tidak bisa melakukan apapun tentang segalanya. Dia begitu mencintai wanita itu, mencintainya hingga dia tidak memiliki apa-apa lagi. Tapi sisi egoisnya sebagai pria yang memiliki kuasa penuh, tidak ingin meninggalkan semua yang dia punya untuk keluarga kecil yang sangat dicintainya.

Suara dering ponsel miliknya yang berasal dari dalam kamar, memecah keheningan diantara mereka. Hanya suara denting sendok milik Jun yang bergema disana.

Donghae mengambil ponselnya, lalu berjalan ke arah balkon berharap Cheonsa tidak mendengar apapun yang dia bicarakan.

Samudra itu hanya menatapnya dalam diam, ketika dia mengambil kunci mobil yang terkulai disamping piring roti kesukaannya yang telah disiapkan oleh wanita itu.

“Aku harus pergi.” Hanya itu yang bisa dia katakan. Dia bahkan tidak lagi mengarang seribu alasan seperti dulu, kini dia hanya berharap bahwa Han Cheonsa akan mengerti apapun yang dilakukannya.

“Jun, why you don’t kiss your father a goodbye?”

Han Cheonsa tersenyum tenang seperti tidak ada yang terjadi. Dia membiarkan Donghae memeluk putra mereka sekali lagi, sementara dia mengambil tuxedo milik pria itu yang masih berada di dalam kamarnya.

Melihat wanita yang begitu dicintainya hancur dalam diam, sungguh membuatnya merasa seperti pria bajingan yang tidak pantas mendapatkan wanita itu dalam hidupnya. Dia ingin sekali berlari ke dalam sana, memeluk Cheonsa dengan erat, dan membisikannya bahwa dia adalah satu-satunya wanita yang paling dicintainya dalam hidupnya.

Namun dia hanya terdiam, memikirkan berapa banyak kesempatan yang terbuang dalam hidupnya jika dia memilih Han Cheonsa untuk selamanya.

Dia memeluk Cheonsa untuk waktu yang lama, membiarkannya mengingat semua yang dia miliki dengan wanita itu.

Dia menatap samudra itu untuk beberapa saat, sebelum berbisik dengan suara rendah–hampir terdengar seperti penyesalan yang dalam.

“I love you, Han.” Bisiknya seraya mengeratkan tubuh Cheonsa ke dalam pelukannya.

“I know.” Cheonsa tidak pernah sekalipun mengucapkan perasaannya, kata cinta menjadi hal yang tabu untuknya. Mungkin dia hanya terlalu takut untuk mengucapkan kata itu, kepada seseorang yang hatinya tidak hanya menjadi miliknya.

“If you can’t feel me, imagine me.” Dia mengecup bibir Donghae dengan lembut, sebelum membiarkan pria itu melangkah keluar dari sana dan ketika pintu itu tertutup dia bisa mendengar suara samudra itu terisak dalam diam.

Dia telah menghancurkan wanita yang sangat dicintainya.

.

.

Epilog.

.

“Ayah!” Suara perempuan kecil berusia enam tahun, berlari dengan senang setelah melihat Ayahnya membuka pintu rumah mewah mereka.

“Apa yang terjadi? Ayah dengar, Ibumu berkata kau tidak mau memakan sayuran.” Pria itu mengecup kening putrinya, membiarkan putri kecilnya berceloteh tentang bagaimana dia merindukan Ayahnya selama Ayahnya pergi dalam perjalan bisnis setiap akhir pekan.

“You’re home.” Suara wanita itu mengalihkan pandangannya. Dengan cepat, salah seorang pengasuh mengambil putrinya dari pelukannya–seakan memberikan ruang privasi untuk mereka berbicara.

“Tentang apa yang terjadi. Semua pertengkaran kita, semua tuduhanku tentang wanita lain dalam hubungan kita–aku minta maaf.” Wanita itu terlihat bersungguh-sungguh, dia membuang semua harga diri yang dia miliki untuk mempertahankan apa yang dia punya detik ini. Keluarganya.

Untuk beberapa saat pria itu terdiam, sebelum dia menganggukan wajahnya dan memeluk wanita itu dengan erat. Wanita yang telah menjadi istrinya, jauh sebelum samudra itu hadir dalam kehidupannya.

“Thankyou for coming back, Lee Donghae.”

He never really intends to fall in love with her, it just happens. And however how hard he tries to hold it back, the slide in most cases is just too steep to resist.

Because sometimes we want what we know we can never have.

.

.

.

-fin-

.

.

.

Cheating is not a mistake. If you’re truly in love with someone, you will not able to kiss someone else without tasting your loved ones tears stain in your lips. 

Anyway, if you want a sequel or a series of this you can drop a comment. So I know, you love this type of story.

xo

IJaggys 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

24 responses »

  1. mokpofish86 says:

    Aku nangis sumpah… Ini singkat tapi dalem banget… Sumpah kak cerita kamu itu nggak bisa ditebak endingnya… Kirain mau happy ending sama cheonsa… tapi ternyata si ongek lebih milih bininya dan ninggalin cheonsa sana jun T.T
    Iya siongek emang egois… harusnya dia miliih cheonsa#maksa
    Terus gimana hubungan Jun sama si ongek… Hhhh seandainya si ongek ketemu cheonsa lebih dulu… Haaaa Nyesek sumpah..

  2. tmatikka says:

    demiapaaa😭😭😭 nyesek sumpahh, kukira akan berakhir dgn manis, ehh ternyata kek gitu 😥 cheonsa jun kasiannnn tapi kasian juga bini aslinya donge 😥😥 serba salah,😢
    i need sequel😅😅 tp series juga boleh 😅

  3. byunrifa says:

    wah waaaah, ga biasanya nih Han Cheonsa menderita, tapi seru nih sekali-kali haha
    Senangnya dalam hati Donghae kalo beristri dua😀 tapi tetep yang mata samudra favoritnya
    butuh sequel banget🙂

  4. Rahma says:

    Kirain keluarga yg bahagia. Eh ternyata. Sedih, nyesek. Cheonsa jadi menderita banget di sini. Huaaaaa
    Mana cheonsa yg biasanya?? :(((
    Ih pengen donghae-cheonsa-jun aja. Yg keluarga satunya duh udah lah anaknya aja yg dibawa donghae :((

  5. Zii says:

    Ah tolong , selesaikan masalah ini pliiiss. Jun_oh tidak😦 Jun butuh ayahnya. Lee tidak akan membiarkan putra kebanggaannya sendirian >_< #tolong Jun !!!

  6. Nathalie park says:

    Speechless…I don’t know to describe this story…
    I think dh should be choosing and stop hurting cheonsa like this…need to sequel…

  7. kim_yeon says:

    Uwaaaaa~~ I’m crying😦 Seriously I hate this kind of situation. Deep inside and it hurts so muchhhh😦 Donghae can’t choose between two of them.This is the worst thing ever. I’m pretty sure he regret it. He can’t have someone that he love and he can’t let go of someone who is bound with him.
    Donghae, don’t you pity Cheonsa and your son, Jun??? You leave them alone😦😦
    I thought this story will end with happy ending.

    I want the sequel of this story and I hope there is no Kyuhyun threre , the person who want to steal Cheonsa from her husband and son. hahahaha😄
    #waitingforthehappyendingforthem

  8. lemonthiy says:

    I can hear my heart shatter in pieces……. (ketika semua org kantor sibuk nungguin sidang vonis jessica–oh wait nevermind).
    this kind of story is so precious, reminding people that the other woman also has struggle, dan jatuh cinta nggak bisa dihindari.

  9. fsshy says:

    Ah, ini ff pertama yg aku baca klau Donghae kayak gitu
    Ini butuh penjelasan, gimn awal mereka ktmu, apa yg trjdi nntiny, ga mgkin kan ya Donghae bolak balik gitu
    Bikin Cheonsa ktmu laki laki lain ajalah nnti, kekkekekke. Itu klau dilanjutin, tapi klau ga dilanjutin jga gpp kok, biarkan kami berimajinasi bgaimana akhirny, hehhehehe

  10. soyeonnie says:

    a sequel please please please.
    i cant describe how much i love your stories!

  11. JihaeviLee says:

    Gk paham karna gk tau awal mulanya gimana. Kenapa Donghae bisa sama Cheonsa kalau dia juga sudah punya istri. Tapi ini nyesek banget, rasanya Donghae itu kaya pria brengsek.

  12. Fanny_Park says:

    han jd istri keduaa tapi sangat dicintai donghae,,
    nyesekk bgt, bgt bgtttt

    feel nya ngena bgtt😥

  13. mapleleaf says:

    Omg I want this story so badddd, please make the full story … I love angst !!!

  14. ji says:

    wah…
    tumben donghae mendua…
    cheonsa tersakiti donghae pdhl biasanya sebaliknya

  15. cutebabyhae says:

    aduh akang dongek punya dua, rasanya kok kasihan sama malaikat iblis kita. lebih rela kalau akang donghae yang diginiin😄 soalnya sesama wanita sih.

    feelnya remuk banget baca kayak gini😥

  16. sperti bukan chonsa yg biasanya. Hiks, knp choensa mau jd yg kedua. Duh, cerita kaya gini suka ga kuat , kena bapeeer mulu bawaanya.. Jgn d terusin , tpi da penasaran dg genre angst yg ijaggys buat. . Tapi daa.. Sedih kieu

  17. xixi says:

    udah lamaaaa bangeeet ga baca ceritanya kak soniaa, lama bangeeet dan rasanya butuh seharian buat nyelesein semua cerita yg dipost disini dan tarara se-seneng bangeet aja ya bisa baca karya kak son dan disini kak son berani buat ngerubah salah satu sifat han cheonsa, dan bkn dia menderita, dan make her looks really kind dan perlu dikasihani pake bangeeet, bener2 protaganis sekali disini cheonsa, sempet mikir bolak balik tadi gara2 perubahan sifat cheonsa, awalnya ngira bakalan gini but ditengah2 langsung auranya berubah drastis bkn sedih😦 sebenernya masih penasaran sih kenapa donghae ga mau ninggalin istrinya, padahal dia keliatan cinta mati sama cheonsa. bakalan seneng bgt kalo ada sequelnya hihi🙂

  18. inggarkichulsung says:

    Aigoo jd Donghae oppa sbnrnya sdh pny istri, dia mgk menikahi cheonsa krn kehadiran Jun dan dia tdk ingin istri sah nya sekarang benar2 mencurigai ttg keberadaan Cheonsa dan Jun, wlpn ia mencintai cheonsa tp ia sdh memiliki istri yg ia nikahi jauh sblm mengenal cheonsa

  19. mimi says:

    Selingkuh gtu…..???aku suka kak cerits kya gtu..tp nantoi ditxmbxh sad lg ya kak,lbh nyesek dr GLS and UNINTENDED,pasti jd cerita mellow yg wowww bgt,,,Btw,xku suka…

  20. Yuki says:

    wah,, yuki salah baca wkwk, malah teasernya dulu hehe.. ternyata ini to awalnya, wah, itu donghae nya bisa di bagi dua nggak? atau dijadiin dua gitu? sedih banget.. yuki tau dia nggak akan bisa milih diantara keduanyaa,, lagian dia udah punya anak dari keduanya lagi.. ahhh pengen tauu awal pertemuaannyaa😥 ok, next part ya kak son semangat!!

  21. cnd94 says:

    HCS beda banget disini sifatnya.. Ini ceritanya “If a thing is worth having, it’s worth cheating for..” Jahat sih, tapi cinta ._.
    Semoga happy ending nhe.. Ditunggu next partnya ya, dear.. Semangat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s