badjokesbobby

Brought To You By: IJaggys

.

Bobby [Kim Jiwon] x Han Cheonsa [OC] x iKON Members

.

✿ Fluff ✿ AU ✿ Romance ✿ Comedy ✿ Cheesy ✿ 

.

.

“Do you want to hear a joke?”

.

.

.

***

Bobby mengumpat dengan kesal, saat beberapa petugas polisi mendorongnya ke dalam sel yang di sambut oleh aroma susu basi bercampur dengan alkohol dan asap rokok. Ruangan berukuran kotak itu, di penuhi oleh gelandangan, dan sisanya orang-orang teler yang sudah tidak bisa mengangkat kepala mereka sendiri.

Hanbin tersenyum senang, dia mabuk berat setelah menghabiskan empat shot[1] pertamanya dengan sloki yang hampir di telan-nya. Chanwoo si kecil kesayangan Hanbin, memeluk tubuh Hanbin dan melafalkan adegan di mana Jack memeluk Rose di film Titanic.Mereka benar-benar mabuk.

Junhoe adalah satu-satunya orang yang masih sober [2], setelah dirinya. Dia terlihat jengkel setengah mati karena berada di dalam ruangan yang kotor seperti sekarang, dia mulai mengumpat dalam bahasa kasar—lalu menelanjangi Bobby dengan tatapan sinisnya dan berguman, “Ini salahmu, membawa dua idiot itu ke club bersama kita.”

Ini adalah malam yang sibuk. Empat hari sebelum malam natal, dan semua orang memilih untuk pergi ke club—berbuat dosa sebanyak mungkin, sebelum melakukan pengakuan dosa dengan nyanyian misa di bawah pohon natal.

Dia tidak merencanakan bahwa kegiatan mereka ini akan berakhir dengan Hanbin melempar gelas slokinya ke kepala seorang pria berusia pertengahan, dan Chanwoo menaruh sepatunya di atas kepala pria itu. Junhoe berada disini karena dia memukul pria itu, saat melihat Chanwoo yang mabuk berat hampir mendapatkan pukulan kasar darinya.

Lalu Bobby berada disini karena dia tidak bisa melewatkan perkelahian begitu saja. Berkelahi di dalam club adalah hal yang sangat di sukainya, melebihi berada di dalam clubitu sendiri.

Mereka berempat berakhir disini, dengan Jinhwan yang tengah bernegosiasi di luar sana untuk membebaskan mereka.

“Jinhwan berhenti menangis! Kau pikir polisi itu akan membebaskan kita karena tangisanmu? Aish, kau benar-benar payah—Ah! mengapa aku bisa berakhir dengan manusia-manusia sampah seperti kalian.”

Junhone adalah Junhoe, si pria bermulut tajam yang selalu menyesali karir kehidupanya karena berakhir dengan mereka. Tapi diam-diam dia mencintai mereka melebihi dia mencintai dirinya sendiri, dan semua orang tahu bagaimana dia mencintai dirinya sendiri.

“Foto-foto ini akan aku jadikan arsip nasional untuk mengancam kalian di kemudian hari.” Yunhyeong tertawa dengan senang, satu tanganya terus mengambil foto-foto mereka di dalam jeruji besi dengan kamera ponselnya—Bobby bahkan harus menahan Junhoe sebelum sassy diva itu mengamuk, karena Yunhyeong mengambil gambar wajahnya dalam situasi buruk.

“Aku pulang. Aku tidak bisa menahan kebodohan ini lagi, biar ini menjadi pelajaran untuk kalian semua Hyung—bahwa pergi ke club bukan pemecah masalah dari kehidupan kalian yang menyedihkan.”

Donghyuk si muda yang bijaksana, si muda yang memesan Coca Cola di club, si muda yang menjadikan Dalai Lama sebagai panutan hidupnya, berjalan keluar dari kantor polisi itu tanpa memperdulikan jeritan Junhoe yang memaki Donghyuk dengan kata-kata khas dirinya;

“Berteman saja dengan Dalai Lama! Jangan harap kau bisa berbicara denganku, atau merindukanku lagi, aku jauh lebih baik dan bijaksana dari Dalai Lama!”

Tipikal Koo Junhoe.

Bobby memutuskan untuk duduk di lantai sel yang dingin dan kotor. Dia menempelkan wajahnya di antara jeruji besi, dan membiarkan Yunhyeong berteriak senang sembari mengambil foto-fotonya dengan sinar blitz yang membuat matanya berkunang.

Dia melihat Jinhwan yang masih menangis dan memohon di meja register, dan Hanbin yang kini tengah menangis dan berjerit di dalam pelukan Chanwoo karena merindukan adiknya.

“Aku berjanji akan segera pulang ke rumah dan bermain Polly Pocket [3] bersamamu, Hanbyul-ah.”

Oh, malam ini akan sangat panjang untuknya. Matanya tidak sengaja menangkap bayangan sesosok gadis dengan rambut coklat nilonya yang tergerai sempurna, dan bola mata berwarna biru samudra—gadis itu berjalan dengan beberapa petugas yang mengantarnya ke dalam sel ini, lalu—

“KAU PIKIR, KAU BISA BEGITU SAJA MENARUHKU DI DALAM TEMPAT SAMPAH SEPERTI INI?! AKU HANYA MELANGGAR TIGA LAMPU MERAH! TUNGGU SAMPAI PENGACARAKU DATANG!” Teriakan gadis itu sangat keras sehingga semua yang berada disana menatapnya dengan terkejut, sang polisi menatapnya dengan sedikit takut sebelum mendorongnya dengan paksa ke dalam sel itu.

Miss Cheonsa Han, anda harus tenang—pengacara anda sedang dalam perjalanan kemari.” Petugas itu membaca kartu tanda pengenal, yang di sitanya dari gadis nilon tersebut.

Entah efek alkohol yang mulai menggerogotinya atau bukan, tapi dia bisa melihat tiga Dewa Aphrodite memanahkan cinta ke arahnya saat melihat gadis nilon tersebut. Gadis itu mungkin berusia satu tahun lebih muda darinya, dia memiliki tubuh yang sempurna dengan garis wajah yang mengingatkanya pada model covergirl dalam kemasan Lipbalm Cherry yang selalu di beli Yunhyeong.

“Hey cantik—boleh berkenalan?”

Menunggu adalah hal yang membosankan, dan dia memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam mendekati seorang gadis. Cheonsa—Si gadis berambut nilon itu mengalihkan matanya ke arahnya, wajahnya seperti bersiap mengeluarkan larva kemarahan—menatapnya penuh jijik. Siapa yang mau berkenalan dengan pria yang mendekam di dalam sel yang kotor seperti dia?

Tapi Bobby tidak menyerah begitu saja, dia justru merasa semakin tertantang. Dia mendapatkan predikat bad boy bukan tanpa sebab. Junhoe, membuang mukanya dengan malas—tahu, bahwa sebentar lagi si sampah Bobby akan mengeluarkan kata-kata yang tidak kalah sampahnya.

Hey Cheonsa, do you want to hear a joke about my dick?” 

Kali ini Yunhyeong memutarkan matanya dengan bosan, lalu memilih untuk menemani Jinhwan di meja depan. Junhoe merubah posisi duduknya, dia tersenyum senang—membayangkan bahwa sebentar lagi dia akan menyaksikan gadis nilon itu menampar wajah Bobby karena berbicara tidak sopan.

Tapi gadis nilon itu hanya berdiri terdiam di sana, dengan wajah tidak tertarik, menunggu Bobby melanjutkan rayuan sampahnya.

“Nevermind, it’s too long!” Bobby mengakhiri bad-jokenya dengan tawa keras hingga matanya membentuk sebuah garis. Junhoe menutup wajahnya dengan malu, berharap dia memiliki jurus membelah diri seperti Naruto.

Tanpa diduga, gadis nilon itu berjalan mendekat ke arah Bobby—menyusuri wajah Bobby selama beberapa detik, sebelum mengulaskan senyuman indahnya yang membuat pria itu merasakan ribuan kupu-kupu di dalam perutnya.

Hey, do you want to hear a joke about my vagina?” 

Mata Bobby bersinar dengan terang, dia melemparkan tatapan penuh kemenangan ke arah Junhoe. Jika tatapan itu bisa di artikan dalam kata-kata, mungkin akan berbunyi seperti ini: “Malam ini aku akan berada di atas ranjang yang sama denganya.”

“Sure!” Bobby menjawab dengan penuh semangat, gadis nilon itu memasang mimik berpikir sebelum membisikan sesuatu di pendengaranya.

“Nevermind, you’ll never get it.”

Bisik gadis nilon itu dengan tenang, tapi cukup keras untuk di dengar Junhoe dan membuat pria itu jatuh terguling tertawa dengan keras. Sementara Bobby di sana hanya membeku dengan wajah yang memerah, mengetahui bahwa gadis nilon itu adalah gadis pertama yang menolak dirinya dengan telak.

Menolaknya dengan telak.

.

.

 

***

 

EPILOG

.

.

Junhoe masih tidak bisa berhenti membicarakan bagaimana rayuan sampah Bobby, di tolak dengan cara yang cukup menyakitkan oleh seorang gadis cantik di dalam sel tadi. Setelah melalui proses yang panjang akhirnya Jinhwan berhasil mengeluarkan mereka, satu jam setelah gadis nilon pujaan Bobby—di jemput keluar oleh pengacaranya.

“Aku akan pulang sendiri.”

Junhoe menoleh ke arah Bobby dan tersenyum mengejek ke arahnya.

“Jangan melompat dari jembatan, jangan meminum cairan pembersih lantai, juga jangan berhenti berharap. Orang yang patah hati cendrung melakukan hal-hal bodoh, cukup wajahmu saja yang bodoh—jangan yang lain. Terakhir, selamat ulang tahun! Hubungi kita setelah kau selesai berduka dengan patah hatimu!” Itu adalah pesan setengah mengejek dari Junhoe sebelum dia melompat ke dalam mobil. Ingatkan lagi seberapa menjengkelkanya Junhoe nanti.

Jam sudah menunjukan waktu dini hari, dan itu artinya hari ulang tahunya telah tiba. Mendekam di penjara, di tolak oleh seorang gadis cantik—benar-benar ulang tahun yang buruk.

“Hey.”

Suara seseorang menghentikan langkahnya, dan dia melihat Cheonsa, si gadis nilon itu berdiri disana di balik mantel coklatnya yang terlihat sangat mahal—menatapnya dengan tenang sebelum berkata;

“So do you still have any reddit[4]  jokes?” 

Bobby tersenyum dengan senang, dia tidak akan pernah kalah untuk mendapatkan seorang gadis.

Wanna hear a pizza joke?” Bobby mensejajarkan langkahnya dengan gadis nilon itu, Cheonsa mengangkat bahunya, tanda bahwa dia menyerah atau memang dia terlalu malas memikirkan lelucuan payah dari pria yang berhasil membuatnya menunggu di atas trotoar selama lebih dari satu jam—hanya karena dia menemukan lelucuan pria itu menarik.

“Nevermind, it’s too cheesy!” 

Untuk beberapa saat gadis nilon itu menatapnya dengan takjub. Takjub dengan kebodohan yang di ciptakan pria itu. Tapi semua itu terhenti saat dia merasakan pria itu mengecup bibirnya dengan singkat, dan tersenyum menggoda.

“Hey, my name is Bobby—And I’m your next mistake.” Bisiknya dengan nakal, tanpa memperdulikan wajah Cheonsa yang terkejut sebelum gadis itu mengutuk dirinya sendiri karena telah membiarkan pria dengan rayuan sampah itu menggenggam tanganya detik ini.

“Do you want to hear a joke?” 

“Shut up.”

“You know? There’s only one thing I want to change about you.” 

Cheonsa tidak menjawab, dia membiarkan Bobby menyelesaikan satu lagi lelucuan buruknya. Di dalam kepalanya dia telah membuat sebuah perhitungan, jika pria itu akan memulai lelucuan tentang alat kelamin dia akan menendang pria itu ke tempat sampah tempat di mana pria itu berasal.

“Your last name.”

.
Dan setelah kata itu terucap, Bobby bisa melihat wajah Cheonsa yang memerah—dan tawa lepas dari pria itu, karena telah berhasil membuat gadis nilon ini melupakan rencanya untuk membuangnya ke tempat sampah.

Ini adalah ulang tahun terbaik yang pernah terjadi di hidupnya.

 

.

.

.

-END-

.

.

.

A/N: Hi! Sorry for the cheesy jokes, cheesy with plotless story. Story ini di buat khusus untuk merayakan hari lahirnya Bang Ibob ke dunia 🙂 cerita ini terinspirasi dari kehidupan nyata setelah……berdisko lol. Please leave some comment, so then I can write more about cheesy Bobby on the future 😀 p.s: im now part of here yeay x

xo

.

.

[1] A SMALL GLASS DESIGNED TO HOLD OR MEASURE SPIRITS OR LIQUOR.
[2] NOT INTOXICATED OR DRUNK. 
[3] A TOY LINE OF DOLLS AND ACCESSORIES.
[4] WEBSITE THAT CONTAINS OF ONE-LINER JOKES ON INTERNET.

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

15 responses »

  1. namgichan says:

    Inii yg dimaksud lagi “selingkuh” dari Hae,,
    Hmm…

  2. blacklilswan says:

    oh yeah i really lobea bobby jokes😉 sangat amat ringan dan menyenangkan membaca story ini di tangah malam! bobby ganteng dan rasa nya, bobby cocok sama hcs krn sama2 image nakal yg terbersit di otak ku (stdakny dlm opiniku gtu) ahahah xD . anyway, tq untk ttp update ^^

  3. wikyuhae says:

    Hahah, nge Joke nya itu lo bikin ketawa gak jelas.

    “You know? There’s only one thing I want to change about you.”

    “Your last name”

    Kalau yang ini so cheesy😄😄 X

  4. fsshy says:

    Ga nyangka cheonsa bisa rela nunggu bobby, ngebiarin bobby nyium sama megang tanganny. Ga nyangka juga cheonsa bisa tersipu malu kayak gitu

  5. insan nurmala says:

    cieee bobby ehm ehm akhirnya nongol lagi di ff nya kak son😀😀

    cheonsa ih sweet banget,sampai dia rela banget nungguin bobby sampai segitunya😀

  6. Hzelen says:

    W senyum2 sendiri baca cerita ini wkwkwkwk , apalagi yg last joke😆😆😆 too much sugar….but a good story for my midnight, thx!

  7. beautifulee says:

    Ehem. Ternyata cheonsa kemakan cheesy jokesnya bobby😀

  8. mychococho says:

    cidaaaakkk cheonsa selingkuh lagi setelah ditinggal pacar sama selingkuhan wamil hohohooo….. tipikal cheonsa wkwkwkkk aww pizza with extra cheeze plis lol

  9. ingridachrist says:

    Omg, bobby so cheesy! Haha
    Hello iJaggys💕💕
    Aku ke sini karena lagi nyariin fanfict nya iKon trus dapet deh webnya, pas ditelusurin ternyata authornya ada iJaggys! Fav banget dehh. Dulu aku emang suka baca LCS sampe beli bukunya, tapi vakum sampe kemarin karena kesibukan jadwal yang padat merayap. Abaikan.
    And here I’m back again! Please, buat lebih banyak cerita tentang iKon gini yah, pengen request B.I jadi mc juga hihihi.
    Keep writing & always support u
    Xoxo

  10. gaemgyukkuru says:

    Jadi ada pasangan baru lagi yang terlihat sangat nakal tapi manis/? Bobby-Cheonsa kayaknya keren juga kalo digabungin, mereka hampir mirip ya karakter nakal nakalnya😂

  11. xxlvcswxx says:

    LOL cheesy jokesnya boby garang kyk mukanya,Melodrama picisannya donghae jelas kalah telak nih hahahaha. Nice shoot kak son★★★★★★★ xx. another girl who influenced by iKON presence hghghghg

  12. Dee_Dhiyah says:

    LOL cheesy jokesnya boby garang kyk mukanya, melodrama picisannya donghae jelas kalah telak nih hahaha. Nice shoot kak son ★★★★★★★. Xx. Fr another girl who get influenced by iKON presence too. Hghghghg

  13. soofiatj says:

    Lah anjir Bobby kasian bener wkwkwk tapi gpp cinta butuh perjuangan Bob.

  14. Min's says:

    Bobbyyyyy. You’re so cheesy. Hahhaha cheonsa luluh karna abang mata garis memgeluarkan jurusnya. Hahhaa

  15. lalice says:

    sukaaaaaaaaaa bangeeettttt.. cuma jokesnya garing banget yak 😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s