Autosave-File vom d-lab2/3 der AgfaPhoto GmbH

.

.

And you’ve got beautiful veins.

.

.

Ada sebuah kejadian buruk terjadi di hari Valentine. Lee Hyukjae, mendorongnya ke tempat sampah agar dia bisa berkenalan dengan seorang cute guy yang berada di kelas seni mereka pagi ini. Hyukjae menjelaskan bahwa Cheonsa akan mendapatkan perhatian dari cute guy itu ketika melihatnya terjatuh.

Tapi hal itu berlangsung dengan tidak baik, ketika Hyukjae menemukan bahwa sahabatnya itu baru saja mematahkan engsel kaki kirinya—dan membuat Han Cheonsa, si gadis berambut coklat nilon yang luar biasa populer itu, menjerit dan memaki Hyukjae dalam bahasa binatang.

“Mungkin ini semua takdirmu, kembali ke tempat sampah.” Hyukjae tersenyum tanpa rasa bersalah ketika melihat kaki kiri Cheonsa telah di balut oleh kassa tebal, setengahnya dia merasa sangat senang karena sahabatnya, Cheonsa, si gadis populer yang selalu berpenampilan dead gorgeous itu akhirnya terlihat menyedihkan untuk yang pertama kalinya.

“Pasang ini. Detak jantungmu pasti bermasalah, mean girls[1] sepertimu pasti memiliki masalah hati.” Hyukjae menyalakan alat defibrillator[2] dengan asal, dan menemukan detak jantung Cheonsa terlihat normal.

“Hyukjae si brengsek yang aku sayangi,”

Mendengar umpatan Cheonsa, lantas tak membuat Hyukjae merasa terancam dia justru tertawa senang dan mulai memainkan posisi tempat tidur Cheonsa dengan remote pengatur di tangannya.

“Jika kau tidak musnah dari dunia ini, aku akan memusnahkanmu di dalam tempat sampah.”

Hyukjae tertawa semakin senang.

“Psst!—You love me, duh.” Jawabnya seraya memutarkan bola matanya dengan bosan. Perlu di ingat bahwa Hyukjae adalah jenis teman yang lebih memilih melihat sahabat terbaiknya menderita, dengan begitu dia bisa menertawakannya dengan keras tepat di depan wajah sahabatnya. Tipikal Lee Hyukjae.

“So, what’s the 411 here?”[3] suara seseorang menghentikan kegiatan Cheonsa menjambak rambut Hyukjae dengan satu tangannya. Matanya terarah pada seorang pria dengan sneli putih dan stetoskop yang menggantung di lehernya, pria itu masih sibuk membaca catatan medis tentang Cheonsa, yang di berikan suster di meja informasi.

“Oh my god, he is hot.” Bisik Cheonsa kepada Hyukjae, yang di balas oleh tatapan menilai dari sahabatnya itu.

“Oh my god, he’s ugly.” Jawab Hyukjae, yang sekali lagi mendapatkan jambakan dari Cheonsa, sebelum dokter muda itu mengalihkan pandanganya dari catatan medis Cheonsa.

“Jadi tersandung tempat sampah?” dokter muda itu tersenyum ke arah Cheonsa, satu tangannya menyentuh kaki Cheonsa dengan lembut.

“Kau tahu Dok, kecelakaan terjadi kapan saja. Dia terjatuh ke tempat sampah karena berusaha menarik perhatian seorang pria, pfft—menyedihkan sekali.”

Ingin rasanya dia merobek bibir Hyukjae menjadi sepuluh bagian, atau menguncinya di dalam kebun binatang. Tapi dia tidak bisa melakukannya sekarang, tidak ketika matanya masih menjelajah ke wajah dokter muda itu.

“Benarkah? Aku pikir gadis secantikmu tidak pernah berusaha menarik perhatian. Maksudku, kau terlihat menakjubkan, semua pria akan tertarik kepadamu dalam hitungan detik.” Dokter muda itu mengucapkannya dengan sangat kasual, membuat Cheonsa melayang di udara.

Hyukjae yang berada di samping Cheonsa mulai mencari nama sang dokter muda tersebut.

“Jadi—hmm, Cheonsa? Mari kita lihat seberapa buruk kau melukai kakimu.” Dengan perlahan dokter itu mulai membuka kassa tebal di kaki Cheonsa, dan tangannya kembali mengelus lembut kaki kiri Cheonsa yang mulai membiru.

Rasa sakit yang di rasakannya menguap begitu saja, kini semuanya terfokus kepada garis wajah dokter muda itu, dan bagaimana dokter muda itu memiliki garis rahang yang sempurna.

“Sekarang, mari kita lihat kelopak matamu. Beberapa kadang meremehkan kaki terkilir, tapi infeksi yang serius bisa datang jika tidak di tangani dengan baik.” Penjelasan dokter muda itu berakhir dengan satu tanganya menyentuh wajah Cheonsa, dan kini jari-jarinya membuka kelopak mata Cheonsa dengan lembut. Hyukjae bisa melihat bagaimana Cheonsa berusaha dengan keras untuk menutupi rasa gugupnya, kini wajah sahabatnya itu bahkan sudah bersemu merah.

Tapi itu tidak berlangsung lama ketika sang dokter menemukan hal yang lebih menarik.

“Wow, detak jantungmu melonjak tinggi.” Dokter itu menatap Cheonsa dengan tertarik, wajah Cheonsa yang memerah, dan matanya yang tidak berkedip membuat dokter itu menyentuh keningnya.

“Suhu tubuhmu baik-baik saja, mungkin ini hanya efek dari shock therapy yang kau alami dari kecelakaan kecil di kakimu—“ kata-kata sang dokter terputus ketika dia bisa mendengar suara Hyukjae menggema disana.

“Atau mungkin Dok, dia mengalami demam cinta sejak melihatmu memasuki ruangan ini.”

Sialan, brengsek, kebun binatang, Lee Hyukjae.

Dokter muda itu menatap Cheonsa dan Hyukjae secara bergantian, sebelum dia kembali tertawa lalu membuat detak jantung Cheonsa semakin melonjak tinggi.

“Baiklah Cheonsa, aku akan menuliskan resep obat untukmu, lalu tiga hari lagi kau bisa datang untuk pemeriksaan lebih lanjut—dan kabar baiknya, kau bisa pulang sekarang dan beristirahat di rumah.” Dokter itu tetap berbicara dengan kasual, atau mungkin ini bukan pertama kalinya dia menemukan seorang pasien yang tertarik kepadanya.

Dokter muda itu menyerahkan selembar kertas ke tangan Cheonsa, dan tersenyum manis sebelum mengelus rambut Cheonsa dengan satu tangannya.

“Rest well.” Bisiknya dengan lembut dan berjalan keluar dari ruangan itu. Cheonsa membaca tulisan yang berada di kertas tersebut, dan dia bisa mendengar teriakan Hyukjae bahwa detak jantungnya kembali melonjak tinggi.

 

“Hi, I’m Lee Donghae. If you need a love doctor, I have like medicated degree, and you’ve got beautiful veins.

Your Hot Doctor.”

 

“ARRRGHHHHHH!!” Suara jeritan Hyukjae membuat Donghae menghentikan langkahnya dan kembali ke ruangan itu. Dia melihat Hyukjae tengah memegang kakinya, dan mengaduh kesakitan setelah Cheonsa dengan sengaja mendorong tabung oksigen ke kakinya.

“Dok, aku rasa dia harus di rawat di sini, dan aku harus menemaninya.” Ucap Cheonsa dengan ekspresi tak berdosanya, di iringi Donghae yang tersenyum penuh arti, dan membuat Lee Hyukjae mengumpat dalam bahasa binatang,

Sialan, brengsek, kebun binatang, Han Cheonsa.

 

-FIN-

Day #2

Comments and reviews are gladly appreciated!

xo

IJaggys

 

 

 

 

[1] Popular girls who are bullies and use “girl agression”.
[2] An apparatus used to control heart fibrillation by application of an electric current to the chest wall or heart.
[3] What’s happening/going on.

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

12 responses »

  1. autumnblues says:

    Hahaha.. eonni lucunya. Hyukie disini kampret ya, bahagia banget ngerjain temannya. Dan well gk buruk lah kesandung tempat sampah, ktmu hot doctor? Wkwkk ><

  2. inggarkichulsung says:

    I love this, Hyukjae oppa hrs mendapatkan balasan atas semua kecerewetannya yg seperti ember bocor, kasihan Cheonsa td, tapi persahabatan mrk berdua asik banget, aigoo cocok banget Donghae oppa becoming a hot doctor especially for Cheonsa, saking gembiranya Cheonsa jd menendang tabung oksigen ke arah kaki Hyukjae oppa dan membuat temannya itu menjerit, daebak ff Sonia

  3. fsshy says:

    Hyuk sama cheonsa emg bner ccok jadi tmn aja deh. Jadi partner in crime juga bagus kayakny. Bner ga sih itu tulisan. Okay abaikan

  4. ffeby says:

    Keren.. dan selalu keren!!
    Aahh… aku selalu suka sama karya kakak♥
    Dan disini juga ikutan melting gara gara Hot doctor…

  5. cutebabyhae says:

    Ada banyak cara untuk jatuh cinta. Gak pernah bosen baca cara Cheonsa mendapatkan perhatian dongek apalagi si monyet yg jadi korban bikin tambah imut😀

  6. AFF says:

    waahh wahh..
    ini beda banget dar cheonsa yg biasanya, serasa jadi gadis yg pemalu banget di depan donghae😀

  7. - says:

    Hyukjae kemana aja tetep lawak, dasar muka lawak. Aku lelah jadinya:(
    Cheonsa, gimme your hot doctor please..

  8. FisHaeGyu says:

    I Love this…. very very very much……..
    sosweeet banget… Kasian si monyet:v sumpah kak ff ff mu bikin aku greget apalagi yang Hcs_Ldh… cinta mati sama pasangan ini, sering sering bikin ff mereka ya tapi yang greget jangan yang tragis:v

  9. insan nurmala says:

    Hahahah cheonsa alibi nya bener bener luar biasa untuk tetap tinggal di rumah sakit.
    Tapi alibi nya sedikit ke balas dendam pada hyukjae yg kelewat cerewet dan teledor itu.😀

  10. kim_yeon says:

    Hahahaha Hyukjae jadi korbannya Cheosa
    This happens cause Cheonsa wanted to see Donghae’s face every day, every hour, every minute, every second >_< ^_^

  11. Min's says:

    Omg i need a hot doctor right now!!

  12. Snowcho says:

    Kalau dokternya kayak donghae sih gk cuma cheonsa yg betah di rumah sakit. Semua cewek rela kali rawat inap walaupun gk sakit apa2.hahaha
    Donghae jd dokter flirting sama pasiennya ya..Ngasih kertas berisi kata2 yang wuaaaaaa….haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s