sixth

.

.

Previously On A Shoot: Click Here.

.

.

“Because when falling apart was the only option, I turned myself into ashes so that I could not feel this heart beating anymore.”

 

 .

.

.

411, Elm Street.

Southern Central Of America.

Dalas, Texas.

.

.

Lee Hyukjae berdiri dengan kesal, matanya menatap gedung tua dengan tumpukan batu bata berwarna merah pudar dengan tulisan The Sixth Floor Museum. Ini adalah hari terakhirnya di Dallas, dan dia telah membuat janji kepada Haru untuk menemani gadis kecil itu mendapatkan Happy Meal terbaru di McDonald yang berada di sepanjang jalanan Arlington.

Dia baru saja menghabiskan satu liburan musim dinginya di Texas, setelah Tablo menghubunginya—di iringi rengekan Haru bahwa dia merindukan Hyukjae. Dia tidak bisa menolaknya, atau bisa di katakan bahwa rasa sayangnya kepada Haru jauh lebih besar dari koleksi majalah dewasanya.

Lalu apa yang membuatnya berdiri disini? Di antara puluhan turis yang menikmati waktu mereka, mendengarkan penjelasan panjang tentang salah satu sejarah dunia paling fenomenal di era perang dunia kedua—yaitu pembunuhan Presiden Jhon F. Kennedy yang terjadi akhir November, 52 tahun yang lalu—tepat di tempatnya berdiri detik ini.

“I’m still trying to cope with the fact, that I wasn’t born as Kennedys.” Suara nyaring Heechul bergema di antara turis-turis asing dari timur tengah. Heechul menggnunakan coat tebal—koleksi terbaru dari Garcons, dan satu tangan membawa bendera Amerika berukuran kecil yang di bagikan oleh salah satu petugas di sekitar museum—Heechul mengibarkan bendera itu dengan umpatan khasnya, meratapi dirinya mengapa dia tidak terlahir menjadi salah satu bagian keluarga dari Kennedy.

“Jika kau belum tahu—Oh, aku yakin kau sangat bodoh dalam hal edukasi seperti ini. Jhon F. Kennedy adalah presiden Amerika ke-35 yang mati terbunuh, setelah ditembak oleh Lee Harvey Oswald dari lantai enam gedung ini. Dia adalah presiden terhebat dalam sejarah Amerika, plus he’s gorgeous, with blue eyes, old money—Oh, I’m a gay’s trash for him.”

Jika sudah menyangkut Kennedy, si gila Heechul tidak akan bisa berhenti mengotori telinganya tentang semua obsesi sintingnya terhadap Jhon F. Kennedy. Begini, Heechul menggilai Kennedy saat dia duduk di bangku sekolah dasar, dan salah satu gurunya berkata bahwa dia rela menjadi gay untuk Kennedy.

Contoh yang buruk.

Tapi menyaksikan Heechul berdiri dengan semangat, mendengarkan puluhan omong kosong dari tourguide yang tidak lebih baik darinya—sungguh membuat Hyukjae tidak percaya.

Karena biasanya Heechul akan selalu mencela penjelasan sang tourguide, dan membenarkanya—alasanya sangat sederhana, dia mengetahui semua tentang keluarga Kennedy melebihi dirinya sendiri. Heechul adalah pengunjung regular, setiap kali dia memiliki waktu luang—dia akan terbang ke Dallas, dan menikmati waktunya di dalam museum ini untuk mendengarkan penjelasan tentang Kennedy.

Dia bahkan jauh lebih professional dari semua petugas dan tourguide di Dealey Plaza ini.

“Oh, seharusnya aku tahu—kau memaksaku kesini hanya untuk mendengarkan bualanmu tentang Kennedy? Ingatkan aku, bagaimana menariknya kehidupan sex dari presiden tercintamu itu.”

Hyukjae berkata sinis, membeku di depan grassy knool yang sangat bersejarah itu bukanlah pilihan utamanya. Belum lagi amukan dari Haru yang telah menunggunya di rumah dengan lidah menjulur dari Iguana kesayanganya. Oh, hari yang buruk.

“Bukan Kennedy yang membuatku memaksamu untuk kemari, tapi dia—dia yang membuatku memanggilmu kesini.” Heechul berkata dengan tenang, matanya masih membaca selebaran flyer tentang kronologis penembakan Kennedy.

Hyukjae memutar pandanganya, dan ketika iris matanya menangkap sosok familiar berjalan keluar dari dalam museum itu—dia tahu alasanya mengapa Heechul memaksanya untuk berada disini.

Han Cheonsa.

Wanita berambut coklat nilon itu melangkahkan kakinya dengan perlahan, udara musim dingin dan tetesan salju di Dallas, membuat wajah sempurna wanita psikopat itu memerah.

Cheonsa tidak menyadari kehadiran Hyukjae atau Heechul, dia terlihat sibuk dengan gelas karton berisi kopi yang di genggamnya, dan satu tanganya membuang flyer yang sama seperti Heechul.

Hyukjae tersenyum, dia menolehkan wajahnya ke arah Heechul. Berharap bahwa Cheonsa adalah kejutan yang di berikan oleh Heechul sebagai hadiah natalnya. Hyukjae telah menetap di Texas selama lebih dari dua bulan, dia menghabiskan waktunya berkerja dengan Tablo di semenanjung perbatasan internasional antara Amerika dan Meksiko—mengawasi perdagangan illegal dari pasar gelap yang berada disana.

“Si wanita psikopat itu berada disini? Aku pikir dia sudah bersama dengan polisi San Francisco itu! Astaga dia benar-benar menginginkanku di atas ranjang.” Hyukjae memulai sesumbarnya, tapi Heechul tidak bersuara, dia menatap Hyukjae untuk beberapa saat sebelum menarik nafasnya dengan panjang.

“Dia berhenti.”

Heechul membuang flyer itu ke tempat sampah, matanya menatap Cheonsa dari kejauhan. Dia menatap Cheonsa berdiri di depan sebuah mobil tua dengan wajah sempurnanya.

“Maksudmu dia berhenti menjadi wanita psikopat, dan mau mengakui rasa ketertarikanya kepada penisku?” Hyukjae masih tertawa, terlalu bersemangat membayangkan bahwa mereka bertiga akan menjalani sisa tahun ini bersama—seperti yang selalu mereka lakukan sejak empat tahun yang lalu.

Hanya ada dirinya yang selalu memutar film dewasa, Cheonsa yang selalu menggodanya—dan Heechul yang selalu melindungi mereka semua.

Tapi tawa Hyukjae terhenti saat dia melihat Cheonsa tersenyum dengan indah ke seorang pria yang berjalan keluar dari pintu museum, pria itu menggunakan jaket hitam dengan lambang The Sixth Floor Museum.

 

“Cheonsa memutuskan untuk berhenti, dia bukan lagi salah satu dari kita. Kejadianya sekitar satu bulan yang lalu, dia memintaku untuk mengantarkanya ke San Francisco—bertemu dengan Donghae. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi setelah itu Taeyong dan Jhonny keluar dengan wajah muram mereka.”

Heechul tahu bahwa Hyukjae mendengarkan kata-katanya dengan baik, walaupun kini matanya tertuju sempurna pada Cheonsa dan seorang pria yang tersenyum hangat ke arahnya.

“Aku mengantarkan Jhonny dan Taeyong ke airport. Yunho telah berada disana, membawa potongan tiket penerbangan terakhir ke London malam itu. Cheonsa tidak menjelaskan mengapa dia membawa Taeyong dan Jhonny ke London, dia tidak banyak berbicara.”

“Lalu setelah itu semuanya terdengar sangat konyol. Dia berkata dia jatuh cinta, jenis cinta yang membuatnya bodoh—dia jatuh cinta dengan seorang pria yang ditemuinya di Dallas. Dia memutuskan berhenti untuk seorang pria yang tidak pernah di kenalnya.”

Hyukjae tidak menjawab, mungkin terlalu terkejut—atau dia tidak ingin mendengar semua itu. Tapi setelah itu semuanya menjadi sangat buram untuk dirinya, perlahan tapi pasti dia melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah Han Cheonsa—lalu dia menyaksikan bagaimana Cheonsa tersenyum dengan sempurna dengan jemarinya yang indah berada di wajah pria itu.

Senyuman yang tidak pernah di lihatnya selama ini, dan hal itu membuatnya sangat marah.

‘BUGH!’

Samar-samar dia bisa mendengar jeritan Han Cheonsa berteriak disana, tubuh pria itu ambruk di pelukan Cheonsa. Pisau lipat yang berada di tanganya, tanpa sadar telah tertancap sempurna—menembus lapisan kulit dari pria asing yang telah membuatnya kehilangan Han Cheonsa-nya.

Dia bisa merasakan tatapan tidak percaya dari Cheonsa, dan bagaimana Heechul berlari ke arah Cheonsa, mencoba menarik wanita itu sebelum dia membunuh Hyukjae.

Lee Hyukjae hanya berdiri disana, menatap semua itu dalam keheningan—mengetahui bahwa dia telah kehilangan samudra itu untuk selamanya.

“Because when falling apart was the only option, I turned myself into ashes so that I could not feel this heart beating anymore.” Bisiknya dengan tenang, membiarkan darah itu terus mengalir membasahi butiran salju yang memerah.

Lalu setelah itu semuanya menjadi sangat gelap.

Untuk dirinya

.

.

-END OF THE SIXTH FLOOR FROM DALLAS-

.

.

.

 

A/N: Hai, this is the final installment for A Shoot Series. Ini adalah series pertama menuju ending A Shoot, akan ada sekitar 3 atau 4 episode lagi sebelum A Shoot benar-benar tamat. I know some of you are extremely sad about this, but I’m trying really hard to finish all of this. Please leave some review and comment.

P.s: Kalian juga boleh meninggalkan kesan pesan selama A Shoot Series ini tayang, untuk siapa itu Pria Dallas kalo kalian follow twitter x ask.fm aku pasti tau siapa pria ini :)))

p.p.s: please don’t ask me about Unintended nor Gangnam Love Story, it’s A Shoot. You should ask about A Shoot Series not other .

xo

@IJaggys | ask.fm: IJaggys

 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

12 responses »

  1. shiana says:

    wah wah wah, udah mau selesai aja…… inget banget waktu itu pertama kali nemu blog beckhamlovesbadda langsung tertarik sama series ini aaa a a a. sedih banget pasti mengingat nanti ngga ada trio ini lagi yang kadang bisa sangat-sangat kejam tapi juga bisa ngocok perut.

    dan bagian ini bener2 ngga disangka. aku kira cheonsa bakal berakhir sama hyukjae/donghae (((maunya hyukjae ;_;))) tapi ternyata….. gasps.

    udah lama ngga buka ask.fm kak son, tapi nanti aku sempetin mampir deh LOL. tapi, seriusan deh, hyukjae cinta mati banget ya sama cheonsa?!?!?!?! rada kasihan juga waktu dia dengan pedenya ngira cheonsa blah, blah, blah, tapi akhirnya dia kok sadis banget sampe ngebunuh itu cowok dallas ;_; poor hyukjae.

    ditunggu episode berikutnya!!!❤

  2. Dit says:

    Apa yang terjadi kak apa yang terjadi? Sedih bangett aku bacanyaa, kenapa harus terjadi beginian ketika aku kangen sama hyukjae-cheonsa, tapi yeah aku juga seneng akhirnya a shoot di lanjutin lagi, tapi.. Yahh, semoga endingnya yg terbaik deh buat ketiga trio psyco inii

  3. inggarkichulsung says:

    Hyukjae oppa sepertinya benar2 mencintai Cheonsa nya dan tdk terima jk ada pria lain yg dipilih cheonsa, aku kira Cheonsa akan berpacaran dgn Donghae oppa dan tobat dr dunia trio physco tsb, rupanya pria lain yg membuat Cheonsa bkn lg bagian dr Hyukjae oppa dan Heechul oppa, penasaran selanjutnya akan bgmn krn ia melihat hyukjae oppa menusuk pria dallas yg sedang bersamanya, ditunggu kelanjutannya Sonia

  4. tmatikka says:

    huahhhhh ini kenapa cheonsa sama cowok lain??? padahal udah seneng tadi pas liat notif email ashoot tayang,
    hyukjaeeeee kasian banget kamu :3
    ditunggu next nya kaaakkkk ^^~

  5. mrsleekk says:

    Aku ga pernah baca A Shoot Sebelumnya jadi aku ga tau giman awalnya ini A Shoot seris yg pertama aku baca nanti aku ubek2 deh biar tau cerita awalnnya gimana agak sedikit bingung sih emang tapi dari part ini emang sepertinya Hyukjae cinta banget sama cheonsa sampe2 dia berani bunuh pria yang buat cheonsa jatuh cinta ~
    kali ini EunHae yang bersaing ya buat dapetin Cheonsa biasanya kan KyuHae hahah

  6. insan nurmala says:

    Aduhh ya ampun hilang sudah kesabaran hyukjae selama ini😦
    Btw cowok dallas itu siapa ? Donghae kan cowok polisi nya fransisco.
    Berarti ada kemungkinan cowok ini beda lagi dong ?
    Penasaran banget sama cowok yg ini.

    Ditunggu ya kak lanjutannya🙂

  7. applepuu says:

    Donghae kan ya?
    Bentar….itu yg mati si cowok dallas itu kann… Dibunuh hyukjae…?? Awwwwww…. Uda agak lupa sama series ini soalnya… Hahaahaha

  8. fsshy says:

    Aaa, siapa itu? Cheonsa bneran brenti? Trus gimn sama donghae dan hyuk? Kasian kan mreka

  9. fsshy says:

    Aaa, siapa itu? Cheonsa bneran brenti? Trus gimn sama donghae dan hyuk? Kasian kan mreka. Ditunggu lanjutannya ya kak

  10. gaemgyukkuru says:

    Jangan bilang cowok dallasnya itu Kyuhyun /gaplis :3 tapi, aku kok lebih suka Cheonsa sama Donghae ya? Mereka keliatan unyu gitu/? Kak Son ini keren banget sumpah! Loveyousomuch lah kak😀

  11. ayu diyah says:

    ahhhh!!! hyukjae patah hati
    kasian kmu,bang.. hihihi..
    siapa sih cowok dallas?? penasaran,,,
    kyuhyun, kris, atau siapa??

  12. Fajarina Fitria says:

    Woww dah mau ending aja…
    Hyukjae bunuh siapa tu? Penasaran, donghae kah? Wahhh si hyukjae jd kalao klo dah ketemu cheonsa…
    Soniaa donghae nya Mana?
    Kangen nih ma unintended nya kapan keluar lg?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s