seattle-postcard

.

.

.

“In many ways, death is a wonderful thing. It keeps life in order. We just trapped in a prison of consciousness for eternity.”

.

.

.

 

Pier 57

Pacific Northwest Of America

Seattle, Washington.

America.

 

TAEYONG tahu bahwa hidupnya akan berakhir malam ini ketika Jhonny mengatakan bahwa Dean, mafia narkotika yang memiliki berat badan berlebih itu, telah menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawanya karena telah membawa kabur uang hasil penjualan heroin di sebuah fraternity house di dekat Pier 57.

Awalnya, dia menganggap bahwa ucapan Jhonny hanyalah lelucuan belaka. Sahabatnya itu sering bergurau bahwa Dean menyewa pembunuh bayaran untuk membunuhnya, tapi ketika mendengar suara Jhonny yang bergetar dengan cemas di balik sambungan telefon umum. Dia tahu bahwa Jhonny maupun Dean tidak bercanda dengan ucapanya.

Dia menembus kerumunan orang-orang yang menikmati berbagai atraksi yang disajikan di Pier 57. Turis-turis dari berbagai belahan dunia, terus memenuhi tempat itu dengan kamera yang menggantung di leher mereka, walaupun malam sudah semakin larut—tidak mau melewatkan keindahan Pier 57 yang menjadi ikon wisata di kota Seattle yang tak pernah tertidur.

Dia terus berlari tanpa memperdulikan langkahnya, hingga dia bisa merasakan tubuhnya terhuyung ke belakang setelah seseorang menabraknya.

“Bung, kau seharusnya tidak berlari di Pier 57. Kau tidak akan pernah bisa berlari ditengah kelompok turis yang menikmati waktu mereka.” Suara itu terdengar ringan, matanya menatap dua orang pria tengah berdiri di depanya dengan popcorn dan minuman bersoda di tangan mereka.

“Apa kau tersesat? Pier 57 memang membingungkan untuk turis dari Asia. Aku pernah tersesat disini—dan pelayananya di help centre benar-benar memuakan, kopi yang mereka berikan terasa seperti cairan kimia, aku tidak meminumnya.” Kali ini pria dengan rambut berwarna putih cerah dengan kulit putih pucatnya yang berbicara.

“Kami bisa membantumu mencari keluargamu, dan itu akan sangat menyenangkan!” suara pria dengan senyuman yang mempertunjukan gusi-gusinya, membuatnya bergidik. Dia tahu bahwa ada sesuatu yang janggal dengan dua pria Asia yang kini berada di hadapanya, walaupun dia bersumpah bahwa mereka berdua lebih terlihat seperti pasangan sesama jenis yang tengah menikmati kencan malamnya dibandingkan menjadi pembunuh bayaran yang di sewa Dean.

Tapi semua kemungkinan bisa terjadi.

Dia memutuskan untuk kembali berlari menjauh dari dua pria aneh yang masih menikmati minuman bersoda mereka, dia menarik nafasnya dengan lega setelah melihat dua pria itu tidak berusaha mengejarnya atau mengikutinya.

Dia memutarkan langkahnya memasuki sebuah gudang di belakang wahana Carrousel, yang tengah berputar dengan music merry go round yang memekakan pendengaranya. Dia memutuskan untuk berlindung di balik kotak besar yang berada di sudut ruangan.

Untuk beberapa saat keheningan membuatnya mengantuk, lagu merry go round masih berputar dengan lembut di depan sana diiringi dengan suara tawa anak kecil yang menaikinya. Tapi keheningan itu tidak berlangsung lama setelah dia bisa mendengar suara dua pria aneh itu lagi.

“Wanita psychopath itu tidak akan menyukainya, jika kita yang membunuhnya. Malam ini adalah bagianya.” Suara pria berambut cerah itu sangat tenang, Taeyong memejamkan matanya dengan erat berusaha ber-manuver dari apa yang sedang terjadi dan apa yang mungkin akan di hadapinya dalam hitungan detik.

“Ya, tapi si wanita psikopat itu tengah sibuk bermain rumah Barbie bersama kekasihnya.” Kali ini pria dengan senyuman gusinya yang berbicara, matanya masih menatap ke pria berambut cerah tapi tanganya sudah mengaitkan borgol di tangan Taeyong yang tersudut dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Benar apa yang dikatakan Jhonny, hidupnya tidak akan panjang.

“Oh Hyukjae! Aku mendengar rasa cemburu disini! Apakah Donghae menyewanya sebagai designer interiornya benar-benar membuatmu jengkel?” pria berambut cerah itu bahkan tidak perduli dengan Taeyong yang sudah menunggu waktu kematianya, pria itu jelas lebih tertarik dengan topik yang mereka bicarakan.

“Aku tidak cemburu, Kim Heechul. Aku hanya merasa gusar. Donghae bermain kotor dengan menyewa Cheonsa sebagai designer interiornya dengan begitu dia bisa merayu Cheonsa, dan mengajaknya tidur.” Pria bernama Hyukjae tersebut terlihat gusar, dan itu membuat pria berambut cerah tertawa dengan senang.

“Benar juga. Aku jarang melihat Cheonsa akhir-akhir ini, dan jika aku bertanya—dia akan menjawab dengan sarkas bahwa akulah yang mendorongnya kehadapan Donghae. And she told me, that Donghae is a jerk—he’s being a dick for keeping her in his apartement.” Hyukjae menatap Heechul dengan semakin gusar, Heechul seperti tertawa diatas penderitaanya.

Beberapa minggu ini memang Cheonsa lebih banyak menghabiskan waktu dengan mantan sahabatnya yang brengsek. Ketika pertama kali menemukan bahwa Donghae adalah klien wanita psikopat itu, dia sangat geram—hingga perjalanan mereka ke Las Vegas berakhir di sebuah gas station dengan slurpee yang dia habiskan dalam sekali teguk.

“Anyway, jika kau belum tahu, Cheonsa tadi pagi bercerita bahwa dia hari ini akan mendekorasi kamar keponakan Donghae—buruknya keponakan Donghae adalah kembar tiga, Cheonsa memanggilnya triplets. Dan triplets akan hadir disana bersama Donghae, benar-benar potret keluarga bahagia.” Seakan belum puas memanasi Hyukjae, Heechul terus berceloteh tentang bagaimana Cheonsa berkata bahwa triplets sangat menggemaskan.

Lalu lihat sekarang, wanita psikopat itu semakin sibuk dengan Lee Donghae sehingga dia tidak bisa hadir malam ni.

“You know what? You’re the real villain in this story. Jerk.” Umpat Hyukjae yang membuat Heechul semakin tertawa puas.

“Aku akan membunuhnya,” potong Hyukjae sambil mengeluarkan pisau lipatnya kearah Taeyong yang sejak tadi berusaha melepaskan borgol itu secara diam-diam dengan pisau kecil yang tergeletak disana.

‘BUGH!’

Taeyong melempar kursi kayu kearah Heechul dan Hyukjae dengan tangan yang berhasil melepaskan borgol itu, dia berlari secepat mungkin keluar dari gudang itu sebelum Heechul dan Hyukjae berhasil menangkapnya. Tapi langkahnya terhenti ketika seorang wanita dengan bola mata berwarna biru samudranya, berdiri di depan pintu—menatapnya dengan tenang.

“Aku akan mengambilnya dari sini, kalian bisa tunggu diluar.” Dia yakin bahwa wanita ini adalah Cheonsa yang sejak tadi dibicarakan oleh dua pria itu. Heechul dan Hyukjae menatap Taeyong dengan tatapan membunuh mereka sebelum akhirnya menutup pintu gudang itu dari luar.

“Aku tidak ingin mati.” Suara Taeyong terdengar bergetar ketika melihat pisau lipat yang dikeluarkan wanita itu.

“Tidak ada yang menginginkan kematian, tapi terkadang kematian adalah jalan terbaik.” Bisik Cheonsa dengan lembut, dia mendekat kearah Taeyong yang masih terdiam disana—memikirkan bagaimana nyawanya akan berakhir di tangan seorang wanita yang berjalan seperti malaikat ke arahnya.

“In many ways, death is a wonderful thing. It keeps life in order. We just trapped in a prison of consciousness for eternity.” bisik Cheonsa dungan senyuman yang entah bagaimana bisa menenangkan Taeyong akan kematian yang sebentar lagi menjemputnya.

“Aku bisa memberikanmu heroin, dan kematianmu tidak akan terasa menyakitkan.” Cheonsa mengeluarkan gulungan kertas kecil berisi heroin ke arahnya tapi Taeyong tidak membalasnya.

“Aku tidak menggunakan obat-obatan terlarang.”

“Wow, kau terdengar seperti remaja polos di iklan layanan masyrakat.” Jawab Cheonsa dengan senyum mengejeknya. “Aku tidak pernah menggunakanya.” Ucapnya lagi yang membuat Cheonsa memutarkan bola matanya dengan bosan.

“Ucapan yang bagus untuk seorang pengedar narkoba yang membawa kabur uang bos-nya.” Jawab Cheonsa sambil kembali memasukan bungkus heroin itu ke saku celananya.

“Tidak sepertimu yang bisa menikmati kemewahan dengan membunuh orang—aku tidak akan merusak diriku sendiri.” Entah keberanian dari mana ketika dia mengucapkanya, di hadapan seorang pembunuh professional yang kini tengah memegang pisau lipat untuk merobek jantungnya.

“Aku tidak memilih pekerjaan ini, hiduplah yang memilih pekerjaan ini untuku. Aku tidak akan merusak diriku dengan kimia-kimia itu di dalam tubuhku, dan jika kau bertanya mengapa aku mengambil uang Dean? Karena si brengsek itu berhak mendapatkanya.” Dia masih ingat bagaimana pria berbadan besar dengan aksen redneck khas Texas, membawanya dengan paksa atas bayaran karena Ibunya tidak bisa membayar hutang mereka.

Memaksanya untuk menjadi pengedar dan memperlakukanya seperti budak.

“Aku tidak perduli dengan masalah kehidupanmu—yang aku tahu, Dean membayarku dengan harga yang mahal untuk menghabisimu.”

“Apakah semua pembunuh sepertimu? Tidak memiliki hati.” Kini keberanianya semakin meningkat, lagipula dia akan mati sebentar lagi. Cheonsa terdiam, dia mengingat kata-kata Donghae beberapa minggu yang lalu.

 

‘Apakah kau pernah merasa bersalah setelah membunuh mereka, Han?’

Sial.

Di dalam kondisi seperti ini, mengapa dia memikirkan ucapan polisi itu? Dia menatap mata Taeyong yang berwarna coklat gelap—dan akhirnya dia tersadar bahwa mengapa dia tidak menghabisi nyawa pria muda itu dari detik pertama dia menatapnya.

Karena Taeyong mengingatkanya kepada Lee Donghae.

Dia bisa melihat Lee Donghae di dalam Taeyong.

Itulah yang membuat pisau lipatnya tetap berada di tanganya, bukan di jantung pria muda itu.

“Fuck you Lee Donghae, fuck this.” Umpatnya dengan pelan sambil menjatuhkan pisau lipatnya dari tanganya. Ketika mendengar nama itu dari bibirnya, dia tahu bahwa dia akan melakukan satu hal yang sangat bodoh.

Membiarkan Taeyong tetap hidup.

Jika Dean tahu bahwa Taeyong masih hidup, maka nyawa Cheonsa adalah taruhanya. Dan jika Hyukjae serta Heechul tahu bahwa dia tidak membunuh pria muda itu, dia yakin mereka berdua yang akan menghabisi nyawa Taeyong.

Oh persetan dengan semuanya, dia akan mengikuti instingnya.

Cheonsa kembali meraih pisau lipat itu di tanganya dan berjalan kearah Taeyong dengan tatapan dinginya. Pisau lipat itu semakin mendekat ke arahnya dan—

“ARRRGHHH!”

Taeyong menjerit dengan keras setelah tangan kananya di robek oleh wanita psikopat itu. Dia berpikir bahwa tusukan pertama akan melesat di jantungnya, tapi Cheonsa hanya terdiam melihat pisaunya yang sudah berlapis darah.

“Pergilah, aku akan memastikan mereka bahwa kau telah tewas.” Bisik Cheonsa sambil menunjukan pisau lipatnya yang sudah berwarna merah darah. Untuk beberapa saat Taeyong hanya terdiam disana menatap wanita berparas malaikat itu berjalan meninggalkanya dengan perlahan sebelum menutup pintu gudang itu dengan rapat.

Detik itu dia tahu, bahwa wanita itu adalah malaikat yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menyelamatkanya.

 

.

.

.

-END OF MERRY GO ROUND-

 

.

.

.

TAEYONG

taeyong

***

.

.

.

HAI! HAHA I know, don’t mind me—because I’m super in love with this series. Dan bagi yang gatau siapa itu Taeyong from smrookies, fotonya ada di atas. Anyway part ini bakal jadi masalah baru di beberapa part kedepan because Taeyong isn’t dead, dan Dean gamungkin diem aja kalo tau Taeyong still alive karena dibebasin Cheonsa. Yaps, tolong tinggalkan komentar unyu-unyunya yaa please readers yang baik dan plis silent readers yang selalu bergentayangan di blog ini.

 

 

LOVE IT MEAN IT.

ijaggys

 

 

 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

21 responses »

  1. nnn826 says:

    seneng deh kalo ada part hyukjae, berasa gmn gitu.
    wah ini bakal jd masalah. kalo dean tau cheonsa gak bunuh taeyong. dan hebat ya donghae, bisa menggagalkan aksinya cheonsa hanya dg kata2 nya.

  2. jisunchoi says:

    Wah cheonsa mulai terpengaruh ma donghae, moga aja dengan hadirnya donghae cheonsa bisa perlahan sadar akan segala kesadisannya n mulai menata kehidupan yg lebih baik, mungkin juga dg perjalanan asmaranya…

  3. - says:

    abaikan silent riders yg bergentayangan, soalnya bayangan donghae lagi gentayangan di pikiran cheonsa lol

    btw sm rookies, oh dia yg namanya taeyong, gatau siapa aja anggota sm rookies soalnya:( padahal temenku udah lama pada gibahin sm rookies lol #skip

    ini termasuk komen yg unyu unyu bukan kak son? daku gabisa panjang lebar komennya :’)

  4. mychococho says:

    ooow ooow oooowww sudah akan mulai masuk ke konfik yahh huhh gimana sadisnya tn. dean ntar yeee eh btw gaada cast ato apa yang homo gitu biar makin gelap dunia yng digeluti HCS dkk biar ’emang barat’gitu maksudnya….

    semangat terus yaaa son buad daku makin cinta dg semua ff kamu 😙😙😙😙

  5. Dit says:

    Can i scream? Lee Donghae dengan sejuta pesonanya nyaris memikat Cheonsa membuat saya merasa kalah karena mengeship Cheonsa dengan Lee Hyukjae disini. Can i get their moment please? I need HCS-Hyukjae.

  6. cameliaazzrh says:

    Udah lama gak baca ff kakak, kakak beda bgt bahasanya sekarangg. Kerennnn. Ini konfliknya baru muncul ya?.-. Semangat kakk

  7. inggarkichulsung says:

    Aigoo tambah lg karakter ny di ff ini, ada Taeyong and Jhonny SMRookies, Taeyong agak sdkt mirip Donghae oppa, ternyata Cheonsa keluar jiwa malaikatnya saat melihat laki2 tampan yg mirip Donghae oppa tsb.. Heechul oppa dan Hyukjae oppa yg td nya mau bunuh Taeyong lalu ternyata Cheonsa yg mau mengeksekusinya wlpn tdk jd tp hanya menusuk/merobek tangan Taeyong, so he’s still alive and safe, smg saja tdk ditemukan oleh Dean, daebak ff Sonia

  8. hellenaya says:

    hebatnya taeyong bisa meluluhkan hati cheonsa hehe

  9. shiack says:

    semangat komen soalnya ada taeyong ya Tuhan kak son TAEYONG DISINI UNYU maaf ya baru komen sekarang. ampun cheonsa jangan bunuh aku. dan please kenapa jhonny nya cuma dikit doang!!!
    dan lagi, unyu deh kalo hyukjae lagi cemburu gitu. gituin aja terus aku senang HAHAHA

    oh ya dari awal aku nemu blog ini, aku baca dari pos2 yang lama. dan kalo dibandingin sama sekarang, tulisan kakak makin rapih banget enak dibaca.

    saran aja ya kak (ampun cheonsa jangan bunuh aku (2)) di dalam satu paragraf kalo bisa dialog dari satu orang gitu. biar enak bacanya dan ga bingung he he he

    dah gt aja.
    lo selalu keren kok kak son.
    bye.

    btw kapan kapan masukin mark boleh? :B

    (AMPUN CHEONSA)

  10. desylatif says:

    Ada yang bru lg… Haaaaa.. Gk sabar pingin liat nasib si cheonsa..
    Ditunggu bgt kelanjutannya.. Fighting.. !!!!😆😆

  11. hyuggie says:

    Kayaknya bakal ada war antara donghae eunhyuk taeyong nih. Greget ceritanya walaupun donghaenya blm muncul hehehehe. Masukin jeno juga kakson dia yg paling mirip donghae huwhuww😣

  12. eiabells says:

    Just wanna said… Scene taeyong nya kurang banyaaakkkkkkkk… 😂😂

    Kenapa akhir2 ini Cheonsa jadi dengerin permintaan donghae sih? Bukan sifatnya sumpah.

  13. winda says:

    hehehhe Cheonsa sepertinya sudah mulai memikirkan polisi tamvan LDH, tp berat jg sih ntar Cheinsa yg jadi sasaran pembunuhan gegara gak jadi ngebunuh si Taeyong. tapiii aku makin suka ff A shoot ini semenjak Donghae muncul, apalagi jd polisi tamvan duhhh..❤ :)))

  14. ayu diyah says:

    Oo… pusing pala barbie.. xD
    cheonsa udh terpesona sama donghae ya,,,
    ughh,,, gimana si hyukjae ya,,

  15. Ardani R says:

    oalahhh, ternyata aku melewatkan part ini, pantesan baca yg terakhir dipost rada ngga mudeng, hahaha

    Taeyong blom apa – apa udah masuk aja diblog ini, emang mukanya paling cetar diantara smrookies lainnya, mana dia klo ngga salah pernah masalah olshop atau apa gitu dulu ya, jadi nyambung kesini/gue aja kali yang nyambung2in/

    efek cheonsa kebayakan maen apa pak polisi LDH sih jadi kyk mulai dapet hidayah gini, kan jadi geregetan sendiri, kemana cheonsa yg dulu? kemana? #proHCSXLHJ

  16. nadiatrsn says:

    Series yg ini ketinggalan jadi bingung pas baca yg birthday kiss😦

    Disini berasa efek2 donghae udah masuk ke cheonsa ya haha :’) donghae luar biasa sekali bisa ngeluluhin hati iblisnya cheonsa.

    Pas baca birthday kiss aja udah mulai degdegan. Segitu masih ancaman aja. Ga kebayang gimana nanti masalahnya udh mulai complicated.

    Penasaran juga donghae bisa bantuin atau ngga. Eh btw CIEEEE HYUKJAE CEMBURU CIYEEEEEEEEE :*

    Ditunggu lanjutannya son \o/

  17. applepuu says:

    Tak kirain ini ganti pemeran. Ternyata….. Pemeran baru pendukung gregetnya cerita ini. LDH~HCS~triplet will be super duper cute family ♡

  18. fsshy says:

    Donghae efek mulai keliatan ya kyakny. Hahahahaha. Ciee yg cmbru. Hahaha, ga masalah sih Cheonsa nnti sama Donghae, jadi setidakny Cheonsa bakalan tobat. Dan semoga, gada yg tau klau trnyta Taeyong msih hdup

  19. namgichan says:

    awalnya baca ud di The Sixth Floor From Dealey Plaza,, jadi bingung.. wqq..

    padahal karakter donghae belum muncul secara langsung,, tapi feelnya ud berasa.
    polisi vs psycopat nihh..

  20. selly says:

    dasar wanita labil
    please jangan selingkuhhhh
    pesona donghae gk tertahankan
    pleaseeee

  21. kim_yeon says:

    Aww~ Cheonsa tumben sekali kamu berhati malaikat dan penyebabnya ialah Lee Dong Hae … Sudah jatuh ke dalam pesona Donghae yaaa ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s