jomalone

.

.

I’d wreck a hotel room with you.

.

250px-Parental_Advisory_label.svg

.

.

.

I’m in a great fucking mood and if you try to ruin it, I will cut you. Itu adalah pesan terakhir yang dia berikan kepada asisten pribadinya Kim Ryewook, sebelum Ryewook keluar dari ruang kerjanya dan memanggil asisten salah satu klien penting yang telah menunggunya dari pagi.

“Aku bersumpah dia adalah klien penting yang harus kau tangani. Dia adalah orang yang berpengaruh, bukankah kau seharusnya merasa bangga karena dia memilihmu sebagai designer jas mahalnya?” Ryewook masih meyakinkan Han Cheonsa, bos sintingnya—yang berkerja sebagai fashion designer di sebuah brand pembuat suit terbaik, Savile Row.

“Bukan masalah. Tapi jika kau membawakanku seorang lansia yang mau jas-nya dibuat dari benang emas, kau tahu harus melakukan apa. Aku setuju berada di bawah Savile Row, karena aku pikir semua yang datang adalah pria tampan pemilik perusahaan besar—jika begini, cita-citaku untuk menikahi pengusaha tampan pupus sudah.”

Han Cheonsa selalu berpikir bahwa berkerja di bawah brand berkelas akan mendekatkan impiannya untuk menikah dengan pengusaha tampan. Tapi lebih dari satu tahun dia berkerja disini, semua klien yang ditanganinya adalah pria yang berusia diatas 60 tahun.

Entah pria muda memang tidak memiliki uang untuk membuat pakaian mereka di Savile Row—atau memang dia hanya bernasib buruk.

“Dia akan datang sebentar lagi. Be nice, because he’s one of our loyal client.” Cheonsa memutarkan matanya dengan tidak perduli mendengar ucapan asistennya, sebelum pintu itu terbuka dan seorang pria dengan senyuman sempurnanya menatapnya dengan tenang.

“Oh no—he’s hot.” Cheonsa dengan secepat kilat bangkit dari kursinya, mengutuk dirinya sendiri mengapa dia tidak berpenampilan lebih baik hari ini—atau mengapa dia tidak mengenakan Louboutin dibandingkan dengan sneakers kusam di kakinya. Ini sungguh bukan dirinya yang sebenarnya, dia bisa berpenampilan jauh lebih baik dari ini.

“Lee Donghae.”

Oh, bahkan dari cara pria itu mengucapkan namanya saja sudah membuat Cheonsa melupakan tujuan hidupnya sebagai wanita yang akan menyetir pria.

“You’re Miss Cheonsa right? I’ve my reservation to you, people say you’re the best in Savile Row.” Pria sempurna calon suaminya itu—ralat, Donghae. Dia tidak boleh terlalu menunjukan obsesinya untuk menerkam pria tampan itu, bukan?

I’d wreck a hotel room with you.” Bisik Cheonsa dengan mata yang masih menatap Donghae dengan dalam. Dia membayangkan bagaimana pria itu akan membawa hubungan mereka ke tingkat yang lebih serius, dan dia bisa meninggalkan kehidupan sampah ini berserta si sampah Ryewook—asisten kesayangannya.

“Maaf, apa yang kau bilang?” Donghae mengerutkan keningnya bingung, dia seperti mendengar kata hotel yang keluar dari bibir wanita itu—tapi dengan cepat Cheonsa tertawa, dan berkata itu adalah salah satu material untuk pembuatan suit di Savile Row.

“Jadi design apa yang kau inginkan untuk suit mu ini?” perlu sekiranya sepuluh menit untuk mengembalikan sisi profesionalnya, dia membiarkan Donghae duduk di sebuah sofa yang berada disana.

I thought marble cake would be harder to chew. But I guess he’s harder to chew. Bisiknya ketika Donghae mulai membuka jas hitamnya, meninggalkan kemeja putih yang terpasang sempurna di tubuh atletisnya.

“Aku percaya padamu, jadi apapun pilihanmu—aku akan menyukainya.” Donghae kembali memoleskan senyumannya di wajah porselennya. Jika dia sudah kehilangan akal sehatnya, mungkin kini dia telah berada diatas tubuh Donghae—melakukan apapun yang dia inginkan.

“Jadi bagaimana jika kita mengukur lingkar tubuhmu dulu?” benar-benar pekerjaan yang menyenangkan, jika dia tahu hari ini akan tiba—dia tidak akan mungkin pernah menggerutu berkerja disini.

Donghae dengan senang berdiri, menunggu Cheonsa membawa alat pengukur. Dia memperhatikan wanita itu dengan seksama, rambut coklat nilonnya tergerai sempurna, kaus putih polosnya membingkai tubuh indahnya, dan bahkan jeans rippednya terlihat sangat menarik dibandingkan wanita-wanita yang menggunakan pakaian terbuka.

“Oh my god, your body is sexy—I mean nice.” Mengutuk dirinya pun tidak ada gunanya, pria itu pasti telah mendengar bualannya. Lagi pula pria itu memang memiliki badan yang bagus, jadi ketika dia mengukur lingkar tubuh Donghae—dia memperlambat gerakannya lebih dari sepersekian detik.

Donghae hanya tertawa kecil, melihat Cheonsa dengan sengaja memperlambat gerakan tanggannya mengukur tubuhnya. Wanita itu terlihat sangat menyenangkan. Dimana lagi dia bisa menemukan wanita cantik designer ternama yang bersifat terbuka?

“Wow, you smell like Jo Malone and something like—clean sheets and warm soap.” Itu lebih terdengar seperti gumaman kepada dirinya sendiri ketika mengukur panjang bahu Donghae. Dia tidak pernah menyangka bahwa datang ke sebuah butik mewah akan terasa begitu menyenangkan seperti ini.

“Selesai. Aku telah mendapatkan model suit yang cocok dengan tubuhmu, proses pembuatannya mungkin akan memakan waktu sekitar sepuluh hari waktu kerja karena—wow—kau membayar Savile Row dengan harga yang mahal.” Cheonsa menatap slip pembayaran yang tertera di file klien milik Donghae.

Cheonsa masih membaca file itu dengan serius, karena sejujurnya dia tidak pernah membaca berkas apapun yang diberikan Ryewook padanya. Dia membaca beberapa kalimat disana, dan menatap Donghae dengan tidak percaya.

“Kau telah membuat reservasi kepadaku dari tahun lalu? Maksudku, Savile Row memiliki puluhan designer senior.” Cheonsa menatap Donghae dengan takjub, dia memang memiliki reservasi terpadat di Savile Row—karena semua klien menginginkan suit mereka ditangani oleh Cheonsa.

Mungkin karena dia memang menyenangkan, atau semua klien hanya ingin berjumpa dengan wajah cantiknya.

Tapi jika dia tahu bahwa ada seorang pria sempurna dengan aroma tubuh Jo Malone yang telah menunggunya begitu lama, dia pasti akan mengosongkan jadwalnya hanya untuknya.

“Ya, tapi mereka bilang kau adalah yang terbaik disini.”

Melihat Donghae menatapnya dengan senyuman indahnya membuatnya merasa sedikit bersalah karena dia hampir menolaknya hari ini.

“Juga, karena menurutku tidak ada salahnya menunggu satu tahun untuk bertemu dengan wanita menarik sepertimu.” Donghae masih berdiri di tempatnya menunggu Cheonsa untuk merespon ucapannya. Tapi Cheonsa hanya tertawa kecil, dia menganggukan kepalanya dengan setuju.

“Kau adalah orang kesekian yang berbicara seperti itu. Baguslah kau merasa terhibur, aku jadi tidak terlalu merasa bersalah membuat pria sempurna sepertimu menunggu hingga satu tahun.” Cheonsa masih sibuk mencatat sesuatu di file klien milik Donghae.

“Oh ya, bagaimana jika kita makan siang bersama untuk menebus penantianku untuk bertemu denganmu selama satu tahun?” menurutnya Cheonsa telah menunjukan ketertarikan kepadanya sejak awal, dan langkah berikutnya berada padanya.

Cheonsa mengangkat wajahnya, menatap Donghae dengan wajah yang sedikit kesal.

“Oh—jangan menyalahartikan ucapanku tentangmu. Kau mungkin berpikir aku tertarik kepadamu, tapi itu hanya caraku berbicara kepada klienku. Mereka bilang aku menyenangkan, mungkin maksudnya seperti itu.”

Donghae menatap Cheonsa dengan tidak percaya, secara jelas dia mendengar wanita itu berbicara bahwa dia rela menghancurkan kamar hotel dengannya, memuja badannya, memperlambat gerakannya, dan berkata dia memiliki aroma seperti Jo Malone—lalu wanita itu berkata bahwa dia memang seperti itu?

“Oh, dan juga kau harus kembali sekitar dua minggu lagi untuk fitting. Asistenku akan menghubungimu, and it’s all set.” Cheonsa menutup file itu dan menyerahkannya kepada Donghae.

“Hanya itu?” dia masih belum mempercayainya.

“Ya, hanya itu.” Jawab Cheonsa dengan senyuman ramahnya sebelum dia memanggil Ryewook untuk mengantarkan Donghae keluar dari ruangannya.

Donghae keluar dengan wajah penuh amarah, rasanya Cheonsa melakukan semua itu dengan sengaja. Mempermainkannya, dan menjatuhkan harapannya hingga ke dasar bumi.

Supir dan asistennya telah menunggu di lobi utama, Donghae membanting pintu mobilnya dengan keras. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya dia mendapatkan penolakan dari seorang wanita yang telah menggodanya sejak awal.

Donghae membuka file yang berada di tangannya, membaca tulisan asing yang berada disana sebelum senyum merekah di bibirnya.

 

Hey, I’m glad you were asking me out. But I can’t kiss you tho I want to chew your goddamn body. It’s in the office, I don’t want to lose my job unless you agree to marry me or adopt me. Here’s my number, you can call me or fuck me or—both.

Shit, you’re so hot.

Fuck.

Me.

 

Han Cheonsa memang wanita yang menarik, dan malam ini dia mungkin akan sangat sibuk dengan designer terkenal itu di atas ranjang.

Because a good girl always knows the right time to be naughty.

 

.

.

-fin-

.

.

HEHE iseng-iseng buat ini, mau ada adegan eksplisit cuma ga ah—lagi hari suci. Anyway, please drop a comment to support author works. Happy holiday.

xo

IJaggys

Summer Sale Ebooks: Shop Now!

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

29 responses »

  1. syifaa says:

    Inii kereeenn bangeeet

  2. fsshy says:

    Ini mgkin ff terkalem HCS sama LDH, tidak ada tanda tanda bakalan jadi tindak kekerasan.
    Sweet bgt ini

  3. - says:

    Berasa udah lama banget ngga baca LDHxHCS yang saling memuji kayak gitu lol I miss them so bad haha and Ijaggys, of course.

  4. ditaaa says:

    Ketipu! Kirain beneran cheonsa ngomong kaya gitu ke semua kliennya, ternyataaaa…. Emang beneran napsu dia sama donghae hahaha
    Kirain masih bakalan scroll lagi buat kejadian selanjutnya ehh malah udahan gitu aja ><

  5. shfly3424Arista says:

    Wowowow

    Panas bgetttt keliatanny sih donghaeeeeee

    Hotttt n wangiiiii
    Hmmmmm q bs menciumnny dr sini

  6. FisHaeGyu says:

    Nggak ada kekerasan???-.- :v
    Haha Cocuiit ini berdua… . Padahal aku udah deg degan kirain bakal ada adegan panas ehh malah berenti,:v Oke biarkan LDHCS and Allah yang tau apa yang terjadi berikutnya:v
    Well, aku suka banget dengan kalimat ‘ Pria sempurna calon suaminya ‘ karna ini aku nyengir nggak jelas… Pas awalan aku kira HCS cuman mem p ermainkan LDH ehh ternyata.. Malemnya malah mau ada ‘acara ranjang’:v
    Khas Ijaggys, nggak bisa ditebak😀

  7. FisHaeGyu says:

    Nggak ada kekerasan???-.- :v
    Haha Cocuiit ini berdua… . Padahal aku udah deg degan kirain bakal ada adegan panas ehh malah berenti,:v Oke biarkan LDHCS and Allah yang tau apa yang terjadi berikutnya:v
    Well, aku suka banget dengan kalimat ‘ Pria sempurna calon suaminya ‘ karna ini aku nyengir nggak jelas… Pas awalan aku kira HCS cuman mem p ermainkan LDH ehh ternyata.. Malemnya malah mau ada ‘acara ranjang’:v
    Khas Ijaggys, nggak bisa ditebak :D…
    Ditunggu next story about LDHCS nya yah teh..

  8. selly says:

    kalem kalem menghanyutkan yaaa
    ternyata seperti ituu
    keren banget ceritanyaaa

  9. minseokhoon says:

    Aw aw aw, what a cute story ♥

  10. gyuvid says:

    sukaaa sama cerita ini..
    simpel tapi ngena..
    HCS-LDH emang panas😀😀😀

  11. kim_yeon says:

    Kyaaaa ><
    I miss this couple❤ Really Love this story❤ Muachhh~~
    Finally , setelah sekian lama menunggu, akhirnya keluar juga LDH&HCS love story
    Uhukk apa itu penolakan ? Nggak . Cheonsa ternyata punya kejutan buat Donghae Aww~ More sweeeetttt moment pleaseuuu

    Love for the author❤❤❤

  12. Zii says:

    Menunggu adegan selanjutnya😀 . . Kkk , pliss !!

  13. nathalie says:

    Wow….suka bgt sm kata penutup’y because a good girl always know the right time to be naughty…dan cheonsa tw bgt ttg itu..kekekekeke..

  14. AnaSophie says:

    Plot twist. Gak sih, kirain cheonsa bakal langsung nerima tawarannya secepat itu gitu. Tapi emang asik sih 😂😂😂 ah ceritanya sederhana tapi tetep asik buat dibaca. Fluff nya ngena😦

  15. JHR says:

    Waaaah wanjir. sosweet amaat wkwkwk

  16. cutebabyhae says:

    ya ampun cheonsa tumben tumbennya langsung mau sama si ongek😄 tapi mungkin emang cocok sama judulnya, ini adalah reservasi paling liar yang pernah ada . emang kalo berhubungan sama ikan amis bawaannya kayak gini. Kangennnnnnnn moment kayak gini. Apalagi si cheonsa kagak nendang donghae🙂

  17. Dion says:

    Damn. This is so funny. I’d wreck a hotel room with you. Hm, nice quote!

  18. […] Related Story: Reservation […]

  19. inggarkichulsung says:

    Cheonsa sepertinya menyukai Donghae oppa, sengaja bgt ngegodain, pas Donghae oppa mau menyambut eh malah pura2 tdk mau ternyata ia menyelipkan no telp u bs ktm lg, cheonsa menggemaskan

  20. namgichan says:

    baru kali ini liat cheonsa ga ada gengsi samaskali >_<❤

  21. ji says:

    jiahh…terpesona sekali cheonsa sama hae.
    ikan juga ngarep ama cheonsanya..
    .
    .
    kok suka susah masuk ya commentnya

  22. autumnblues says:

    Woahhh.. cheonsa astaga gila frontalnya.. eonni, karya2 eonni sering singkat tapi isi crritanya itu bermakna sma ngena dihati.. bacanya tuh bkin jd kebawa suasana. So damn it! Hae aja sexy apalagi kyu. Triple sexy >< kkk

  23. nadiatrsn says:

    Suka ceritanya hahahah ini rada menyerempet ya haha. Gue kira cheonsa beneran nolak donghae, sempet senyum sendiri pas baca mssge hcs hahahaha.
    Son, nanggung tau :p

    Tku soniaaaa ❤

  24. […] Related Story: Reservation […]

  25. Snowcho says:

    Hahaha..agak kaget juga pas baca kl cheonsa seolah-olah gk tertarik sama donghae padahal di awal2 lihat donghae udah kayak mau nerkam aja. Eh,ternyataaaa…

  26. […] Story: Reservation | Fitting | […]

  27. Hyuggie says:

    Waaa kerenn plotnya cepet tp sukaaaaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s