janejade

Story One –People Prove You Wrong-

 

 

Jade terlihat tidak senang dengan ucapan ku tadi, mata dengan irisan biru laut itu menatapku dari balik gelas mug yang berisikan coklat hangat pemberian Mom. Suasana Portland pagi ini benar-benar cerah, dengan beberapa burung yang menghinggapi jendela ruang makan itu.

Suara dentingan dari arah pemanggang kue yang berada di pantry dapur, menghentinkan tatapan sengit Jade ke arah ku. Mum berlari dengan tidak sabar untuk membuka hasil cookies dengan bahan dasar caramel dan kismis buatanya, percobaan pertamanya di bidang cookies, setelah dia melihat resep cookies itu dari acara Rachel Ray’s show yang selalu membuat Dad menggerutu kesal karna tidak bisa menyaksikan pertandingan tim Hockey favoritnya.

“Urusan kita belum selesai Jane,” bisik Jade ketika melewati ku sebelum dia membantu Mom mengeluarkan cookies-cookies itu dari pemanggang kue.

Aku menatapnya dengan tidak peduli, Jade Parkinson selalu mempunyai alasan bahwa aku adalah manusia terburuk yang pernah ada di dunia ini. Dia selalu menganggapku sebagai Queen Bee yang berusaha menindas kaum nerd seperti dirinya. Mengenyampingkan fakta bahwa aku, Jane Parkinson, adalah saudara kembar-nya. walaupun kami memang bukan kembar identik.

Jacob keluar dari kamarnya dengan Jersey Baseball bertuliskan Yankees di depanya. “Morning psycho!” Jacob menyapaku dengan ciuman kecil yang di daratkanya di wajah ku, dia kemudian berjalan ke arah pantry dan melirik kegiatan Jade dan Mom dengan tidak tertarik.

“Korban Rachel Ray lagi?” Tanya Jacob sambil mengoles roti tawarnya dengan nuttela coklat yang selalu menjadi menu tetap breakfastnya setiap pagi. Aku menatap adik kecil ku ini dengan tatapan mengiyakan pertanyaanya, well, aku tidak bisa menyebut Jacob sebagai adik kecil ku lagi.

Tahun ini dia akan mengadakan rave party untuk menyambut datangnya 18 tahun di hidupnya. Berbeda dengan Jade yang lebih menyukai kesunyian dengan mengurung dirinya bersama buku-buku dari Harper Lee dan William Burroughs, Jacob Parkinson lebih suka memanfaatkan kesempurnaan The Parkinson’s dengan bersosialisasi menjadi -mahluk-popular-menjijikan-menurut-Jade- seperti diriku.

Kalian pasti bertanya-tanya apa itu kesempurnaan The Parkinson’s, well, James Parkinson adalah seorang ekspedisi berlian di seluruh dunia. Kini dia memiliki seluruh isi Cape Town sebagai miliknya, dan tentu saja James adalah Ayah dari Jane, Jade, dan, Jacob.

Helen Wilter (yang sekarang sudah mengganti nama belakangnya menjadi Parkinson.) adalah seorang wanita yang berkerja di pusat penelitian badan antariksa, dia menghabiskan hampir seluruh masa mudanya untuk mengejar cita-citanya bergabung dengan NASA, walau Dad sering mengejeknya karna Mom hanya berakhir sebagai ketua tertinggi di departemen NASA hingga detik ini, dan tidak bisa mewujudkan seluruh mimpinya dengan meluncur di dalam roket dan terbang ke bulan, tapi Dad sangat bangga dengan wanita cantik yang berjarak 6 tahun lebih muda darinya itu.

Harapan terbesar Mom agar suatu saat nanti Jacob mau merubah pikiranya dan mau menjadi seorang astronot untuk menuntaskan cita-cita kecil dari Mom, tapi Jacob adalah seseorang anak yang lebih menginginkan truck Range Rover dan setiap rumah yang mengadakan secret party ketika orang tua mereka meninggalkan rumahnya. Jacob bukan mahluk dengan kostum angkasanya dan roket bodohnya tersebut.

Dan yang melengkapi kesempurnaan kami adalah, faktor keturunan genetik yang bagus dari wajah cantik Mom dan wajah jutawan Dad. Aku tidak perlu membahas ini sebetulnya, tapi aku rasa aku butuh menjelaskan kesempurnaan kami sebagai bagian dari Parkinson’s.

“Aku akan membawakan cookies ini kepada Dad-kalian, dia harus berhenti membicarakan hal buruk tentang Rachel Ray ketika merasakan cookies ini.” Ucap Mom dengan wajah excitednya lalu dia berjalan ke arah ruang keluarga, tempat dimana Dad menaruh home teather kesayanganya.

Jade kembali menatap ku, sementara Jacob masih sibuk mengomentari segala jenis hal yang harus di hentikan Mom ketika acara Rachel Ray tidak ada lagi di tv mana pun.

“Jane tolong jelaskan di mana masalahmu, ketika aku bilang bahwa Elijah mulai berhenti memuja tulisan ku di kelas literature?” Jacob menatap ku dan Jade dengan bingung, dia menghentikan gigitanya di lapisan roti tawar yang di pegangnya, kemudian bersiap menyaksikan satu pertarungan lagi antara diriku dan Jade di meja makan pagi ini.

Ini bukan pertama kalinya aku dan Jade berselisih pendapat, yang selalu berakhir dengan sebuah argumen dan tawa konyol dari Jacob yang membuntuti argumen kita di belakangnya. “Jade aku hanya berusaha menyadarkan mu, bahwa Elijah dan teman-temanya yang memakai kacamata setebal kaca pintu itu bukanlah fans sejati dari tulisan mu.” Jelas ku sambil menyikut siku Jacob yang sudah siap tertawa.

“Jane aku bukanlah seseorang yang begitu popular seperti mu di sekolah, aku hanya mampu bergaul dengan orang-orang yang kau sebut memakai kacamata setebal kaca pintu di kelas Mr. Gilford.” Jawab Jade dengan kesal, sudah berapa kali aku harus katakan bahwa Jade tidak pernah mempercayai apa yang aku katakan.

“Tidak masalah jika kau popular atau tidak, karna kita tetap saudara kembar dan menurut fakta biologis, aku adalah orang terdekat yang berada di hidupmu.” Aku mengucapkanya dengan nada yang tak kalah kesal dari nada Jade sebelumnya. “Sebentar, apakah pertarungan pagi ini di sebabkan hanya karna Jade kehilangan penggemar sejati  dari tulisanya?” tebak Jacob dengan wajah menganalisis, dia menarik satu tali sepatu Vans-nya dan mengikatnya menjadi tali simpul.

“Dan fakta mengejutkanya adalah, bahwa Elijah dan kawananya memutuskan untuk berpindah aliran dari tulisan Jade Parkinson menjadi tulisan Nelly Dean, gadis unknown yang sangat terobsesi dengan Sherlock Holmes. Lalu Jade merasa frustasi dan kehilangan, kemudian dia berpikir bahwa tulisanya begitu payah sehingga Elijah berhenti memujanya.” Aku menjelaskan dengan efek yang sedikit di dramatisir, sehingga aku melihat Mom dari ruang keluarga menatapku dengan penasaran.

Well, my lovely honey bee sister, Jade Parkinson. Ku rasa aku pernah mengalami kasus yang sama dengan mu, tapi objeknya saja yang berbeda. Ketika dulu Haley Williams seorang gadis cantik dengan rambut blonde-nya, membawa kawanan blonde-nya dari Texas untuk ikut memujaku dan mempercayai diriku sebagai The And Only.”

Aku sedikit terkejut bahwa pagi ini Jacob memutuskan untuk ikut dalam perdebatan kami, biasanya Jacob hanya akan mengawasi kami lalu tertawa atau jika situasi semakin panas, dia akan memanggil Mom dan meneriakan Dad bahwa kedua putrinya itu butuh di bawa ke arena gulat yang berada tidak jauh dari rumah kami.

“Setelah itu aku selalu merasa bahwa aku memang memiliki ketampanan yang sempurna, well, memang iya sebetulnya. Dan kau Jade, kau bahkan akan tampil lebih berkilau dari Jane. Jika saja kau mau meninggalkan dunia kutu-buku mu itu, dan satu lagi biarkan aku bercerita hingga habis.” Lanjut Jacob setelah melihat bahwa Jade dan aku siap membalas perkataanya.

“Tapi semua itu tidak berlangsung lama, setelah kehadiran seorang murid baru di kelas ku, Haley juga memutuskan untuk berpindah haluan lalu dia dengan bodohnya, membicarakan bahwa dia sudah tidak bisa menyukai tipe pria dengan rambut coklat dan mata biru seperti Jacob Parkinson.” Aku sedikit tertawa ketika mendengar bagian ini, namun tetap membiarkan Jacob menyelesaikan kisah tragisnya.

“Sama seperti mu, aku juga merasakan kehilangan dan kekecewaan yang berlebih. Membuat ku berpikir bahwa mempunyai wajah tampan dengan rambut coklat dan mata biru sempurna adalah sebuah kesalahan, tapi kau tau apa yang terjadi setelah itu?” tanya Jacob ke arah kami berdua, dia kemudian tersenyum dan menggigit potongan terakhir rotinya.

“Aku justru menemukan orang-orang yang menyukai keberadaan ku apa adanya, orang-orang yang tidak pernah memuji ku secara berlebihan, atau memuja ku seperti Haley dan kawananya. Aku mungkin tidak selalu melihat mereka, tapi aku tahu bahwa mereka akan terus berada di sana. Mereka akan terus menggagumi ku, walau aku mempunyai rambut coklat dan mata biru yang tidak di sukai oleh Haley dan teman-temanya lagi.”

Kami terdiam mendengar kata-kata terakhir dari Jacob, seseorang yang tidak pernah peduli dengan apa yang dikatakan dunia tentang dirinya. “Dan Jade, aku berharap bahwa kau tidak berhenti menulis hanya karna Elijah meninggalkan mu dan kau berpikir bahwa tulisan mu payah. Kau akan menemukan orang-orang yang benar-benar menganggumi tulisan mu, tidak peduli jika Nelly Dean meluncurkan buku yang lebih hebat dan fenomenal dari Sherlock Holmes. Mereka akan tetap menyukai tulisan mu Jade, kau bisa memegang kata-kata ku untuk ini.”

Jade terlihat begitu terperangah dengan kata-kata Jacob, begitu juga dengan diriku. Jade berlari ke arah Jacob dan memeluknya dengan erat, kapan terakhir kali aku melihat Jade mau menunjukan rasa sayangnya kepada ku dan Jacob? Aku bahkan sudah tidak ingat.

Aku ikut memeluk Jacob dari belakang, membuat Jacob sedikit jengah karna dia kehabisan udara di dalam pelukan ke dua kakanya ini. Aku bisa mendengar isakan tangis Jade di iringi kata- ‘thankyou’ untuk Jacob.

Jacob benar bahwa semua orang tidak perlu takut jika di tinggalkan oleh seseorang yang mengagguminya begitu dalam. Karna sebenarnya, seseorang yang mengaggumi mu dengan tulus adalah orang yang tidak pernah mengucapkan bahwa mereka menyukai mu atau mereka memujamu seperti rekontruksi patung budha yang berharga jutaan dollar.

Dan kini aku juga tidak perlu takut, jika suatu saat nanti club penggemar ‘Jane Parkinson.’ Akan ditinggalkan ketika mereka melihat seseorang yang lebih sempurna dari ku. Karna aku tahu bahwa, masih banyak orang yang mengaggumi ku di dalam keheningan mereka.

“Oh Dad! Kau harus melihat Theree J mu ini! Mereka sedang melakukan group big hug! Aku harus mengabadikan 7 ke ajaiban di dunia ini! Dad! Ambilkan kamera ku sekarang!”

Kami bertiga hanya tertawa ketika mendengar suara panik Mom dari belakang sana.

“The Parkinson’s tidak akan pernah berubah hingga kapanpun,” bisiku dengan pelan yang di ikuti oleh anggukan setuju dari Jade dan Jacob. Sebelum akhirnya kami merasakan bahwa Dad sudah ikut memeluk kami, dan suara blitz kamera dari tangan Mom yang masih berteriak dengan senang sambil menelfon grandmother kami di Chicago sana.

Mom akan selalu seperti itu.—–

 

-THE END-

 

 

 

This not korean fanfiction, and i don’t know why i’m bulshitting Over this story. But i think i’ll make The Parkinson’s series as a ficlet/drable/oneshot/whatever.  And its because I hate how much people make me hate people. Don’t worry i’m still in love with my pyschos who reading this story right now, i can never thank you enough guys n.n

 

 

Welcoming Parkinsons!

 

 

LOVE IT. MEAN IT.

ijaggys

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

24 responses »

  1. Na says:

    Gabisa ngomong apa”. Yg pasti saya suka sama ceritanya :’) lanjutkan!

  2. Nur Anisa says:

    Oooh, bagus inii :)))))
    Ceritain juga kisah cintanya Jane sama Jade. Wehehehe…
    Hemm, aku melihat kehidupan keluarga mereka almost perfect😀
    GREAT! Keep writing~~

    • IJaggys says:

      aihihihihi makasih looh padahal ini buatnya cuma iseng iseng aja karna lagi bete😀 next time kalo aku lagi bete pasti aku ceritain kehidupan Jane sama Jade😀

  3. micochanlof says:

    Well…
    Umh ehmm I’m back, long time no see ur blog.

    I think this story little bit nyeritain likaliku jadi author #eaa

    Like Jacob say
    “Qt justru menemukan orang-orang
    yang menyukai keberadaan qt apa
    adanya, orang-orang yang tidak
    pernah memuji qt secara
    berlebihan, atau memuja qta scra brlebihan.

    Khususx buat u Sonia, percaya deh aq sla satu hard fans karya tulismu.
    Biar pun jarang komen,
    Tp pas ad ksmptan psti buru2 bka blog qmu cmn buat ngecek ada yg baru kaga.
    Qlo ada aq savepages dlu, bcax brhari2 kmdian T.T
    Jd pas mau komen, ehh pkt bb hbs =D ªkªkª=D ªkªkª=D
    #alasan#abaikansaja

    Terus berkarya Sonia ehh Ijaggys (kan i2 nm pena qmu^^)

    *ditendang keluar blog, komen apa crtax apa. G nyambung ya?*

    Ehh, btw ini si Jade n Jane ngingatin ma ff yg ada mrka juga,
    Qlo g sla apa y ehm… 168 hours kayakx bsrta sequelx
    *iya sih kayakx mls ngubek2 library*

    • IJaggys says:

      ay ay ay ayyy hello my micochanlof hahahha glad you are still visited me back n.n

      iya!! ini tuh emang curhatan semua author dari problme-writing mereka setelah silent readers hahahaha glad one people understand n.n

      khusus buat kamu makasih banget looooh hahahaha i love your words and thankypu for leave some comment😀 me wuffs you!

  4. RoyalPumkin says:

    whoaaaaaaa….
    it’s cool darl..
    love this to much😀

    sequel !!!
    hahahhahah..
    gak perduli ini FF korean or not..
    i still love your stories..
    hohohoho ^^

  5. utit says:

    4 jempol buat dirimu,cantik !

    maaf g bisa komen,terlalu speechless ama kata2nya jacob*boleh ntu dijadiin gebetan*

    keep writing !!!

  6. anyuen^^ says:

    eonni aq uda follow twitt nya tlg di konfirm yaa~ @anyuen29 kkk~

  7. whoahhh,,,
    IJaggys,,,,, once again, i learn something from ur story baby🙂
    keren abisss crtanyaaa🙂
    smg ada lanjutan2nya yaaa😀

  8. han gi says:

    woahhhh…….cetar membahana nih ceritanya

  9. tasyaasyaff says:

    I like it eonni:”>
    serasa baca novel loh, tapi novel pendek *?
    Daebak, daebak, daebak!!!

  10. sunflower says:

    Apa aja yang ditulis emang enak dibacaa🙂 lanjutkaaan

  11. affiasca98 says:

    Lanjuuuttt. Suka banget ff yang kayak gini :3 terus quotesnya jacob cetar membahana(?) hwhw

  12. kyuhaeismine says:

    KEREN! kluarga ya sweet.. :’)
    Aku juga suka story ini ko’ eon..
    Ff eon juga bagus.. walaupun nyesek & galau ama karakter HCS.. kekkeke

  13. V-en says:

    Nice! I learn something from Jacob hahahaha😆

  14. doo~~ says:

    oh god.. really love this story :”
    today i declare that i.m going to be your fan hahahaha

  15. annzeeshinby says:

    What a sweet story ^^~
    Cerita.y sederhana, tapi….makna.y dalam banget.
    Ditinggalkan seseorang yg terlalu memuja kita patut disyukuri, karena dgn begitu kita bisa mengetahui siapa sebenar.y org2 yg tulus memuja kita, meskipun tanpa kata ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s