Bournemouth_2309188i

.

.

Previously On A Shoot: Click Here.

.

.

“Thanks to modern medical technology, I’ll have a boner at 95. Thanks to weed, I won’t remember what to do with it.”

.

.

.

Bournemouth

The South Coast Of England

Hampshire, United Kingdom.

 

.

.

JIKA semua orang membayangkan laut lepas berwarna biru muda dengan pemandangan tanah Inggris yang menakjubkan ketika mendengar Bournemouth disebutkan, maka lain halnya dengan Philip Han.

Dia memikirkan kejahatan yang menyenangkan.

Seperti yang dia lakukan sekarang—membunuh salah satu anak buah dari anggota mafia yang berpengaruh di China, hanya dengan menggoreskan samurai ke leher pria malang itu dengan kasar dan berpendapat bahwa yang di lakukanya tadi bukanlah sebuah pembunuhan, tapi dia sedang melestarikan seni hara-kiri [1]yang sudah mulai punah di Jepang sana.

Hara-kiri atau bukan, dia tetap mati.” Putrinya menunjuk ke tubuh pria malang itu yang sudah tidak bernyawa. Sebagai jawabanya, Philip tersenyum senang dan membiarkan salah satu pengawalnya menaruh samurai itu ke dalam tempatnya lalu dia merangkul pundak Cheonsa dengan santai.

Hari ini Philip memaksa Cheonsa untuk ikut berkerja denganya, sebagai penebusan rasa bersalah karena Cheonsa memergoki dia dan Alexa bercinta di atas konter dapur di dalam rumah mereka.

“Hey, penggal kepalanya dan kirim ke China. Itu hanya sebagai gertakan karena mereka telah berani mengusiku dengan menggelapkan 765 senjata ke China. Jika hingga besok mereka belum menunjukan itikad baik, aku akan mengirim putriku ke China untuk memenggal kepala mereka semua.”

Semua pengawal dan anak buahnya mengangguk dengan patuh. Philip kemudian kembali merangkul Cheonsa, tanpa memperdulikan tatapan sinis Cheonsa yang menegaskan bahwa dia tidak pernah mau berkerja untuk Ayahnya.

“Kau tahu tentang legenda masyarakat di Jepang—tentang Ronin 47? Di dalam kekaisaran Jepang dulu, khususnya saat kosongnya kekuasaan setelah kaisar mereka dibunuh.”

Cheonsa memutarkan matanya dengan bosan, ini pasti akan menjadi cerita yang sangat panjang. Apalagi jika sudah menyangkut masalah samurai kecintaan Ayahnya. Philip bisa menceritakan kisah perjuangan Ronin 47 hingga satu minggu penuh, dan dia masih belum merasa cukup dengan semua detail-nya.

“Aku sudah cukup mendengarnya. Kisahnya sudah berada di WikiPedia dan filmnya sudah dibuat dengan Keanu Reeves sebagai pemeran utamanya, juga kita sudah mengunjungi Kuil Ronin di Jepang sebanyak 28 kali jika aku tidak salah menghitung.”

Mendengar penolakan dari putrinya lantas membuat Philip menarik bibirnya dan membuat sebuah lengkungan tanpa rasa bersalah karena sudah mengotori telinga Cheonsa dengan kisah Ronin-nya.

“Tapi kau tahu—bahwa samurai itu adalah milik Kaisar Asano ketika dia melakukan hara-kiri. Aku membelinya di pasar gelap dengan harga yang sangat fantastis. Bayangkan, aku mencuri benda bersejarah dunia—dan samurai yang kau lihat di Kuil Ronin adalah tiruan yang dibuat di China.” Philip terlihat sangat bangga dengan pencapaianya, samurainya adalah harta yang paling berharga di dunia ini. Diam-diam dia telah menobatkan samurai bersejarah itu sebagai cinta abadinya di dunia ini, mengalahkan posisi Cheonsa dan Alexa.

“Cukup dengan Ronin. Sekarang apa yang akan kita lakukan?”

“Nah, untung kau bertanya. Ada kedai kopi di ujung jalan yang menjual souvenir khas sini, aku ingin membelikan Heechul dan Hyukjae gantungan kunci dan beberapa postcard dari Bournemouth—untuk oleh-oleh ketika kau pulang.” Philip terlihat bersemangat, dia mengeluarkan kertas kecil di sakunya dan menulis souvenir apa saja yang akan dia beli untuk Hyukjae dan Heechul.

Ketika membayangkan Philip Han sebagai ketua sindikat kejahatan yang berpengaruh di Inggris, pasti semua orang tidak membayangkan bahwa wujudnya akan seperti ini. Mungkin beberapa menggambarkan bahwa Philip adalah seorang pria dengan luka codet di setiap sisi wajahnya, atau dengan tattoo tengkorak dan pisau yang memenuhi tubuhnya.

Tapi lihat kenyataan yang terhampar. Philip Han adalah pria yang berbanding terbalik dengan semua pendeskripsianya. Dia menyenangkan, dia selalu tersenyum ramah, dan selalu menyempatkan dirinya untuk membeli beberapa souvenir dari setiap kota yang dia kunjungi setelah melakukan rentetan kegiatan brutalnya.

Sebut saja membunuh orang dengan samurainya, menodongkan pistol ke dalam mulut seseorang, atau memperagakan gerakan seppuku pada orang lain, adalah hal yang dia anggap normal.

Juga jaket kulit yang dan celana jeans hitam yang dikenakanya tidak membuat kehadiranya terlihat mengancam, dia lebih terlihat seperti pengendara Harley Davidson yang tengah menghabiskan waktu luangnya untuk menganggumi keindahan laut biru Bournemouth.

“Jadi kapan kau akan mengajaku dan Ibumu untuk bertemu dengan Hyukjae dan Heechul?” Philip membuka pintu kaca di depan kedai kopi yang dimaksudnya. Dia mengambil tempat duduk yang berada di ujung ruangan—dengan etalase lemari kaca yang memuat berbagai koleksi souvenir khas Barnemouth.

“Jika kau dan Mom memberikan aku seorang adik.” Jawabnya secara asal. Sebenarnya itu hanya alasanya agar Philip dan Alexa tidak berkunjung ke Amerika, bukan karena dia tidak ingin Hyukjae dan Heechul bertemu dengan kedua orangtuanya.

“Tenang saja. Sebulan lagi kau akan mendengar kabar kehamilanya. Aku dan Ibumu akan memberikan yang terbaik untukmu, sayang.” Ayahnya tersenyum nakal ke arahnya, tapi matanya sudah sibuk mengambil beberapa postcard untuk Hyukjae dan Heechul.

“Thanks to modern medical technology, I’ll have a boner at 95. Thanks to weed, I won’t remember what to do with it.” lanjutnya dungan satu tangan menunjuk ke arah celananya. Ayah mana yang membicarakan boner [2]dan kehidupan sexualnya secara gamblang kepada putrinya?

Hanya Philip Han.

Alasan dia tidak ingin mempertemukan mereka dengan orangtuanya, karena Philip dan Alexa adalah jenis orang tua yang akan membuat kepalanya pening dengan kelakuan sinting mereka.

Belum lagi dengan tawaran menggiurkan yang akan di lepas oleh Philip kepada Heechul dan Hyukjae untuk setuju berkerja di bawah sindikatnya, dengan kata lain dia belum mau menyerahkan kehidupanya di Amerika untuk menemani Ayahnya memilih gantungan kunci—seperti sekarang.

Benar-benar tidak keren. Bahkan untuk seukuran pembunuh bayaran professional seperti dirinya.

“Heechul suka lumba-lumba, tidak?” Philip menunjuk salah satu hiasan pigura dengan tempelan lumba-lumba di sisinya.

“Tidak. Dia suka kucing hitam, tapi lumba-lumba boleh juga.” Tanpa disadarinya, dia mulai tertarik dengan aktivitas Ayahnya memilih souvenir. Sekarang matanya tertuju pada gantungan kunci dengan lambang ikan di sana, dia memikirkan seseorang ketika melihat gantungan itu.

“Aku mau yang ini.” Putusnya lalu mengambil sepuluh gantungan kunci dengan karakter ikan yang berbeda di setiap jenisnya. Melihat semua itu membuat Philip tidak bisa menahan hasratnya untuk menggoda putrinya.

“Si polisi itu suka ikan? Jadi dia lebih suka ikan atau vaginamu?” dia bertanya dengan wajah pura-pura polosnya, membuat Cheonsa melirik ke arahnya dengan tajam. Jika tatapan bisa membunuhnya, maka Philip sudah berada di surga sekarang.

“Si polisi itu asalnya dari Mokpo, bukan? Daerah nelayan di selatan Korea. Pasti dia suka ikan, lebih dari vaginamu.” Mendapatkan tatapan membunuh dari putrinya, tidak membuat dia merasa terancam. Kini dia bahkan menambah pembicaraan mereka ke level yang lebih berbahaya untuk keselamatanya.

“Kau benar-benar melakukan pengintaian kepada Lee Donghae? Astaga! Berapa banyak mata-mata yang kau taruh di San Francisco sekarang?” Cheonsa berkacak pinggang dengan kesal, dia bisa menendang kaki Ayahnya atau melakukan setengah gerakan seppuku [3]untuk membuat Ayahnya jengah.

“Ayah tidak mengintai, aku hanya meneliti. Itu adalah dua hal yang berbeda.” Tangkisnya tetap dengan senyumanya yang menawan. Diam-diam dia sudah merencanakan penelitian terbarunya tentang berapa panjang penis yang dimiliki oleh Polisi yang sudah berhasil menarik perhatian putrinya tersebut.

Jika Polisi itu ingin berkencan dengan putrinya, dia harus memastikan bahwa Polisi itu bisa memuaskan putrinya di atas ranjang. Ini seperti kualifikasi di dalam keluarganya sejak dulu. Kepuasan di ranjang jauh lebih penting dari kepuasan rasa cinta.

“Walaupun begitu Ayah tetap akan membelikanya gantungan kunci itu, juga pajangan sirip Ikan Hiu untuk di apartemenya. Lihat kebaikanku untuk Polisi San Francisco itu, sayang.”

Dia mengecup bibir Cheonsa dengan singkat untuk melupakan kemarahan putrinya. Dengan kesal Cheonsa menghentakan kakinya dan membiarkan Philip membayar semua souvenir untuk Donghae.

“Ini untuk Polisi itu.”

Philip menyodorkan tas karton berisi souvenir berbentuk ikan ke arah putrinya, yang disambut dengan tatapan sinis dari Cheonsa sebelum menarik tas karton itu ke tanganya. Lee Donghae pasti begitu menarik untuk Cheonsa, sehingga putrinya mau merendahkan ego-nya untuk mengambil tas karton darinya.

“Jadi benar bahwa Polisi itu lebih menyukai ikan dibandingkan vaginamu?”

“Dad, shut up.”

“Apa vagina ikan lebih menarik dimatanya?”

“Dad!”

“Seharusnya, vaginamu lebih menarik dari ikan-ikan kesayanganya.”

“DADDY! SHUT THE FUCK UP!”

Sekali lagi, Han Cheonsa kehilangan kesabaranya menghadapi Philip Han. Membiarkan Ayahnya tertawa dengan keras disana, di antara semilir angin laut dari pantai Bournemouth yang indah.

Philip Han tidak akan pernah berhenti menggoda Han Cheonsa.

 

.

.

-END OF SUNSHINE FROM BOURNEMOUTH-

 

.

.

 

Philip Han

phili

 .

.

.

Han Cheonsa

hcsashoot

 .

.

p.s: I f-ing love this series lol

xo

Facebook Page:  IJaggys

.

.

 

[1] Ritual suicide by disembowelment with a sword, formerly practiced in Japan by samurai as an honorable alternative to disgrace or execution.
[2] An erection of the penis.
[3] Another term for hara-kiri.

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

17 responses »

  1. inggarkichulsung says:

    Aigoo actually it’s so funny, Daddy Philip pintar membuat Cheonsa kesal dan suka bgt ngegodain anak tunggal nya tsb, ayahnya tahu bgt smp detail soal Donghae oppa Polisi di San Fransisco tsb, Cheonsa kesal krn ayahnya menggoda nya dgn hal2 seperti itu, Daddy Daughter time when him bought some souvenir in Bournemouth

  2. Sandradewipuspitasari28 says:

    Punya ayah kayak gitu, duuuhh bahayaaa wkwk :’v
    Memang pinter bikin cheonsa kesel yah xD Ciee dongek bikin han jatuh cinta cieee :v

  3. Fajarina Fitria says:

    Bahaya nih daddy nya… wkwkwk tp lucu,, bikin anaknya kesel. Kliatanyya philip setuju kalo cheonsa ma donghae,. Ditunggu part selanjutnya

  4. strawjewels says:

    Ohh my god .. Philips Han dia kena sindrom penyakit apa bisa bisa ngomong kek begitu ‘an sama anak gadisnya kkkk.. Apa gk takut ntar nya Cheonsa jadi gila beneran karena bicara nya yang kelewat ngawUr..
    Dan kegilaan MR Han bukan cuma dari mulut aja.. Oh mai gat jadi selama ini dia slalu ngintai siapa dan apa aja yang di lakukan oleh putri nya.. Di series A shoot ini Kayaknya HCS-LDH dapet restu dari Mr han yuhuuuu gue seneng bgt 😆😆😆

  5. Ryn says:

    Daddy Philip keren banget! Mau nyari dimana lagi coba bapak-bapak kece macem Philip? xD Semoga Cheonsa punya panjang sabar buat ngadepin kedua orang tuanya yang agak sarap. hehehehe.. nggak bisa berhenti ketawa nih pas baca bagian Cheonsa-Philip yang berdebat tentang ikan dan vagina.. astagaaaa duo iblis ini bener bener deh..😀 nasib donghae gimana ya ntar punya mertua kaya Philip. xD

  6. Estherbella says:

    Anjirrr philip han, gue mau punya bokap kayak gituuuuu. Obrolan mereka diluar dari kebiasaan antara bapak sama anak yang hobby ngomongin masa depan sama sekolah lah ini? Mgomongin vagina anjiirrr, sumpah ngakak asli sama series ini.

  7. tmatikka says:

    huahhhh itu obrolan bapak ama anak gitu bangettt yakk :v tapi daddy philip rawrrrr kerennnn >< cheonsa beneran suka ama donge kah??? hyukjae dikemanain???

  8. PrintaNur says:

    Untung saya sudah 17+… Ahaha😀

    aigo Om Phillip sukses bikin HCS darting tingkat tinggi kali lebar.
    Btw,baik bgt si Om sempet2nya beliin oleh-oleh.

  9. Dit says:

    Bayangkan bokap ngomongin his sexual life with you, wahh philip han emang beda. Sangat menakjubkan kayak putrinya sendiri. Dan lee donghae, apakah kamu benar-benar lebih mencintai ikan sayang? *wink* dann kak sonnn, aku kangen hyukjae sama heechulll, i miss cheonsa-hyukjae momentttt!! Keep writing this fic ya kak, i love it a lot!

  10. Choi Rinna says:

    duh philip han n cheonsa obrolannya —
    gk kebayang kek gmna jdnya gw klo punya ayah kek si philip,, orangtua biasanya ngomongi masa depan anaknya mulu lhah ini?? bener2 keluarga yg ajaib ini mah, non mainstream :3

  11. shiack says:

    PHILIP HAN KOK GANTENG BGT YHA KAK SON G KUAD LIATNYA AH BYE DAN NGEBAYANGIN DIA JADI DADDY-NYA CHEONSA SANGATLAH SEDIKIT MEMBUATKU TERKIKIK

    dan demi vagina ikan….. gw g ngerti apakah itu memang lucu atau selera humor gue yang menurun drastis. ya ampun. ampuni hamba ya Tuhan

    cheonsa dan daddy-nya sangat akrab yha sedih jadinya😦 terbuka dan blak blakan gt ih suka deh. dan gue jadi mengidolakan philip han entah kenapa.

    dear philip, belikan aku souvenir juga yha kapan kapan.

    btw tulisan kakson makin rapih aja. suka liatnya.

  12. AFF says:

    Ayah dan anak yang sedikit — errrr berbahaya. Mana ada coba ayah yang ngomongin topik kayak gitu sama anak gadisnyan-,- suka deh sama visualisasi Philip Han. Tipe ayah yang keren. Cheonsanya juga cantik

  13. insan nurmala says:

    aduhh bener ya ayah yg satu ini memang gak ada rahasia dengan anaknya sendiri😀😀
    masalah isi celana nya aja bisa langsung di omongin sama anak nya sendiri😀😀
    tapi aku suka sama keakraban mereka berdua :3:3 uhhh sweet banget ^_^ ^_^

  14. vidya says:

    philip han gokiel bgt, godain cheonsa sampe sebegitunya,, cheonsa kyknya beneran yah jatuh cinta sma tuh polisi san fransisco,,,

  15. applepuu says:

    Obsesi sayang bapak yang berlebihan tp gemesin. Gimana dong ini?!?! ㅅ.ㅅ

  16. fsshy says:

    Ga ngebayangin gimn ekspresi Cheonsa wktu ditnya tnya soal Donghae. Pembicaraan ayah anak pling aneh, mana ada ayah yg kyak Philip. Meneliti Donghae? Om, Donghae bukan objek penelitian

  17. kim_yeon says:

    OMG !!! Philip what are you talking about ?? Seriously you asked Cheonsa about that thing ?? I’m curious with Donghae’s expression….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s