4

.

.

 I guarantee it, you re going to regret your decision.

.

.

Han Cheonsa menarik nafasnya dengan sangat panjang, berusaha menahan insting binatangnya agar tidak merencanakan pembunuhan kepada kekasihnya. Kekasihnya yang berlebihan, datang dalam kondisi sangat mabuk sehingga Lee Donghae tidak bisa mengenal Han Cheonsa. Iblis bermata tiga, yang selalu di deklarasikannya.

Lee Donghae melangkahkan kakinya dengan limbung menuju konter dapur, dan dengan kondisi setengah sadar—dia mengambil apapun yang ditemukannya di dalam lemari pendingin, membuat semua minuman dan krim pudding yang berada didalam sana jatuh berserakan mengotori seluruh lantai marmer dan kemeja putih Donghae.

“Oh tidak, si iblis bermata tiga itu pasti akan membunuhku jika aku pulang dalam kondisi seperti ini. Apa kau mau menghubungi komisi perlindungan pria, dan sampaikan kepada mereka bahwa Lee Donghae membutuhkan perlindungan dari iblis bermata tiga yang telah menunggunya di rumah?”

Donghae benar-benar mabuk, sehingga dia tidak menyadari bahwa dia sudah berada di rumah—dan iblis bermata tiga itu telah menatapnya dengan sadis.

Lee Donghae akan menyesali semua ini, ketika dia tersadar dari mabuknya.

Kekasihnya itu kini membaringkan tubuhnya di atas lantai penuh krim putih dengan satu tangan mengacak-ngacak tempat sampah, membuat Cheonsa berpikir keras. Haruskah dia membuang Donghae ke tempat sampah, atau haruskah dia membiarkan pria itu berkubang dengan apapun yang dia inginkan dari tempat sampah hingga pagi hari.

Lalu dengan pertimbangan yang berat, dia memutuskan untuk mengeyampingkan sisi kejamnya dan menarik kaki Donghae dengan kedua tangannya menunju ruang tengah apartemen mereka. Cheonsa sedikit meringis ketika karpet beludru kesayanggannya, kini telah dipenuhi oleh krim putih dan campuran sampah yang menempel di pakaian kekasihnya.

“I’m going to kill you sweetheart. I guarantee it, you re going to regret your decision.” Bisik Cheonsa, seraya menyiapkan mentalnya untuk menyentuh kancing kemeja Donghae yang sudah sangat lengket dan mengeluarkan aroma seperti sampah. Dia benci kekasihnya, terlebih dia benci dengan dirinya sendiri yang begitu menyayangi si sampah Lee Donghae.

Perlahan, Cheonsa mulai membuka kancing kemeja Donghae. Membiarkan pria itu berguman tidak jelas, bahwa dia harus segera pulang. Lalu ketika Cheonsa berhasil membuka semua kancingnya dan akan melepaskan kemeja itu dari tubuhnya, dengan sigap Donghae menghentikan tangan Cheonsa dan menatap wanita itu dengan sangat serius.

“Kau harus berhenti, karena aku tidak menyukai apa yang akan kau lakukan.” Suaranya terdengar begitu bersungguh-sungguh, dan setengahnya lagi kekasihnya itu merasa terganggu dengan apa yang dilakukan Cheonsa terhadap dirinya.

“Kenapa?” Cheonsa bertanya dengan bingung, dia tidak melakukan hal yang salah. Dia hanya berusaha mengganti pakaian si dungu Lee Donghae yang sudah beraroma seperti sampah dan campuran susu basi.

“Karena aku telah memiliki kekasih, dan aku sangat mencintainya. Aku tidak ingin menyakitinya dengan kebodohanku sendiri, aku harap kau mengerti.” Donghae melepaskan tangan Cheonsa dari dadanya, lalu dengan satu gerakan dia kembali membaringkan tubuhnya di atas karpet dengan kedua tangan mendekap tubuhnya erat-erat, seakan melindungi dirinya dari Cheonsa.

Untuk beberapa saat Cheonsa hanya terdiam disana, menatap Donghae yang sudah jatuh terlelap pulas dengan tidak percaya. Dia selalu memikirkan kekasihnya sebagai pria yang flirtatious, dan mencitai berbagai wanita diluar sana.

Tapi kata-kata sederhana yang datang dari bibir kekasihnya yang sangat mabuk berhasil membuat wajahnya bersemu merah untuk yang pertama kalinya.

Dengan perlahan Cheonsa membaringkan tubuhnya di samping Donghae, dia menatap wajah kekasihnya itu untuk beberapa saat sebelum kembali tersenyum malu seperti gadis remaja yang tengah tenggelam dalam lautan cinta.

Cheonsa mendekatkan wajahnya, dan mengecup bibir Donghae dengan lembut membiarkan pria itu berguman dalam tidurnya. Cheonsa memeluk Donghae tanpa memperdulikan lengketnya krim pudding dan aroma susu basi yang menyerbak dari sana.

“Oh you look like shit, Lee.” guman Cheonsa ketika jari-jarinya menjelajah rahang wajah Donghae yang sempurna. Tapi kemudian dia kembali tersenyum, dan berbisik.

“But you’re my shit.” Bisiknya diiringi oleh kecupan lembut di bibir Donghae, sebelum Cheonsa jatuh tertidur di pelukan Lee Donghae. Mengetahui bahwa Lee Donghae tidak akan pernah meninggalkannya, bahkan dalam kondisi tidak sadar sekalipun.

Because Lee Donghae is Han Cheonsa’s favorite shit.

.

.

.

-FIN-

.

.

.

Because they’re my favorite shit. And one sweetheart-fic wouldn’t hurt anyone. So you can leave some comment to appreciate my efford I put into your free amusement.

xo

IJaggys

Summer Sale Ebooks: Shop Now!

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

16 responses »

  1. Zii says:

    ouh…semoga aja semut2 gk ganggu mrk kekeke😀

  2. - says:

    LOL that shit, I can’t. Definitely they are my favorite shit too! They are the shit, one and only <3<3

  3. cutebabyhae says:

    Ya ampun bisa bener bener diabetes nih baca kisah mereka . Tapi tetep gak bosan untuk menunggu . Mungkin esok harinya badan mereka merah + baunya bener bener kayak shit

  4. yyyrrr says:

    Ayy donghaee mau dong disetiain juga ToT

  5. insan nurmala says:

    aeuhh pengen dong liat wajah cheonsa yg bersemu merah karna malu.😀
    kan jarang banget cheonsa kaya gtu,tapi sayang nya seorang lee donghae tidak dapat melihat wajah cheonsa yg bersemu merah.
    dan sayang nya juga di pagi hari ketika mereka bangun lee donghae tidak akan ingat apa yg di katakannya semalam. -_-

  6. kim_yeon says:

    Eventhough Donghae was drunk , he still remember Cheonsa , His Evil Girlfriend. He truly loved her. In Donghae’s mind there is only Cheonsa…Cheonsa and Cheonsa LOL . No one can replace her.

  7. FisHaeGyu says:

    oh god.. ini sweet banget aku sampe senyum senum baca ini…. mereka romantis dengan cara mereka sendiri…. Jangan sampe ada ‘semut semut’ yang ‘ngegigitin’ mereka… jangan sampe paginya cheonsa jadi iblis bermata tiga lagi yang siap mutilasi donghae;v….. ditunggu ya kak next sweet storynya mereka

  8. fsshy says:

    So sweet. Sukaaakkk

  9. pitongtong says:

    Kebayang cinta bisa ngalahin bau susu basi . Gokil hahah 😅

  10. Uuuh tumben manis manis manja gini hcs

  11. “Because Lee Donghae is Han Cheonsa’s favorite shit.”

    aaaaaaahhhhhh….manissssssnyaaa…. aduh sampai cheonsa aja bisa bersemu merah gitu….^^

  12. Min's says:

    Well they’re cutest shit ever.

  13. Yuki says:

    Because Lee Donghae is Han Cheonsa’s favorite shit.

    yuki suka banget kata-kata itu, ahh.. so sweet nya mereka kalau lagi baikan (?) pasti seneng banget jadi cheonsa, gadis keras seperti itu akhirnya luluh juga dengan perkataan sederhana yang donghae keluarkan.
    ficletnya seperti biasa bagus-banget. cuma sedikit tapi feel nya dapet, dan yuki juga senengnya emang baca yang pendek-pendek sih, jadi nggak bosen /nggaknanya-.-
    keep writing!!🙂

  14. Fanny_Park says:

    guling guling sndri baca nyaaa,,
    mereka MANISSSS bangettt,,
    baper kuadrat inihhh

  15. Snowcho says:

    Gk kebayang tidur dalam keadaan lengket dan bau sampah gitu..Tp donghae manis bangeeet. Mabuk pun masih inget cheonsa.

  16. afiyarhmia says:

    Mereka berdua adalah pasangan terkonyol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s