hmm

.

Family Guy

 In related stories with:  Teaser | Selling The Phillips | Misread

.

Chillax. I got one, it’s Barbie. You can do yours.

.

.

 

“Aku adalah pria sejati, hal seperti ini sungguh menjantuhkan harga diriku.” Phillipe Dean Han duduk disebuah sofa berbentuk karakter Hello Kitty, dengan beberapa pelayan yang mulai menyapukan masker Siput ke seluruh wajahnya. Disampingnya, Sen Philips Han terlihat menikmati pijatan-pijatan lembut di wajahnya.

“Tidak ada yang menyuruhmu berada disini, kau memilihnya sendiri.” Han Cheonsa membiarkan salah satu pelayan menempelkan dua potong timun di atas matanya.

“Aku tidak bisa melihatmu hanya mengajak Sen, aku merasa dianak tirikan, bukankah aku adalah pangeran kesayanganmu?” Walaupun dia bersikeras bahwa duduk disebuah salon wanita adalah hal yang dibencinya, tapi sebenarnya dia sangat menikmati pelayanan dari salon itu. Terlebih, bagaiamana bisa dia melihat Malaikat Kecilnya pergi bersama si gila tampan cool Sen?

“Dean—menurutku kukumu sangat pucat, bagaiamana jika kita hias dengan mata Hello Kitty? Itu terdengar menyenangkan—mari kita lakukan.” Mendengar tawaran gila dari keponakannya membuat Dean dengan cepat menolak, dan berteriak mengapa Sen tidak pernah mendapatkan permintaan menyebalkan dari Cheonsa.

“Chillax. I got one, it’s Barbie. You can do yours.” Sen mengangkat jari-jarinya yang sejak tadi berada dibawah, kukunya kini telah dipenuhi oleh nailpolish berwarna pink terang dengan motif Barbie berserta aksesorisnya.

Dan untuk kesekian kalinya Dean kembali mengumpat, mengapa Sen selalu terlihat tampak gagah dan tangkas dengan apapun yang dikatakannya—beberapa pelayan wanita dan setengah wanita, berkali-kali menjerit tertahan ketika mereka mendengar Sen berbicara atau tersenyum ke arah Cheonsa. Sungguh kejam, seharusnya dia yang dikelilingi wanita—Sen boleh mengambil pria-pria gemulai itu.

“Malam ini aku memiliki kencan dengan seorang model dari Melbourne. Apa yang akan dia katakan ketika melihat pria tampan ini beraksi panas dengan kuku Hello Kitty?” Dean melepas kedua timun dari mata Cheonsa, dan menatap keponakan kesayangannya itu dengan wajah memohon. Dia tidak akan bisa menolak permintaan Cheonsa sebodoh apapun itu—tidak hanya dia, buktinya si tampan Sen mau menuruti permintaan bodoh Cheonsa.

“Baiklah, dengan berat hati aku harus mengeluarkanmu dari daftar kesayanganku tahun ini. Aku akan tetap memasukannmu, tapi mungkin posisimu di bawah Yamano.” Cheonsa mengambil iPhone-nya dan mulai menghapus nama Dean dari notes Annual Cheonsa Awards-nya.

Annual Cheonsa Awards adalah sebuah malam penghargaan, dimana setiap satu tahun sekali Cheonsa akan menggelar pesta mewah yang dihadiri oleh empat orang saja; Philip, Dean, Sen, dan Yamano.

Dimana nantinya Cheonsa akan memberikan penghargaan terbaik siapa yang akan menjadi Cheonsa Love Of The Year—dimana Dean selalu menjadi juara bertahan, karena Dean—ya, dia memuja Cheonsa dan selalu melakukan hal bodoh untuknya.

“Oh baiklah! Kau kejam! Aku tidak akan membiarkan si tampan brengsek Sen mengambil posisiku.”

Pupus sudah harapannya menjadi pria tampan sejati di hadapan model Melbourne itu malam nanti, tapi melihat Sen yang kini dengan sengaja memamerkan kuku-kuku Barbie dengan senyuman penuh kemenangannya, membuatnya tidak tahan.

“Tidak hanya kuku Hello Kitty, tolong riaskan wajahku seperti Hello Kitty! Aku akan berkencan dengan riasan wajah Hello Kitty!”

Cheonsa menatap Pamannya dengan wajah senang, dia memeluk Dean dengan semangat dan mengecup pipi Dean dengan singkat.

“Wow Dean kau benar akan melakukan itu untuku? Kau memang yang terbaik. Aku akan membiarkanmu menyiksa Ayah selama tiga hari, dengan apapun yang kau inginkan—dan jika Ayah marah, aku akan membelamu.”

Cheonsa yang kejam bertemu dengan Dean yang jahat, kini mereka berdua tengah berpelukan dalam tarian Barney & Friends—untuk merayakan perjanjian iblis yang di segel oleh tarian aneh tersebut.

Sen menatap mereka berdua dengan pandangan tidak tertariknya, dia membiarkan dua idiot itu yang masih mengenakan masker Siput, melakukan reka adegan dari film Lion King dimana sang Monyet mengangkat anak Singa untuk pertama kalinya di ujung tebing.

“Aku rasa kebodohan Dean dan Cheonsa telah menghancurkan gene sempurna keluarga Han.”

Beberapa pelayan tertawa kecil mendengar kata-kata Sen. Ini memang bukan pertama kalinya Sen berada disini. Cheonsa selalu membututinya kemanapun dia pergi, lalu setelah malaikat nakal itu merasa bosan dengan semua teman-teman Sen, Cheonsa akan memaksa Sen untuk menemaninya menghabiskan waktu di salon ini—dan mendengarkan kisahnya tentang bagaimana dia berpikir bahwa bumi itu berbentuk segitiga. Kebodohan Dean telah mengalir sempurna di jiwa gadis itu.

“Apa Tuan Philip tidak datang kemari?” Seorang pelayan bernama Nash bertanya seraya memoles kuku-kuku Barbie Sen untuk yang terakhir. Nash adalah satu-satunya pelayan pria di salon ini yang waras, dan masih menyukai wanita. Jadi menurut Sen, Nash adalah satu-satunya pelayan yang aman untuk menanganinya.

“Dia sedang sibuk dengan Ayah kami, hari ini Ayah kami datang dari Kensington.” Sen mengalihkan matanya dan menemukan Dean serta Cheonsa telah kembali ke tempat duduk mereka. Hanya Dean yang tidak pernah ke salon ini, karena dia berkata bahwa dia terlalu jantan dan tampan untuk semua ini.

“Hey, Philip just sent me a text with a photo. He’s getting mad.” Sen menunjukan layar ponselnya, menunjukan foto Philip dengan Rogers—Ayah mereka.

.

.

From: Philipy Chilly Corny

Screen Shot 2016-08-02 at 5.02.42 PM

Where the hell are you guys? Dad kept asking where you guys at. He’s getting moody since Cheonsa is not here. We’re going to fly, he would have put the aircraft on automatic pilot. You left me alone with him, I’m gonna break something of yours.

.

.

Dean, Sen, dan Cheonsa tertawa bersama membayangkan apa yang harus Philip lalui dengan sang Ayah yang selalu mempermasalahkan sesuatu. Mungkin itulah alasan mengapa mereka lebih sering menghindari Ayahnya, oh kecuali Cheonsa—Rogers sangat menyayangi Cheonsa.

“Aku ingin Solji yang menangani Dean, ini masih jam kerja Solji bukan?” Cheonsa membiarkan salah seorang pelayan memanggil pelayan bernama Solji tersebut, sementara Dean kini telah disibukan dengan kisahnya sebagai pria tampan yang selalu menarik perhatian setiap wanita.

“Hai, jadi siapa yang akan mendapatkan riasan Hello Kitty?” Seorang wanita berambut coklat muda menatap Dean dengan senyuman ramahnya. Selama beberapa saat Dean tidak bereaksi, dia hanya menatap Solji dengan pandangan takjubnya.

Untuk seukuran seorang Playboy tampan kelas atas, Dean jelas menunjukan kelemahannya dengan begitu cepat. Dengan wajah cantik dan menggemaskan seperti itu, Solji tidak terlihat seperti seorang pelayan Salon—dia lebih cocok menjadi salah satu koleksinya.

“Dean—dia adalah—“ Dean mendorong Cheonsa dalam satu gerakan membuat keponakannya itu mengumpat dalam bahasa binatang.

“Kenalkan, namaku Phillipe Dean Han, kau bisa memanggilku Dean atau Oppa.” Mendengar kata-kata menjijikan dari Dean, lantas membuat Sen dan Cheonsa menatapnya mual. Juga ini adalah pertama kalinya Dean menggunakan sebutan ‘Oppa’ untuk dirinya. Tapi Solji tidak menjawab, wanita itu hanya tersenyum dan mulai membuka kotak make up-nya.

Dean tidak bersuara, itu adalah hal baru, karena Dean selalu lupa bagaimana menutup mulutnya apalagi dihadapan wanita. Dean kini hanya memandang wajah Solji dengan lekat, seakan senyuman wanita itu telah berhasil menghipnotisnya dan siap membawanya ke kehidupan yang lebih baik.

Cheonsa menatap perubahan di wajah Dean dengan seksama, ketika dia melihat Solji tengah sibuk dengan alat-alat make-upnya, Cheonsa memutuskan untuk berdiri di belakang kursi Dean dan memeluk pamannya dari belakang.

Untuk orang lain, adegan itu mungkin terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta—beberapa pelanggan yang sejak tadi menatap Dean dengan minat, perlahan mulai menekuk wajah mereka dengan kecewa karena Dean telah memiliki seorang kekasih.

“Dean, she’s my favorite—don’t try to break her.” Cheonsa berbisik dengan tenang, sebelum dia menyapukan kecupan singkat di pipi Dean. Dia tahu apa yang Cheonsa bicarakan, tentang Solji. Dia memang memiliki kecendrungan untuk meninggalkan wanita dalam hitungan jam, dan menghancurkan harapan mereka dalam hitungan detik.

“Untuk seorang pria, tekstur wajahmu sangat bagus. Tidak heran Cheonsa memilihmu sebagai kekasihnya.” Solji menyapukan sebuah blush on berwarna merah muda ke wajah Dean.

“Dia bukan kekasihku, Cheonsa dalah keponakanku. Tapi aku lebih menyukai jika kau berpendapat seperti itu.” Dean tersenyum ke arah Cheonsa, tapi Malaikat Kecilnya itu telah sibuk memainkan rambut Sen dengan alat pengikal rambut disana. Sen hanya tertawa kecil, membiarkan Cheonsa duduk di pangkuannya, dan melakukan apapun yang gadis itu inginkan.

Sen, Adiknya itu, mungkin adalah yang teratas di dalam pergaulannya. Sen selalu terlihat seperti karakter utama dalam komik-komik, dingin dan sempurna. Dia tidak pernah tersenyum, atau meluangkan waktunya untuk berbicara lebih dari dua kata.

Orang-orang mungkin akan berpikir bahwa Sen adalah pria yang tidak memiliki hati, tapi semua pandangan itu berubah ketika Sen bersama Cheonsa. Dengan Cheonsa, Sen selalu tertawa dan tersenyum—membiarkan gadis itu melakukan apa yang dia inginkan.

“Oh Maaf, ini adalah kali ketiga aku salah menebak. Pertama dengan Philip yang ternyata Ayahnya, kedua dengan Sen yang ternyata Pamannya, dan ketiga kau—aku benar-benar tidak menyangka Cheonsa memiliki kalian bertiga untuk dirinya sendiri.” Mendengar kata-kata Solji entah mengapa membuatnya sedikit meradang.

“Itu adalah ungkapan yang egois. Cheonsa tidak pernah memilih kita. Kita bertiga yang memilihnya. Orang lain mungkin melihat Cheonsa begitu beruntung karena dia memiliki tiga orang yang akan melakukan apapun untuk melihatnya tersenyum, tapi bagi kami—mungkin itu semua kami lakukan karena kami tidak pernah bisa memberikannya kasih sayang seorang Ibu di dalam hidupnya. Aku akan melakukan apapun untuk melihat Malaikat Kecil itu tersenyum lagi seperti dulu, seperti ketika Ibunya mencium keningnya.”

Kini dia merasa benar-benar menjadi pria sensitive yang bodoh. Mengapa dia harus mengeluarkan semuanya kepada seorang wanita asing yang baru pertama kali ditemuinya? Mengapa dia tidak pernah membicarakan ini dengan Philip dan Sen?

Mengapa dia tidak pernah membicarakan bahwa Alexa Ahn—pernah berusaha untuk bertemu Cheonsa tapi dia melarangnya, karena dia begitu takut bahwa Alexa akan menyakiti Cheonsa dan Philip untuk kesekian kalinya, sehingga mulai dari detik itu Alexa tidak pernah lagi bertemu dengan Cheonsa. Putrinya sendiri.

“Maafkan aku, tidak seharusnya aku membicarakan ini denganmu. Aku tidak menjadi diriku sendiri ketika hiasan Hello Kitty ini berada di wajah dan jari-jariku.” Dean mengulaskan senyuman sempurnanya, dia telah kembali menjadi dirinya sendiri. Dia membiarkan Solji menatapnya beberapa saat sebelum Cheonsa dan Sen menghampiri mereka.

“Hey, kau terlihat sangat menarik dengan riasan Hello Kitty ini. Solji memang yang terbaik.” Cheonsa mengedipkan matanya ke arah Solji.

“Kau terlihat jauh lebih tampan dari sebelumnya, Dad akan menyukai perubahanmu.”

“Shut up, Sen.”

Sen tertawa kecil, satu tangannya merangkul pinggang Cheonsa. Bahkan dengan kuku-kuku Barbie itu, Sen masih terlihat cool dan tampan. Sungguh tidak adil. Dean mengikuti langkah Cheonsa dan Sen keluar dari salon itu, dia bahkan tidak menengok ke arah Solji.

Bukan karena dia merasa tersinggung dengan ucapannya, tapi lebih kepada mengapa dia begitu sensitive dan sangat terbuka kepada wanita selain Cheonsa dan Ibunya untuk yang pertama kalinya.

“Aku dan Cheonsa akan kembali ke rumah, semenjak Philip terus menterror ponselku. Good luck with your date, it will be a pleasure if that Melbourne’s Model into kinky Hello Kitty act.”

Dean menendang kaki Sen ketika mendengar ejekan dari Adiknya, yang dibalas oleh gelak tawa dari Sen. Cheonsa memang berhasil merubah mereka semua, Sen yang dulu mungkin tidak akan pernah berbicara dengannya lebih dari dua kata–tapi lihat dimana kini mereka berada, di depan sebuah salon wanita dengan kuku-kuku cantik serta melempar lelucuan satu sama lain.

“Dean, jangan pulang terlalu malam—hari ini ada siaran ulang Barney & Friends dan aku ingin menyaksikannya di kamarmu.”

Dean menatap mata Malaikat Kecilnya yang polos. Dan rasa bersalah itu kembali menghantuinya.

“Tentu saja.” dia kemudian mengecup kening Cheonsa sebagai perpisahan, dan membiarkan Ferrari milik Sen melaju cepat menembus keramaian jalan. Dia masih berdiri disana, menatap bayangan dirinya dari kaca mobil Aston Martin yang berada di hadapannya.

Dia menarik ponsel dari sakunya, mengetikan beberapa nomor disana—dan menunggu suara nada sambung hingga suara seorang wanita dengan aksen Melbourne-nya yang kental menyapanya dengan lembut di ujung sana.

“Kate, my dear darling—I’m sorry, I can’t make it tonight. I have some important things to take care of, until then—till we meet again.”

Apa yang baru dia lakukan? Menolak kencan panas dengan seorang wanita adalah hal yang tidak pernah ditolaknya, dan hanya karena seorang pelayan salon yang membuatnya membuka perasaannya secara gamblang, dia memutuskan untuk membatalkan semua itu.

He’s such in deep shit.

“Hey,” suara seorang wanita mengembalikan pikirannya, Solji berdiri di hadapannya dengan wajah menyesal.

“Aku minta maaf jika perkataanku tadi sempat menyinggungmu, aku tidak bermaksud untuk membuatmu merasa tidak nyaman, dan aku ingin menebusnya dengan secangkir kopi—ada kedai kopi yang enak di sekitar sini, tapi aku tidak tahu apa itu bisa memenuhi ekspetasimu.” Solji berkata dengan senyumannya yang gugup, ini adalah kali pertamanya berbicara dengan pria sempurna seperti Dean. Dan bagaimana dia merasa bersalah karena telah menyinggung pria itu.

Dean menatap bayangannya di kaca, wajah penuh riasan Hello Kitty dan jari-jari berwarna merah muda—dan dia tertawa, dia tertawa keras menyadari penampilannya yang konyol. Dia berpikir bahwa hanya Philip dan Sen yang berubah untuk Cheonsa, nyatanya dia telah merubah dirinya sejak pertama kali Malaikat Kecil itu berada di dunia ini.

“Itu adalah hal yang bagus, semenjak kau baru saja merubahku menjadi seorang pria gemulai.” Dean mengacak rambut Solji dengan lembut, dan melangkahkan kakinya dengan mantap.

“Bagaimana dengan mobilmu?” Solji menunjuk ke mobil Dean yang ditinggalkan begitu saja. Pria itu berjalan mendekat ke arah Solji, dan berbisik dengan tenang.

“Rasanya berjalan beriringan denganmu adalah hal terbaik yang akan terjadi pada malam ini.” Dimana kata-kata itu berhasil membuat wajah Solji bersemu merah.

Suatu saat nanti ketika waktunya telah tiba, dia akan memberitahukan ini kepada Cheonsa—dia akan membuat Malaikat Kecil itu mengerti mengapa dia melakukan semua ini, tapi sebelum waktunya tiba, dia akan membiarkan Han Cheonsa hidup bahagia di dalam pelukannya.

Dan untuk Dean, wanita ini mungkin akan menjadi perjalanan hidupnya yang baru.

Solji.

.

.

.

-FIN-

.

.

.

Solji

solji2-side

 

.

.

Additional Facts:

THE FAMILY GUY

Philip, Dean, dan Sen, berasal dari keluarga Old Money di London, Ayah mereka bernama Phillipe Rogers Marc, menikah dengan seorang bangsawan cantik berdarah Korea bernama Lady Han Hwa-Young. 

.

.

 

Finally it’s up. Karena masih final exam jadinya gabisa showering updates tiap hari, but soon time will enough. Di series ini, kisahnya gacuma fokus di love-life HCS aja—tapi semua the delicious Philips akan mendapatkan love-life mereka. Because they’re too cute to be ignored. Last, the next post will be launch if this post has reached 17 comments or so.
You can drop a question about The Family Guy on comment box, and I’ll gladly answering yours🙂

xo

IJaggys

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

33 responses »

  1. FisHaeGyu says:

    Eciee yang falling in love :v Udah waktunya Dean ‘ngelepas’ cheonsa terus nanti tinggal giliran Sen sama Philipe… Cheonsa percayain aja sama siikan beke bantet Lee donghae :v
    … Ditunggu yah kak cerita lainnya… Pliss apdet LDHCS lagi…^^

  2. ji says:

    huaaa…
    jdi penasaran sma dean, dan ku kira solji exid bahahhaha.
    ternyata bukan..
    duh hello kitty berjalan di kedai kopi pasti bnyk yg ketawain

  3. byunrifa says:

    suka banget sama series ini, kalo udah baca adegan Dean-Cheonsa nari barney&friends suka bayangin mereka ala ala suku pedalaman yang lagi nari mistis wkwkw
    bayangin jadi Cheonsa kayanya hidupnya seru bangeeet, dan di chapter ini Dean Han pemeran utamanya uhhh playboy macam Dean kalah sama mba mba Salon😀
    berharap cerita Sen lebih menarik dan ada scene Cheonsa-Donghae-Kyuhyun haha
    keep writing🙂

  4. niconiconi says:

    oh no si tampan cool sen pake nailpolish berwarna
    pink terang dengan motif Barbie berserta
    aksesorisnya??apapun yg nempel di sen bikin makin tampan dan coo.dan pastinya tak.mengurangi kadar cinta ku.hahahaaha

  5. ffeby says:

    oooh, om dean yang sweettt…. beruntung bgt cheonsa punya om yang bakal ngelakuin apa aja yg dia minta..
    jadi ngebayangin om dean yang jalan dengan muka hello kittynya hahaha😆😆😂

  6. Betesda Tarigan says:

    Den benar2 koplak ya, gabisa dibayangkan cowo semacho Dean harus dandan ala hello kitty. Awalnya bayangin Soljiitu Nana after school loh 😂😂😂
    Post di wattpad juga dong Son 😀😀

  7. Kyupit says:

    Cheonsa sukses bikin paman2nya jadi bonekanya mau2 aja didandanin ala hello kitty dean-sen paman2 idaman bgt dan si playboy dean kayanya lg jatuh cinta pd pandangan pertama sama solji nih wkwkwk

  8. Zii says:

    cieee ada yang lagi jatuh cinta ya , hayoo ngaku wkwk😀
    ehm ngmg2 Donghaenya blm muncul lagi ya

  9. namgichan says:

    Guud..

    dapet solji yang bukan dari wanita kelas atas. bakal seru nih perjalanan kisah dean >_<

  10. Choi Rinna says:

    Wkwk, ngakak bayangin dean dgn kuku plus riasan hello kitty nya jg sen dg kuku kuku barbie nya😀😀 :v
    Cheonsa bener bener ajaib bisa ngrubah ketiga pria sempurna yg mengelilingi hidupnya, pasti menarik skali kehidupan HCS🙂

  11. ditaaa says:

    yaaa ampuuunn Sen kamu nyebelin banget!!! kenapa sosok Sen disini idaman banget sihhh!!! yang kalo sama orang lain cuma ngomong 2kata tapi kalo sama Cheonsa bisa jadi orang yang beda dan menyenangkan!!!! :(((

    kalo dengan bertemunya Dean dengan Solji bisa bikin dia berubah nantinya, gue seneng banget… pls Dean be a “good guy” :)))

  12. kim_yeon says:

    Kyaaa !!! >< Dean lagi dimabuk cinta❤ Yuhuuu~~
    Pertama kali baca nama Solji aku langsung teringat EXID solji😄 . Ughhh~ Ngebayangin Dean n Sen memakai hiasan Hello Kitty pasti lucu banget.
    Aku penasaran sama Alexa Han. Di cerita ini apa yang terjadi antara Philip Han & Alexa Han

  13. Sofia TJ says:

    Ini sebenernya antara gue kasian sama pengen ngakak ngeliat bentuk keluarganya Cheonsa. Saking sayangnya sama dia, om-omnya pada rela ngelakuin apapun termasuk pake cat kuku hello kitty/barbie.

  14. fsshy says:

    Akhirnya Dean kayakny bakalan serius suka sama cewek. Aku kira wktu baca judulnya “apa ini kedatangan Kyu?” ternyata enggak.
    Mgkin lain kali ntar bikin cwo cwo panas itu ketemu sama cwe impiannya ya

  15. Lee25 says:

    Sen pakenailpolish warna terang + motif barbie. Ga bisa bayangin duhhh wkwkww sen yang cool ituuu 😂

  16. Uh again. Ini seolji exid kan? Kita punya selera yang sama. Aku suka series ini, cheonsa masih jahat tapi kalo sama mereka lebih ke polos, kekanakan gitu, beda kalo ceritanya ama hae dia kan suka menindas 😂 tapi teh son kok kangen ya ff cheonsa donghae yang married life. Ama jun juga…

  17. kate203xvg says:

    Wah dean ketemu cewe hehe kira kira berakhir serius apa engga yaa

  18. shfly3424Arista says:

    Duhhhhhh. Terharu bngetttttt
    cieeeee dean dppt solji

    Smua lkluaarga han ada love lifenya
    Philiip. Jg ada lagi ya nantinya ?

  19. shfly3424Arista says:

    Duhhhhhh. Terharu bngettttttt
    cieeeee dean dppt solji

    Smua lkluaarga han ada love lifenya
    Philiip. Jg ada lagi ya nantinya ?

  20. […]  In related stories with:  Teaser | Selling The Phillips | Misread | Perfect Strangers […]

  21. nathalie says:

    Jd itu alasan’y knp paman” cheonsa bgtu over protective???

  22. xxlvcswxx says:

    Imagine sen hold his cigarette with those pinky nails *LOL* hahahahaha Can’t wait to see sen got his girl too btw. Kak son next part pleaseee~

  23. […] related stories with:  Teaser | Selling The Phillips | Misread | Perfect Strangers | Secret […]

  24. Dion says:

    Can;t wait to see sen’s girl!

  25. cutebabyhae says:

    Dean jatuh cinta atau penasaran sama solji? But i still love sen😄 apadah gak nyambung tapi tapi kalau philip jarang kelihatan sama Cheonsa padahal kan ayahnya ckckckck pantas om om nya sayang bgt sama Cheonsa bahkan udah kayak antek Cheonsa. love them

  26. minaafr says:

    DEAAAAAN AARGH gila favorit banget. dan aku beneran kaya… ‘awed’ gitu ke cheonsa dan tak bisa dijelaskan dengan kata-kata lagi bcs cheonsa yang lagi manja-manjaan sama mereka itu lucu abis.

    and hello uncle rogers! your sons are seriously awesome.

  27. Fira says:

    Entah knp aku selalu terpesona sana Sen . Aura nya ngena banget

  28. insan nurmala says:

    Plisss cheonsa pinjem om om nya seminggu aja ya.😀
    asik banget kayanya punya om kaya mereka😀
    Aku aja yg cewek gak suka kuku pake nail art atau semacamnya,lah ini mereka mau aja ya di suruh cheonsa pake nail art.😀
    kalau cheonsa yg nyuruh memang gak ada yg bisa bantah kayanya.
    Ciee yg fallin in love ehem ehemm😀

  29. Raeder says:

    OH GOD Philips Rogers Han Daddy material bgt :v
    Udah mikirin yang bakal jadi pasangan Sen siapa ya :’) ah andai pasangannya yang sama sama cool berdarah dingin kek Sen gitu AAAHHHH!! semoga next part gitu dah, baca dulu daripada penasaran.

  30. […] related stories with:  Teaser | Selling The Phillips | Misread | Perfect Strangers | Secret Hours | […]

  31. JihaeviLee says:

    Dean itu ada sisi konyolnya juga. Sebenernya kalau dilihat dari wajah Dean lebih cool dibanding Sen, menurutku sih. Hmmm btw Solji-nya cantik 😍 pantes juga Dean kepecut 😁

  32. xixi says:

    halo om dean yang kali ini jadi tokoh utama di cerita ini, huhu sederhana banget ya cara gimana dia bisa jatuh hati sama cewek, dan penasaran pas giliran sen jatuh hati macem gini bakalan se-gemes apa maybe bakalan cute bangeett hahaha

  33. Snowcho says:

    Sen sama dean bener2 deh,rela kukunya di cat dengan tema yg cewek banget hanya demi cheonsa.Dan dean,ya ampun…bahkan wajahnya jg dirias ala hello kitty.Aku membayangkan tiap dean dan cheonsa melakukan tarian ritual mereka.hahaha
    Ternyata dean yg nglarang alexa buat gk bertemu cheonsa. Dan hellooo…seorang Dean akhirnya hatinya bener2 tertambat juga sama seorang cewek, Tinggal nunggu sen ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s