Untitledbv

Title    : Globe Amaranth

Genre  : Romance

Length: 2963 word

Written By: Tomomikazuko13

London, 2013

 

Hello?! Who’s there?” Teriak seorang gadis dari dalam apartemennya, gadis cantik dengan bola mata menyerupai warna samudera itu bernama Han Cheonsa, gadis itu berjalan menghampiri pintu kamarnya yang kini terbuka lebar. Dilihatnya ke kanan dan ke kiri. No one is here, who the hell that was. Batinnya dalam hati.

Han Cheonsa kembali kedalam ruang kamarnya yang didominasi warna broken white. Ia menyapukan pandangannya ke kamar mewah itu. Sebuah pintu dari kayu mahogani berdiri kokoh di tepi kamar yang menghadap ke jendela.  Pintu itu didesain sedemikan rupa hingga memiliki dualfunction sebagai pintu lemari dan pintu  menuju kamar mandi  yang luasnya hampir setengah kali dari luas kamarnya dengan dominasi warna cokelat keemasan di dindingnya. Di sebelah lemari besar itu terdapat sebuah meja marmer berukuran sedang dengan motif khas Yunani terukir disetiap kaki meja yang terbuat dari campuran logam emas dan palladium. Gadis itu baru ingin menutup pintu kamarnya  ketika ia merasakan sesuatu terinjak dibawah kakinya.

Cheonsa sedikit membungkukan tubuhnya memastikan sebuah benda yang ada di dekat kakinya. A locket necklace. Berbentuk bulat lingkaran dengan serpihan  Red Beryl Emerald yang membentuk sebuah tulisan di tengahnya.

Sambil menyimpan benda itu kedalam sakunya, gadis itu kembali ke kamarnya. Bola mata samuderanya memandangi lukisan-lukisan yang menghiasi dinding kamarnya. Satu persatu, hingga matanya tertuju pada sebuah lukisan yang mengingatkannya dengan benda yang tadi ia temukan. A beautiful girl’s painted there. Dagunya ia topangkan di kedua lututnya sedangkan kedua bola matanya menatap ke dalam locket yang tergantung di jemarinya.  Lukisan itu belum selesai dibuat, sebagian gambar belum diberi warna oleh yang melukis. Ada bagian yang kosong berwarna putih, mungkin untuk gambar lain.

Han Cheonsa membiarkan jemarinya yang lentik menyentuh lukisan itu. She has a thought it’s her, the girl on that painting. In Hampstead Heath, London, she thinks. She remembers that beautiful place and slightly an unknown-feel comes up into her mind. Ia merindukan tempat ini. Ada yang hilang dalam ingatannya, tempat itu bukan hanya sebuah bukit biasa dimana ia melihat hamparan rumbut berwarna hijau atau bintang-bintang yang bertaburan di malam hari. Ada sebuah rasa kehilangan di dalam hatinya ketika tahu bahwa dia tidak bisa menemukan apa yang terlewat di dalam ingatannya itu.

Gadis itu memejamkan kedua matanya mencoba mencari memori-memori saat lukisan itu dibuat, dahi gadis itu mengernyit, ia tak menemukan apapun. Ia tidak bisa mengingatnya.

Cheonsa menghempaskan tubuh mungilnya ke ranjang. Wangi vanilla menyeruak melewati indera penciumannya, memberi ketenangan sesaat untuk berpisah sejenak dari rasa penasarannya.

***

(Flashback)

Why do you always give me this flower?” Tanya gadis itu kepada pria yang ada dihadapannya.

“Kau tidak suka? Aku akan menggantinya kalau begitu.” Jawab  pria itu sambil menyunggingkan senyumnya tipis.

No, you know that’s not what I mean, Dear.  Aku hanya heran, biasanya kaum lelaki lebih suka memberi para gadisnya mawar putih atau merah. But, why don’t you?” Gadis itu tersenyum lebar memperlihatkan barisan giginya yang putih.

Are you curious Ms. Han? Well, bunga ini memiliki arti yang lebih indah daripada sekuntum mawar yang biasa para lelaki itu berikan.”

“Memangnya apa arti bunga ini untukmu?” Manik matanya berbinar penuh rasa penasaran.

You are dead curious, aren’t you?” Gadis itu menganggukkan kepalanya, membuat rambut cokelat madunya yang dikuncir kuda terlihat bergoyang-goyang.

Then, it’s a secret! Hahahaha..” Pria itu kemudian mengecup pipi gadisnya sebelum menarik tubuh mungil itu ke pelukannya.

I’ll tell you later when we get here, Princess.”

“Tapi kita sudah berada disini tuan yang tampan. Kenapa tidak sekarang saja?”

“Tidak, tidak sekarang. Later. Setelah kau kembali dari Paris. Aku akan memberi tahu artinya dan aku akan menyelesaikan lukisan yang sudah kujanjikan padamu.” Pria itu mengedipkan sebelah matanya.

“Kau janji akan menepatinya saat kita kesini lagi?”

“Tentu saja, Princess. Pastikan dirimu kembali dari Paris untukku. Tak boleh kurang satu apa pun. Mengerti?”

“Uhm hm.” Gadis itu mengangguk ringan.

Pria itu hanya tersenyum, ia hanya ingin menikmati waktu lebih lama bersama gadisnya disana. Di bawah kerlap-kerlip benda langit yang begitu disukai gadis yang sedang menjadikan lengan pria itu sebagai alas tidurnya. Selagi waktu masih mengijinkannya.

 (Flashback end)

***

 “Ahh!”

“Maaf, aku tidak sengaja..” Cheonsa mencoba merapihkan bukunya yang berserakan karena bertabrakan dengan pria di hadapannya.

“Biar aku bantu.” Ucap pria itu sambil membantu Cheonsa merapihkan buku-bukunya.

“Terimakasih, biar aku sendiri saja.” Cheonsa buru-buru berdiri setelah selesai merapihkan kembali bukunya. Pria di depannya mengulurkan tangan bermaksud membantu Cheonsa berdiri. Gadis itu mendongakkan kepalanya menatap wajah pria itu. Ia tertegun. Aku seperti mengenalnya. Batinnya dalam hati.

Tanpa menyambut uluran tangannya, Cheonsa berdiri lalu merapihkan roknya yang sedikit berantakan karena berjongkok tadi.

“Sekali lagi mohon maaf, aku benar-benar tidak sengaja.” Cheonsa kembali mengucapkan permintaan maaf kepada pria itu sesaat setelah ia sadar dari lamunannya.

“Tidak masalah.” Jawab pria berwajah flamboyant di hadapannya singkat sambil menyunggikan senyum yang langsung membuat hati Cheonsa berdebar. Kedua bola mata biru itu terus memperhatikan Cheonsa.

“Err, mungkin terdengar sedikit aneh, tapi apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” Cheonsa sedikit membungkukan badannya agak kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia memperhatikan pria yang sedang menatapnya dengan sorot mata jenaka.

“Aku tidak yakin..” Pria itu tersenyum penuh arti, diam-diam menyembunyikan kegembiraannya.

***

“Siapa lagi yang mengirimkan ini?” Celetuk Cheonsa saat melihat rangkaian Bluebell yang duduk manis di depan pintu apartemennya. Dibukanya kartu ucapan yang terselip di antara bunga berwarna biru keunguan tersebut.

Seperti Bluebell yang memiliki keteguhan, aku tak akan menyerah sampai kau menyadarinya. -LDH-

What a cheesy one I got here, uh.” Han Cheonsa menghela napasnya. Masih tak mengerti dengan semua yang terjadi. Another gift from a guy named Donghae, she guessed, he name could be Lee donghae, couldn’t he? Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan saat bersama dengan pria yang kadar romantisnya mengkhawatirkan itu, mengapa ia begitu mengenal dirinya. Sementara Cheonsa sendiri seperti orang yang kehilangan ingatan saat Donghae dengan lancar menebak kebiasaan gadis iu yang tidak disadari dirinya sendiri. Satu persatu pertanyaaan itu semakin membuat gadis itu bingung.

“Donghae, mungkinkah selama ini  makhluk aneh dari Mokpo yang mengirimiku bunga? Mengapa ia tidak pernah menemuiku lagi sejak pertemuan di taman?”

***

(Flash back)

“Kau tahu? Gadis itu sangat berarti untukku.” Ucap  Donghae kepada Cheonsa.

“Lalu mengapa kalian berpisah?” Hati Cheonsa berdesir saat mengatakan hal itu pada  Donghae. Ditatapnya sepasang bola mata hitam di hadapannya ini, mata yang terlihat kekanak-kanakan tetapi memberi ketenangan bagi siapapun yang menangkap sorotnya.  Terkadang angkuh bagi yang tak mengenalnya tapi justru menyedihkan bagi yang mengenalnya dekat. Perasaan aneh menyeruak halus di benak Cheonsa. Pipinya menghangat. Apa yang kau pikirkan Han Cheonsa?

We didn’t break up, dia mengalami kecelakaan saat pesawat yang membawanya kembali dari Paris lima tahun yang lalu mengalami sedikit kerusakan. Tepat saat aku ingin menepati janjiku padanya. Di bukit itu, Hampstead Heath, our memorable place, the place where I met her for the first time and the place where I got to know that I’ve lost her.”

What do you mean?”

I was in Hampstead Heath when her parents told me that she had an accident. Her body was missed. Aku tidak benar-benar percaya bagaimana bisa tubuhnya hilang dalam kecelakaan itu…sampai pada akhirnya dia tidak pernah muncul lagi.” Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir merahnya. Dengan wajah datar tanpa ekspresi, he cries with no tears. Hanya rahangnya saja yang terlihat mengeras.

“Oh, I’m really really sorry Donghae..” Ucap Cheonsa dengan rasa menyesal. Tak seharusnya ia menanyakan hal tersebut ke Donghae.

No,  I’m fine now. Lagipula sedikit demi sedikit aku harus mulai melupakannya. Okay, maybe forget is not the best word and I don’t think I could do that. So I just want to remember her as the great thing’s happened on my life. I feel like I could spend the rest of my life now to have a day with her. ” Ucap pria dengan sorot jenaka yang tiba-tiba menghilang dari bola matanya sambil tersenyum getir.

“…”

I sound cheesy, don’t I?” Donghae tertawa melihat Cheonsa yang terdiam di hadapannya. Mungkin gadis itu mual mendengar ucapannya barusan.

You know what? Entah mengapa semenjak bertemu denganmu, aku seperti melihat sosoknya pada dirimu.” Cheonsa hanya terkejut sesaat lalu kembali mengubah mimik wajahnya sebelum  pria itu menyadarinya.

“Dia selalu menyukai bunga dan bintang. Lihat bunga yang ada disana. Itu adalah bunga favoritku yang kemudian menjadi bunga favoritnya juga. Waktu itu aku berjanji akan memberitahu arti bunga itu untukku saat ia kembali dari Paris, waktu itu aku berjanji akan bercerita saat kami bertemu disana, di Hampstead Heath, tempat yang selalu menjadi favoritnya. Tapi nasib berkata lain. Aku merindukan bola mata samuderanya yang menatapku, aku merindukan rambut cokelat madunya, aku merindukan senyumnya, aku merindukan semua tentangnya. Aku merindukannya.” Mata Cheonsa tertuju pada sebuah rangkaian bunga berwarna merah dan ungu yang ditunjuk  Donghae itu.

“Hei, kau tahu apa nama bunga itu?” Tanya Cheonsa penasaran.

“Kau tidak tahu?”  Tanya Donghae yang dijawab Han Cheonsa dengan sebuah gelengan.

“Bunga itu Globe amaranth, dia tak secantik Baby’s breath tapi aku sangat menyukainya. Mengingatkanku pada seseorang. Gadis itu.” Donghae menatap gadis itu penuh arti. Seolah menarik Cheonsa kedalam tatapannya.

Perlahan-lahan pikiran Cheonsa teralihkan ke benda yang pernah ia temukan di depan pintu apartemennya. Globe Amaranth, it’s written there, on the necklace.

“Nama yang cantik. Apa artinya?” Cheonsa semakin ingin tahu arti dari bunga itu. Mengapa nama bunga itu bisa ada dibenda yang menyerupai liontin itu. Kebetulan yang aneh. Batin Cheonsa.

“Kau ingin tahu?” Tanya  Donghae kepada gadis dihadapannya.

“Uhm yaa.” Cheonsa mengangguk.

“Itu rahasia!”  Donghae tersenyum kepada Cheonsa merasa menang telah mengerjai  Gadis cantik didepannya.

“Ah kau!  Aku benci padamu.” Ucap Cheonsa galak. Terbesit kilasan memori di benak Cheonsa. Suasana seperti ini, sepertinya pernah ia alami. Seperti de javu, tapi yang ini terasa lebih nyata. Gadis itu mencoba menepis pikiran anehnya.

“Baiklah-baiklah. Aku akan memberi tahu artinya saat kita bertemu lagi nanti. Sekarang aku harus pergi. Sampai jumpa Cheonsa.”  Donghae mengucapkan kata-kata itu dengan cepat lalu melengos pergi meninggalkan Cheonsa yang masih termangu menatapi kepergian  Donghae.

“Donghae..” Panggil Cheonsa ketika menyadari bahwa  Donghae benar-benar telah meninggalkannya sendiri. Pria itu sudah memasuki Audi hitam miliknya. Tak lama mobil itu melaju pergi meninggalkan Cheonsa dan ingatan-ingatan aneh yang seperti menghilang dan muncul kembali dalam pikirannya. Donghae, ia merasa telah jatuh dalam pesona pria itu.

(Flashback end)

***

Cheonsa menatap laki-laki dihadapannya. Senyum yang memikat dipadu dengan tatapan mata yang meneduhkan. Tangannya menggenggam jemari Cheonsa dengan lembut.

“Aku akan selalu mencintaimu Han. Tak akan pernah berubah.” Ucap laki-laki itu tulus. Dikecupnya kening Cheonsa dengan lembut.

“Jika kau merindukanku ingatlah bunga ini. Ini akan mewakiliku untukmu.” Diraihnya kepala Cheonsa kemudian memeluknya. Pelukan perpisahan.

“Tapi bunga itu akan layu.”

 “Tidak akan Princess, akan ada satu bunga yang tetap mekar disaat yang lainnya mati. Kau tak perlu khawatir.” Ucap Donghae sambil mengedipkan sebelah matanya penuh arti.

Cheonsa hanya mampu membisu saat mendengar kata demi kata yang diucapkan  Donghae. Perlahan bayangan  Donghae semakin menjauh. Tidak. Bukan  Donghae yang menjauh, dialah yang meninggalkan  pria itu. Meninggalkannya sendiri disana, tetapi membawa seluruh hati  pria yang dicintainya. Dan kini siluet wajah  Donghae benar-benar telah menghilang. Digenggamnya batang bunga itu dan lukisan yang masih belum selesai pemberian  Donghae sebagai tanda perpisahan. Pengingat bahwa Han Cheonsa harus kembali agar pria itu menyelesaikan lukisannya.

“DONGHAE!!” Cheonsa mencoba mengatur napasnya. Keringat dingin membasahi dahi dan pelipisnya. Diraihnya segelas air putih di samping ranjangnya. Lagi-lagi memimpikan tentang  Donghae.

“Apa aku merindukannya?” She feels confused. Tak mengerti dengan segala yang sedang terjadi.

Cheonsa beranjak dari tempat tidurnya menuju pintu apartemennya. Dibukanya pintu berwarna putih itu. Seperti hari-hari sebelumnya, another flower’s delivered to her. Rangkaian bunga berwarna putih yang membentuk sebuah tiara dengan ornamen bintang di sekelilingnya.

Untuk kebahagiaanmu, dan kemurnian cinta sejati.. Biarkan Baby’s breath ini mewakiliku untukmu.

                                                                                                                          -LDH-

“Nama yang cantik, secantik wujudnya. Baby’s breathYou play on me Donghae, don’t you?” Raut wajah Cheonsa terlihat gelisah. Hening sesaat. Lamunan gadis itu tehenti oleh bunyi yang berasal dari ponselnya.

Getaran ponsel di meja itu membuat Cheonsa terkesiap. Diraihnya telepon genggam itu sambil menyentuh screen smartphone-nya untuk menjawab.

“Hallo?”

“Sedang apa? Aku menganggumu tidak?” Jawab suara diseberang sana. Begitu rindunya Cheonsa dengan suara ini. Suara yang berkali-kali mengucapkan cinta kepadanya. Meskipun hanya dalam mimpi.

“Donghae! Where the hell have you been? Menghilang tanpa kabar. Menyebalkan.” Cheonsa mendengus.

Miss me, Princess? Remember everything now?”

What do you mean? Apa yang harus aku ingat memangnya?” Tanya Cheonsa.

“Ternyata kau masih belum ingat juga ya.”

“Sudah berapa bulan kita tidak bertemu? Sudah berapa bunga yang kukirimkan padamu?” Tanya  Donghae berturut-turut.

“Uhhmmm tiga bulan lebih mungkin.” Jawab Cheonsa singkat.

“AH!  It really was you who sent me those flowers?” Cheonsa telat menyadarinya.

You guessed it? Bagaimana caranya?” Suara  Donghae mengalun lembut ditelinga Cheonsa.

“Ehmmm, ituu, aku melihat inisialnya. LDH. Inisial dari namamu kan tuan tampan?”

“Memangnya siapa namaku?”  Donghae malah bertanya balik.

“Lee Donghae . Itu namamu kan?”

“Ya itu memang namaku. But have I mentioned my family name before?”

Deg! Gadis itu tertegun.

Wait. Me? How can I know his family name when he never told me before? Is he a person from my past? Oh, this gotta be kidding me. Memangnya kau setua itu Han Cheonsa sampai melupakan banyak hal. Gadis itu berbicara dalam hatinya. Tangannya mulai memijit keningnya. Wajahnya terlihat frustasi.

“ Donghae, I just can’t get it. What the hell is going on? Could you just tell me?” Tak ada jawaban dari pria itu. Hanya diam.

“Aku, merindukanmu  Donghae.” Gadis itu memecah keheningan.

“Kau ingat dengan gadis yang aku ceritakan waktu itu?” Cheonsa mengangguk mendengar pertanyaan  Donghae. Tahu persis bahwa  Donghae tidak akan melihatnya.

“Gadis itu adalah Han Cheonsa. Dia melupakanku setelah kecelakaan itu. That girl is you, Princess.”

Cheonsa semakin tertegun. Hatinya berdebar menunggu lanjutan kalimat  Donghae. Ada perasaan senang di dalam hatinya. But she does hesitant.

“Aku mencarimu setelah lima tahun sejak kepergianmu. Aku terus menunggumu. Satu tahun, dua tahun, tiga tahun aku lewati dengan sebuah kepercayaan bahwa kau akan kembali. Hingga tahun ke empat aku menunggumu, aku merasa tak memiliki harapan lagi.”

“Kau masih menyimpan kalung itu? Liontin bertuliskan bunga favoritku.”

“Ya, bagaimana kau..” Belum selesai Cheonsa menyelesaikan pertanyaannya  Donghae sudah meneruskan ucapannya.

That’s yours. You can open the locket and see what’s there.” Donghae terdiam.

It’s a very long story, will you please just come? I’m in Hampstead Heath, our favorite place. I’m waiting. See you, Princess. I miss you too.

Donghae memutuskan sambungan telepon. Cheonsa yang masih tidak bisa mempercayai apa yang didengarnya langsung berlari mengambil barang yang tadi disebutkan Donghae itu. Dibukanya locket itu dan menemukan sebuah ukiran kecil bertuliskan Han Cheonsa – Lee Donghae. Our names. Kini Cheonsa beralih ke lukisan dindingnya. Liontin itu sama persis seperti yang ada di lukisan. Cheonsa tak pernah berpikir untuk membukanya. Lalu lukisan ini?

Gadis yang diceritakan Donghae itu memang pernah ke Paris sama seperti dirinya. Gadis yang diceritakan Donghae juga menyukai bintang sepertinya. Ah ya! Donghae selalu bercerita tentang dia dan gadisnya di bukit itu, tentang sebuah janji yang terucap di sana namun belum berhasil ditepatinya. Ingatan dari masa lalu menghambur memenuhi isi otaknya sekarang. But why couldn’t I remember any of it? Cheonsa memegangi kepalanya yang terasa pusing. Ia mencoba tetap berdiri lalu mengambil long coat putihnya dan beranjak keluar kamar untuk menemui Donghae di salah satu bukit tertinggi di London itu.

***

“ Donghae!” Seru Cheonsa sambil berlari menghampiri  Donghae dan langsung memeluknya.

“Kau sudah mengingatku?” Tanya  Donghae. Ia mengecup puncak kepala Han Cheonsa.

“Maafkan aku… I couldn’t remember anything.

“But everything is fine now, I can clearly remember about you,

 “I love you, Cheesy Donghae. Even if I couldn’t remember anything, I’ll come to love you again.” Cheonsa terus memeluk  Donghae dengan erat. Gadis itu bisa menghirup wangi pinus dari tubuh Donghae.

 

“I know. I really know, Han Cheonsa. I love you, always and it’ll be last.”

 

“Yes, always and last.” Timpal gadis bernama Han Cheonsa itu. Seulas senyum dari bibir mungil merah muda gadis itu membuat Donghae tidak tahan untuk tidak mengecupnya.

 

“You! Kau mencuri ciumanku, Prince!

“Sebagai gantinya, kau harus memberitahuku tentang Globe amaranth, now!” Seru Han Cheonsa. Gadis itu sedang memainkan anak rambut Donghae ketika pria itu menangkap tangan mungilnya. Han Cheonsa menoleh, mata pria itu menatap ke dalam samudera di hadapannya.

 

“It’s  you, Princess.

 

“Pardon me?

 

“Yes, My true love. My everlasting. A love which will never change. It’s you.

***

 

Cahaya mentari menyusup disela-sela jendela kamarnya menumbulkan bias-bias dari partikel-partikel yang tadinya kasat mata. Cheonsa terbangun dari tidurnya. Mimpi itu terasa nyata. Sepulang dari salah satu bukit tertua di London itu, Cheonsa langsung tertidur pulas di atas ranjang. And now, she wakes up with a bizarre feeling. Diraihnya lukisan dinding yang belakangan ini menyita perhatiannya.

Sebuah kertas terjatuh dari bagian belakang kanvas saat Cheonsa menyentuh lukisan itu.

For my dearest Princess, Han Cheonsa, you’ve always asked me why I didn’t give you a rose  and why I give you a Globe Amaranth instead, you know why? I love you like this beautiful flower means. A flower that signs an unchanged love, an eternal love. Itulah yang aku percaya saat melihatmu pertama kalinya. Karena alasan itu pula aku tetap menunggumu.  Aku menyayangimu. I don’t care how much time passed to find you as I don’t care with the struggles I should’ve faced before we finally met again. Aku yakin kau akan kembali padaku. – Lee Donghae-

Dikembalikannya surat itu ketempatnya. Ke tempat dimana  Donghae menyelipkannya. Digantungkannya kembali lukisan itu. Kini gadis dalam lukisan itu tidak lagi sendiri. There she is with a company, that man, Lee Donghae. Tangan pria itu terulur di hadapan gadis itu. Donghae menyelesaikan lukisan itu untuknya.

***

You know what? I could die a happy man to know you as the part of my past and also my future.”

Donghae tersenyum. Dia menolehkan kepalanya kesamping menatap kedua manik mata Donghae yang teduh.

I love you, Princess..” Lalu pria itu mengecup kilat bibir Cheonsa membuat gadis itu tersipu malu. Gadis itu tidak mau kalah, ia menarik wajah Donghae dan membiarkan bibir mungilnya beradu dengan milik pria itu.

It’s a very beautiful day for him. In Hampstead Heath again, with that woman he loves most.

 

END

 

AN: Happy belated sweet seventeen toothless Sonia Permata Basoni (tuh biar dapet warisan eike tulis nama babeh lo)! Welcome to the jungle.  You’ve one step closer to death. Fasten your seat belt and enjoy your wild trip! May happiness and joy always be with you. God bless, Prabowo Subianto bless you too and Hatta Rajasa and Andhika TBB and all the richest men alive bless you! I know I’m not good at writing so bear with me please.

Ps: I’m expecting my fictioncake on November 15th :*

 

 

***

 

IJaggys is speaking!: AAAAAAAAAAAAAAAAA DONGEK MENGAPA KAU MEMPERJUAL BELIKAN HATIKU DENGAN KELAKUKAN SUPER SWEET DISINI /menatapdongekmesra/. I’m so happy you still want to make this fictioncake for me, toothless hahaha. For the wishes and greetings, and this oneshot, I LOVE YOU STARDUST! <3333333333

Suka deh disini Cheonsa-nya ga sebrengsek biasanya, sukad eh disini Donghae bisa ngelukis, suka deh disini Donghae pria idaman banget. 

 

p.s: Just pray for the 15’th November, sooner or later :ppp

and for readers: please put some comment here! ^^

 

LOVE IT. MEAN IT.

ijaggys

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

32 responses »

  1. radicecrazz says:

    Wowowow….
    postingan baru lagi… dengan cerita lain yg manis sampai bikin diriku mengalihkan perhatian dr pak bupati yg mampir ke rumah (?) eh, serius loh ini….
    Donghae melukis? Wah kemarin aja gambar Kyu kayak gitu… gimana jadinya Cheonsa di tangannya?
    Sering2 bikin yg manis ya Son…. ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

  2. ipo_78 says:

    hahaha setuja banget nih, di sini HCS kayak nya abis cuci otak deh hehehe, nggk banget dia ama karakter nya selama ini hehee but still this ff I LOVE IT becausewe can see the another side of HCS kekeke

  3. umi_ali says:

    Agak sedikit ngak biasa ama karakter cheonsa disini
    But its fine

  4. liiya says:

    cheonsa disini berasa abis direset ulang otaknya jadi lebih kalem dari biasanya kekekeke
    dan tetep donghae yg cheesy bgt lah ya..
    sych a sweet story for donghae and cheonsa i guess xD

  5. donge94 says:

    kurang dapet feelnya coz kbnyakan bahasa.inggrisnya wkkwkwkw,tapiii donge disni maniis banget

  6. mel says:

    Cute story aww

  7. mel says:

    Cute story aww and cute han cheonsa lolololol

  8. mingsseu93 says:

    not bad, this nice. other caracter from HCS. in this fanfic HCS look like ‘real girl’ who shy, innocent and calm. /ya biasanya kan dia bitchy and strong girl gitu/ hahaha
    and congrats to donghae bcs u can get ur girl again.

  9. Park Minjung says:

    cieee dongeknya manis bangetttt(?) hhhahaha
    agak aneh liat sifat HCS yang adem ayem, lemah lembut, cangkang keong(?). di otak aku udah permanen sama sifat Cheonsa yang mirip Iblis /di bakar HCS/ hhahaha xD jadi waktu baca ff ini agak susah ngebayangin HCS yang lembut apa lagi bisa sesosweet itu sama dongek –”

    tapi jalan ceritana sosweet banget lahhh hhahaaha /lebay/

    *oh iya PG6 nya dongsss udah ngebet banget liat HCS-CKH hhahaha /masih ada dendam ama LDH/ =D

  10. Dianelf says:

    Crita nya sweet bgt…aku sukaa..
    Di ff ini HCS jauh bgt dri sifat asli nya,ngebayangin HCS lemah gemulai*ciee gmna gtu,aku suka nya klo sifat nya HCS smena2,good girl..
    PG nya eonni dilnjut dong tp bnykin HCS-LDH ya..
    HCS-LDH forever…

  11. karim says:

    wow,, setia beuud Donge nya
    HCS keren ih,, dia ga cari2 cow lain saat ingatannya lum kembali

  12. myeondeong says:

    Donghae soo sweet banget ,, nunggu ampe 5 thn ,

  13. teukihae says:

    LEE DONGHAE OEMJIII sweetnya kebangetan. Beruntunglah Cheonsa punya cowok kek donghae :’) nice ff!!!

  14. Yess07 says:

    Annyeong🙂
    Woaaa daebak..
    So sweet bgt donghae disini..
    Cheesy bgt waktu ngartiin bunganya.. Hehehe
    Tapi keren..
    Dan HCS disini beda dr yg lain..
    Overall bagus kok🙂
    Nice ff and happy birthday for iJaggys sorry that i’m very late to congratulate🙂

  15. Osi Dwi Olyvia says:

    sifat Cheonsa beda tp tetap oke
    swetttt bangetttttt
    sukaaaaa
    ahhh Dongek tambah bikin meleleh!!!

  16. renacho says:

    ff nya keren bangeeet, sweet dan bukan ke arah cheesy yang overload wkwk ._. tapi yah…seperti yang ijaggys bilang, karakter HCS disini emang gakaya biasa nya. tapi tetep ff nya nice bangeeet~ sekali sekali kita emang perlu ngeliat HCS-LDH adegan nya damai tentram kaya gini huahahaha😀 keren lah pokoknyaa

  17. Rida says:

    Dongek sweet sangat lah. . Meskipun cheonsa lupa ingatan dia tetep nunggu n penantiannya ngga sia-sia. .
    Still waiting another good fiction here. . Jiayou

  18. beng says:

    mendadak jadi org gila wkwkwkwkk senyum2 gaje lol

  19. applepuu says:

    tumben HCS ga brandalan gt ngomongnya?!?! huhuhahaha…. keep it Son🙂

  20. irma says:

    Di story kali ini,,,, aq suka dg karakter HCS,,,, egg sadis,,,,

  21. Nathalie park says:

    my fishy….aigooo…sweet bgt sh kadar romantiz’y smkin lama smkin meningkat y…mdh”an cheonsa gkn mual lama” dngr th abang ikan ng’gombal..hahahahahahaha..

  22. LDH-HCS in such…gloomy stories??
    well..like it. but it feels weird what if they dont fight each other.
    since they are Tom and Jerry. always fight when the meet but do miss each other when they are apart. kkk~~

  23. Pearluhan says:

    Baru baca nih haha.
    Terkejut dg sikap HCS haha.

  24. saaarraahh.... says:

    Ecieehh yg d sni.akurr,,kn enk ngeliatny klo akur begini hehehe…
    Lain kli tetp akur bgini.yakk….
    D tunggu krya slnjutnyaa…..

  25. mychococho says:

    feels like another side of voldyfishy, cute voldyfishy’s story =3 gud job!

  26. mychococho says:

    feels like another side of voldyfishy, cute voldyfishy’s story =3 gud job! No violences no swears.

  27. rifaa says:

    kereen . romance gituu . akur pula disini

  28. Hyaaaa lalu jatuh cinta dengan Globe Amaranth.
    This is written beautifully and I found out that they’re trying to be a cheesy couple, just different from usual. Tak ada cheonsa yang brengsek tapi tetap dengan donghae yang cheesy. Kemesraan yang ditimbulkan bagus deh, gak bikin gu kesel sama donghae yg sok sok manis padahal gak cocok sama muka haha sampe rasanya gue pengen hcs ngehajar dia aja. Ops.
    Dan yang paling gue suka adalah how she could fall in love again, with the same person whom she didn’t even remember her past with him.

  29. Erina says:

    setuju banget kalau disini HCSnya gak sebrengsek biasanya cewe baik-baik bangen. bagus🙂 semacam gebrakan baru ini hehe

  30. Aura Afira says:

    waah..
    disini HCS lebih jinak
    ini bukan IJaggys ya yang bikin?
    tumben soalnya kalo HCS jdi jinak ^^ hohoho

    ceritanya bagus
    kukira gk bakalan Happy Ending, ternyata…

    bagus bget eonni ^^

  31. iamdindy says:

    wow cheonsa lebih jinak.romantis banget ini.sisi lembut donghae bikin aku melayang (?) nice n__n

  32. A Girl says:

    wuahh ngubek ngubek blog ini malah tertarik sama Nih FF, walaupun ini di post akhir tahun 2013 tapi sweetnya tetep awet :v

    Berasa Cheonsa lupa ingatan sama kelakuan kurang ajarnya😀
    Donghaek always make me crazy >_< Sooo Sweeeeeettt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s