taking

.

.

I’m taking what’s mine. Now shut up, I’m taking you out for Pizza.

.

.

“Despite absolutely no witnesses and not a single shred of evidence, my girlfriend has accused me of eating a whole block of cheese!”

Han Cheonsa menutup majalah VOGUE yang tengah dibacanya setelah mendengar suara kekasihnya, Lee Donghae—menaikkan nada suaranya dari balik meja konter dapur. Kekasihnya itu terlihat kesal setengah mati setelah Cheonsa menuduhnya menghabiskan satu kotak besar keju Saint André.

“You know I can hear you, right?” Cheonsa si kesayangannya yang dominan, kekasihnya yang dia puja—berdiri di hadapannya dengan pandangan menusuk. Hal itu justru membuat Donghae semakin jengkel.

“Well, you hear me now. I have no regrets.” Jika normalnya Donghae akan mengalah dan tersenyum manis setiap kali Cheonsa memulai penyiksaannya, tapi kini dia bersikap bahwa kehadiran Cheonsa tidak mengancamnya sama sekali—di mana Han Cheonsa menemukan itu sebagai hal yang menarik.

“I take it as a challenge, when I hear people say they have no regrets.” Cheonsa melangkahkan kakinya ke depan meja konter, dan menghapuskan jaraknya dengan Donghae. Tetap, tatapan Cheonsa yang mengintimidasi tidak membuat Donghae lantas menyerah.

“Don’t make me bring out the graphing calculator for counting your bullshits, Lee. Oh you know something—the jar that you bought—“

Donghae dengan sigap menutup mulut Cheonsa dengan tangannya. Dia membiarkan kekasihnya itu meronta dengan teriakan kesal.

“No, stop talking. The thought of you arguing over the peanut dish I bought you after six months is just unbearable.” Donghae melepaskan tangannya dari Cheonsa, dan membuat gadis itu tersenyum penuh kemenangan.

“You know what? Your biggest problem is you can’t take criticism. That’s why everybody hates you, babe.” Ada banyak hal yang dibenci Donghae dari Cheonsa. Dia dominan, mengintimidasi, dan tidak bisa menerima kekalahan. Sialnya, dia terlalu mencintai gadis itu—sungguh realita kehidupan.

Semua orang membenci sekaligus mencintainya—well—Cheonsa adalah gadis populer dan tercantik yang pernah menjadi kekasihnya. Bahkan hingga detik ini sahabatnya, Cho Kyuhyun, masih mempertanyakan mengapa Cheonsa lebih memilih Donghae dibandingkan dirinya untuk menjadi kekasihnya.

“Your opinion about me is just like you; completely irrelevant to me.” Cheonsa melayangkan senyuman sarkasnya, dan kembali membaca majalahnya.

Donghae menjulurkan lidahnya ke arah Cheonsa yang sudah membelakanginya, membuat gerakan yang mengejeknya—tanpa tersadar bahwa Cheonsa kini telah berbalik menatapnya dengan tatapan membunuh.

Oh, sial.

Dia tidak yakin apakah dia masih bisa menatap sinar matahari besok pagi.

“Don’t underestimate my ability to be a fucking psycho, Lee.” Cheonsa melempar bantal sofa tepat ke wajahnya.

“Malam ini kau tidur di luar.—Ah, tidak. Malam ini kau tidur di balkon, agar kau tahu bagaimana rasanya terlelap di samping tempat sampah—tempatmu berasal.”

Donghae menatap Cheonsa dengan tidak percaya, lalu dia mendorong Cheonsa ke sofa dan menatap kekasihnya dengan geram.

“Holy shit lady, If I keep you alive with my sweet flowing love then why you gotta sound so angry at me?!” ini pertama kalinya Donghae berbicara kasar kepada Cheonsa, dan mungkin dia adalah pria pertama yang berani berbicara seperti itu kepada Cheonsa—karena pria lain justru akan memujanya dengan kata-kata memuakkan.

“I hate mean people like you. Just because you’re pretty doesn’t mean you can be a little shit. But of course I still fantasize about you, in fact, I’m fantasizing about murdering you right now.”

Donghae mengakhiri kata-katanya dengan senyuman puas. Untuk pertama kalinya dia berani melawan kekasihnya, dan kini apa hal terburuk yang akan terjadi? Cheonsa akan menendangnya, atau mungkin Cheonsa akan memakinya dengan kata-kata kasar.

Namun kekasihnya itu hanya terdiam, matanya memerah menahan air mata—membuat Donghae merasa menjadi pria paling bedebah di dunia ini.

Hey, Cheonsa yang memulai semuanya! Dia tidak bersalah. Dia hanya mengutarkan aspirasinya dari semua pria yang pernah ditindas oleh Han Cheonsa.

“Just leave Donghae. Take what’s yours and leave.” Suara Cheonsa memecah keheningan di sana. Ketika melihat kekasihnya itu menghindari tatapannya, dia tahu bahwa ini adalah kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Berakhirnya hubungan mereka.

Untuk beberapa saat Cheonsa masih terdiam di atas sofa itu, memikirkan berapa banyak kesalahan yang telah dia lakukan dalam hubungannya dengan Donghae. Samar-samar dia bisa mendengar bunyi roda koper dari dalam kamarnya, bayangan Donghae meninggalkannya akan selalu tersimpan selamanya.

Perlahan dia merasakan tangan seseorang menyentuh pundaknya, sebelum akhirnya—

“WHAT ARE YOU DOING?” Cheonsa berteriak dengan terkejut saat Donghae membawa tubuhnya dengan kedua tangannya.

Donghae menatap wajah Cheonsa selama beberapa detik dengan ekspresi wajahnya yang datar, sebelum dia mencium bibir Cheonsa dengan lembut, dan berbisik;

“I’m taking what’s mine. Now shut up, I’m taking you out for Pizza.

Di mana hal itu berhasil membuat wajah Han Cheonsa bersemu merah untuk yang pertama kalinya.

 .

.

-FIN-

.

.

.

Based on prompt: “Last night I got into an argument with my husband. I told him to take what was his and leave. He picked me up and walked out the door.”

 

  • Day #4
  • Originally written in english.
  • It’s so cheeeessssy but I love it.
  • Another 15 minutes ficlet.
  • I’m gladly happy to receive your comment or review for this ficlet.

xo

IJaggys

 

 

 

 

 

 

 

 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

12 responses »

  1. wendy says:

    Donghae sweetttt banget !!! Dia mau nempel terus sama cheosa >_<
    Sonia fighting ya !!!

  2. audeera says:

    Ohhhh Soniaaaa! I’m loving this ficlet! Udah lama ga baca ff ataupun ficlet trs juga iseng aja baca ini dan yeaaay ga sia sia buka wp hari ini!

    Finally the day comes HAHAHA akhirnya donghae rada jahat gitu ke cheonsa haha. Looking forward for the next ficlet as well! Fighting!😽

  3. fsshy says:

    So cheesy. But i like it

  4. AFF says:

    kyaaaaakkkkkkkeeee~
    Ini manis😀 beneran

  5. lvoe98 says:

    donghaeeee :3
    gak ada pasangan kaya gini slain donghae n cheonsa😄

  6. - says:

    Donghae jahat, yay! Donghae marahin Cheonsa, yay! Cheonsa nanngis karena Donghae jahat, yay! Kak Sonia yg nulis, yay!!

  7. FisHaeGyu says:

    bang ikan sosweeeet banget… seandainya pacar gw gitu:v
    Han cheonsa ternyata bisa mewek juga;v

  8. kim_yeon says:

    So sweet❤ Cheonsa is crying. Donghae please don't let her cry again. T.T kinda sad lahhh … But you still know how to make her happy again ^_^

  9. songhye says:

    Kenapa Donghae menjadi sangat lovable sekali, sekali-kali dia memang harus menjadi yang dominan tp gak harus buat nangis jg sih.
    I love them so much, I love Cheonsa-Donghae, I love the way HCS love LDH haha

  10. Min's says:

    Aww lee donghae. Bagaimana bisa kau menjadi sangat cheesy dan manis seperti ituu.

  11. Sasii says:

    Awww So sweet. jadi mau punya relationship kaya gitu ^^

  12. Snowcho says:

    aduh..aduh..aduh..
    Manis bangeeeet…
    Setelah pertengkaran mereka dan akhirnya..akhirnya..donghae kau manis sekali. Cukup dengan tindakanmu berhasil membuat cheonsa bersemu merah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s