GANGNAM8

.

.

Prologue | 2 | 3 | 5 | 6 | aes·thet·ic

.

.

.: One Night In Tokyo :.

.

.

.

***

Aragawa

Minato, Tokyo.

 

Kim mengalihkan pandanganya dari jalanan Shimbashi yang ramai. Limousine milik menteri pertahanan South Korea itu bergerak lambat di bawah rintikan hujan yang mengguyur langit malam di Tokyo.

Cheonsa tidak banyak berbicara, di sepanjang penerbangan mereka—Cheonsa hanya mengeluarkan beberapa kata tentang hadiah yang telah dia siapkan untuk Mingyu. Perlu ditekankan, Mingyu—sangat menyukai Cheonsa. Adiknya itu bisa bertahan selama lebih dari tujuh jam hanya untuk membicarakan apa yang Cheonsa sukai.

“Apa Monsieur Lee menganggu pikiranmu?”

Kim bertanya dengan suara ringanya, sebentar lagi limousine mereka akan berhenti di depan pelataran restoran termewah di dunia. Cheonsa menatap Kim sekilas lalu tersenyum.

“Tidak, aku hanya khawatir bahwa Mingyu tidak akan menyukai pemberianku.”

Kim tahu bahwa Cheonsa tengah berbohong. Pertemuanya dengan Donghae jelas menganggu pikiranya. Cheonsa merapihkan penampilanya, satu pengawal membuka pintu limousine itu dengan senyuman ramah mereka. Kim terus menatap Cheonsa, sebelum bibirnya mengeluarkan sebuah kalimat yang membuat sahabatnya itu menatapnya dengan dingin.

“Apa kau menyukai Monsieur Lee?”

Untuk beberapa saat dia bisa merasakan bagaimana samudra itu menatapnya dengan dingin, namun dengan cepat tatapan dingin itu di gantikan oleh senyuman indahnya.

“Aku rasa itu bukan urusanmu, Kim.”

Bisiknya dengan tenang, membiarkan Kim menyadari garisnya bahwa dia bukanlah orang yang berhak mengatakan hal itu.

 

***

.

.

Dia berada di Jepang, tidak yakin dengan apa yang terjadi sebelumnya. Dia mendapatkan telefon singkat dari Hyukjae bahwa sahabatnya itu telah memesankanya tiket pesawat ke Tokyo, beberapa menit setelah Cheonsa masuk ke dalam limousine putihnya dengan tatapan samudra itu yang menusuk.

Hyukjae tidak menjelaskan apa motivasinya mengajaknya ke Tokyo. Ini adalah pertama kalinya Hyukjae mau mengeluarkan uangnya untuk dirinya. Hyukjae menikmati makanan yang di berikan oleh salah satu pramugari disana, sementara dia berusaha berpikir mengapa dia berada di sebuah penerbangan—duduk di bangku kelas ekonomi, menuju Tokyo.

Menuju tempat di mana Cheonsa akan berada.

Pikiranya buram setelah itu, Hyukjae berkata dia memiliki urusan penting, dan menyerahkanya sebuah kunci love-hotel kelas bawah di wilayah Kabukicho, sebelah utara daerah Shinjuku—wilayah yang terkenal dengan prostitusinya.

Dia mengutuk dirinya sendiri karena telah menyetujui keputusan Hyukjae untuk terbang ke Tokyo. Tidak ada alasan yang jelas, Hyukjae hanya berkata bahwa dia memiliki urusan penting di Tokyo—dan dengan di iming-imingi tiket pesawat secara cuma-cuma, Donghae menerima tawaran itu dengan senang hati tanpa mengetahui bahwa sejak mereka mendarat di Tokyo, Hyukjae telah meninggalkanya dengan sebuah map kecil yang dia dapat dari pusat informasi di bandara Haneda.

Kini dia benar-benar tersesat, tidak mengetahui arah pulang di mana hostelnya berada. Hostel kelas bawah yang di pesan Hyukjae untuk dirinya. Layanan hostel itu cukup buruk, peneranganya yang remang, dan bau asap rokok serta alkohol memenuhi ruangan kamarnya—satu-satunya yang membuat Hyukjae membanggakan hostel itu adalah, karena hostel itu menyediakan kondom gratis di setiap kamarnya. Tipikal Lee Hyukjae.

Dia kembali menggerutu saat menyadari bahwa dia tidak membawa uang sama sekali, beruntung taksi yang mengantarkanya dari airport mau di bayar dengan mata uang Korea. Ingatkan dia lagi seberapa besar perjalanan ke Tokyo ini menjadi hal yang buruk untuknya.

Donghae menatap barisan restoran-restoran kelas atas yang berjejer rapih di sepanjang jalanan Shimbashi yang ramai. Dia mencoba peruntunganya, masuk ke sebuah restoran mewah dengan harapan dia bisa menemukan salah satu pelayan disana yang bisa berbahasa Inggris.

Matanya menatap interior restoran itu dengan takjub, dia bukanlah orang yang berasal dari kalangan atas—tapi dia juga bukan berasal dari kalangan bawah. Dia hanya orang yang berasal dari keluarga menengah, dan menyaksikan semua kemewahan itu terkadang membuatnya terpesona.

Langkahnya terhenti ketika seorang pelayan dengan senyuman ramahnya mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Jepang yang fasih—dia tidak bisa mengerti apapun yang di ucapkanya, sehingga dia hanya menganggukan kepalanya seperti orang linglung.

Pelayan itu membawanya ke sebuah meja terbaik dengan pemandangan menghadap kota Tokyo, sang pelayan itu kembali berbicara menggunakan bahasa Jepang dan Donghae hanya membalas senyumanya tanpa mengetahui apa yang pelayan itu bicarakan.

Tidak perduli apa yang di katakan oleh pelayan tersebut—Donghae sudah terpesona dengan pemandangan indah dari mejanya. Dia memutarkan pandanganya ke setiap sudut restoran itu. Semua orang yang berada di sana menggunakan pakaian formal yang mungkin berharga lebih mahal dari biaya hidupnya selama dua bulan, lalu dia memikirkan berapa harga yang harus di bayar untuk menikmati makan malam dalam mewahnya restoran ini.

“Jangan-jangan—“

Donghae berdecit dengan panik, setelah membayangkan kemungkinan bahwa pelayan itu membicarakan akan menyediakan makan malam yang mewah untuknya. Dia tidak memiliki uang sama sekali, bagaimana dia harus membayar semua itu? Oh, sial. Dia mengutuk dirinya, berharap bahwa dia bisa lolos dengan masalah ini.

Tertangkap di sebuah restoran mewah di Tokyo, karena tidak bisa membayarnya.

Adalah hal yang cukup memalukan untuk dirinya dan semua orang yang mengenalnya. Dari ujung ruangan dia bisa melihat pelayan tadi dengan beberapa pelayan lainya, mendorong sebuah service-stand tiga tingkat dengan berbagai makanan pembuka hingga makanan penutup.

Oh, ini sangat buruk. Dia tidak akan bisa keluar dengan selamat dari restoran ini. Dia berusaha menghubungi ponsel Hyukjae, dan harus puas dengan suara layanan pesan di ujung sana. Dia membayangkan kemungkinan terburuknya, beberapa orang petugas keamanan akan menghajarnya dengan keras dan berkata bahwa restoran mewah ini tidak menerima orang miskin sepertinya.

Pelayan itu mulai menata mejanya dan mengeluarkan semua makanan yang berada disana, Donghae beberapa kali mencoba berbicara dengan pelayan itu bahwa dia tidak memiliki uang untuk semua ini dan kesalahpahaman yang terjadi—tapi pelayan itu hanya mengerutkan keningnya, tanda bahwa dia tidak mengerti ucapan Donghae.

“I have no money to pay this bills. I hope you can understand, what I’m trying to say.”

Pelayan itu perlahan mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini akan berlanjut, dia berbicara dengan beberapa petugas keamanan di ujung ruangan—dan Donghae bisa membayangkan apa yang terjadi setelahnya.

“Sir, can you please come with me?”

Pelayan yang sejak tadi tersenyum ramah itu, kini tergantikan dengan wajah sinisnya. Dia benar-benar akan tamat malam ini, baru ketika dia akan bangkit dari kursinya—dia mendengar seseorang dengan suara familiarnya menghentikan pelayan itu.

“He’s with me.”

Han Cheonsa berdiri disana dengan tatapan tenangnya, dia tidak terlihat terkejut menemukan Donghae disini. Justru sebaliknya, Donghae merasakan nafasnya terhenti ketika gadis itu duduk di kursi yang berhadapan denganya—seolah-olah dia adalah orang yang di tunggu Donghae untuk menghabiskan makan malam bersama di restoran ini.

Pelayan itu membungkuk dengan sopan, dan meminta maaf kepada Donghae karena telah berbicara tidak sopan kepadanya. Petugas keamanan di ujung ruangan pun, pergi begitu saja tanpa banyak berbicara.

Untuk beberapa saat meja mereka di isi oleh keheningan. Cheonsa tidak berbicara, dia lebih memilih menatap pemandangan kota Tokyo—dan Donghae dia terlalu terkejut untuk berbicara.

“Jadi, apakah kau mengikutiku?”

Cheonsa merubah posisi duduknya, dia menghadap Donghae—menjelajahi wajah itu dengan menyelidik.

“Maksudmu?”

“Apa kau mengikutiku? Apa kau terbang ke Tokyo, setelah aku berbicara bahwa aku akan berada di Tokyo? Apakah kau membututiku hingga ke restoran ini?” Cheonsa terlihat tidak senang, tapi nada bicaranya tidak sedingin ketika mereka berada di Summer Housenya siang tadi.

“Aku rasa kau memiliki masalah dengan rasa percaya dirimu yang berlebih itu.” Entah keberanian dari mana hingga Donghae berani menyahut seperti itu. Mungkin dia masih kesal dengan pembicaraan mereka siang tadi. Cheonsa menjatuhkan buku menu yang sejak tadi di bacanya, matanya menatap Donghae lekat-lekat, seakan menimbang-nimbang haruskah dia melempar gelas wine ke wajah pria itu atau tidak.

“Jika kau menyukaiku, ini adalah waktu yang tepat untuk mengutarakan perasaanmu kepadaku. Aku sudah tidak terkejut dengan hal-hal seperti ini, puluhan pria mengikutiku dengan cara yang lebih ekstrim. Seorang pria mengikutiku hingga San Paulo hanya untuk melihat wajahku.”

Cheonsa berkata dengan wajah bangganya, dia menyombongkan dirinya sendiri. Cheonsa akhirnya berlaku seperti gadis di usianya, dan Donghae menemukan hal itu sedikit menggemaskan juga menjengkelkan.

“Kau benar-benar membutuhkan pertolongan dari para ahli. Kau memiliki kepribadian yang menjengkelkan dan rasa percaya dirimu itu—“ kata-kata Donghae terhenti saat seorang pria berusia di pertengahan 30an, menghampiri meja mereka dan tersenyum lembut ke arah Cheonsa.

“Cheonsa, apa yang kau lakukan disini? Aku pikir acaranya berada di ruang vip.” Pria itu terlihat menajubkan dengan balutan tuxedo berwarna hitam, wajahnya terasa familiar dan Donghae hanya duduk disana tanpa tahu harus berkata apa.

Cheonsa membiarkan pria itu mengecup keningnya dengan lembut, mereka berbicara beberapa kata sebelum perhatian pria itu kembali tertuju kepada Donghae.

Well, jadi siapa pria beruntung ini?”

Pria itu tersenyum ramah ke arahnya, Donghae membalas uluran tangan pria itu dengan sigap. Dia sedikit gugup.

“Donghae, ini adalah Ayah Sena, Kim Jongwoo.” Cheonsa mengenalkanya dengan santai, untuk seukuran Ayah dari seorang teman—Jongwoo terlihat menyayangi Cheonsa seperti putrinya sendiri.

“Mengapa kalian tidak bergabung bersama kami? Itu akan menyenangkan.”

Jongwoo bertanya dengan senyuman ramahnya, dan Donghae bersiap menolak ajakan itu dengan halus sebelum dia mendengar suara Cheonsa bergema disana.

“Tentu saja.”

Oh, dia bersumpah ini akan menjadi perjalanan terburuknya di Tokyo.

 

***

Ruangan VIP itu seketika hening ketika Jongwoo membuka pintu, dengan Cheonsa dan seorang pria yang berjalan gugup di sampingnya. Anthony menyimpan majalah sahamnya saat mereka datang, Jongsuk tidak jauh berbeda—dia menurunkan buku menunya dan melemparkan tatapan penuh tanda tanya ke Philip yang duduk di sebrangnya.

Philip Han adalah satu-satunya orang yang tidak bergeming dengan semua itu, matanya menilai Donghae dari atas hingga bawah—sebelum suara Jongwoo memecah keheningan disana.

“Donghae, kau bisa duduk di sampingku. Orang-orang yang datang terlambat selalu mendapatkan perhatian yang lebih ketika mereka datang.” Jongwoo berkata dengan senyuman ramahnya, menangkis semua tatapan menilai dari orang-orang di ruangan itu.

Cheonsa duduk di samping Kim, tanpa memperdulikan Kim yang hampir mati membeku di tempatnya.

“Aku pikir kau ke toilet, bukan untuk membawa Monsieur Lee. Apa yang dia lakukan disini?” Kim nyaris berbisik, dia begitu terkejut dengan kehadiran Donghae. Cheonsa hanya menatap Kim dengan tenang, gadis itu berjalan menuju meja di ujung ruangan tempat dimana adik Kim,—Mingyu dan teman-temanya berada.

Ruangan itu kembali di isi oleh keheningan, hanya suara teriakan penuh bahagia dari Mingyu dan teman-temanya di meja sebelah saat Cheonsa memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadanya. Situasinya berbanding terbalik, meja itu di penuhi oleh tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang mungkin memiliki ego lebih besar dari kepala mereka.

“Jadi siapa dirimu?”

Anthony memulai pembicaraan dengan senyuman simpulnya, matanya mengarah kepada Donghae yang masih menundukan wajahnya dan berharap Cheonsa segera kembali dan menariknya keluar dari sini.

“Apa pekerjaanmu?”

Kali ini Jongsuk—sang menteri pertahanan, bertanya tanpa basa-basi. Ini adalah pertama kalinya Cheonsa membawa seorang pria ke dalam acara makan malam mereka, bahkan hingga Kris tidak pernah di bawa oleh gadis itu. Jadi situasinya berjalan sangat menarik untuk mereka semua di ruangan ini.

Anthony bahkan tidak terlalu perduli dengan ketidakhadiran putrinya malam ini, atau bagaimana Jongsuk tidak menggubris kehadiran Kim sejak pertama kali pintu limousine itu terbuka. Kim Jongsuk lebih tertarik dengan mendengar penejalasan dari salah satu pelayan disana tentang menu yang akan dia pesan. Hanya Jongwoo yang berkata bahwa Sena tidak bisa hadir malam ini karena memiliki jadwal pemotretan yang padat.

“Apa hubunganmu dengan putriku?”

Suara berat milik Philip Han menderu disana, dia tidak terlihat menyukai apa yang di saksikanya detik ini. Putrinya membawa seorang pria asing ke dalam acara makan malam mereka, konotasinya terdengar negative.

“Dia kekasihku.”

Philip menjatuhkan garpunya saat suara Cheonsa menjawab dari belakang. Gadis itu kini duduk di samping Donghae yang berharap bahwa jika nyawanya di ambil detik ini, dia akan sangat berterima kasih kepada siapapun. Kim menatap Cheonsa dengan tidak percaya, apa yang di lakukan Cheonsa detik ini tentu akan menjadi sebuah masalah besar di kemudian hari.

Senyuman di wajah Anthony menghilang begitu saja, dan Jongsuk kembali menilai Donghae dari atas hingga bawah.

“Aku pikir kau bersama Kris, sayang. Sesuatu terjadi dengan kalian?” Hanya Jongwoo yang tidak menilai Donghae, dia mengelus rambut Cheonsa dengan penuh kasih sayang, matanya seakan berkata bahwa dia akan mendukung apapun yang Cheonsa inginkan.

“Aku ingin pertunanganku dengan Kris di batalkan.”

Rasanya jika dia bisa, Donghae ingin menusuk dirinya sendiri dengan pisau makan yang berada di atas meja itu, dengan begitu dia tidak harus menjadi boneka dalam pembicaraan ini.

“Apa kau tahu apa yang kau bicarakan detik ini?” Philip merubah posisi duduknya, dia tersenyum ke arah putrinya. Jenis senyuman yang merendahkan, pertunangan itu akan tetap berjalan. Putrinya akan tetap menikah dengan Kris, tidak perduli apa yang terjadi.

“Aku tidak ingin terdengar menjadi seorang Ayah yang mendominasi, tapi kau tahu bahwa aku akan melakukan apapun untuk membuatmu tetap berada di jalurmu. Bukankah semua Ayah akan melakukan hal yang sama untuk putrinya?”

Mendengar penuturan dari Ayahnya membuat Cheonsa tertarik, dia mencondongkan tubuhnya menatap garis wajah Ayahnya yang sempurna dan tersenyum meremehkan.

“Apa yang akan kau lakukan Ayah? Apa kau akan membuat pria ini menderita karena berhubungan denganku, seperti yang selalu kau lakukan? Aku tidak ingin terdengar menjadi seorang putri yang tidak sopan kepada Ayahnya, tapi kau tahu apa? Aku tidak pernah menganggapmu sebagai Ayahku.”

Semua yang berada di meja itu menatap Cheonsa dengan tidak percaya, di mata mereka selama ini, Cheonsa selalu menjadi putri sempurna yang tenang. Tidak pernah sekalipun mereka melihat Cheonsa membalas ucapan Philip dengan suara tinggi seperti tadi.

“Jika kau membalas ucapanya lagi dan semakin memperburuk semuanya, aku harap kau membunuhku sekarang—karena hidup pun tidak ada gunanya setelah ini.” Donghae berbisik dengan suaranya yang rendah, dia bisa saja berkata dengan lantang bahwa dia bukanlah kekasih Cheonsa—bahwa dia hanyalah seorang guru honorer yang mengajar Cheonsa di sekolahnya.

Tapi entah mengapa Donghae tidak melakukan semua itu, dia hanya terdiam untuk menyaksikan apa yang sebenarnya akan terjadi jika dia benar-benar menjadi kekasih samudra itu.

“Kau tahu apa yang bisa aku lakukan kepada hidupmu, bukan?”

Donghae bisa melihat wajah Philip dengan rahang yang mengeras, menahan amarahnya sebelum dia melayangkan pukulanya ke wajahnya karena telah berhubungan dengan putrinya.

“Kau tahu bahwa aku bisa melakukan apapun di hidupku, bukan?” Cheonsa tidak bergurau ketika dia mengatakan bahwa dia sudah muak dengan kehidupanya yang sempurna, detik ini dia tengah menyebrangi sebuah jembatan yang tidak pernah di laluinya—sebuah jembatan yang mengantarkanya ke sebuah sisi kehidupan yang tidak sempurna.

“Pergilah, dan bawa Cheonsa bersamamu. Dari sini aku yang akan menanganinya.” Bisik Jongwoo di ikuti senyuman hangatnya, dia menyerahkan kunci Harley-nya ke dalam tangan Donghae. Sekarang dia mengerti mengapa Cheonsa terlihat sangat menyayangi pria ini melebihi Ayahnya sendiri.

Melihat senyuman itu membuat Donghae mendapatkan keberanian entah dari mana, dia menarik tangan Cheonsa dari sana—matanya menatap lurus Philip Han yang sudah mengepalkan tanganya.

“Mulai dari detik ini aku yang akan menjaga Han Cheonsa.” Donghae membungkukan tubuhnya singkat, sebelum dia berjalan keluar dari ruangan itu dengan Cheonsa yang menatapnya tidak percaya.

Tanpa menyadari bahwa kini Philip Han tidak akan tinggal diam dengan apa yang terjadi malam ini.

Dan semua itu akan merubah hidupnya menjadi lebih baik atau lebih butuk dari sebelumnya.

***

.

.

 

Seoul

South Korea.

.

.

“Sammy, ada pesanan di meja dua. Bisa kau menanganinya?” suara supervisor yang sejak tadi berkutat di belakang mesin kasir, memanggil Samantha dengan suara kerasnya. Samantha hanya menganggukan kepalanya dengan malas, sebelum dia menghentikan kegiatanya membersihkan lantai—dimana ada seorang pelanggan yang membawa anak kecil, dan anak kecil itu menumpahkan kopi penuh krim ke lantai.

Akhir pekan adalah hari tersibuk di kafe itu, kafe tempatnya berkerja secara diam-diam selama beberapa bulan terakhir. Pikiranya melayang ke Tokyo, Cheonsa dan Kim pasti tengah bersenang-senang dengan lelucuan mereka bahwa mereka merasa lega karena telah menendang Sammy dan Sena dari sana.

“Selamat datang, ada yang bisa aku bantu?” Samantha menyapa pelanggan di meja dua dengan ramah, sebelum keningnya berkerut ketika menemukan seorang pria yang sangat di kenalnya duduk disana.

“Apa yang kau lakukan disini?” Kris Duizhang bertanya dengan cukup terkejut, setahunya Samantha berasal dari keluarga yang berkecukupan dan tidak membutuhkan kerja sampingan di tempat seperti ini.

“Oh, aku harap kau tidak memberitahukan ini kepada siapapun. Bukan karena aku malu, tapi reaksi yang akan aku dapat mungkin sedikit menyeramkan. Ayahku bisa menutup kafe ini jika dia tahu aku berkerja disini, Ibuku akan berteriak histeris karena dia adalah sosialita dan tidak ingin putrinya berkerja di tempat rendahan. Lalu, well—aku memiliki Cheonsa dan Kim yang akan menendangku kapan saja saat tahu aku membersihkan tumpahan kopi seseorang di kafe ini. Tapi kini mereka telah menendangku, jadi aku tidak perduli lagi.”

Kris tertawa kecil mendengar penjelasan dari Samantha, mungkin senyuman pertama yang pernah di lihat Samantha dari pria itu.

“Jadi apa yang membuatmu tertarik berkerja disini?” ini adalah pertama kalinya Kris terdengar tertarik mengetahui kehidupan orang lain selain Cheonsa. Samantha menarik nafasnya, menimbang haruskah dia memberikan alasan yang solid atau mengabaikan pertanyaan itu.

“Aku hanya merasa bosan dengan kehidupanku. Suatu hari aku melihat seorang gadis kecil berjualan Koran hanya untuk mendapatkan segelas air putih, dan aku berpikir mungkin aku bisa lebih menghargai hidupku dan orang lain jika aku berusaha dengan kedua tanganku sendiri. Tidak mudah memang, tapi aku telah mendapatkan gelar employee of the month selama dua bulan berturut-turut.”

Samantha tersenyum bangga ketika menjelaskanya, dan dia tidak menyangka bahwa Kris akan menjadi orang pertama yang mendengar semua ini. Kris memandang gadis itu dengan tatapanya yang tenang, mungkin selama ini dia telah salah menilai Samantha.

Selama ini dia berpikir hanya ada dua jenis wanita di dunia ini. Wanita seperti Ibu-nya, yang lebih mementingkan gala amal untuk menaikan drajatnya, dan wanita seperti Han Cheonsa, wanita dengan sosok sempurna yang menitimidasi hanya dengan kehadiranya.

Tapi kini dia menemukan Samantha, wanita yang melompat keluar dari zona nyamanya untuk merasakan kehidupan yang bergerak nyata di luarnya. Wanita yang tidak pernah takut untuk menjadi dirinya sendiri.

“Cheonsa sedang berada di Tokyo, kau tidak menyusulnya?” Samantha mencoba mengalihkan pembicaraan, tapi Kris hanya terdiam disana. Dia menatap Samantha untuk beberapa saat, dan mengalihkan wajahnya ke arah lain.

“Ada restoran cepat saji yang enak di sekitar sini, kita bisa mencobanya bersama setelah waktu kerjamu berakhir.”

Samantha terdiam mendengar ajakan itu, Kris masih tidak menatapnya. Tanpa sadar Samantha tersenyum di buatnya.

“Tentu saja.” Bisiknya dengan senang.

 

***

.

.

Tokyo

Kabukicho, Japan.

 .

.

“Kau tahu, kau sangat payah dalam mengendarai Harley. Jongwoo akan sangat kesal jika mendengar motor Harley kesayanganya, berjalan lambat di jalur kiri.” Cheonsa turun dari motor sport itu dengan tatapan tidak terhiburnya. Donghae mengendarai motor sport itu dengan sangat hati-hati, dan setiap kali Cheonsa berkata bahwa dia sangat lambat, Donghae akan balas berteriak.

“Harga motor sport ini jauh lebih mahal dari harga diriku. Kau bisa berjalan kaki jika benar-benar tidak suka dengan caraku menyetir.”

Donghae akhirnya sampai dengan selamat di love-hotel setelah Cheonsa menunjukanya jalan, dengan persyaratan bahwa gadis itu boleh menginap bersamanya karena Ayahnya masih berada di hotelnya hingga besok pagi. Atau semua itu mungkin hanya alasan Cheonsa saja.

“Ngomong-ngomong, bagaimana Ayah Sena memiliki Harley di Tokyo? Apa semua Ayah-Ayah kalian adalah orang-orang yang memiliki mesin pencetak uang sendiri?” Donghae bertanya dengan wajah polosnya, dia melangkahkan kakinya menuju pelataran hostel yang gelap di penuhi oleh asap rokok dan wangi alkohol.

“Ayah Sena memiliki sekolah fotografi di Tokyo, dia memiliki apartemen juga di sini. Mereka itu kaya tapi bodoh, kecuali Ayah Sena. Philip adalah orang terbodoh di antara yang lain, ingatkan aku untuk merusak lukisan kesayanganya nanti.”

Cheonsa menjelaskan dengan tidak tertarik, matanya tetap mengarah kepada bangunan hostel yang usang. Di depan sana terdapat puluhan gambar wanita panggilan berbaju minim dalam bahasa Jepang.

“Oh, aku tidak tahu kau suka tempat-tempat seperti ini. Apa Sandara tahu kau sering ke tempat seperti ini?” Cheonsa merubah nada bicaranya menjadi lebih serius, mereka kembali lagi ke topic sensitive.

“Aku tidak tahu mengapa aku harus menjelaskan hal ini kepadamu, tapi aku dan Sandara tidak memiliki hubungan apapun. Aku bahkan tidak memiliki nomor ponselnya, dan lihat dimana kita sekarang? Di depan love-hotel yang gelap, dengan kau mengacau bahwa aku adalah kekasihmu! Satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas semua ini adalah dirimu—“

Donghae merasakan tangan Cheonsa menyusup di tubuhnya, gadis itu memeluknya dengan erat membuatnya melupakan kata-kata yang akan dia ucapkan. Dia bisa mencium aroma Corporel dari rambut coklat nilon tersebut, dan bagaimana jari-jari lentik itu memeluknya dengan kencang.

“Aku sangat senang mendengarnya, Lee.”

Donghae merasakan ribuan kupu-kupung terbang di dalam perutnya detik ini, saat gadis itu mengucapkan nama depanya. Tanpa sadar dia membalas pelukan itu, dan menaruh kedua tanganya di tubuh Cheonsa.

Donghae terus memeluk Cheonsa dengan erat, membiarkan gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu Donghae.

Detik itu dia tersadar bahwa dia merindukan Han Cheonsa lebih dari yang dia pikirkan selama ini.

 

***

.

.

“Aku akan tidur di lantai—dan berhenti memandang bungkus kondom yang berada di atas meja itu.”

Cheonsa hanya tertawa saat Donghae membuang bungkus kondom tersebut ke tempat sampah. Kamar itu berukuran sangat kecil dengan tempat tidur yang seadanya, tanpa sebuah sofa—dan kamar mandi yang beraroma alkohol. Cheonsa berkali-kali berguman dengan takjub, bahwa tempat seperti ini benar-benar ada di dunia nyata.

“Kau bisa tidur bersamaku.”

Untuk beberapa saat Donghae merasakan jantungnya berhenti berdetak saat mendengarkan ajakan itu. Pikiranya kembali melayang ke dalam hal-hal yang tidak pantas yang bisa dia lakukan di atas ranjang bersama Cheonsa. Bagaimanapun juga dia hanya seorang pria normal.

“Tapi aku telah membuang kondomnya—“

Kata-kata itu meluncur dengan reflek, membuat Cheonsa mengerutkan keningnya sebelum tertawa dengan puas. Cheonsa tertawa hingga perutnya sakit, ini adalah kali kedua Donghae salah mengartikan ucapanya.

“Hey! Ini tidak seperti yang kau pikirkan!—maksudku!” Donghae berteriak dengan panik, wajahnya memerah dan kata-katanya meluncur tidak beraturan. Tapi Cheonsa tidak perduli dia sudah terlalu tenggelam dalam euphorianya. Dia berjalan mendekat ke arah Donghae yang masih berusaha menjelaskan kata-katanya.

Tatapan tenang Cheonsa berhasil membungkam Donghae, dia merasakan jemari yang indah itu menelusuri wajahnya sebelum Cheonsa mencium wajahnya dengan lembut.

“Kau sangat manis, aku menyukaimu yang seperti ini.” Bisik Cheonsa dengan senyuman sempurnanya, dia menggenggam tangan Donghae menuju tempat tidur. Degup jantungnya terdengar—Ah, bukan. Itu adalah degup jantungnya sendiri, bukan degup jantung Cheonsa.

Cheonsa duduk di tepi tempat tidur, raut wajahnya kini telah berubah. Dia tetap setenang samudra, tapi terdapat sedikit pertentangan di dalamnya.

“Terimkasih untuk semuanya.”

Suara Cheonsa terdengar begitu tenang, dia mengarah ke sebuah pembicaraan yang lebih serius dari sebelumnya. Donghae tidak tahu harus menjawab apa, senang karena gadis itu berterima kasih kepadanya setelah dia melanjutkan sandiwara di depan Ayahnya—atau dia harus merasa sial karena kini ribuan masalah akan datang menghampirinya.

“Kau tahu, Ayahku mungkin tidak akan melepaskanmu begitu saja.” Cheonsa menatap langit-langit kamar itu. Donghae melupakan sesuatu, bahwa yang berada di hadapanya ini adalah seorang putri dari seorang pria adikuasa yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

“Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan, tapi dia bisa membuatmu menyesal karena telah mengenalku.”

Donghae memutuskan untuk duduk di sebuah kursi kecil yang berhadapan dengan Cheonsa. Gadis itu mungkin baru berusia belasan tahun, dan dia memiliki semua masalah yang di sembunyikanya dengan rapih—tapi gadis itu memiliki ketenangan yang sangat luar biasa.

“Mengapa kau melakukan semua itu? Mengapa kau berbohong bahwa aku adalah kekasihmu?” itu adalah pertanyaan yang memenuhi kepalanya. Bertemu dengan Cheonsa di Tokyo jelas bukan sesuatu yang dia bayangkan.

“Mungkin karena aku ingin menginginkanmu,”

Setelah mendengar semua itu Donghae tidak tahu siapa yang harus di percayainya lagi. Samudra itu kini berjalan ke arahnya dan menatap mata coklatnya yang teduh.

“dan kau tidak menginginkanku, Lee.”

Setelah itu dia merasakan Han Cheonsa mencium bibirnya dengan lembut, membuatnya merasa bahwa samudra itu akan bergerak melindunginya dari kejamnya dunia yang telah menunggunya di luar sana.

Dia sangat menginginkan Han Cheonsa.

 

***

.

.

Philip Han menatap beberapa lembar foto di mana Donghae tengah memeluk putrinya. Satu tanganya membaca sekilas uraian singkat riwayat hidup dengan nama Lee Donghae di atasnya.

Salah satu ketua pengawalnya menatapnya dengan serius, dia membersihkan tenggorokanya sebelum memulai laporan pengintaian yang telah di lakukanya selama 24 jam terakhir.

“Lee Donghae lahir di Mokpo, berasal dari keluarga menengah—Ayahnya adalah seorang nelayan, dan Ibunya adalah seorang guru sekolah dasar. Dia mendapatkan beasiswa di Oxford, dan kini terdaftar menjadi guru Fisika dan Kimia di SAIS. Dia adalah orang yang sama, yang mengajar les privat kepada Nona Han. Donghae terakhir kali terlihat di sebuah hostel kelas bawah di daerah Kabukicho, dengan Nona Han.”

Philip Han mendengar semua itu dengan tenang, dia berjalan ke arah perapian yang menyala di dalam ruangan mewah di lantai teratas hotel bintang lima yang di milikinya. Matanya menatap pemandangan kota Tokyo, dari atas gedung pencakar langit dengan tatapan lurusnya.

Tidak pernah sekalipun dia menyadari bahwa waktu itu akan tiba, waktu di mana Han Cheonsa tidak lagi menjadi putrinya yang tidak pernah bersuara. Waktu di mana Han Cheonsa memutuskan untuk keluar dari kehidupanya yang sempurna, untuk seorang pria yang tidak akan pernah mampu bersanding sejajar dengan putrinya.

Philip menggenggam kertas-kertas dan foto-foto itu di dalam tanganya, sebelum membuangnya ke dalam kobaran api yang terdapat di perapian tersebut. Matanya menatap foto-foto itu terbakar secara perlahan, sebelum suaranya memecah keheningan disana.

“Lenyapkan pria itu dari kehidupan putriku, dan buat dia menyesal karena mengenal Han Cheonsa di dunia ini.”

Kata-kata itu terhenti hingga disana, meninggalkan sebuah kesunyian yang menusuk di dalam ruangan mewah itu.

Philip Han tidak akan pernah tinggal diam, dia akan menghancurkan semua orang yang mengusik ketenanganya.

Dan Lee Donghae telah mengusik ketenanganya.

.

.

.

-TOBECONTINUE-

.

.

.

Philip Han

gang

.

.

Kim Jeongwoo

Kim Jongwoo

.

.

Anthony Dale Hwang

samantha's dad

.

.

Kim Jongsuk

kim's dad

.

.

.

***

 

 

Untuk mendapatkan passwor di chapter 10, kalian harus meninggalkan komentar di part ini dan part 9. Part 10 akan terbit dalam hitungan hari🙂

xo

IJaggys

Summer Sale Ebooks: Shop Now!

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

81 responses »

  1. nnn826 says:

    disini kyuhyun gak muncul. huweee…
    oh, jd itu sebabnya knp ayahnya cheonsa mulai bertindak ,
    jadi kriss udah mulai deket juga sama samantha nih, jgn2 bakal ada benih2 cinta. wuiih..

  2. shiana says:

    Aye akhirnya

    Yang pasti, nggak sabar dengan Hyukjae-Sena di next part. Pfft. Semangat banget tadi baca note-nya kakson muahahahahh dan ada kyuhyun juga. Entah kenapa kyuhyun juga ikut membuatku semangat sekali ((yha)). Untuk part 8 ini aku mau nyampein kalo aku mendadak jadi pengin kris-sam!!!!!!! i want them to be together soooo baaaad. Entah kenapa juga mereka kayak cocok. klop. Dan agak sedih kenapa bagian mereka ngomongnya cuma dikit padahal i was so enjoying them chatting like that, ringan banget kayak temen udah lama padahal, yah, mereka nggak sedeket itu kan. Untuk kesekian kalinya, entah kenapa, aku agak nggak suka waktu cheonsa bilang donghae pacarnya, ya seneng sih tapi nggak juga aja LOL nggak bisa jelasin. Aku mendadak jengkel sama dia terutama waktu mereka di hostelnya itu. Terus apa arti kyuhyun buat cheonsa?????!!?!?! Aku nggak paham. Yah, itu saja deh.

    keep writing!

  3. mercychristly says:

    Omgomg!! jangan bilang mereka….><
    Aaaaahh penasaran gila…
    Aku keren banget pas cheonsa nglawan om Han haha *cirianakdurhaka-_- but I like it..
    Can't for next part… semangaatt kak!!!…..^^
    Ohya unintended love masih ditunggu:D

  4. Akhirnya! Publish! Ya ampun kak, jujur ye gue ampe lumutan😄 Tapi terbayar sudah dgn story yg keren di part ini😉 cukup menegangkan juga part ini krna yah, semuanya mulai semrawut /? Keknya kris suka ama sammy.maybe. Atau mlh dia cinta mati ama cheonsa. Disini kyu kgk nongol. Dan what! Ikan amis gue tinggal di hotel yang… Emm jorok menurut gue*yaiyalah* mana tmptnya yg yah bsa dibilang hotel remang2😄 . Ok beralih ke bpknya sena. Duh gue suka sikapnya yg keliatan dia itu emg syg ama cheonsa. Ga kyk philip*ekhem. Btw kata2 cheonsa buat philip nusuk bngt yee. Anak kgk nganggep bapaknya bapak. Duh om philip sih, gak pnya sifat kebapakan /? TT . Apa di hotel itu akan terjadi ‘sesuatu’? Ya kak ijaggys tau lah mksd gue😀 sensor lah yaww. Gue sih berdoa aja donge ga diapa2in ama philip. Tp philip udh wanti2 kek gtu, gue jd cemas ;3 . Ahh next part hyukjae-sena? Omg couple ter-absurd /? Jangan2 mrka pacaran? Gak sbr deh jadinya😄 all the best to you, fighting!😀

  5. ny lee says:

    Ampunnn philip han.
    HCS & LDH berbuat sesuatu lah. Jgn sampe terlambat.
    Save ikann kuu..
    Makin seruu makin penasarann

  6. Ryn says:

    Yay akhirnya chapter 8 muncul juga. Thankyouuuu Sonia 💕

    Whoah ada kemajuan nih keknya diantara hubungan Donge x HCS. Ga kebayang gimana shock nya donge pas Cheonsa bilang kalo dia pacarnya xD dan dia masih aja jadi perjaka polos. Untuk kesekian kalinya lhoo donge salah nangkep omongan cheonsa. Lol 😂😂 – tapi kondomnya sudah kubuang- Astagaahhh donge… jadi gemesss lama lama gue sama dia 😆

    Dari ucapan HCS tadi ke Philip jadi mikir2 apa jangan jangan dulu yang menghancurkan hubungan HCS x CKH itu Philip juga ya? Awww jadi makin penasaran niih..
    Ditunggu next chapternya Son 😍

  7. pangesti06 says:

    Aaa… Eonni akhirnya publish juga
    kris sama samantha? *omo!
    Aaa… Donghae jaga dirimu baik2 *karena philip akan melakukan sesuatu hal yang buruk kepadamu

  8. FisHaeGyu says:

    Oh akhirnya publish juga
    Oh My!!!! Philip Han gitu banget sih…’ Aku tidak pernah menganggapmu sebagai ayahku’ sumpah puas banget pas baca cheonsa bilang ini…Masalahnya nambah nambah mulu ,,, nggak ada si tante ada philip han– tapi pokoknya mereka harus selalu bersama….. Lee Dongae menginginkan Han Cheonsa begitupun sebaliknya…. so plis plis plis plis plis ya kak biarkan mereka bersama dan bahagia^^ plis plis plis yah^^

  9. - says:

    Finally! YaY!! Full of LDH & HCS! Wuuuuuuuuu!!
    Excited baget lol Cheonsa ngapain Officer Lee? Aku terharu lol Donghae unyu banget. Chu banget deh pokoknya <3<3

    Baca spoilernya apalagi, gasabar Donghae mau diapain Philip:( and so glad watching Kris and Samantha again! Hyukjae Sena.. I'm waiting for you for the next chapter lol and you too Kyuhyun!

    Maaf dari tadi kebanyakan tanda serunya, because I'm super excited for this! A month just for reading Officer Lee who act like a teenager lolololol

    I'm waiting for the reply of my e-mail, unintended part 8 password xo

  10. Fajarina Fitria says:

    Akhirnya … Keluar juga part ini,
    Suka suka suka cerita donghae ma cheonsa disini,, sweet as always..
    Kirain di part ini bakal ada ceriat pacaranya cheonsa Sama kyuhyun , tp ternyata ama donghae,,,
    Cerita2 ijjagys emang gak pernah ketebak..
    Sering2 ding Son update nya.hehehehe

  11. byunrifa says:

    waaaaw tiap chapter makin seru jinjja
    ahhh kayanya Kris bakal jadi nih sama Samantha wkwk
    suka rasanya bapaknya Sena sayang sama Cheonsa dibandingkan bapaknya tuhh dan kayanya di antara bapak2 itu juga banyak kasus yang tertutupi #soktau wkwk
    meskipun belum ada part nyeritain Kyuhyun sama Cheonsa dulu, tapi di chapter ini bisa nangkep kalo dulu Kyuhyun sama Cheonsa ada hubungan.. trus bapaknya Cheonsa bikin anceman2 yang bikin Kyuhyun mundur,, sepertinya begitu😀
    dan Haehae, kenapa bisa ketipu terus sama Hyukjae haha
    keep writing🙂

  12. deerKY says:

    Oh astaga setelah penantian panjang, akhirnyaaaaaa…
    Haduh jadi makin ruwet deh. Yaudah lah Kris sama Sammy aja. Duh duh duh si Donghae bakal diapain sama Philip. Penasaraaannn
    Keep writing

  13. fsshy says:

    Kris sama sena udh mulai dkat ya, hyuk prgi kemana coba? Tega tegany dia ninggalin donghae sndrian. Ngakak pas bagian donghae di resto sblum ktmu cheonsa. Donghae, dirimu dalam masalah. Suka sama karakter bpkny sena

  14. tmafikka says:

    huaaaaa cheonsaa donge kaliann bikin gua senyum2 ndiri >< kris ama sammy aja ciyus deh keknya mereka cocok, kyuhyun nggak muncul ihhh, cant wait for hyukjae-sena moment, hakhak ditunggu kelanjutannya kak😀

  15. tmatikka says:

    huaaaaa cheonsaa donge kaliann bikin gua senyum2 ndiri >< kris ama sammy aja ciyus deh keknya mereka cocok, kyuhyun nggak muncul ihhh, cant wait for hyukjae-sena moment, hakhak ditunggu kelanjutannya kak😀

    *ps id nya tadi typo -,-

  16. wikyuhae says:

    Akhirnya muncul juga😄😄

    Han Cheonsa udah mulai terang-terangan nantang Philip Han, dan Lee Donghae pun didaku-daku(?) Kekasih HCS dan Lee Donghae harus kuat(?) Untuk kedepannya dalam menghadapi keganasan Philip Han. Dan emang disini yang terlihat manusiawi diantara Alpha Man ya emang bapake Kim Sena.

    Dan seketika ketawa soal adegan HCS x LDH x Kondom. Sebegitu polos atau sebegitu ingin Lee donghae nge”bobok’in” Han Cheonsa.

    Dan ada momen dimana Samantha dan Kris :3

  17. nmelindawati says:

    finally part 8nya publish ..

    untung di restoran ketemu sama cheonsa coba kalo gk ada cheonsa donghae bakal dijadiin ikan sarden deh sama petugas keamananya😀
    jodoh emang gk kemana #eh
    waaa cheonsa udah berani ngebangkang sama ayahnya dan dsini juga donghae udah berani nantang ayahnya cheonsa
    siap2 aja philip gk bakalan ngelepasin donghae gitu aja , hati2 ya donghae :”(

    sammy kris ? bakalan tambah seru nih
    eh iya dipart ini gk ada kyuhyunya , kasiaaan T.T
    ditunggu bgt kelanjutan hyukjae-senanya kaya gimana😀

  18. Mymecho says:

    Mas kyuhyun nya gak muncul…
    Gak nyangka sama keberanian nya cheonsa sama philip,terlihat jelas kesempurnaan nya..
    Hubungan cheonsa sama donghae belum jelas ya ? Terus gmn nasib kyuhyun dong ?

  19. inggarkichulsung says:

    Jd donghae oppa dijebak Hyukjae oppa yg pny tujuan aneh u ikut bersamanya ke tokyo, entah kebetulan atau memang takdir Donghae oppa justru bertemu Cheonsa di sebuah restoran mahal, pdhl donghae oppa cm kesasar, parahnya lagi dia bertemu Philip Han disaat Cheonsa mengakuinya sbg kekasih pdhl bukan, Philip Han ancamannya seram, smg donghae oppa tdk kenapa2, ditunggu bgt kelanjutannya chingu

  20. Strawjewels says:

    Dan gue senyum senyum gaje karena kesel Sama Donghae yg masih aja tolol di depan cewek…. Kenapa pria de gan se sexy dia harus punya sifat yv terbalik sama bentuk tubunya yv dia jadika. Kaya hulk… Otot besar tapi yahbh ….
    Dan tapinya lagi Donghae berhasil juga jadi penantang Philip Han .. Gk bisa ngebayangin apa yg bakal di lakuin ayahanda Han buat ngehancuri. Bocah mokpo itu yg udah menculik anaknya…??

  21. AnaSophie says:

    Entah ya…….. Gue ketawa sendiri tiap liat adegan Dong-Hae sama Cheonsa. And the funny fact here is; bagaimana gue keselek dan batuk batuk pas baca Cheonsa ngaku kalo Dong-Hae itu—kekasihnya. Oh well, gue agak mikir kalo Kyu-Hyun dulu juga pernah digituin sama Philip Han, no? No. Daritadi sebenarnya mikir “Sena sama Eun-Hyuk kemana?” Ternyata nanti di next chap. Terus ada apa antara Kris dan Samantha? Ada bau cinta #yey

  22. Na says:

    papa han menyeramkan v.v
    gimana nasib.a dongek amis ntar??? *curious

    well, sadar gak sadar…kayanya cinta udah tumbuh di diri dongek buat si hcs deh.
    sepertinya juga kris bakalan berpaling dari hcs.
    DAAANNNNN KEMANA MENGHILANGNYA SI MYEOLCI????? ninggalin anak orang seenae deweee😀😀

    next.ditunggu.banget😀

    *ps; gue kangen chokyu yg berulah son😀

  23. Yoo says:

    Yaaaaay donghae-cheonsa udah baikaan uyeay pake peluk-peluk segala yaampun sukaaa♡
    Ini full donghae-cheonsa yaaa, chapter depan chokyu muncul kaya gimana nih penasaran wkwkwk
    Cheonsa sampe berontak gt ke ayahnya, dia sudah lelah hohoho. Penasaran apa yang bakal dilakuin Philip ke Donghae. semoga gak yang aneh aneh huhuhu😦

    Semangat terus nulisnya kaksonn♡♡♡♡

  24. insan nurmala says:

    akhirnya aku tau kenapa philip mau membuat donghae menyesal karna udah kenal sama cheonsa.
    Ternyata itu toh alasannya,cheonsa sih malah ngaku ngaku kalau donghae pacarnya,jadi kan gtu sekarang donghae dalam bahaya.😦

    aduh suka banget ya sama karakternya sammy,apalagi sekarang dia udah deket sama kris.

    Ditunggu ya kak lanjutannya
    btw aku kangen sama eunyuk-sena couple😀😀

  25. Anggun says:

    Hyuk Jae kemana tiba-tiba ngilang, Kim Jeong Woo baiknya. Donghae polos bgt salah mengartikan omongan lagi haha wah Sam sama Kris jadi deket. Philip ngatur bgt makanya Cheonsa muak. Semangat next chapternya kak!

  26. hyerilee says:

    wah udah baik cheonsa sama donghae hihi, aduh itu cheonsa ngaku pacar donghae ke philip ><
    donghae ati ati nak kamu dalam bahaya
    philip bapanya cheonsa bukan sih kok kaya ga ada kebapaannya banget mending bapanya sena
    cho kyuhyun ga keluar ya disini kkk oke cho gw tunggu elu di next part😀

  27. amyseo says:

    yeayyy… ga dprotek lagi part 8 nyah..
    btw.. aku kok lebih cenat cenut ma kris & sammy
    couple yah… heheheh.. dbanding ma couple lain.
    ga tau tuu knapah. mungkin karna sammy tipikal
    anak orang kaya yang mau kerja part time kali yah. ga kaya temen2nya yang lain. smangat ya sonia nulisnya.. coz i’m really waiting forward for it
    FIGHTING!

  28. nikki says:

    Ga ada kyukyu disini…
    Ga sabar dgn next chapternya
    Kira” apa yg dilakuin phillip ke donghae ya..
    Pernasaran benget 😂

  29. blacklilswan says:

    entah mengapa ga bsa brenti ketawa wkt baca donghae ngmgin kondom yg ud dia buang wkwkwkwww.. dasar byuntae! and anyway.. ga sabar untk baca apa yg bakalan donghae alami stlh philip turun tangan😐 diam diam saya berharap bahwa ayah hcs adalah ayahnya sena ==

  30. maroin says:

    Oh my…….. maaf kak aku komentnya dari chapter ini, i started to read this story 😀, semangat terus ngelanjutin ceritanya kak, big hug, lopeeeee lopeee dah buat kakak. Tdi sekilas ada yg koment klo dia kris-sam team, tpi aku tetep suka kris-cheonsa yaaa wkwkkw, tapi jalan cerita ada ditangan penulis. #jangan lupa bahagia kak

  31. maroin says:

    Oh my…….. maaf kak aku komentnya dari chapter ini, i started to read this story 😀, semangat terus ngelanjutin ceritanya kak, big hug, lopeeeee lopeee dah buat kakak. Tdi sekilas ada yg koment klo dia kris-sam team, tpi aku tetep suka kris-cheonsa yaaa wkwkkw, bukannya gimana2 tapi orang kaya tapi low profile dgn background tu agak gmna gt, jadi cheonsa tetep jadi kyk role model anak2 SAIS, tapi jalan cerita tetep…ada ditangan penulis. Wkwkkw #jangan lupa bahagia kak

  32. Choi Rinna says:

    Kemana nih kyuhyun? Yah, cheonsa ma donghae,, pngn ngeliat kyuhyun ma cheonsa sebenernya, masih penasaran ma hubungan mereka dimasa lalu ._. Tp cheonsa n donghae jg cocok🙂
    #plinplan
    Knpa gue ngrasa klo sammy tertarik dgn kris ya? Jgn2 ntar mereka jadian >,<
    Sena udah trtarik dgn hyukjae, cheonsa dgn donghae, lalu kim? Ntar dgn siapa dia?

  33. tikatara says:

    Cheonsa beneran suka ya ma donghae,,trus kyu gimana..apa sbenarnya hbngn kyu ma cheonsa slama ini.?emang sulit menyelami samudra ny cheonsa u tau gimana prasaan cheonsa yg sbenar ny..
    Msh b’harap cheonsa bakal ma kyuhyun..
    Moga di part slanjutnya bkal bnyk adegan kyu ma cheonsa^^
    Kayak ny kriz lbh co2k ma samantha,,percakapan ny keliatan lbh natural gitu..apalagi mereka udh sring ngobrol brg,,siapa tau bakal tumbuh2 bnih2 cinta diantara mereka..Ђέ² ђέ²∞:p(o •͡ -̮ •͡o):p∞ђέ² ђέ²
    Fix,,ff ini jgn di protek ya cz aq g’ punya email u mnta pw ny,,aq sneng bny ma ff ini n bakal usahain u trs comment. . .

  34. MaeriL86 says:

    Atmosfernya mencekam banget begitu tiba di akhir cerita. Om Philip, jangan sadis ya..

    Panas rasanya badan ini disuguhkan (lagi) visualisasi dari The Alpha Men. Om Jeongwoo syuper hawwttt >///<

    Nah, ngelancong kemana sih lelaki bergusi menggoda itu sampe tega ninggalin dewa laut timurku??? Nyamperin Sena kah? *tipikal Eunhyuk*

    Eheemmm mulai ada apa-apanya nih Sam dan Kris ^^

    Well, kesempurnaan yang merindukan ketidaksempurnaan…kedengeran konyol, but somehow bisa jadi sebuah realitas.

    Terima kasih sudah memposting chapter 8, IJaggys!

  35. melodyva says:

    kak son !! ini yg bener aj bru aj cheonsa sma donghae ngaku mengingini satu sma lain malah sih philip udah langsung b’tindak ??
    please kak biar gimana pun biarin cheonsa b’jln kluar dri kehidupan nyaman’a dan perjuangin donghae .. hehhee
    kok aku punya feeling kris akhir’a bakal punya affair sma samantha yahh ??
    trus aku juga pnasaran dehh jgn2 kim jeongwoo itu ayah kandung cheonsa trus cheonsa sma sena itu putri yg t’tukar ?? kwkwkwkk
    kyuhyun kemana kak ?? walaupun kyuhyun yg bakal ngerusak hubungan donghae sma cheonsa tpii klo dia gak muncul ad yg kurang gtuu .. wkwkwkk
    sma sih eunhyuk ngapain dia bawa2 donghae ke jepang trus langsung ditinggalin gtuu aj sndrian ?? antara eunhyuk ke jepang buat ngejer sena atau eunhyuk punya rencana terselubung buat donghae ?? wkkwkk
    next chapter ditunggu secepat’a yah kak !! hehehhe

  36. BlackSwan says:

    ampun dah, nasib sidonghae selalu tragis amat sihhh…. dy bahkan mau dilenyapkan ama philip ckckck

    penasaran ama lanjutannya nihh, ditunggu next chap author ^^

  37. dini triana says:

    hyukjae parah banget ninggalin donghae sendirian hahah tapi baguslah jadi donghae ketemu sama cheonsa lagi walaupun omaygat donghae harus siap2 ngehadepin om philip, ah penasaran banget ><

  38. insan nurmala says:

    Yahh dan akhirnya cheonsa sudah mulai keluar dari zona tenang nya.
    Entah apa yg akan di lakukan okeh philip tapi aku rasa cheonsa akan melindungi donghae.

    Cheonsa dan kris aku rasa kedua orang itu tidak menginginkan pertunangan mereka dari hati yg tulus,mereka hanya terdorong oleh status derajat dan kerjasma antar orang tua saja.

    Aku penasaran banget dengan kisah nya hyukjae sena,karna mereka selalu menarik untuk disimak.😀

  39. ayu diyah says:

    hai kak son
    part ini sbnernya udh aku simpen buat dibaca offline, pas awal di post, wktu blum di pw,, tpi belum sempet2 baca soalnya jadwal menggila anak kelas 12, yg penuh try out, bimbel, dsb ( malah curhat) xD
    dan pas jadwal rada longgar, aku baca, wktu mau comment, eh ternyata di pw,, jdi akhirnya aku minta pw deh ke kakak, biar bisa comment trus dpt pw part 9 .. hihihi . oke, cukup sekian curhat nya..

    klu masalah alur ff nya,, aduh ga usah di comment, udh bner2 perfect, dan sukses bikin penasaran..
    oke, skrang saatnya kirim email, buat minta pw ke kakak xD😀

  40. minyoung123 says:

    Loveee love lovee gangnam love storyyyy. Afterr a long time nunggu balessaaannn email and finallyyyy . Keepp writingg sisttt😊🙆

  41. soofiatj says:

    To be honest, they’re the hottest father in the world hahaha (padahal masih banyak hot father lainnya).
    Cheonsa bahkan related ninggalin hidupnya as a princess demi Donghae. But ish she really like him? I still remember what she said to Kyuhyun and it makes me doubt her.

  42. riidaumala says:

    you rock, son!
    km pinter banget buat sifat cheonsa yang sulit ditebak kek gini. tapi aku ngga mau seneng dulu, *efek baca voldyfishy yang endingnya bikin baper*, suka bukan berarti cinta, sama kaya menginginkan bukan berarti mencintai. klw ngga salah itu inti affair HCS sama CKH di 2novel itu.
    curhat dikit, aku greget bgt sma LDH, kenapa sih dia hampir selalu selangkah di belakang HCS, selalu paling telat sadar sama perasaannya sendiri. #abaikanlah.
    dan ngga sama buat Hyukjae-Sena di chap 9. satu lagi, Sammy sama Kris cocok yaaa… hahaha

  43. […] Prologue | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | aes·thet·ic  8 […]

  44. […] Prologue | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | aes·thet·ic |  8 | 9 | […]

  45. harniyunhie says:

    ceritanya keren dan ga ketebak>< gereget sama Donghae dan Philip Han astaga sadis banget sama anak sendiri

  46. kim_yeon says:

    Ehemmm Eunhyuk you’re dirty minded >__< . Don't be too cruel to him. He's my bias so don't touch him OK …LOL

    YEAYYYY !!! NO KYUHYUN IN THIS PART. I'M SO HAPPY FOR THAT ( THANKS GOD) !!! THERE'S NOBODY IN THIS PART INTERRUPT THEIR MOMENT.
    wkwkwkwkwkwkw

  47. isfifath says:

    aku udah komen tp gamasuk ya? hm
    bener2 anti mainstream, i really need HCS-kyuhyun for moree authornim! ^^

  48. Oh my god, my lovely daddy philip Han disini jadi jahat bgt.
    Asli, ngeri. Apa yang bakal terjadi sama Dongahe? Agak kecewa sih, karena si Kyuhyun cuma numpang lewat doang😦

  49. selly says:

    kenapa setiap yg seru dan lucu sam donghae giliran yg sakit dan serius sama kyuu
    sedih ngeliatnya
    gk pengen hcs sama donghae tapi mereka lucu kalau bersama
    dan kak son adil dengan ngasih si polos kris sama sammy
    kepoo sama terusannya

  50. Zii says:

    Pak Philip . apa yg akn kau lakukan ??

  51. rizkyesungie says:

    gue keliatannya ketinggalan sampe lupa gue komen di part mana aja hahaha
    well gue Kris-Sammy shipper sama Sena-Hyukjae :v yang satu orang kaya yang bosen idup kaya yang satu pedopil ; guru ngembat murid. berharap fic nya ada konflik lebih badai dan please musnahin sandara :”

  52. lia says:

    ayah.a cheonsa serem bngettt..
    cheonsa suka sama donghae trus kyu.a gmna dong

  53. mimi says:

    Q udh minta PW di email,tp gk dibales ternyata mau dipost ya..

    Wah,ini pertama kali Cheonsa sama Donghae scene ….

    DAEBAK

  54. Melinda says:

    well-
    gak tau kenapa aku lebih berharap kalah cheonsa sama kyuhyun. mungkin ini faktor karena wa lebih fans sama kyuhyun kali ya wkwkwkkw

  55. Sophie says:

    well disini gak ada kyuhyun yaa
    tapi disini full LDH-HCS !!\

  56. anahyo says:

    Aduh momen donghae sama cheonsa yg ditunggu2 akhirnya ngakuin jg kalau suka sama donghae, tp seperti biasa ayah cheonsa mjd penghalang no 1
    Part ini kyuhyunya nggak muncul ya
    ♡ donghae-cheonsa-kyuhyun

  57. blue94 says:

    nungguin bang kyupillll ga muncul. btw why donghae always oon sih kak? polos banget lu donghae sini gue polosin HAHAHA

  58. […] Prologue | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | aes·thet·ic |  8 | 9 | […]

  59. Juny E.L.F says:

    Donghae dalam bahaya 😔😔😔
    Makin seru ceritanya daebak

  60. Ny lee says:

    Sadis Han. Bener2 sadis #geleng2 tidak apa2. Hcs ldh kalian bisa melewatinya. Pastii. Semangattt

  61. sabila says:

    Hello, aku readers baru di sini. Ff ini membuatku penasaran dan tidak bisa berhenti untuk membacanya sampai habis. Ditunggu kelanjutannya!!

  62. Lee says:

    Jadi kris sekarang deketnya sama samantha yhaaa… cheonsa sekarang deketnya sama lee donghae yaaa terus gw deket sama siapa dong? Cheonsa sekarang udh berani ngelawan ayahnya ya..

  63. sahaesa says:

    hyukjae kejepang pasti pengen ketemu ama sena.. tp kenapa dia ngajak donghae trus abis itu ditinggalin, ngakak ngebayanginnya😂

    akhirnya cheonsa ngaku kl dia suka donghae, donghae-nya jg gitu..

    para hot daddy ganteng bngt yak!! hidup donghae dlm bahaya, philip han mulai melancarkan aksi menjauhkan donghae dr cheonsa..
    jgn” dulu kyuhyun-cheonsa kayak gini jg,saling suka tp dipisahin ama daddy han..
    kesian 😥😥

  64. shfly3424 says:

    Astaga Philip kejam jugaa, gakebayanglah kek mana nantinya kehidupan Donghae, dannn entah apa yang mereka lakukan di hostel ituu😂 btw salut dama Sammy yang ngelakuin kerja kek gitu, dan kayaknya bakal ada sesuatu nih

  65. andreakim says:

    yalordd ini kok bapake cheonsa jahat amat dah); pengen w timpukin pake sandal boleh thor?:’)

    …..btw ini makin lama makin greget ini ff kusukaaaa💜

  66. Amandhharu says:

    Save Donghae Lee!!!
    Sepertinya hidupnya mulai besok ga bakalan bisa tidur nyaman deh ya Kalo uda liat gelagatnya Philip~
    Wowww Kris/Sammy saya yakin bakalan tumbuh bunga cinta di antara mereka~
    Semuanya lagi di Jepang yah, wahhh suatu kebetulan atau apa nih? Bahkan Sena ada pemotretan juga kan di Jepang~
    Problem apalagi yang bakalan terjadi??

  67. jia kim says:

    Badai akan segera datang , sebaiknya donghae bersiap😀
    Senang mengetahui cheonsa nyaman sm donghae & sebaliknya.
    Perseteruan HCS sm ayahnya mulai naik level . Hmm….
    Aga ga senang sm part Kris & Sammy.mungkin krn mereka begitu saat cheonsa sedang terpuruk , tp aku akan bersyukur kalau nanti Kris will end up w/ sammy.

  68. […] Prologue | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | aes·thet·ic |  8 | 9 | 10 […]

  69. autumnblues says:

    Huahhh.. akhirnya tak di protect stlh skian lama bolak balik.. tapi chapter 10 di pw kah? Btw masih pnsrn masa lalu kyu sma cheonsa. Tp disini sbnrnya pmran utama cwoknya hae apa kyu?

  70. Ruggyroqqu says:

    Wahhh akhirnnya cheonsa berani bantah bokapnnya tp kasihan jd donghae tumbalnnya… Wah parah donghae ud ketularan hyukjae yadongnnya hahahah… Kriss kaennya bakal punya rasa sana sammy

  71. widiya says:

    Eunhyuk baik banget beliin tiket buat donghae..
    Tapi kasian juga gara2 dibawa eunhyuk donghae jadi kena masalah

  72. ditaaa says:

    ini si hyukjae bela2in pergi ke tokyo sama donghae trus balik lagi ke korea sendiri biar donghae ketemuan sama cheonsa, trus kenapa ngasihnya love-hotel murahan gitu lagiiiii. dasar! hahahahahahah
    so, kris mulai ngerasa nyaman gitu yaa sama sammy. yauda mereka berdua aja trus cheonsa sama donghae tapi kelarin dulu urusannya sama kyuhyun hehehe.
    di depan alpha men cheonsa berani banget bilang kalo donghae adalah kekasihnya, aduhh gimana nasib donghae nantinya nih si phillip aja udah mulai nyuruh anak2 buahnya melenyapkan donghae ><

  73. raissagyu says:

    Aihh sumpah!! Si hyukjae milih penginapan yg bener dikit napa. Malah si HCS dibawa sama si donghae kesitu pula. Aaaaa aku kangen hyukjae yg sedang wamil disana!!!
    Daebak la si donghae, berani dia menentang om Philip. Wkwkwj

  74. Dion says:

    A war is gonna be started soon. Dang it!

  75. Raeder says:

    Donghae si miris yang amis akan kembali :v
    Yahh meskipun dipart ini ckh ga nongol…
    Kris dan samantha… umm, ya menarik juga😀

  76. […] Prologue | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | aes·thet·ic |  8 | 9 | 10 […]

  77. Fanny_Park says:

    suka part iniiii,, akhirnya romansa manis nan romantis cheonsa dan hae terlaksanahhhhhhh~~~~
    hae cute bgt dahh saat salah arti akan maksud ucapan cheonsa wkwk

    tulisann author selalu mengagumkan,jjanggg!!!! kerenn,,

    tak sabar pengen sampai kepernikahan mereka wlw harus menghindari philip han duluuuu~~

    hae, jaga dirimu nak *plukkk

  78. Snowcho says:

    Part ini kyuhyun gak muncul,jadi kangen.hahaha
    Jangan2 nanti kris jadian lagi sama samantha. Gk apa2 kok,daripada terus mengharapkan cheonsa yg udh jelas gk mencintainya.
    apa yg bakal dilakukan sama ayahnya cheonsa ke donghae?Jadi ikut deg-degan

  79. Go Ahn Na says:

    Euww..nama hostel cucok bgt..love hotel …ha-ha-ha pake ada kondom gratis juga.. kalau hyukjae yang di posisi Donghae gmn ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s