secret

.

Family Guy

 In related stories with:  Teaser | Selling The Phillips | Misread | Perfect Strangers

.

I’m the owner of this company, and you.

.

250px-Parental_Advisory_label.svg

.

“It’s super fun that you guys can be here with me to witness my mental decline.” Han Cheonsa berkata dengan nada sarkastiknya, ketika melihat Ayahnya dan Dean tersenyum senang. Dean bahkan telah menyiapkan kamera untuk merekam kegiatan Cheonsa di panti sosial ini.

Hari ini adalah hari dimana perjanjian atas hukuman Cheonsa akan dilaksanakan. Setelah melalui pembicaraan yang berjalan cukup alot dengan Lee Donghae, pemilik perusahaan yang hidungnya patah karena ulah barbar Cheonsa—Donghae setuju untuk tidak mempermasalahkan ini ke jalur hukum, dan membiarkan Cheonsa menjalankan hukumannya dengan menjalani public service untuk kegiatan Corporate Social Responsibilty di perusahaannya.

Just took a few more seconds off my mile time. I guess it will be more impressive when I don’t use my expensive car but whatever, time to celebrate. Dean memeluk Malaikat Kecilnya dengan semangat, melihat Cheonsa—si manja yang tidak pernah melakukan apapun, kini berdiri dengan kaus putih bertuliskan ‘We’re to Help You!’ sungguh membuatnya bahagia.

“Honey, take this as a good experience. I would rather have a life filled with experiences than one filled with useless stuff. Philip mengecup kening putrinya dengan senyuman menyindir ke arah Dean, yang tengah menggoda salah satu staff wanita yang melalui mereka.

At least life wants to fuck me.Jawab Dean dengan senyuman nakalnya, menyadari bahwa Kakak Sempurnanya berbicara tentangnya, dia menunjuk ke arah staff wanita itu yang tengah tersenyum manis kepadanya.

Dia bisa membayangkan bahwa dalam beberapa menit, ketika tidak ada orang yang melihat, staff wanita itu akan menghampirinya—dan mengajaknya ke dalam mobilnya, setelah itu mungkin dia tahu kemana semuanya akan berjalan. Dan mungkin Solji tidak akan menyukainya.

Tunggu.

Mengapa dia memikirkan wanita itu? Yang mereka lakukan hanyalah menikmati kopi bersama, tidak ada pembicaraan spesial yang terjadi—jadi mengapa dia harus memikirkan pandangan Solji tentang dirinya mengencani wanita lain? Oh, ini pasti efek whisky yang diminumnya ketika sarapan.

“Ya, aku berharap kau bertemu dengan seorang wanita yang benar-benar membuatmu jatuh cinta kepadanya, tapi kalian tidak bisa bersama.—dan kau akan lebih menghargai wanita.”

Kini Cheonsa yang tertawa mendengar kata-kata Ayahnya untuk Dean. Sementara Dean menatap Philip dengan jengkel karena telah menghancurkan festive mood-miliknya.

“Dean, aku bisa mengadukanmu kepada Solji bahwa kau menggoda wanita lain—itu akan menyenangkan.” Terlepas dari pintar atau bodohnya seorang Cheonsa, yang jelas Philip menaikan satu alisnya dengan tertarik, dia menatap putrinya penuh tanda tanya.

Siapa Solji? Setahunya Solji adalah salah satu pelayan salon kesayangan Cheonsa, dimana biasanya wanita itu akan menyapanya dalam bahasa formal setiap kali Cheonsa memaksanya untuk menemaninya ke salon tersebut.

“Maksudmu Solji pelayan salon?”

Kini Cheonsa maupun Dean membeku di tempatnya. Philip datang dengan pemikiran bahwa strata sosial adalah hal terpenting dalam esensial sebuah hubungan, entah itu hubungan pekerjaan atau hubungan yang lebih intim.

Philip memiliki pandangan yang tidak terlalu bagus untuk semua itu. Mereka dibesarkan dari keluarga Old Money di Kensington, London. Ayah mereka selalu menanamkan betapa pentingnya latar belakang sebuah keluarga, mereka tidak bisa memilih wanita dari kalangan biasa—mereka selalu dituntut untuk menjadi yang tersempurna dari yang sempurna.

Selama ini Philip membiarkan Dean terus bermain dengan semua wanita, karena dia tahu bahwa Adiknya itu tidak pernah serius. Dan ketika Cheonsa mengeluarkan sebuah nama perempuan, Philip tahu bahwa Dean mungkin mempertimbangkan posisi wanita itu di hidupnya.

Karena Dean tidak pernah menceritakan semua wanita yang pernah di kencaninya kepada siapapun, Dean selalu menganggap mereka tidak lebih dari tumpukan mainan.

“Sorry I’m late. Something just broke in our kitchen, and I’m not even getting up to see if there’s an intruder. suara rendah Sen menghentikan ketegangan diantara mereka, Sen berjalan dengan tenang diiringi tatapan dinginnya. Dia terlihat seperti karakter utama di dalam komik-komik romansa, yang berjalan keluar di kehidupan nyata.

“Really Sen? You didn’t do anything?” Philip menyentuh keningnya dengan putus asa, mengapa dia harus berada di dalam lingkungan dimana Kedua Adiknya dan Putrinya tidak bisa memiliki hidup yang terorganisir.

I woke up, so I think I’ve done enough for today.” Jawab Sen tak perduli, dengan satu kepulan asap rokok dari mulutnya. Dia berada disini hanya untuk mengantarkan little baby-nya sebelum menjalani hukuman.

Tidak ada yang bisa menganggu jadwal tidurnya di akhir pekan, kecuali Cheonsa. Juga, dia tidak ingin Lee Donghae mengambil kesempatan ini untuk melayangkan tatapan intensenya kepada Cheonsa.

“Listening to you is relaxing, my dear cool Sen!” Dean berlari dan memeluk Sen dengan senyuman menjijikannya—diam-diam dia bersyukur Sen datang disaat waktu yang tepat, jika tidak mungkin Philip akan membombardirnya dengan ribuan pertanyaan tentang mengapa dia bisa mengenal Solji.

Dia bisa memikirkan tentang itu nanti, ketika dia telah berhasil meyakinkan dirinya sendiri apa yang diinginkannya—sebelum semua itu tiba, dia akan tetap membiarkan semua ini menjadi sebuah rahasia kecil antara dirinya dan Cheonsa, dan membiarkan Solji hidup dengan tenang.

“Good morning.” Suara Lee Donghae menginterupsi pembicaraan Philip dan Dean tentang kesetaraan gender. Sen menarik satu alisnya, merengkuh tubuh Cheonsa dengan protektif, dan membiarkan Philip menyapa Donghae dengan ramah.

Donghae datang dengan kemeja hitam dari Calvin Klein, dan celana khaki berwarna coklat muda. Dia menyenderkan tubuhnya disalah satu meja yang berada di ruang tunggu di panti sosial tersebut dengan tatapan yang bersahabat.

Ini adalah pertama kalinya Cheonsa melihat atasannya menggunakan pakaian kasual, dan dengan perlahan dia melepaskan pelukan Sen lalu mengambil foto Donghae diam-diam dari kamera ponselnya, kemudian mengirimkannya kepada Solji dan pelayan salon lainnya yang sudah menjadi teman-teman terdekatnya.

.

To: Solji, Nash, and 7 others.

Screen Shot 2016-08-08 at 11.34.18 PM

He makes errrrbody hotttttaaa👅 🔥 I’m going down for this champ—totally, reliable. Hot stuff🎅

.

 

“Aku berharap hal ini tidak merepotkan kalian, untuk mengantarkan Cheonsa kemari.” Atau sebenarnya gadis itu bisa pergi sendiri tanpa harus diantar oleh satu Range Rover, satu Aston Martin, dan satu Ferrari, pikirnya.

Cheonsa memasukan ponselnya dengan cepat saat Donghae tersenyum ke arahnya, dia berencana untuk mengambil puluhan foto Donghae dari kegiatan amal ini untuk menjadi korban selanjutnya di #SellingHandsomeMan.

“Tidak, ini memang yang kami lakukan. Memastikan bahwa Malaikat Kecil kami tidak terluka.” Dean, pria yang sejak tadi terus mengedipkan matanya kearah staff-staff wanita, menyapa Donghae jauh lebih friendly dari sebelumnya.

Tapi dibalik senyuman ramahnya tersirat makna, bahwa dia tidak suka jika Malaikat Kecilnya mendapatkan hukuman yang berat.

“Juga, kami ingin memastikan bahwa tidak akan ada pria yang menatap Cheonsa lebih dari lima belas detik.” Sen tersenyum dingin ke arah Donghae, seakan memberikan silent treatment bahwa dia tidak bercanda dengan kata-katanya tadi.

“Baiklah, aku akan memastikan Cheonsa baik-baik saja selama disini. Kalian bisa menjemputnya sore nanti, ketika acara amal ini telah selesai—atau aku bisa menyuruh salah satu supir perusahaan untuk mengantar Cheonsa pulang—“

Perkataan Donghae terputus ketika dengan sigap Sen memotongnya.

“Aku akan menjemputnya. Aku tidak ingin salah satu supir perusahaan atau pemilik perusahaan mengantarkan keponakanku.” Sindirnya dengan tegas. Philip tersenyum canggung, berharap Donghae tidak akan mempersulit hukuman Cheonsa karena sekali lagi Sen selalu bersikap seperti itu ketika pria lain berinteraksi dengan Cheonsa-nya.

“Atau kau bisa membiarkan kami bertiga berada disini dan membantu Cheonsa, atau staff-staff wanita disana.” Dean tersenyum penuh makna, yang dibalas oleh tatapan maut dari Philip.

“Kami akan menjemput Cheonsa sore nanti. Please take the good care of Cheonsa.” Philip menarik Dean dan Sen dengan paksa dari sana.

“I will.” Jawab Donghae tetap dengan senyuman hangatnya. Sen menatap Donghae yang kini telah berdiri disamping Cheonsa, sebelum dia menarik nafasnya dengan kesal.

“Kau berbicara seolah-olah kita memberikan Cheonsa kepada pria itu.” Sen menginjak puntung rokoknya, Dean berdiri di depan pintu mobilnya—menunggu barang kali ada salah satu staff wanita disana yang mau menemaninya di dalam mobil dan melakukan hal-hal yang menyenangkan.

“Well, everyone should believe in something—something like Donghae wants to keep Cheonsa forever from you, Sen.” Dean tertawa senang ketika melihat Sen kehilangan ketenangannya dan mengumpat dalam bahasa binatang, tapi dia tetap iri kepada Sen—karena ternyata berkata kasar jauh membuat Sen terlihat lebih cool dari sebelumnya.

Philip menatap Dean yang masih tertawa dengan ekspresi wajahnya yang jahat.

Well, aren’t you just the devil incarnate Dean?

Yang hanya dibalas oleh kedipan nakal dari Dean.

.

***

.

“Cheonsa, Direktur Lee ingin berbicara denganmu. Dia berada diruang tunggu pribadi, di lantai dua.” Seorang pegawai wanita menghentikan kegiatan Cheonsa dari menyesali dirinya, mengapa dia harus berakhir dengan kardus-kardus pakaian bekas.

Cheonsa menarik nafasnya dengan panjang, tanpa memperdulikan tatapan pegawai-pegawai wanita lain yang berbisik-bisik disekitarnya. Beberapa beranggapan bahwa Cheonsa akan mendapatkan makian dari Pemilik Perusahaan itu karena insiden yang telah dia buat di perusahaan ini.

Tidak butuh waktu lama, hingga dia mengetuk pintu ruang pribadi itu, dan mendapatkan Donghae duduk disalah satu sofa dengan tatapan yang terarah lurus ke pintu, seakan pria itu memang telah menunggu kedatangan pegawai internshipnya itu.

“Come here.” Donghae menepuk tempat duduk tepat di sampingnya, dengan perlahan Cheonsa duduk di sampingnya diiringi senyuman canggung.

“Jadi hukuman tambahan apa yang harus aku berikan kepadamu, karena telah mengambil fotoku diam-diam?” Donghae memulainya dengan suara yang ringan, dia tidak terlihat marah—justru dia terlihat seperti seseorang yang baru saja memenangkan undian lotre.

“Bagaimana kau bisa tahu?” Cheonsa menyembunyikan ponselnya dengan cepat, jika Donghae tahu pembicaraan apa yang tengah berjalan tentang fotonya, riwayatnya sebagai gadis sempurna akan berakhir.

“Tidak apa, aku senang kau mengambil fotoku. Karena aku selalu mengambil fotomu setiap kali kau berada di ruanganku.” Donghae mengecup sudut bibir Cheonsa dengan lembut, dan membuat wajah gadis itu memerah.

“Aku sangat merindukanmu.” Donghae merengkuh Cheonsa ke dalam pelukannya, dan menenggelamkan wajahnya di leher jenjang gadis itu. Dengan semua masalah yang mereka timbulkan untuk mendapatkan momen ini, Donghae sungguh merindukan gadis ini.

“Aku juga merindukanmu. Bagaimana dengan hidungmu, aku harap tulang hidungmu baik-baik saja. Tapi aktingmu sangat bagus sekali.” Kali ini Cheonsa yang melayangkan kecupan singkat di tulang hidung Donghae, dia mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu tanpa memperdulikan bahwa seseorang bisa masuk kapan saja ke dalam ruangan ini.

“Aku tidak percaya bahwa kau akan melukaiku separah itu. Adegan mematahkan hidungku jelas tidak ada di dalam skenario kita.” Donghae mengangkat tubuh ringan Cheonsa ke atas pangkuannya, dan membiarkan tangannya berada di pinggang Cheonsa.

“Itu karena kau menyamakanku dengan seekor Anjing. Aku jauh lebih baik dari itu.” Cheonsa mengangkat dagunya dengan sombong, membuat Donghae tidak tahan untuk tidak mengecup wajahnya.

“Itu karena kau memiliki Sen, paman protektif yang mencintaimu lebih dari oksigen di dunia ini. Dan lagi, bukankah dia selalu beranggapan bahwa aku menyukaimu? Aku pikir semua ini akan terbongkar jika Sen terus mengawasi kita seperti tadi.”

Dia bingung memulainya dari mana. Han Cheonsa, gadis yang tengah berada dipangkuannya ini adalah pegawai internship yang sangat menarik.

Mereka bertemu pertama kali di tempat parkir ketika hari pertamanya berada di perusahaan itu. Tidak banyak yang terjadi, Cheonsa adalah gadis sempurna yang menarik perhatiannya—dan dia mencoba peruntungannya untuk mendapatkan kesempatan berbicara bersama gadis itu.

Hubungan mereka berkembang dengan begitu cepat, setelah Donghae berhasil mendapatkan kaset limited edition dari Barney & Friends yang hanya dicetak terbatas. Dan membuat Cheonsa memeluknya untuk yang pertama kali dengan senang.

Dia mungkin gila, karena gadis itu berusia delapan tahun lebih muda darinya, dan dia tidak mengetahui apapun tentang dirinya, juga dia baru mengenalnya dalam hitungan minggu. Tapi ada sesuatu tentang Cheonsa yang tidak bisa di lepaskannya begitu saja.

Dia selalu memikirkan Cheonsa sebagai hal yang lebih sederhana dari seorang kekasih. Dia selalu membayangkan Cheonsa melampaui semua itu, dia selalu membayangkan bahwa Cheonsa adalah wanita yang nantinya akan dia bawa ke hadapan orangtuanya, wanita yang berada di dalam gambaran masa depannya.

Dia berpikir, tidak akan ada wanita yang menolaknya.

Dengan semua yang dia miliki detik ini, semua wanita bahkan akan bertekuk lutut hanya untuk menjadi kencan semalamnya. Tapi ternyata semua itu tidak berlaku untuk Han Cheonsa.

Ketika dia menawarkan diri untuk mengantarkan gadis itu pulang, dengan cepat Cheonsa menolaknya. Lalu ketika dia mengajak gadis itu pergi di luar jam kantor, Cheonsa selalu memberikan tatapan penuh pertimbangannya, sebelum dia berkata bahwa itu adalah ide yang buruk.

“Apa mereka akan melepaskanmu untuk memilih jalan hidupmu sendiri?” Donghae memejamkan kedua matanya, membiarkan Cheonsa tenggelam dalam pikirannya untuk beberapa saat. Mereka tidak bisa terus bersembunyi seperti ini.

“Maaf, karena diriku—kau harus melalui semua ini.” Cheonsa merendahkan wajahnya, dan mencium kedua mata Donghae yang tertutup dengan perlahan.

Satu hal yang selalu disesali Donghae karena mengenal Cheonsa adalah, gadis itu selalu berhasil menarik kesabarannya hingga titik terendah sebelum dia melambungkannya lagi dengan semua kata-kata manisnya.

Han Cheonsa is gonna be the death of Lee Donghae.

Pertama kali dia menyadari semua ini, ketika tiga orang pria dengan wajah sempurna dan mobil mewahnya selalu menjemput Cheonsa setiap harinya. Tiga pria itu seakan memiliki jadwalnya sendiri untuk menjemput Cheonsa, dan bagaimana tiga pria itu selalu mengecup kening Cheonsa dengan mesra.

Donghae berpikir bahwa Cheonsa memainkan perasaannya, bahwa dia hanya akan menambah daftar panjang dari kekasih-kekasih kaya raya yang gadis itu miliki. Baru ketika Cheonsa berbicara tentang keluarganya, dia menyadari bahwa tiga pria sempurna itu adalah Ayah dan kedua pamannya.

Dan bagaimana mereka bertiga begitu menyayangi Cheonsa, sehingga tidak ada satupun pria yang berhasil mendekati Cheonsa lebih dari tiga hari setelah mereka mengetahuinya—itulah alasan mengapa Cheonsa selalu menolak tawarannya, karena dia takut bahwa Philip, Dean, dan, Sen akan mengetahui hubungan mereka.

“Apa yang harus aku lakukan lagi untuk bertemu denganmu?” menyerahpun tidak ada gunanya, karena dia sudah terlanjur menyukai Cheonsa dan dia rela melakukan apapun untuk melihat iris samudra itu.

“Aku bisa membuat onar lagi. Seperti ketika nanti mereka menjemputku, aku bisa membuat keributan sehingga kau harus memperpanjang hukumanku—dan kau bisa melakukan kegiatan sosial lagi, lalu kita bisa menghabiskan waktu bersama di ruang pribadi lainnya.”

Kali ini Cheonsa yang memeluk Donghae dengan erat. Mereka tidak bisa melakukan hal seperti ini di dalam kantor, karena semua pegawai selalu menaruh perhatian kepada mereka setiap kali Donghae memanggil Cheonsa ke dalam ruangannya. Dan mendapatkan kesempatan untuk memeluk Donghae setelah semua masalah yang dia timbulkan, dia tidak akan menyia-nyiakan waktunya.

Pertengkaran antara Cheonsa dan dua pegawai wanita tersebut memang telah di rencanakan sejak awal, Cheonsa membutuhkan penyaluran emosi kepada kedua pembimbingnya yang selalu membuat rumor bahwa dia telah menjadi gadis simpanan Lee Donghae—rencana itu disetujui oleh Donghae, setelah Cheonsa menjelaskan bahwa ini akan menjadi jalan untuk mereka bertemu lebih lama.

Datangnya Philip dan Dean semakin mempermudah rencana mereka. Awalnya Cheonsa hanya menghubungi Sen, karena Sen sangat protektif kepadanya—maka akan lebih mudah untuk Sen terpancing emosinya dan membuat masalah jauh lebih serius, sehingga Donghae harus memberikan hukuman panjang untuk Cheonsa.

“Sebentar lagi masa studi kerjamu akan habis, aku tidak akan bisa melihatmu lagi.” Donghae menarik tangan kanan Cheonsa, dan meletakan tepat di dadanya. Memikirkan bahwa dia tidak bisa lagi melihat wajah Cheonsa setiap hari, sungguh tidak bisa dibayangkannya.

“Kau bisa mengambil fotoku sebanyak mungkin, atau kau bisa menciumku saat ini.” Cheonsa adalah gadis yang straight forward, jika dia menginginkan sesuatu dia akan memintanya tanpa basa-basi.

Dengan Cheonsa, dia selalu merasa bahwa tidak ada kebohongan dalam gadis itu. Dia pernah meminta Donghae untuk menemaninya menonton serial Barney & Friends di ruang kerjanya saat jam istirahat, ketika mereka bisa melakukan hal lain yang lebih menyenangkan dari menonton serial anak-anak.

Tapi hanya satu permintaannya yang tidak pernah Donghae kabulkan. Menciumnya.

“Sampai berapa lama kau akan mempertahankan prinsip bodoh itu, dan menahan dirimu untuk tidak menciumku?” sejauh apapun hubungan mereka, Donghae tidak pernah mencium bibir Cheonsa—yang dia lakukan hanyalah mengecup sudut bibir Cheonsa, dan membuat gadis itu menarik nafasnya dengan jengkel.

Donghae tertawa kecil, merasa terhibur karena entah bagaimana pembicaraan ini selalu muncul setiap kali mereka bertemu, dan bagaimana dia menahan dirinya sekuat mungkin agar tidak melumat habis bibir Cheonsa seperti apa yang gadis itu inginkan.

“Sampai kau setuju untuk menjadi kekasihku.” Itu adalah perjanjian yang sebenarnya. Dengan jelas Donghae berkata bahwa dia tidak pernah mencium wanita yang bukan kekasihnya.

Sebenarnya kata-kata tersebut dia gunakan, agar Cheonsa menerimanya menjadi kekasihnya—walaupun Cheonsa bersikeras bahwa status hubungan mereka tidak terlalu penting, selama mereka mengetahui perasaan masing-masing. Tapi tetap, Donghae ingin menegaskan kepada dunia bahwa gadis ini adalah miliknya.

“Jika kita berpacaran, lalu Philip, Dean, serta Sen mengetahui hubungan kita—mungkin mereka akan menculikmu, dan membuangmu di sebuah pulau yang tak berpenghuni, apa kau ingin kejadian seperti itu berada di catatan masa depanmu?”

Mungkin itu semua tidak terdengar masuk akal, tapi dengan Philip, Dean dan Sen semua itu menjadi rasional. Mungkin Philip hanya akan menculik Donghae, tapi Dean dan Sen jelas akan membuangnya di sebuah pulau yang tak berpenghuni, sehingga Donghae tidak bisa merebut Cheonsa dari mereka.

Donghae merubah posisi mereka, sehingga kini Cheonsa berbaring di sofa dengan Donghae berada di atas tubuhnya.

“Apa kemungkinan buruk yang akan terjadi jika kita bersama?” Donghae menatap Cheonsa dengan dalam, membuat gadis itu tidak bisa bergerak dan sulit untuk bernapas.

Ya, pertanyaan itu selalu memenuhi pikiran Cheonsa. Apa kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika Ayah dan kedua Pamannya mengetahui bahwa dia memiliki seorang kekasih?

Philip mungkin akan menginterogasi siapapun pria yang menjalin hubungan dengan putrinya selama 72 jam.

Dean mungkin akan mengajak pria itu ke sebuah hutan dan melihatnya memburu rusa dengan dua tangan kosong, sehingga apapun yang dilakukan pria itu kepada Malaikat Kecilnya—pria itu akan berakhir seperti Rusa yang berada di kedua tangannya.

Lalu untuk Sen, dia bisa menghabisi kekasihnya kapan saja. Kapan saja. Sen sangat berbahaya.

Mereka semua terlalu berbahaya untuk Donghae, dan dia belum siap kehilangan Donghae hanya karena mereka menjadi sepasang kekasih.

“Aku tahu bahwa kau tengah memikirkan banyak hal tentang hubungan ini. Tapi kau harus tahu sesuatu bahwa untukmu—aku rela melakukan apapun, dan melalui semua kemungkinan terburuk yang berada di kepalamu detik ini. Jika kita tidak mencobanya, kita tidak akan pernah mengetahuinya.”

Donghae mendorong beberapa helai rambut coklat nilon yang menutupi wajah indahnya ke belakang telinga Cheonsa.

“Lee, I need you to be two things.” Cheonsa mengangkat tubuhnya, sehingga kini wajahnya dan Donghae hanya berjarakan udara yang berhembus diantara mereka.

“Yourself and here.” Setelah kata-kata itu terucap dari bibirnya, Donghae tidak tahu harus melakukan apalagi selain merengkuh tubuh indah gadis itu dan mencium bibirnya dengan lembut.

Akhirnya dia melakukan apa yang begitu di inginkannya sejak pertama kali bertemu dengan Cheonsa, memeluknya dan menciumnya—memastikan bahwa samudra itu hanya miliknya.

Dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika ketiga pria sempurna itu mengetahui hubungannya dengan berlian mereka.

Dia tidak tahu apa yang akan mereka lakukan kepadanya setelah mengetahui bahwa hubungan ini.

Tapi dia tahu, bahwa dia begitu mencintai gadis ini sehingga dia rela melalui semua rintangan hanya untuk melihat senyuman di wajah indahnya.

“Hey, bagaimana jika seseorang masuk dan melihat apa yang kita lakukan?”

“Who cares? I’m the owner of this company, and you.”

Dia sangat mencintai Han Cheonsa.

.

.

.

-FIN-

 

.

The Family Guy

THE FAMILY GUY

.

.

I know you guys are in love with skinship scene, so I made one. And it’s good thing to read. Anyway, the next chapter will be launch if the comment has reached 22 or so, because this is a long chapter and I need more review/ long comment to update the more drama between The Philips vs LDH #gottaloveit

xo

IJaggys

 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

36 responses »

  1. loewelove says:

    YEAY FIRST

    FIRST

    FIRST

    Ehem, sebenernya aku gak nyangka banget bahwa ternyata disini LDH dan HCS punya hubungan rahasia, dan semua hukuman ini cuma buat kedok biar mereka bisa cuddling together❤

    Tapi yang paling ganyangka HCS disini MANIS BGT SAMA LDH, biasanya kan LDH selalu tersakiti kalo sama HCS lol greget bgt skinshipnya hehehe Teh Son tau ajadeh kita hcsldh shipper garis keras selalu menginginkan kemesraan mereka.

    Terus itu Solji sama Dean hubungannya pasti bakal banyak rintangan, secara Papa Philip tak terlalu suka rakyat jelata (pupus sudah harapan dilirik papa philip :() hadeeh tapi tetep disini highlightnya hubungan HCS LDH, jadi penasaran sih gimana mereka bakal buat onar apa biar bisa ketemu. Backstreet memang lebih menantang. Dan itu Sen tolong, jangan galak-galak tar makin banyak fansnya x)

    Waiting for your next update Teh Son🙂

  2. loewelove says:

    Reblogged this on loewelove and commented:
    Another five stars mini series from IJaggys❤

  3. FisHaeGyu says:

    Sumpah aku teriak teriak gaje dirumah… sampe dimarahin:v
    LDHCS momentt… Sosweeet banget, duhh ini bisa diabetes aku:v… Sumpah mereka bikin mood aku naik.. Ya Allah ternyata semua itu cuman scenario Mereka biar mereka bisa berduaan aja gituu… Sosweeet sumpah
    Jangan biarkan semut diantara mereka yah kak… Menghadapi 3 cowo hot aja ongek harus kerja keras sampe idungnya patah gitu, jangan ditambahin lagi uah yah…. Cukup mereka bertiga aja, iti pun udah sisahnya minta ampun apalagi Sen… duhh bang jangan galak galak, cheonsa nggak mungkin jadi perawan tua:v
    Dan oh God disini juga cheonsanya sweeet banget , nggak ada tendang menendang kaki :v
    Selamanya gitu yah… sweet selalu janga biarkan semut menggrogoti kaloan #apdeh

  4. yazlee says:

    Ldh-Hcs emang selalu deh heemmm
    Nganga lebar ketika mereka bisa mikir buat skenario sampe segitunya
    Dan well, ga kebayang apa yg akan trio lakik2 paruh baya tamvan itu lakukan pd si ikan amis lee donghae

    And sonia, pilihan foto nya emang bikin klepek2

  5. kim_yeon says:

    TERNYATA….

    TERNYATA…..

    TERNYATA ITU SEMUA CUMA KEDOK MEREKA BERDUA , LEE DONGHAE & HAN CHEONSA

    Nggak nyangka kalau ternyata selama ini mereka ada HUBUNGAN RAHASIA. Di part ini banyak banget moment LDH-HCS.
    I TOTALLY LIKE IT❤❤❤ *skinship mereka banyak juga*

    Hubungan Solji-Dean & Donghae-Cheonsa pasti bakalan menghadapi banyak rintangan. But I hope it will end up with happy ending & the most important part is – Donghae nggak tersakiti

  6. haewi_ says:

    OMG!!!!!

    dan slama adegan romantis itu trjadi saya deg2an, bgmna klw mereka lg mesra2an dan philips squad datang??? kan ngak lucu bisa2 perang dunia 3 trjadi hahaha

    sdh curiga sih kayanya LDH&HCS punya hubungan krn donghae slalu curi2 pandang ama Cheonsa, Cheonsa jg sering merhatiin donghae

    mr.Lee let’s see are you still alive in the next chapter hahaha

    *ouh iya sy juga nunggu kemunculan CKH, kurang rasanya klw dia ngak ada hahaha

  7. haewi_ says:

    OMG Lee! betapa beraninya dirimu menjamah HCS

    saya nya malah deg2an takut nnt philips squadnya datang pas mereka beradegan mesra
    and yah agak curiga sih pertamanya klw mereka punya hubungan krn HCS slalu merhatiin LDH, klw LDHnya mah ngak usah ditanya penggambarannya author bisa nunjukin itu semua hahaha

    ok mr.Lee let’s see are you still alive in the next chapter hohoho

    *oh iya sy nunggu kemunculan CKH di sini, karena setiap cerita LDH&HCS pasti doi biasa nyempil hahaha

  8. fsshy says:

    Aaaaahhh, ini kejutan. Ga kepikir klau semua itu udh direncanain. Ini HCS sama LDH sweet banget. Gilaaakk, envy aku.

  9. ffeby says:

    eh, udah pacaran aja mereka.. gk nyangka cuma skenario doang…
    I love Skinship wkwkwk 😂

    Cheonsa selalu dapat apa yang di inginkannya😏

  10. Zii says:

    Yak ,benar kan yg aku baca ini ?? Gak slah kan ? Ck, diam2 menghanyutkan mrka brdua ini❤😀. Mesra2an pula ck,bkin iri wkwkwk.
    Ayo cri ksempatan yg lbh buanyak lg ya , aaaa slalu dh melayang bc moment mrk yg kek gini..

  11. beautifulee says:

    ya ampun ga nyangka ternyata HCS dan LDH punya hubungan rahasia.. kirain emang HCS pembuat onar. penasaran gimana kelanjutan hubungan Dean – Solji, pasti bakal rumit karna perbedaan latar belakang😦

  12. shfly3424Arista says:

    Duhhhhhhh
    Meleleh sumpahh
    Ga nyangkaaaaaa
    Ternyat mrelKa udh jadiaann

    Duh ternyata sen palling buas ya
    Philip mentingin harta n kasta

  13. Choi Rinna says:

    Ternyata hcs n donghae cuma akting saja ._. Kirain kemarin itu beneran,, sulit memang untuk melewati ketiga guardian tampan yg slalu ada disekitar cheonsa, mereka terlalu protektif,, kapan ini kyuhyun muncul? Pengen kyuhyun jg dimunculin biar tambah greget :3

  14. ditaaa says:

    DAMN IT!!! I LOVE LOVE LOVE THIS!!!!!!
    CheonsaXDonghae disini bikin gue seneng banget karna ternyata kalo mereka lagi akur gini, romantis, sayang2an itu tuh manis banget daripada mereka yang melakukan aksi bar2…. persatukanlah mereka dalam kebahagiaan di series ini😄

    buat ketiga lelaki tampan, berikan donghae beberapa rintangan biar dapetin Cheonsa itu ga gampang… dan kalian mesti sering jauh2 dari Cheonsa biar banyak adegan macem ini saat sama Donghae hihihihihi ^^

  15. niconiconi says:

    akhirnya moment LDH-HCS keluar juga
    suka suka sukaaaaaa
    LDH vs the family guy yg over protective?
    fighting lee donghae

  16. Betesda Tarigan says:

    Ouuhhhhh alurnya rak terduga, selama ini ternyata si ikan dan Voldemort backstreet 😁😁😁😁
    And for the uncle complex especially for my dearest Sen, find a girl for self darl 😘😘😘
    Bahas2 old money jadi kangen masa2 Lovely Complex.
    dan kalau hubungan mereka kebongkar, mudah2an Donghae ga dibuat jadi pepes ikan

  17. nathalie says:

    OMG..G nyangka bgt klo smua ini th rencana donghae sm cheonsa..trz penasaran bgt sm reaksi philip,dean,sm sen klo tw cheonsa pacaran sm donghae…d’tunggu bgt klnjtn cerita’y…

  18. Lee25 says:

    Jadi itu cuma skenario donghae-hcs , ga nyangka buanget.. seru makin kesini kesininya lanjut terussss

  19. kate203xvg says:

    what?? ternyata itu cuma sandiwara lol lebih menantang sih karena mereka diem-diem haha

  20. ji says:

    wew..mereka ternyata sudah dekat..
    dan bakal penasaran sma reaksi Sen kalo ketauan hubungan merekaa

  21. xxlvcswxx says:

    Akhirnya gaada scene LDH disiksa cheonsa *LOL*
    I love donghae’s image as rich men so much btw hehe❤ as expected he looks hella cool with CEO title😀

    next part please bikin sweet skinship scene lg ya ka son hehehehe ;D

    P.s Still wait for sen's love relationship

  22. chocolight says:

    AKHIRNYA FF YANG MEMANJAKAN MATA SHIPPER LDH-HCS SETELAH SEKIAN LAMA❤❤❤❤❤

    Apalagi disini Donghae berhasil menjadi pria jantan yang tajir melintir dan punya perusahaan, jadi asik dong ya❤

  23. […]  In related stories with:  Teaser | Selling The Phillips | Misread | Perfect Strangers | Secret Hours […]

  24. Uh oh. Ini… Beda ya ceritanya dari yang biasa, aku ga ngeh dan ga prediksiin kalo mereka sebenarnya udah pacaran, kirain ya mereka emang ga kenal dan cheonsa bakal ngegodain hae kkk

  25. Dion says:

    It was unpredictable, seriously. Gue mikir kalo itu malah awal dari cerita mereka. Oh, that feeling when your prediction is wrong. Ah yeah!

  26. cutebabyhae says:

    hahahaha akhirnya terkuak juga hubungan malaikat dengan pasangannya. Gak nyangka demi waktu pertemuan sehari harus matahin tulang hisung dulu. Gimana kalau LDH meminang cheonsa mungkin harus disiksa di neraka soalnya baru mau pacaran aja udah mati duluan kayaknya😄

    Tapi disini cheonsa kelihatan lebih calm and sweet. Oh gak bisa dipercaya? apakah chapter selanjutnya cheonsa balik lagi ke jati dirinya? hahaha

    btw aku pengin tahu kehidupan cintanya philiph eaaaa :v kali aja dia udah punya wanita kalangan rendah -___- yang gak dipublikasikan bahkan sama keluarganya *karma ceramah mulu😄

  27. minaafr says:

    karena donghae seorang ceo jadi kira kira philip permasalahin gak ya? sen protektif hmmm karena apa ya kira kira yang bikin dia jadi kaya gitu?

    setuju sama comment di atas! cheonsa jadi sweet gitu dan cerita ini full of fluff gitu jadi mungkin kak son bakal ngasih the philips angst? a good story as always, kaak so semangatt lanjutinnyaa

  28. Fira says:

    “Im owner of ths company, and you ..”

    For thegodsake Mr Leeee, u got ma heart

  29. insan nurmala says:

    Ciee yang punya hubungan tapi di rahasiain.😀
    kalau hubungan kalian terbongkar bisa jadi cheonsa di kurung di rumah,atau cheonsa akan selalu di temani oleh paman paman yg kece nya itu kemanapun dia pergi😀

    Maaf banget ya kak son,aku baru bisa baca😦

  30. Raeder says:

    ALUR MENGAGETKAN MACAM APA INI?!
    WOA! sama sekali tak terpikirkan oleh gua kalo ini hanya skenario semata :’) ASTAGA ASTAGA! Okay gua akan mencoba tenang :’) pokonya chapter ini berjempol jempol kaaaakk!!
    Dan skinship scenenya🙂🙂 lah

  31. […] related stories with:  Teaser | Selling The Phillips | Misread | Perfect Strangers | Secret Hours | […]

  32. pitongtong says:

    Well lee , only two things.
    Yourself and here . 😝😝😝😝😝😝😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊

  33. JihaeviLee says:

    Awalnya calm eh pas Donghae bilang kalau dia merindukan Cheonsa trus nyium dia 😑 disitu langsung shock. Gk nyangka aja ternyata semua yang dilakukan Cheonsa dan Donghae adalah sebuah akting. Ternyata mereka berdua sudah lebih dekat dari perkiraan 😮

    Sempet-sempetnya juga foto Donghae mau dijual haha disitu mikirnya Cheonsa emang sarap, foto bos-nya sendiri mau dijual eh ternyata bos-nya sendiri orang yang dicintainya 😁

  34. xixi says:

    dan serius se-kaget itu pas baca cerita ini apalagi pas bagian terkuaknya hubungan donghae sama cheonsa yg ternyata sudah se-intim itu dan bener-bener ga nyangka bakalan kayak gitu ceritanya dan kejutan2 kecil kayak gini yang bkn nagih mau lagi, dan penasaran gmn reaksi daddynya dan omnya terutama sen kalo ternyata adegan kemaren itu cuman akting doang huhu dan donghae harus berusa keras bgt kalo pengen meluluhkan dan dapet ijin dari daddy sawa dua omnya cheonsa ini mah. sebenernya, di chap sebelumnya percaya kalo keluarga han ga bakal terpengaruh sama perbedaan strata sosial dalam percintaan eh ternyata mrk melihat strata sosial juga, dan kedepannya hub. dean sama solji juga bakal sulit😦

  35. xixi says:

    dan serius se-kaget itu pas baca cerita ini apalagi pas bagian terkuaknya hubungan donghae sama cheonsa yg ternyata sudah se-intim itu dan bener-bener ga nyangka bakalan kayak gitu ceritanya dan kejutan2 kecil kayak gini yang bkn nagih mau lagi, dan penasaran gmn reaksi daddynya dan omnya terutama sen kalo ternyata adegan kemaren itu cuman akting doang huhu dan donghae harus berusa keras bgt kalo pengen meluluhkan dan dapet ijin dari daddy sawa dua omnya cheonsa ini mah. sebenernya, di chap sebelumnya percaya kalo keluarga han ga bakal terpengaruh sama perbedaan strata sosial dalam percintaan eh ternyata mrk melihat strata sosial juga, dan kedepannya hub. dean sama solji juga bakal sulit😦

  36. Snowcho says:

    Wuaaaw,,ternyata donghae dan cheonsa punya hubungan yg disembunyikan. Aku bener2 gk nyangka. Di part sebelumnya donghae kelihatan sama sekali gk tertarik sama cheonsa. Aku kira romansa hubungan ,mereka baru akan dimulai. Eh,ternyata udah start dari jauh2 hari.
    Aduh,hubungan dean sama solji kayaknya gk bia berjalan dengan lancar nih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s