hereafter

.

.

IJaggys

20 | 16

.

 

“From the second we are born, we start dying. So this isn’t life, this is death.”

.

.

.

***

Aku memiliki semuanya, kehidupan yang masuk akal, pekerjaan, ayah yang selalu tersenyum tak peduli berapa kali aku membuatnya kecewa, ibu yang selalu mendukung semua keputusan ku dan Donghwa yang selalu memberikan tinju kecilnya setiap kali aku kehilangan hasrat untuk hidup. Tapi semuanya berubah seperti dentuman hitam yang mengalahkan hitungan detik untuk menyelamatkan semua ini.

Malam itu, ketika aku menemukan Ayah-ku terbujur kaku di dalam kamarnya dengan luka tusuk yang menyayat-nyayat setiap jengkal tubuhnya dan menghilangnya Ibu dengan Donghwa dalam waktu bersamaan. Malam itu semuanya hancur. Tidak ada yang tersisa..

Hingga munculah sebuah senyuman itu, senyuman yang membuatku berharap bahwa ini semua hanyalah mimpi buruk.

 

***

 

Aku mempunyai semuanya, kehidupan yang masuk akal, pekerjaan, ayah yang selalu tersenyum tak peduli berapa kali aku membuatnya kecewa, ibu yang selalu mendukung semua keputusan ku dan Donghwa yang selalu memberikan tinju kecilnya setiap kali aku kehilangan hasrat untuk hidup. Tapi semuanya berubah seperti dentuman hitam yang mengalahkan hitungan detik untuk menyelamatkan semua ini.

Malam itu, ketika aku menemukan Ayah-ku terbujur kaku di dalam kamarnya dengan luka tusuk yang menyayat-nyayat setiap jengkal tubuhnya dan menghilangnya Ibu dengan Donghwa dalam waktu bersamaan. Malam itu semuanya hancur. Tidak ada yang tersisa..

Hingga munculah sebuah senyuman itu, senyuman yang membuatku berharap bahwa ini semua hanyalah mimpi buruk.

 

***

 

He is here, Honey.” suara berat beraksen itu menggema di ruangan megah ini dengan pilar-pilar tinggi berlukiskan perjalanan Dewa Zeus di atas awan untuk mencari anaknya Dewi Athena.

Wangi wine mahal terendus sempurna, ketika seorang pria bertubuh tinggi dan mempunyai wajah cantik sekaligus tampan itu menuangkan wine-itu ke dalam empat gelas tinggi yang berkilau seperti kristal tertimpa sinar matahari yang memaksa masuk melewati celah-celah gorden tebal berwarna merah gelap, yang menutupi hampir seluruh jendela berpotongan besar di ruangan ini.

Lee Donghae berjalan dengan perlahan, menekan agar lutut dan kedua tanganya berhenti bergetar. Dia meremas sebuah kertas yang ditemukanya di samping jasad sang ayah, membawanya ke tempat ini. tidak, sebenarnya dia yang berlari ketika menemukan surat itu yang hanya tertuliskan sebaris alamat.

Sebuah rumah mewah yang bisa di sandingkan dengan istana William, sebuah rumah yang membuat isi perut Donghae terkocok-kocok ketika mencium bau kayu Birch dan wangi cat mahal berwarna nilon di setiap sudut ruangan.

Pria dengan suara berat beraksen itu membisikan sesuatu ke seorang wanita yang kini tengah membelakangi Donghae, menatap ke perapian dengan tenang seakan-akan itulah hal yang paling menyenangkan di dunia detik ini.

Pria dengan suara berat beraksen yang sedari tadi menyita perhatian Donghae, menatap ke arahnya sekilas lalu kembali membisikan sesuatu ke wanita itu di akhiri dengan senyuman yang tergurat di wajahnya yang sempurna membuat semua orang yang melihatnya berpikir mungkin tuhan sedang dalam perasaan yang sangat baik ketika menciptakan Pria itu.

Donghae merasakan tubuhnya semakin bergetar hebat, menimbulkan bunyi gertakan dari rahangnya yang mengatup keras. Ketakutan dan rasa penasaran yang hebat menguasai dirinya ketika dia sudah berada di hadapan tiga orang itu. Pria berwajah cantik itu menghentikan kegiatanya menuang wine, dia menatap Donghae dari atas hingga bawah lalu menutup mulutnya dengan punggung tanganya membuat ekspresi seakan-akan dia baru saja menemukan seorang gembel menginjak karpet beludru mahalnya ini.

Oh!—lihatlah dia begitu malang dan menyedihkan. Aku tak tau apa yang telah kau perbuat denganya semalam, Han?” Ucap Pria Cantik itu dengan nada menggoda yang puas, Donghae menunduk dia menatap pantulan dirinya sendiri di cermin besar yang berada di kedua sisi perapian itu.

Wajahnya kotor, rambutnya basah dan berantakan, kemeja putihnya di penuhi dengan bercak-bercak noda darah Ayahnya yang mengering dan mulai berubah menjadi kecoklatan. Dia tidak bisa melihat dirinya lagi, yang dia liat hanyalah pantulan seseorang dengan wajah kotor dan pakaian compang-camping di penuhi bercak darah yang lembab.

Donghae mengalihkan pandanganya ke arah wanita misterius yang sedaritadi belum mau membalikan tubuhnya, rambutnya bersinar indah seperti warna nilon yang bisa Donghae temui di setiap sudut rumah ini.

Dia menarik beberapa helai rambutnya ke belakang kupingnya dan membalikan tubuhnya dalam satu gerakan. Menatap ke dua mata Donghae yang masih bersinar penuh ketakutan dan kemarahan.

“Welcome home Lee Donghae.” ucap wanita itu lembut, mendekati Donghae yang masih terdiam di tempatnya. Dia mengangkat satu tanganya yang langsung mendapatkan dua gelas wine dari pria cantik itu, dia mengulurkan satu gelas wine itu ke arah Donghae yang belum mau menyambutnya. Wanita itu kemudian tertawa kecil lalu meneguk wine yang berada di gelasnya dengan tenang dan menaruhnya ke atas meja kayu kecil berbentuk Jaguar.

Dia menyentuh lembut wajah kotor Donghae dengan perlahan, tanganya begitu dingin di wajah Donghae. Sorot teduh matanya yang berwarna biru samudera mampu membuat Donghae berhenti bergetar dan melupakan rasa takutnya dalam hitungan detik.

“Kau telah menjalani malam yang sulit, dan Heechul mau kah kau mengantar ksatriaku ini ke kamarnya?” tanya wanita itu lembut ke arah pria cantik yang terlihat menggerutu sedikit, namun tetap berjalan dan menarik Donghae dari tangan lembut wanita itu.

Dan rasa takut itu kembali menjelajahi dirinya lagi setelah merasakan tangan dingin itu tidak menyentuhnya lagi, dia menggelengkan kepalanya mencoba mendapatkan akal sehatnya kembali. Dia menolak tarikan pria cantik bernama Kim Heechul itu, dan berjalan lagi ke arah wanita itu yang kini sudah sibuk membelai lembut wajah pria berwajah sempurna yang terlihat jelas bahwa pria itu tidak menyukai seorang pun menganggu aktivitasnya bersama wanita nilon ini.

“Siapa kalian?” akhirnya Donghae mengucapkanya juga setelah dia merasakan bahwa tenggorokanya sungguh kering dan bibirnya begitu renta tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun setelah kejadian tragis semalam.

“Kau bisa mengetahuinya saat makan malam nanti Donghae.” jawab wanita nilon itu dengan tenang tanpa menghentikan aktivitasnya bersama pria berwajah sempurna itu.

“SIAPA KALIAN?!!” kali ini Donghae kehilangan kesabaranya, dia merasakan dirinya di permainkan oleh orang-orang asing yang bahkan belum pernah dia temui sebelumnya.

Well—kau telah membuat Kyuhyun-kita marah dengan teriakan mu tadi.” Bisik Heechul santai, yang berdiri di belakang Donghae setelah melihat pria berwajah sempurna bernama Cho Kyuhyun itu kini menatapnya buas. Wanita nilon itu akhirnya menatap Donghae.

“Kau ingin tahu siapa kami?” ucap Kyuhyun di belakang wanita nilon itu dengan keras.

“Kau adalah bagian dari kami sekarang. Ini adalah rumahmu dan kami akan melatihmu agar kau bisa bersanding dengan kami, sebagai seorang pembunuh Lee Donghae.” jelas wanita nilon dengan suara yang hampir tidak terbaca oleh ekspresi Donghae yang membeku.

Otaknya terasa seperti tersiram air keras dan dia berharap bahwa ini hanyalah lelucuan dari acara Scare Tactics yang selalu di tontonya di hari minggu bersama kakak-nya, Lee Donghwa.

Dan sebentar lagi dia berharap bahwa semua camera akan muncul dan wanita nilon ini akan menanyakan pertanyaan ‘Apakah kau takut? Kau tidak seharusnya takut karna ini hanyalah scare tactics.’ kemudian Donghwa akan masuk ke ruangan ini dan tertawa terbahak-bahak setelah berhasil membuat Donghae ketakutan setengah mati.

Tapi semua itu tidak pernah terjadi, camera-camera tersembunyi itu tidak pernah muncul. Dan Donghwa tidak pernah datang dengan tawanya. Ini semua nyata, bahwa Donghae kini tengah berdiri di antara orang-orang psikopat yang akan menjadikanya salah satu dari mereka. Benar, sekarang yang harus dia lakukan adalah berlari keluar dari rumah ini dan meminta perlindungan kepada siapapun.

“Kau tidak seharusnya berlari Lee Donghae, kau harus membalaskan dendamu untuk membunuhku.” Suara wanita nilon itu menghentikan langkah Donghae, dia tidak berbalik menatap wanita nilon itu dia hanya menunggu lanjutan kata-kata dari wanita psikopat ini.

“Satu-satunya jalan untuk kau terbebas dari sini adalah dengan membunuhku. Jika kau berhasil membunuhku kau bisa terbebas dari semua ini atau bahkan kau bisa memiliki semua ini.” Donghae merasakan amarahnya bergejolak dia membalikan tubuhnya menatap kelopak samudera itu yang kini tengah menatapnya dengan tenang.

“Aku bukan pembunuh, dan aku tidak akan pernah membunuh seseorang!” balas Donghae lalu kembali menanamkan langkahnya keluar dari tempat itu, tapi tanganya berhenti ketika dia akan mengayunkan engsel coklat berlapis emas itu ketika mendengar suara tenang itu kembali berbicara.

“Kau seharusnya membunuhku, karena aku telah membunuh Ayahmu Lee Donghae.”

 

 

***

 

 

Otaku terasa akan pecah dalam hitungan detik, tulangku serasa di hantamkan ke atas besi-besi beruncing tajam yang mampu meremukan seluruh susunan tulangku dalam satu kedipan mata. Aku melihat Heechul menusukan belati tajam berukir kanji namanya tepat ke dada pria tengah baya itu tanpa ampun. Dia menusukan-nya berkali-kali membuat seluruh wajah dan tubuhnya di penuhi cipratan darah.

Detak jantungku berhenti selama beberapa detik ketika aku melihat Heechul merobek lapisan kulit pria yang di-tikamnya tadi, dan mencabut jantungnya dengan kedua tanganya sendiri.

Aku menjatuhkan belati berukir namaku ke lantai setelah melihat peristiwa itu, peristiwa di mana aku yang seharusnya mencabut jantung pria tengah baya itu bukan Kim Heechul..

 

***

 

Kim Heechul turun dari Cadillac hitamnya, dia bersiul tenang sambil menggoyang-goyangkan kantong transparan berisi jantung yang baru saja di cabutnya malam ini. Sementara Donghae berjalan di belakangnya dengan wajah pucat, tangan kananya masih mengenggam belati putih berlapis perak dan berukir namanya yang di berikan Han Cheonsa nama wanita nilon itu beberapa saat yang lalu.

Hingga detik ini Donghae masih tidak mengerti apa yang sedang terjadi di hidupnya, mengapa ayahnya di bunuh oleh wanita bermata samudera itu, mengapa wanita itu membunuh ayahnya agar Donghae bisa membunuhnya, atau mengapa dia harus membunuh beberapa orang penting di negara ini agar dia bisa membunuh seorang Han Cheonsa.

“Han tidak akan menyukai ini, kau tahu itu—bahwa tadi dia memperintahkanmu untuk membunuh tua bangka itu, dan nyatanya kau hanya berdiam diri seperti anak kucing kehilangan induknya.” Ucap Heechul yang membuat Donghae merasakan isi perutnya kembali terkocok setelah mendengar Heechul mengucapkan nama depan wanita nilon itu.

“Dan oh!—Han sudah menunggumu di ruangan sana.” ucap Heechul lagi dengan tatapan –selamat-menikmati-nerakamu-malam-ini-.

Donghae berjalan perlahan memasuki ruangan itu, ruangan yang belum pernah dia masuki sama sekali selama beberapa minggu dia tinggal disini. Dan dia yakin butuh waktu satu hari penuh untuk memasuki seluruh ruangan yang berada di rumah—atau lebih tepatnya castile mewah ini.

Ruangan itu bukan seperti sebuah kamar dengan tempat tidur king-size berukir Victorian seperti yang dia tempati di kamarnya. Ruangan itu sangat kosong dan luas, di tengahnya hanya terdapat sebuah bathub-panjang dan langit-langit ruangan ini juga di hiasi oleh guratan dewa-dewa dari Mitologi Yunani.

Donghae juga tidak yakin apakah ruangan ini pantas di sebut Bathroom atau hanya tempat sebuah Bathub.

Donghae merasakan nafasnya kembali tercekat setelah melihat punggung telanjang Cheonsa menyender tenang di pinggiran bathub mewah itu. Tattoo dua sayap menghiasi kedua sisi di punggungnya, senandung lagu The Way Look You Tonight terdengar mengalun lembut dari piringan hitam yang berada di atas meja kayu kecil di samping bathub itu.

“Kau sudah datang?” tanya suara itu tanpa menolehkan wajahnya ke arah Donghae, wangi bunga corporel tercium sempurna di ruangan itu ketika Cheonsa menaburkan serpihan-serpihan bunga itu ke dalam bathub.

“Kurasa akan sedikit menghangatkan jika kau melompat ke dalam bathub ini bersamaku.” Ucap Cheonsa dengan nada lembutnya, tanpa mengurangi intesitas bunyi perintahnya sama sekali.

Donghae menatap Cheonsa yang masih tersenyum dengan wajah Malaikatnya sekarang, kemudian dia mengingat pembicaraan pendeknya bersama Heechul ketika menuju kemari.

“Han, dia adalah satu-satunya orang yang akan membuatmu berharap bahwa ini semua hanyalah mimpi buruk, lebih dari itu— dia bahkan akan membuatmu menyesal mengapa kau bisa melihat senyuman Malaikatnya di dunia ini.”

Dan setelah itu Donghae merasakan bahwa ucapan Heechul tadi bukanlah sebuah gurauan yang di dapatnya ketika dia tidak menghabiskan makananya sewaktu kecil, bukan hanya sekedar Malaikat-karangan-Ayahnya, yang akan memarahinya jika dia membuang makananya diam-diam.

Bahwa sebenarnya yang di hadapinya detik ini adalah seorang Malaikat yang bisa membunuhnya kapan saja.

“Aku menunggumu Lee Donghae.” bisik Cheonsa yang membuat Donghae tersadar dari lamunanya, dan mulai melangkahkan kakinya memasuki bathub besar itu.

Dia menjatuhkan belati putih berukir namanya itu ke lantai, yang membuat suara dentuman-nya terdengar menggema di ruangan ini mengalahi suara senandung The Way You Look Tonight yang masih mengalun setia.

Cheonsa menatapnya dengan bola mata samuderanya yang bisa membuat semua orang tersesat di dalam bola mata itu, dia menyentuh wajah lebam Donghae dengan lembut. Donghae sedikit meringis ketika jari-jari lembut Cheonsa sedikit menekan lebam yang di dapatnya dari salah satu penjaga pria tua yang di bunuh Heechul tadi.

“Dimana jantungnya?” ucap Cheonsa yang membuat Donghae menahan nafasnya, dia kemudian memberanikan dirinya untuk berbicara namun yang keluar hanyalah sebuah gelengan pelan dari kepalanya. Cheonsa tersenyum mengerti, kemudian dia mengambil belati putih yang tadi di jatuhkan Donghae dari lantai.

Cheonsa menatap belati putih itu yang masih bersinar bersih di hadapan matanya, kemudian dia menarik tangan kanan Donghae untuk menyentuh wajahnya. Donghae kembali merasakan kehangatan menjalar di tubuhnya, ketakutanya beberapa detik yang lalu menguap entah kemana di gantikan oleh kenyamanan ketika dia menyentuh wajah dingin Cheonsa.

Cheonsa menuntun tangan Donghae untuk turun di bibirnya yang berwarna ke merahan, dia kemudian mengecup jari-jari Donghae satu persatu hingga sebuah sayatan itu menggores sempurna di telapak tangan Donghae. Cheonsa menatap Donghae yang kini masih meringis ketika menatap tanganya yang sudah berlumuran darah.

Dia kemudian menghantamkan belati putih itu hingga menggores pergelangan tangan Donghae, dan tanpa aba-aba Cheonsa menurunkan tangan itu ke dalam air yang sudah di campur oleh serpihan bunga corporel hingga Donghae menjerit kesakitan.

Dia bisa merasakan bahwa serpihan-serpihan bunga itu semakin menyayat-nyayat lukanya, Donghae bahkan bisa melihat bahwa air yang berada di dalam batuhb ini telah tergantikan menjadi darahnya yang terus mengalir deras dari tangan kananya yang masih dipaksa Cheonsa untuk terendam sempurna di bawah sana.

“Jika kau tidak bisa membawa sebuah jantung setiap kali aku memanggilmu ke ruangan ini, maka cepat atau lambat kau akan membawa jantungmu sendiri ke dalam ruangan ini Lee Donghae.” bisik Cheonsa dengan nada rendahnya yang justru membuatnya terdengar seperti sebuah ancaman mematikan yang di takdirkan neraka untuk Lee Donghae.

Donghae menatap Cheonsa yang kini sudah berdiri dari dalam bathub itu, dan menutupi tubuh sempurna-nya dengan mantel handuk-putihnya yang sekarang mulai terwarnai dengan darah Donghae yang menempel di tubuhnya.

Dia sudah tidak bisa menemukan sosok Malaikat di dalam wanita nilon itu yang sedari tadi di tunjukanya, yang hanya bisa di lihatnya adalah seorang Malaikat maut dengan bola mata samuderanya yang bisa membunuh orang dengan satu kedipan di matanya.

Dan Donghae tahu bahwa ini bukanlah lelucuan lagi, bahwa dia harus membunuh seseorang untuk tetap bertahan hidup dan membalaskan dendamnya atas kematian sang Ayah yang berada di tangan Malaikat kejam itu.

 

***

 

Cho Kyuhyun berjalan dengan mantap beberapa langkah di depanku, tubuh tegapnya seakan menantang angin malam yang terus bergerak menusuk setiap rongga-rongga tulang manusia. Aku menatap pergelanganku yang masih di balut oleh kassa putih setelah sayatan yang di torehkan oleh Cheonsa beberapa hari yang lalu.

Ini adalah perburuan keduaku, dan kali ini Kyuhyun lah yang bertugas menemaniku walau dia sempat menolak. Tapi hanya dengan sebuah belaian lembut Cheonsa di wajahnya membuat pria berwajah sempurna ini mau menuruti semua perintahnya.

“It’s clear here, now it’s your turn.” Ucapnya dengan suara beratnya menunjuk ke arah pria tengah baya yang kini sudah bergetar ketakutan dari balik meja direkturnya yang mewah. Aku mengepalkan tanganku, membuat sebuah peruntungan di pikiranku bahwa ini hanyalah lelucuan dan pejabat penting ini tidak akan mati setelah aku menusuk tubuh itu berkali-kali kemudian mengambil jantungnya.

Aku menarik kerah pejabat itu lalu menarik belatihku untuk menusuk jantungnya, dan aku menemukan diriku bahwa aku tidak bisa membunuh orang yang tidak bersalah ini. Bahwa aku tidak bisa menarik jantungnya keluar dengan jari-jari tanganku

Aku tidak…

 

‘DOOR!’

 

 

 

-TOBECONTINUE-

.

.

.

from my writings four years ago

xo

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

27 responses »

  1. Rini says:

    hiiii ngeriii ya….
    aku kira ini vampir apa gmn gituuu.. ternyata pembunuhan…

    lanjutkaaan author

  2. ciphoxelfish says:

    Sadis son sadis. Donghae jd pembunuh susah untuk dbayangin, yg ad d pkiran gw dia mengkeret kaya anak kucing.
    Ya ampun disayat dlm keadaan sadar fi telapak tangan pula, ngilu men

  3. tmatikka says:

    gilaa, ngeri ihhh, han kenapa liu kek gituuu, serem banget:/ jangan racuni donge :v

  4. mercychristly says:

    Sadis banget kak son -_- gak bisa ngbayangin donghae jdi pembunuh…tpi keren can’t wait for next part ^^

    Keep writing, fighting!!!^^

  5. wikyuhae says:

    Sadisss, ceritanya masih abu-abu

    Siapa HCS dan kenapa dia bunuh keluarga LDH dan menjadikan LDH seorang pembunuh. Dan siapa Cho Kyuhyun. Dan ada bang Heechul juga.

    Dan yang terakhir itu bunyi tembakan siapa?

  6. melodyva says:

    astaga kak son !! serem bner dehh yg ini tapi overall tetep seru sihh !! wkwkwk
    aku bingung mau comment apa krna msih bnyak pertanyaan di kepala aku !!
    knpa cheonsa ngebunuh papa’a donghae ?? trus kemana mama’a sma donghwa pegi ?? knapa ninggalin donghae ??
    kenpa donghae hrus ngebunuh orang2 dulu buat ngebunuh donghae ?? knpa gak lngsung aj ngebunuh cheonsa’a ??
    next chap ditunggu yah kak🙂

  7. Mymecho says:

    Oh my god sadisnya ..
    Ini pertama kalinya aku baca ff pembunuhan macam ni..

  8. dalhaenim says:

    Ceritanya ngingetin sama film “Wanted”-nya Angelina Jolie, ya? Dimana si Cheonsa nyuruh Donghae yang ga ngerti sama sekali dengan apa yang terjadi buat jadi pembunuh.

    Part pertama selalu jadi part dimana banyak pertanyaan blm terjawab 😂 so, waiting for the next part~~

  9. sandprill says:

    story baru ya…serem n menegangkan dech….msh meraba-raba nich jalur ceritanya.. btw gmn sih syarat dpt pw unintended part 8, ak dah kirim email blm da blsan…comment part sebelumny jg dah…
    so plisss kasih pw nya ya…penasaran bgt ni… and ditunggu ya next chap ny….

  10. ffeby says:

    duh.. ngeriiiiii
    cheonsa sadis banget….
    Ceritanya bikin penasaran, ditunggu ya selanjutnya^^

  11. fsshy says:

    Oh God. Aku baca ini pas lagi hujan lebat. Jadi makin misterius. Ini keren kak. Bneran. Aku srius. Donghae yg polos kayak gitu disuruh ngebunuh, ngambil jntung mnsia. Deg deg an bcany, keren. Serius

  12. riidaumala says:

    bingung ya, si cheonsa. satu sisi dia ngga tega buat bunuh ayah donghae tapi disisi lain dia nyuruh donghae jadi pembunuh. oke, ini bikin penasaran.

  13. xxxharu13 says:

    Serem .-. Jangan nodai donghae ku yang polos(?) Dia masih terlalu polos untuk bunuh orang… seru ceritanya… ketika dorr dan munculah to be continue itu gemes banget yaaa -,- lanjut terus^^

  14. Rosya says:

    Entah bagaimana kalo harus jd donghae. HCS sadia banget. Dia berubah jd malaikat pencabut nyawa. Apa ayah donghae juga pejabat? Sebenernya HCS dkk itu kelompok pembunuh bayaran atau apa?

  15. PrintaNur says:

    CKH,HCS,KHC… emg cocok dah jdi psyco,tpi ea jangan nyeret2 abang Donghae yang polos.lugu,imut dan g berdosa..
    😂
    aduh,g tau motif Cheonsa yg sebenarnya.
    “DOOR”!!,siapakah yg mati???
    akika penasaran…

  16. hyerilee says:

    waw ini apaan>< cheonsa sadis banget ya
    cerita sadis2 gini ditambah kyuhyun heechul mantep dah emang, donghae yg volos disuruh untuk membunuh omg
    dan pertanyaan yg ada di kepala aku sama kek pertanyaanya donghae, penuh dengan mengapa

  17. namgichan says:

    Woww..
    Keren nih temanya..

    kenapa harus jantung?
    Obat awet muda kah? kkkk~

  18. hellenaya says:

    Wowwww ini agak lebih sadis yaaa*-* tapi suka sama genre iniiiii, suka sama cheonsanya yang menurut aku sifatnya agak beda dari ff yang lain hehe

  19. donghae says:

    Sumpah donghae jadi pembunuh gimanaaa,coba donghar kamu jado jahat gacocok:( kyuhyun mah emang tampangnya jahat😥😥😥

  20. raissagyu says:

    Keren. Si donghae yg baik hati masuk ke sisi gelap jadi pembunuh (malah kebayang si anakin skywalker) dan cheonsa, dia seriusan makan jantung? Oh my, sebenarnya mereka itu apa? Ada kyuhyun sama heenim juga. Benar-benar partner in crime paket komplit dah.
    Eyke bakal tunggu kelanjutannya
    **kak ijjagys, minta password di email udah gak bisa lagi ya kak?

  21. ayu diyah says:

    uwwaaahhhhhh
    sadis nya,, tpi keren bngt sumpah.. genre nya thiller ya
    HCS, CKH, KHC , para psikopat pembunuh tersadis.. di ff ini, karakter HCS rada beda gtu mnrutku.. LDH, ikan polos ku dipaksa jdi pembunuh juga,, hedehhh ,
    msih bnyak prtanyaan di part ini,, ga sabar buat part berikutnya🙂

  22. soofiatj says:

    Why did they do that to him?

  23. kim_yeon says:

    Sadis sekali . Cheonsa jahat banget . Aku nggak bisa bayangin Donghae jadi seorang pembunuh . Mukanya kan masihhh volosss

    Itu bunyi tembakan siapa? Apa Donghae nya mati?

  24. Min's says:

    Astagaa apa donghae yang si tembak??
    Kerenn ff nyaaa. Tapi ngeriihh. Tapi penasarann. Hahah

  25. FisHaeGyu says:

    Ngeri masa :v Cheonsa bener bener sadis dia bener bener jadi iblis bermata tiga atau lebih mungkin disini:v
    Cheonsa pemburu jantung:v.

  26. Fanny_Park says:

    gantunggg😥😥😥
    knp han mmbunuh ayah nya ???
    kmn prginya donghwa & ibu nya???

    serem amat yakk si cantik HCS
    :’3

  27. Kwon25 says:

    Baru baca.. banyak adegan yang ga terdugaa. Kak sonnn nexxttt.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s