one flight

.

.

Another winter day, has come and gone away in either Paris and Rome. And I want to go home, Let me go home, It’ll all be alright, I’ll be home tonight.
I’m coming back home.—
Home, Michael Bublé.

.

.

 

***

December, 24th.

Fiumicino – Leonardo da Vinci International Airport

Southwest of Rome

Italy

  1. 00 AM Central European Time.

 

.

“Merry Christmas, Sir. Welcome home!” Pria berusia setengah baya dengan pakaian ekslusif-nya dari Savile Row, tersenyum dengan senang setelah dia mendapatkan penerbangan yang menyenangkan dari Paris ditemani dengan senyuman hangat dan pelayanan terbaik dari pramugari cantik berwajah Asia tadi.

“Kau tahu karena sikap-mu yang terlalu hangat dan menyenangkan selama penerbangan tadi, kau mendapatkan 18 nomor telefon dari penumpang pria dari kelas esekutif dan ekonomi. Beberapa diantaranya, adalah pengusaha tampan dari Paris dan Italia.” Han Cheonsa menatap teman-nya yang berasal dari San Cesareo, salah satu daerah di Roma itu dengan wajah bingung.

Well, Carol malam ini adalah malam natal dimana semua orang berusaha untuk mencapai rumah mereka dengan cara apapun untuk merayakanya bersama keluarga mereka.” Carol berjalan dengan tidak perduli sambil menarik kopernya, dan menembus keramaian di Airport terbersar yang dimiliki oleh negara Italia. Cuaca di Roma pagi ini sudah tertutup dengan timbunan salju dimana-mana.

Beberapa orang dari penerbangan tadi terus menyapanya dengan senang, dan Cheonsa menjawabnya dengan senyuman hangatnya lalu mengucapkan Merry Christmas dengan suara cerianya.

“Everyone got home safely at Christmas’s Night with tears of joy, that’s my favorite time of the year when I finally could feel the human’s heart inside of me.” Guman Cheonsa kepada dirinya sendiri, lalu teringat dengan telefon dari Ayah-nya ketika dia masih berada di Paris untuk segera mengambil penerbangan ke Seoul atau Ayah-nya itu akan menghentikan seluruh aktivitas penerbangan di Eropa.

“Philip memang tidak akan pernah berubah,” gumanya lagi lalu menarik kopernya dan berjalan ke arah lounge khusus Airplane Crews. Cheonsa menatap lounge itu yang biasanya ramai menjadi sepi, ya, semua orang telah berkemas untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Cheonsa mengehmpaskan tubuhnya di samping Kim, teman terdekatnya selama beberapa tahun ke belakang di atas udara.

“Akhirnya aku bertemu denganmu, aku pikir kau telah mengambil penerbangan pertama ke Incheon tadi pagi.” Guman Cheonsa lalu matanya mulai memperhatikan ruangan itu.

“Aku memiliki jadwal penerbangan dari Schiphol ke Roma dini hari tadi,” jawab Kim dengan mata yang masih berkunang melihat perbedaan waktu antara Schiphol dan Roma. Cheonsa mengalihkan pandanganya dari Kim, setelah dia mendengar bunyi roda koper di pintu masuk.

Choi Siwon berjalan dengan gagah-nya di balik seragam Kapten Pilot kebangganya, di belakangnya mereka bisa melihat Cho Kyuhyun dan Lee Donghae yang bertugas sebagai Co-Pilot di penerbangan kali ini. Han Cheonsa menarik nafasnya dengan malas.

“Jadi aku harus berkerja sama dengan orang sensitif itu di penerbangan kali ini?” keluh Cheonsa yang dibalas oleh tawa kecil dari Kim.

“Bukankah hubungan kalian telah berakhir cukup lama? Tapi mengapa kau terus mengeluh setiap kali bertemu denganya? Jangan-jangan kau mulai menyesali tindakanmu menduakanya ya?” goda Kim dengan tatapan jail.

“Aku akan lebih senang jika kau mau mengakui bahwa diam-diam kau sangat mencintai Co-Pilot Cho Kyuhyun.” balas Cheonsa dengan suara yang sedikit dibesarkan ketika melihat kumpulan pilot-pilot berwajah tampan itu mendekat ke arah mereka.

“Jika kau berulah selama di penerbangan ini tentang Kyuhyun dan diriku, aku akan membantu Donghae untuk memutilasimu dengan senang hati.” Ancam Kim dengan wajah paniknya, dia tidak ingin Kyuhyun mengetahui apa yang dipendamnya selama ini. Mengingat sosok pria itu bukanlah orang yang menyukai pengakuan cinta untuknya.

Kim masih bisa mengingat bagaimana tumbangnya setiap pramugari cantik dari seluruh dunia yang berusaha untuk menarik perhatian Pilot dingin itu, dan berakhir dengan kegagalan fatal yang menyebabkan berbagai penyakit depresi muncul di wajah-wajah cantik berkelas dunia tersebut.

Kim tidak ingin berakhir seperti itu, jadi selama ini dia hanya akan mengamati Kyuhyun dari jauh dan berusaha menghilangkan rasa gugupnya ketika mereka berada di dalam satu penerbangan yang sama seperti detik ini.

“Oh sial, mengapa dari sekian banyak pramugari yang berasal dari Korea hanya mahluk ini yang tersisa di penerbangan terakhir? Benar-benar malam natal yang sangat buruk.” Cheonsa menatap Donghae dengan tidak terima, dia menendang kaki Donghae dengan kasar sehingga mereka kembali terlibat di dalam turnamen gulat setiap kali bertemu.

“Hey, bisakah kalian bertindak profesional dan mengenyampingkan dendam pribadi satu sama lain selama penerbangan terakhir ini? Ada berapa jumlah penumpang di dalam penerbangan kali ini?” Siwon bertanya dengan tegas sehingga menghentikan aksi anarkis diantara Donghae dan Cheonsa.

“Uhm, hanya berjumlah 7 penumpang semuanya berada di Economy Class karena tiket First Class tidak dijual didalam penerbangan ini, data tadi sudah termasuk dengan putra anda.” Jelas Kim dengan sigap.

“Bukankah kau adalah Captain Cabin Crews?” sindir Kyuhyun ke arah Cheonsa yang menatap Kyuhyun dengan maut, jika Siwon tahu maka dia mungkin tidak akan menjadi Captain Cabin Crews lagi.

Well, pesawatku dari Paris baru tiba sekitar 20 menit yang lalu dan aku belum memiliki waktu untuk mengecek jumlah penumpang. Dan Donghae aku tidak butuh mendengar hasutan buruk-mu ke Siwon.” Potong Cheonsa saat melihat mulut Donghae sudah bersiap melemparkan argumen, tentang betapa buruknya kualitas kerja Cheonsa sebagai kapten di kabin pesawat.

“Ini akan menjadi direct flights dari Roma ke Seoul dengan durasi penerbangan 11 Jam non-stop, diperkirakan kita akan sampai jam sembilan malam waktu Central European Time. Atau sekitar jam dua malam waktu Seoul. Kalian hanya bertugas berdua di kabin nanti, jadi kita mengharapkan team work yang bagus untuk penerbangan terakhir kali ini.” jelas Kyuhyun dengan suara dinginya yang hanya dibalas oleh anggukan malas dari Cheonsa, dan anggukan semangat dari Kim.

Daddy, kapan kita akan pulang?” seorang anak laki-laki dengan wajah menggemaskanya bertanya dengan polos dari balik plastik Duty Free yang ber-isikan berbagai jenis coklat dan permen kesukaanya.

“Whoah, inikah putra tampan dari Kapten Pilot Choi Siwon?” tanya Cheonsa dengan semangat.

“Apa yang membuatmu datang ke Roma? Menghabiskan liburan akhir tahun-mu di Venice? Siapa namamu?”

“Choi Jino, aku diterbangkan kemari oleh Ibu-ku untuk menjemput Ayah pulang di malam natal, karena jika aku tidak menjemputnya Ibu bilang bahwa Ayah tidak akan pulang lagi seperti natal tahun-tahun lalu.” Ucap Jino dengan polos, Cheonsa mencubit pipinya dengan gemas.

“Apa yang membuatmu merayakan natal bersama keluargamu tahun ini? Bukankah kau lebih senang menghabiskan waktumu dengan pria-pria latin di Ibiza?” ucap Donghae dengan tatapan sinisnya.

“Ayah-nya menghubungiku tadi, dia bilang jika Cheonsa tidak ikut penerbangan ke Seoul kali ini maka Philip akan menghentikan semua jadwal penerbangan di Eropa.” Kyuhyun, Kim, dan Donghae tertawa dengan senang setelah mendengar penjelasan Siwon.

Philip Han memang pemegang saham terbesar di semua maskapai penerbangan Eropa, dan mengapa Cheonsa tetap menjadi pramugari karena gadis itu terus memaksa bahwa dia ingin menjadi pramugari seperti cita-cita kecilnya. Philip sangat menyayangi Cheonsa, dan dia tidak pernah bisa menolak semua keinginan gadis itu.

“Aku tidak tertarik untuk membahasnya, ayo Jino kita berangkat!” jawab Cheonsa dengan tidak perduli lalu menarik tangan kecil Jino dengan mudah yang sepertinya sudah tersihir oleh pesona Cheonsa sejak beberapa menit yang lalu.

Untuk perjalanan pulang menuju rumah mereka.

Seoul.

.

Settle down, it’ll all be clear don’t pay no mind to the demons. They fill you with fear, the trouble it might drag you down if you get lost, you can always be found. Just know you’re not alone, cause I’m gonna make this place your home.– Home, Philip Philips.

***

.

“Kim jika kau masih mengalami jetlag kau bisa beristirahat untuk lima jam pertama, Cheonsa dengan senang hati akan menjalankan tugasnya sendirian.” Kim menatap Kyuhyun dengan tidak percaya, inilah pertama kalinya pria dingin itu memperhatikanya lebih jauh dari sekedar pertanyaan apakah cuaca di Interlaken cukup cerah atau tidak.

“Hey, mengapa aku selalu menjadi pihak yang tersakiti disini?” tanya Cheonsa tidak terima, setelah dia memastikan bahwa Jino telah duduk dengan seatbelt yang terpasang aman di kursi barisan pertama.

“Kau pantas mendapatkanya.” timpal Donghae yang terus berjalan dengan santai ke kabin pilot bersama tawa kecil dari Siwon dan Kyuhyun dibelakangnya.

“Lagipula Cheonsa, kau hanya bertugas untuk 7 penumpang karena semua penumpang dengan tujuan Seoul telah berangkat di penerbangan pagi.” Sahut Siwon dengan senyuman kapten penuh kharismanya, lalu mengecup kening Jino sebelum dia terus berjalan menembus First Class untuk ke kabin pilot.

“Kau mungkin membutuhkan waktu beberapa menit untuk mengontrol kupu-kupu atau gajah di dalam perutmu karena insiden tadi.”ejek Cheonsa dengan tatapan khasnya setelah melihat Kim hanya tersipu malu di ujung kabin.

“Hai! Merry Christmas! Enjoy your flight to home, Sir.” Sapa Cheonsa dengan senyuman ramahnya ketika penumpang pertama memasuki kabin pesawat dengan senyuman gummy-nya.

“Hello! Merry Christmas, Sir!” lanjutnya ketika seorang pria berusia lanjut berjalan tergopoh-gopoh menarik koper kecilnya untuk memasuki kabin pesawat, dengan sigap Kim membantu pria tua itu membawa kopernya dan mencarikan nomor kursi yang tertera di potongan tiket pesawatnya.

“Hi! Merry Christmas for both of you, and the baby! Enjoy your way to back home, Mr and Mrs.” Lee Sungmin tertawa dengan senang setelah dia mendapatkan sambutan yang menyenangkan dari pramugari berwajah sempurna itu, dia menuntun istrinya, Sena yang tengah mengandung buah hati pertama mereka dengan sangat hati-hati.

Kim, help them! Atau mungkin sang Ayah tidak akan mengizinkanmu untuk menyentuh Ibu dan Anak-nya.” Semua orang yang sudah berada di kursi mereka tertawa mendengar jokes dari Cheonsa, mungkin karena ini penerbangan terakhir yang hanya berjumlahkan beberapa orang saja sehingga pelayanan di penerbangan ini pun tidak terlalu kaku seperti penerbangan lainya yang hanya menyapa dan tersenyum dengan sistematis.

“Dengar Sara, tidak akan ada yang terjadi di dalam sana. Kau akan baik-baik saja, Kakek dan Nenek-mu sangat ingin berjumpa denganmu, Ayah tidak pernah membohongimu bukan ketika Ayah berjanji kepadamu?” Cheonsa mengalihkan pandanganya ke seorang anak kecil yang bergetar dengan takut dan tidak mau melangkah memasuki kabin pesawat itu.

“Ah, ini adalah penerbangan pertamanya. Dia sangat takut dengan pesawat,” jelas Park Jungsoo ketika menyadari tatapan Pramugari berwajah sempurna itu memperhatikan mereka dari dalam sana. Cheonsa melangkahkan kakinya dan merendahkan tubuhnya hingga menyamai tinggi bocah perempuan yang masih ketakutan disana.

Hi! Siapa namamu?” sapa Cheonsa dengan senyuman lembutnya.

“Park Sara.” jawab anak kecil itu dengan takut-takut.

“Merry Christmas for you Sara!” ucap Cheonsa sambil menyodorkan sebatang coklat yang berada di saku rok-nya, dia sedikit bersyukur tidak membuang coklat pemberian pria Italy di penerbangan Paris tadi.

“Dengar Sara, aku akan memastikan bahwa penerbangan pertamamu akan sangat menyenangkan dan kau berserta Ayah-mu akan bertemu dengan Kakek dan Nenek-mu di malam natal ini! Aku tidak berbohong, kau akan sangat menyesal jika kau tidak ingin bergabung denganku didalam sana.” Sara mendengar bujukan Pramugari berwajah sempurna itu dengan bimbang, ditanganya sudah ada coklat yang disukainya dan dia yakin bahwa Pramugari ini tidak akan membohonginya. Mereka semua akan mendarat dengan selamat di Seoul.

Cheonsa menuntun Sara dengan ucapan-ucapan menyenangkan yang terlontar dari bibir itu, dibelakangnya Leeteuk menatap semua itu dengan takjub selama ini Sara tidak pernah mau mendengarkan ucapan siapapun kecuali dirinya. Jadi dia sangat berterima kasih kepada Pramugari cantik itu.

“Kau lihat di sampingmu? Dia adalah putra Kapten Pilot yang bertugas hari ini, dan dia tidak takut sama sekali untuk terbang sendirian tanpa Ayah-nya. Kau bisa bermain denganya selama penerbangan ini, aku akan memastikanmu terus tertawa hingga akhir penerbanganmu.” Bisik Cheonsa sambil memasangkan seatbelt untuknya, yang membuat Sara tertawa dengan senang.

“Door locked Captain,” lapor Kim, “Crews Cabin prepare for take off,” suara Donghae bergema di pengeras suara, Kim berjalan ke setiap kursi untuk memastikan seatbelt sudah terpasang dengan benar. Cheonsa berjalan ke telfon udara yang menghubungkan aktivitas komunikasi antara Captain Cabin Crews dan Co-Pilot di ruang pilot.

There will also be an announcement made to the passengers and a call to the cabin crew to make sure they are belted in.

“Not yet, give me five minutes.” Bisik Cheonsa lalu menutup telfon itu. “Semuanya lepas seatbelt kalian, dan dengarkan instruksi yang akan aku berikan sebentar lagi.” Kim menatap Cheonsa dengan bingung, dia percaya bahwa sebentar lagi Cheonsa akan melakukan aksi-aksi gilanya seperti biasa.

Dia membuka pintu menuju First Class, dan kembali berdiri di depan pintu itu. “Sekarang Pramugari Kim akan membantu kalian untuk bergerak pindah menuju First Class, and Merry Christmas everyone! Enjoy your flight to home with First Class from me, your Captain Cabin Crews, Han Cheonsa.” dari pengeras suara yang bergema disana, semuanya menatap Cheonsa dengan senang.

Ya, penerbangan ini akan semakin menyenangkan untuk semua orang dan Cheonsa menjanjikan hal tersebut.

.

So you better watch out you better not cry you better not pout. I’m telling you why, Santa Claus is coming to town. — Santa Claus is coming to town, Mariah Carey.

 .

***

.

After 9 Hours of Flight Duration

Posisition: North-East of Himalayas, Tibet.

.

Choi Jino terjaga dari tidurnya, dia melihat semua orang tengah terlelap dengan pulas. Dia berjalan ke arah Cabin Crews Seats, dan menemukan Kim juga tengah terlelap setelah selama seminggu ini dia hanya memiliki waktu sekitar tiga jam untuk beristirahat dikarenakan jadwal terbang yang padat saat musim natal seperti ini.

“What are you doing Jino?” bisik Cheonsa mengagetkanya, rasanya gadis ini tidak pernah kehabisan energinya sedikitpun.

“Bisakah kau mengantarkanku ke toilet? Aku takut berjalan sendirian.” Ucap Jino yang dibalas oleh anggukan senang dari Cheonsa.

“Aku akan menunggumu,—“

BRAAAAAAK!

Choi Jino terjatuh menghantam kursi terakhir di First Class, sementara Cheonsa terhempas ke belakang. Lampu di dalam pesawat itu padam untuk beberapa detik, semua orang terbangun dari tidurnya dan mulai bertanya-tanya dengan panik setelah mereka merasakan benturan keras yang terjadi di dalam pesawat itu.

Lampu kembali hidup, Cheonsa menarik Jino untuk segera kembali ke kursinya dan memakaikan seatbelt untuknya.

“Cheonsa, aku melihat sayap kiri pesawat ini mengeluarkan percikan api. Apakah itu buruk?” tanya Jino dengan wajah yang sudah menahan tangisanya.

“Tidak, itu tidak buruk. Kita memiliki dua sayap, dan aku ingin kau melupakanya bahwa kau tidak pernah mengingat kejadian tadi. Kau mengerti Choi Jino? Aku akan membawakanmu selimut.” bisik Cheonsa dengan senyuman lembutnya, Jino mengangguk dengan wajah takutnya.

Kim berjalan dengan senyuman tenangnya, menjawab setiap pertanyaan penumpang bahwa hal-hal seperti tadi sudah biasa terjadi karena tekanan udara dan tidak menimbulkan efek apapun. Cheonsa menatap Leeteuk yang kini tengah memeluk Sara dan berusaha menenangkan anak kecil itu dari guncangan keras tadi.

BRAAAAAAK!

Guncangan keras kembali terjadi, Kim terjatuh dan lampu kembali padam untuk beberapa detik. Cheonsa bisa mendengar suara tangisan Sara, pesawat itu terus bergetar Cheonsa berjalan dengan cepat dan membantu Kim untuk bangkit.

“Pastikan semua jendela dalam posisi tertutup, putar lagu-lagu klasik untuk menenangkan mereka. Aku akan menghubungi Co-Pilot.” Bisik Cheonsa, yang dibalas oleh anggukan sigap dari Kim.

“Apakah ini buruk?” Lee Hyukjae bertanya dengan tatapan paniknya ketika melihat Cheonsa berjalan dengan cepat melewati kursinya.

“Tidak, ini sudah biasa terjadi karena tekanan udara. Anda membutuhkan sesuatu, Sir?” tanya Cheonsa dengan senyuman ramahnya.

“Hanya pastikan bahwa pesawat ini akan mendarat dengan selamat.” Jawab Eunhyuk dengan tatapan kalutnya.

“Aku akan memastikan hal itu, Sir.” Jawab Cheonsa dengan senyuman cerianya.

“Apa yang terjadi disini?” tanya Cheonsa ketika dia melihat wajah cemas dari Donghae, Kyuhyun, dan Siwon.

“Tidak ada, hanya tekanan udara biasa.” Jawab Siwon singkat.

“Aku bukan penumpang yang bisa dibodohi, aku melihat sayap kiri mengeluarkan percikan api di guncangan pertama dan aku tahu bahwa itu adalah hal yang sangat buruk!” Cheonsa berucap dengan sangat panik. Ayah-nya dulu adalah seorang Pilot dan dia tahu semua hal tentang yang terjadi ruang kabin pilot.

“Sayap kiri terhantam oleh batu es dari udara, dan jika kami tetap berusaha mendaratkan pesawat ini dengan satu sayap maka pesawat ini akan meledak. Radio pemancar tidak bisa melakukan hal apapun tentang ini.” Jelas Kyuhyun tanpa menoleh ke arah Cheonsa sama sekali.

“Adakan pendaratan darurat di laut, sekarang!” Donghae menatap Cheonsa dengan tidak kalah frustasinya.

“Tidak ada laut di Tibet, semua hanya dataran tinggi. Satu-satunya danau yang berada di Tibet, adalah Danau Namtso yang telah membeku menjadi es. Pesawat ini akan tetap meledak, tidak ada yang bisa kita lakukan.” Jawab Donghae dengan suara rendahnya.

“Aku akan tetap mendaratkanya di Incheon,” Donghae dan Kyuhyun menatap keputusan Kapten Pilot Choi Siwon dengan tidak percaya.

“Kau akan membiarkan kita semua mati disini, walaupun kau tahu bahwa pesawat ini akan tetap meledak?!” Cheonsa berjerit ke arah Siwon dengan amarah yang memuncak.

“Aku adalah Kapten Pilot disini! Aku bisa melakukan apapun!” balas Siwon dengan suara tegasnya.

‘PLAAK!’

Cheonsa menampar wajah Siwon dengan kasar, “Aku adalah Captain Cabin Crews, dan di dalam sana ada putramu yang sangat mempercayai bahwa kau bisa merayakan natal bersama keluargamu tahun ini! Ada sepasang suami istri yang tengah menunggu kelahiran buah hati mereka! Dan di dalam sana ada seorang Ayah yang meyakinkan putrinya bahwa mereka akan mendarat dengan selamat dan bertemu Kakek dan Nenek-nya! AKU TIDAK BISA MEMBIARKAN SEMUA ITU TERJADI!”

“Lalu apa yang kau inginkan?! Membiarkan pesawat ini berputar-putar di atas udara? Bahan bakar pesawat ini hanya cukup untuk mendarat di Incheon, jika kita memutar arah pesawat ini ke utara laut kita tetap akan mati membeku ditengah-tengah Samudra Pacific karena bahan bakar pesawat ini sudah hampir habis dan membutuhkan waktu sekitar 72 jam untuk mereka menemukan jasad kita yang membeku di tengah perairan Pacific!” ucap Siwon dengan emosi yang juga memuncak, dia tahu bahwa Cheonsa hanya melakukan hal terbaiknya agar mereka semua tetap selamat.

But there’s no way for it.

Han Cheonsa menatap semua itu dengan tidak percaya, mereka semua akan mati, dia bahkan masih mengingat bagaimana dia mengucapkan Merry Christmas ke setiap orang yang berada di penerbangan ini.

“Cheonsa jangan sampai Kim mengetahui tentang hal ini, dia akan membuat semua orang panik. Kita harus menjaga rahasia ini, kita harus menjaga agar semua orang tetap tenang.” Ucap Kyuhyun dengan tatapan dinginya.

Cheonsa tertawa dengan frustasi, mereka akan mati dan ini adalah hal yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Donghae memegang kedua bahu Cheonsa dengan erat, ini adalah pertama kalinya dia melihat bola mata yang biasanya selalu mengejeknya dan menggodanya kini bersinar dengan takut.

“Kau harus membuat semua orang tetap tenang, akan terjadi banyak guncangan keras setelah ini. You don’t owe explanations to passengers for every thought process for air turbulence crash. You really don’t Han Cheonsa,”

“And I need you to believe in us, to believe in something you never believe before, in God. May God with us, Han Cheonsa.” bisik Donghae sebelum gadis itu keluar dari ruangan itu dengan keheningan. Menatap punggung yang selalu dicintainya selama ini semakin menjauh dari pandanganya, menyaksikan bagaimana punggung itu meninggalkanya untuk selamanya, dan dia melepaskan Han Cheonsa di dalam keheningan itu.

.

Well, you only need the light when it’s burning low. Only miss the sun when it starts to snow. Only hate the road when you’re missing home. Only know you love her when you let her go, and you let her go.— Let Her Go, Passenger.

.

.

.

-TOBECONTINUED-

Hi, cerita ini di buat untuk natal taun 2013 (three years ago, can you believe it?) tapi file-nya baru ketemu sekarang, so bagi kalian yang masih berada di blog ini–silahkan tinggalkan komentar just to make a sure that you’re all still here, but if you dont want to, that’s okay.

xo

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

30 responses »

  1. nn826 says:

    waduh, gimana itu, apakah pesawatnya bisa selamat mendarat sampai bandara ato beneran meledak?
    baru kali ini ya, cheonsa bisa ramah kayak gini. hihi

  2. tmatikka says:

    first kah???
    wuiii bayangan mereka bertiga jadi pilot >< cheonsa jadi pramugari,,
    ngebayangin betapa paniknya para penumpang, moga nggak terjadi apa deh, percaya ama kapten choi😀

  3. Sad ending kah? Duhhh duhh dari awal udh mikir gitu pas liat judulnya😂btw ikutan panik pas baca ada guncangan. Udh mikir engga2 aja. Semoga endingnya menyenangkan. Semangatttt

  4. Rosya says:

    Yaah.. gimana nih? Apa pesawatnya bakal jatuh? Sera baru pertama kali naik pesawat dan ayahnya udah janji mereka bakal sampai dengan selamat. Gimana dong kalo pesawatnya jatuh?

  5. Ryn says:

    Sonia serius ini dibuat taun 2013? Ya ampun lama banget 😂 untung ketemu dan bisa di posting disini ya 😍
    Uda kangen berat sama HCS LDH CKH.
    Penggalan2 lirik lagu yang kamu pake cocok banget sama suasana di dalem pesawat. Gabisa bayangin apa yg bakal terjadi sama mereka nanti setelah insiden tadi 😢
    Kebetulan kakakku juga kerja jadi flight attendant dan sering dibuat mules mules waktu denger dia cerita apa aja yg terjadi waktu dia terbang. Bisa ikut deg2an juga dan kerasa nyesek.
    Pas baca ini tambah deh.. ikut deg degan, tau tau panik sendiri xD
    Semoga mereka bisa mendarat dengan selamat di Seoul ♡

    Ah masih ada lagi. Aku juga sempet bertanya tanya waktu baca ini. Itu beneran Cheonsa kan. Dia kenapa bisa jadi manis kek permen kapas gitu? Tapi aku suka juga sama Cheonsa yang ini. Ehehehe

  6. Apakah pesawatnya akan meledak? Duh jan sad ending please :”) storynya keren bngt >< ga tau sih mau komen apa ;ooo lbh fkus ke pesawat aja kkkk. Hae cheonsa udh putus yahhTT ga bsa balikan lg apa xD ditunggu nextnya kak🙂

  7. FisHaeGyu says:

    Oh Ya Alooh apa pesawatnya bakalanmeledak??…. Suka banget disini cast utama nya donghae cheonsa yah … iya kan\? iya lah#maksa…….
    Ini Nggak mungkin sad ending kan??? jangan lah
    Biarkan donghae and cheonsa bersama dan bahagia#apaanlah
    jangan yah jangan sad ending…. pliss pliss pliss
    Semangat ya lanjutin ff nya…. ditunngu ff lainnya juga:D

  8. byunrifa says:

    wohooo dari judulnya sebenenrnya udah agak nyeremin sih haha flight to forever🙂
    dari segi ceritanya bikin kita bisa ngebayangin jadi pramugari dan lagi ada di pesawat yang mau jatuh, dan itu tengah malem uhhh
    Cheonsa ceritanya gak percaya sama Tuhan yah? waaahhh, dan apa yang bikin Cheonsa sama Donghae putus?
    ditunggu chapter selanjutnya, keep writing🙂

  9. Choi Rinna says:

    Duh, apakah pesawatnya bener2 akan meledak?
    Semoga saja tidak, semoga mereka semua selamat🙂
    Ngebayangin siwon jd pilot, pasti dia tampan maksimal, keren, kharismanya menguar >////<
    Donghae pasti jg gk kalah keren, gw gk mau turun n brharap penerbangannya lbh lama klo sama mereka :3

  10. MaeriL86 says:

    Oh my, selalu mendebarkan meski dari file tahun 2013 dan dengan setting-nya di udara sebagai pilot, co-pilot dan pramugari-pramugari nan menggoda *v*

    Jadi, akankah mereka semua bisa sampai di Korea dengan selamat dan merayakan Natal bersama orang-orang yang mereka sayangi?? *curious*

  11. xxxharu13 says:

    Ngebayangin di pesawat ada pilot.. co pilot begitu jadi senyum senyum sendiri masa ._. Gajelas ya ngehahahahaha ih kalau aku penumpangnya udah di pastikan ga gerak aku… beku duluan ngeliat crew pesawat kayak begitu… jangan meledak pesawatnya please…

  12. zazu says:

    Hadir selalu membacakan kisahmu yg luar biasa . Bnr bgt Cheonsa tdk prnh sprt ni krakternya. Heii bagian pling menyebalkan dr FF mu adlah (1/?) come on , tdk ckupkah membuat reader nelangsa mnunggu lnjutanya tnpa perlu menebak misteri tu tanda ‘?’ .. Tapi sdhlah, sdh sangat puas dgn tulisanmu. Keep writing ya, event just posted the older file.

  13. - says:

    Yes I’m still here, waiting for you to post a new story one, even if like old file, like this one kak :’)

    Wow satu pesawat isinya boneka semua, aku pusing:( dan itu cheonsa kenapa kaya candy cotton sih, ada manis manisnya gitu lol penggalan lagunya ngena ehe dan jangan buat LDH HCS like titanic story tapi yg ini make pesawat lol

    Jan biarkan blog ini terisi dengan kekosongan kak, isi aja sama file lamamu juga gapapa:’)) I miss you so bad, really bad.

  14. Ardani R says:

    hello IJaggys, long time no see~~
    jadi apa ini karya terakhirmu di blog ini? mengingat pas buka blog barumu dengan statement kamu udah ngga lagi menulis super junior/sedih pake banget, tapi ya bisa apa, semua emang ada ada waktunya😥

    kembali ke cerita, diawali dengan hangatnya HCS yang jadi kapten cabin, terus waktu di lounge yang ngejelasin hubungan cheonsa-donghae hanyalah mantan(ini khas IJaggys yang paling gue sebelin krn sejujurnya sebagai hardcore shipper LDHxHCS merasa sakit ati jantung ampela ini😄 ) dan aksinya cheonsa yang seolah jadi peri sinterklas dengan mindahin penumpang ke First class (favorit banget pas di scene ini) tapi di sini kok Siwon bisa nyebelin juga ternyata, semua cast yang selama ini berperan penting di blog ini muncul termasuk CJT yang siap eksis di SM nanti (ex. Heechul, Yesung) aku jadi terharu ngga tau kenapa, ff ini heartwarming bgt, dari tema sampe containnya :’)

    berharap part 2-nya beneran di publish, ngga peduli itu happy atau sad ending, yang penting clear untuk ff ini, even semboyan IJaggys : ‘Something better left unsaid’ tapi plis kali ini aja, buat clear ending.

    IJaggys, Fighting!!

  15. mercychristly says:

    Omg beneran bakal meledak? Berharap ada keajaiban ㅠㅠ
    Can’t wait for next part ka
    Keep writing and fighting!!!!

  16. wikyuhae says:

    Ff ini. Dibuat tahun 2013? Wiuh certanya keren tentang dunia penerbangan. Tapi punya feeling jelek kalau bakal sad ending. TT TT

  17. mapleleaf says:

    Wow , penasaran akan nasib merka, apakah mereka akan terdampar dipulai terpencil and mncari Cara how to survive?

  18. fsshy says:

    As always. Tbc di wktu tegang. Tapi ttep aja. Keren. Bagus. Semoga ga sad ending ya. Semuany sampa dgn selamat dan sehat sentosa

  19. namgichan says:

    tinggal percaya dengan keajaiban dan kuasa tuhan…

    can’t wait 2nd chapter!

  20. Fajarina Fitria says:

    Ceritanya Baru lagi, sambil nunggu dpt password Gangnam Love Story chap 9 nya nyampe, baca2 ceritanya Baru ini.
    Ceritanya Kali ini role nya jd pilot sama pramugari, kereennn
    Ceritanya juga bagus, bikin penasaran gimana itu pesawat akhirnya landing, landing dngn selamat apa akhirnya meledak jg..yg pasti itu pilot2 nya ganteng semuaa,,
    Kangen ma donghae, ma siwon ma jino jg,,
    Chapter 2 ny jngn lama2 yaa

  21. Queennie says:

    Still here kak! Menunggu lanjutan~

  22. delfia says:

    Penasaran kelanjutannyaah..
    Jangan sad ending please 😂😂😂😂..
    semoga capt siwon bisa mendaratkan pesawatnya di incheon yaa kakk 😊

  23. riidaumala says:

    serasa nonton film, son. deg deg an sialan. hahaha. belum bisa koment panjang lebar. yg pasti ngga sabar buat lanjutannya.

  24. pangesti06 says:

    Oh tuhan apa mereka akan selamat? Aku harap ya

  25. Kanz says:

    hi, Sonia. gak penting sih tapi aku berkunjung ke beckhambadda setelah sekian lama dan kangen buat komen disini hehehe. update-annya banyak banget. btw, ini dibuat tahun 2013, seriously? lo 2013 udah sebadass ini nulisnyaaa. wewww. ga sabar nih lanjutannyaaaa

  26. soofiatj says:

    Lah anjir, tiga manusia itu jadi pilot!!!! Can’t imagine gimana ceritanya kalo mereka beneran pilot, bukan member Super Junior😂😂😂
    Plis jangan ada yang mati pas Malam Natal dong. Kasian kan yang mau ngerayain Natal di kampung halamannya.

  27. nara97 says:

    Aaaa jebal ka son jangan buat mereka matiiiii ,, andwaeeeeeeeeee:( , dari judulnya udah bikij gimana gitu sih tp semoga bukan sad ending yaa,,, andd ka son kenalin aku new readers dsni ^^

  28. Aiai says:

    Jadi, ceritanya ini ff disave buat offline lantaran udah mau take off (maaf pembukaannya rada panjang ^^). Setelah delay beberapa jam dan pramugari berkali2 ngomong “for safety reason…” akhirnya sy bisa tiba di cengkareng tanpa kurang apapun. Betapa akan sangat menyenangkan bila seorang Han Choensa tersenyum menenangkan di saat galau lantaran pesawat beberapa kali berguncang.

    Jadi, jadi, jadi, pesawatnya selamat gak?

  29. Min's says:

    Deg deg an. Penasaran sama kelanjutannya. Walaupun 2013 tapi ff nya keren kok. Good job author-nim

  30. Fanny_Park says:

    penasarannm akutttt😥
    pesawat nya gk akan meledak kan???
    mereka tetap selamat kann???

    gantung😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s