Judul                     : You Are The First and The Last Love

Main Cast            : Leedonghae, Han Cheonsa

Genre                   : romance, angst,sad ending

Author                  : Babobabibabykyu

Twitter                 : @GhettoVashti19

*This is my first ff ^^V hope u like it*

***

Hari ini adalah hari pertama untuk Han Cheonsa memulai kehidupannya sebagai mahasiswi di Inha University.  Inha university  adalah universitas yang favorit di korea selatan dan hanya anak-anak dengan kepintaran diatas rata-rata serta berasal dari keluarga kaya raya saja yang mampu bersekolah di universitas ini. Cheonsa bukanlah anak yang berasal dari keluarga kaya,ia hanyalah anak yatim piatu yang sangat pintar dan beruntung sehingga berhasil mendapatkan beasiswa penuh di Inha.

Seperti di universitas lainnya, para mahasiswi dan mahasiswa baru terlebih dahulu melaksanakan kegiatan ospek. Mereka di bimbing oleh para senior.

“Mohon perhatian, kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi baru untuk berkumpul di halaman di depan gedung A”

Seluruh mahasiswa pun berjalan berbondong-bondong menuju halaman utama. Disana sudah ada para senior yang akan membimbing mereka selama masa ospek. Diantara sekitar 20 senior tersebut terdapat 5 orang yang sudah tak asing lagi bagi para mahasiswa. Mereka adalah Cho Kyuhyun,Lee Donghae,Lee sungmin,Lee Hyukjae dan Choi Siwon. Mereka semua memiliki wajah yang sangat tampan, tak heran para mahasiswi terlihat sangat terpesona dengan mereka.

“Saya mohon semuanya diam! Saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Choi Siwon, saya adalah ketua dari para senior sini, dan ini adalah wakil saya Lee Sungmin .” Ucap Siwon sambil menunjuk kearah Sungmin.

“Kami akan membagi kalian kedalam 5 kelompok, setiap kelompok akan mendapatkan 4 senior pembimbing.  Silahkan mengambil nomor kelompok kalian di sini” ucap sungmin


Para mahasiswa berbaris untuk mengambil nomor kelompok yang di berikan secara acak. Dan Cheonsa mendapat nomor 5, itu artinya ia mendapat pembimbing Kyuhyun,Donghae,Hyukjae dan Sungmin. Kelompok 5 bisa dikatakan kelompok yang paling diinginkan oleh para yeoja, karena para pembimbingnya yang tampan dan sangat popular. Terlihat para mahasiswi yang mendapat kepompok 5 sangat gembira dan banyak juga yang kecewa karena tidak mendapatkan kelompok 5, berbeda dengan Cheonsa yang merasa biasa saja karena dia terlalu polos sehingga tidak mengenal para sunbae yang akan membimbingnya.

Sekarang ini Cheonsa sudah berkumpul dengan kelompok 5. Karena tubuhnya yang mungil, cheonsa diharuskan berbaris diurutan terdepan, tepat di depan Donghae, namja yang sangat terkenal dengan senyumnya yang manis dan keahliannya yang mampu membuat para yeoja rela di jadikan mainannya. Donghae sedang memandangi Cheonsa dengan sangat intens membuat Cheonsa menjadi salah tingkah. Cheonsa trus saja menunduk tidak berani menatap donghae.

“Han Cheonsa! Apakah kau mendengarkan penjelasanku? Mengapa kau terus menundukkan kepalamu?” ujar kyuhyun dengan ketus. Kyuhyun adalah mahasiswa yang terkenal sangat dingin, jutek dan sangat pintar.

“Ah mianhaeyo sunbae. Saya mendengarkan penjelasan sunbae dengan baik.” Cheonsa menjawab dengan kepala yang masih tertunduk, tak berani menatap sunbae-nya.

“Yak! Jika ada orang yang sedang berbicara denganmu kau harus melihatnya! Dasar tidak sopan!” hardik kyuhyun .

“Mianhaeyo sunbae” akhirnya dengan ragu Cheonsa mengangkat kepalanya.

“Yak! Donghae-ya!! Mengapa kau tertawa sendiri?” bisik hyukjae.

“Hahahah aniya Hyuk… Aku hanya sedang memperhatikan yeoja yang di bentak kyu tadi, dia sangat lucu hahaha”

“Maksudmu yeoja yang itu? Hhmm.. Dia cantik dan lucu menurutku. Jadi kau ingin menjadikannya mainanmu lagi?” bisik Hyuk kepada Donghae sambil melihat kea rah Cheonsa

“Ya sepertinya begitu”

~~~~

Saat istirahat Cheonsa hanya duduk sendiri sambil memakan bekalnya hingga donghae datang menghampirinya.

“hai.. boleh aku duduk disebelahmu?” ujar donghae

“ah ne sunbae silahkan, saya sudah selesai. Permisi “

“tunggu, kamu ingin pergi kemana? Duduk disini saja dulu, aku ingin mengobrol denganmu. Namamu cheonsa kan?”

“ne sunbae, bagaimana sunbae bisa mengetahui nama saya?”

“hahaha kamu itu lucu ya? Tidak usah berbicara terlalu formal denganku. Dan panggil aku oppa saja, tidak usah sunbae.” Ia tersenyum pada Cheonsa, “Dan mengenai namamu itu, apa kamu lupa kalau aku adalah pembimbingmu? Sudah pasti aku mengetahui nama. Lagi pula masa seorang lee donghae tidak mengetahui nama seorang yeoja cantik sepertimu?” lanjutnya.

Perkataan donghae itu membuat wajah cheonsa menjadi merah seperti tomat.

“ne, sun—oppa.”

“aku dengar kamu berhasil mendapatkan beasiswa penuh disini ya? Wah kamu hebat sekali ya, sudah cantik pintar pula.”

“itu berlebihan oppa, aku biasa saja” ujar cheonsa sambil tersenyum

“waktu istirahat sudah selesai oppa, permisi” pamit cheonsa

Karena waktu istirahat sudah selesai, Cheonsa kembali ke kelompoknya untuk melanjutkan ospek. Saat Cheonsa melintas, terlihat beberapa mahasiswi baru dan mahasiswi lama yang berbisik-bisik membicarakan Cheonsa karena tadi mereka melihat Cheonsa mengobrol dengan donghae. Tetapi Cheonsa tidak menyadari bahwa orang-orang disekitarnya sedang membicarakannya.

Cheonsa kembali bergabung dengan kelompoknya . Selama menjalani kegiatan ospek Donghae selalu mencoba untuk berdekatan dengan Cheonsa yang membuat Cheonsa merasa sedikit risih dan tidak nyaman. Hal itu jelas disaksikan oleh mahasiswa lain, yang membuat para mahasiswi menjadi sedikit tidak suka dengan Cheonsa. Dan kegiatan ospek hari ini pun selesai sebelum pulang para mahasiswa baru diwajibkan mengikuti apel penutupan ospek untuk hari itu. Para mahasiswa berbaris seusai dengan kelompoknya dan Cheonsa kembali berbaris di bagian depan. Para senior berbaris di pinggir lapangan. Cheonsa menjadi perhatian para senior pembimbing maupun senior yang hanya mahasiswa biasa karena hamper seluruh penghuni kampus melihat dengan jelas kelakuan Donghae yang sangat frontal mendekati Cheonsa.

“Ternyata itu yeoja calon korban selanjutanya? Dia sangat cantik ya”

“Lihat yeoja itu! Sangat cantik bukan? Aku juga menyukainya, sayang sekali Donghae sudah menjadikannya sebagai calon korban selanjutnya.”

“Jadi itu yeoja yang sedang didekati Donghae. Bagaimanapun caranya kita harus menjauhinya dari donghae.”

Para senior namja berbisik-bisik membicarakan Cheonsa. Banyak dari mereka yang memuji kecantikan Cheonsa dan merasa kasihan karena Donghae akan menjadikannya sebagai korbannya. Sedangkan para yeoja malah tidak menyukainya karena mereka merasa bahwa Donghae adalah milik mereka. Sebenarnya seluruh penjuru kampus mengetahui bahwa Donghae adalah seorang playboy namun para yeoja tetap mengidolakannya bahkan dengan terang-terang menunjukan rasa suka mereka kepada Donghae.

Selama 3 hari masa ospek, Donghae selalu berusaha mendekati Cheonsa dengan berbagai cara. Mulai dari mencari kesempatan untuk selalu berada di dekat Cheonsa hingga menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Usaha Donghae tidak bisa di katakana gagal namun tidak bia di katakana berhasil  juga. Karena Cheonsa sering menolak bantuan dari Donghae tapi dia mulai terbiasa dengan kehadiran Donghae di sekitarnya.

~~~

Sudah satu semester Cheonsa kuliah di Inha. Dan sudah selama itu juga Donghae terus mengejar Cheonsa. Saat ini Siwon,Donghae,Kyuhyun,Sungmin dan Hyukjae sedang kumpul di rumah Siwon.

“Hae-ya! Apa kau sungguhan dengan yeoja itu? Siapa namanya? Han… Han.. CHeonsa? “ kyuhyun bertanya sambil menepuk pundak Donghae.

“Hahahaha entahlah, aku merasa tertarik dengannya, dia sangat polos. Dan sepertinya sangat cocok untuk jadi mainanku.”

“kau memang benar-benar nappeun namja hae! Bagaimana kalau kita bertaruh? Jika kau bisa menjadikannya pacarmu dalam waktu 2 minggu dan berhasil menidurinya, aku akan memberikan mobil Ferrari miliku untuk mu. Bagaimana?”

“Kau salah menantang orang Kyu! Aku pasti akan mendapatkannya dalam waktu beberapa hari dan akan menidurinya setelah 1 minggu kami pacaran.”

“Apa?aku tak yakin hae! Selama ini aku lihat tidak ada kemajuan, dia tetap mengabaikanmu.”

“Enak saja! Aku sudah sering mengobrol dengannya di telpon dan aku juga sering smsan denganya! Kau saja yang tidak tau!” Donghae sedikit tidak terima dengan perkataan Kyu yang meremehkannya.

“Baiklah! Kalau begitu kau buktikan saja omonganmu!”

“Arraseo! Lihat saja nanti! Aku terima tantanganmu! Dan siapkan saja Ferrari-mu itu!”

“ok! Kalau begitu kita deal ya!”

“Deal! Dan kalian, apa kalian mau ikut bertaruh?” Donghae menyetujui tantangan Kyu dan mengajak yang lain untuk ikut bertaruh.

“Kalian jahat sekali! Aku tidak mau ikut dengan urusan kalian. Karena terlalu beresiko!” Tolak Sungmin.

“Aku sedang memiliki masalah dengan yeoja-yeojaku. Aku tidak mau menambah masalah.” Tolak hyukjae

“Lalu kau Siwon?” Tanya Kyu pada Siwon

“Aku tertarik, tapi seperti yang sungmin katakan, itu terlalu beresiko.” Tolak Siwon.

“Dasar kalian! Tidak seru!” Kyuhyun dan Donghae mengatakan secara bersama-sama

~~~

Cheonsa tinggal dengan kakak yang bernama Park Jungsoo. Jungsoo berumur 25 tahun, berbeda 7 tahun dengan Cheonsa. Semenjak orang tua mereka meninggal Cheonsa menjadi tanggung jawab Jungsoo. Jungsoo bekerja sebagai karyawan biasa yang memiliki penghasilan yang tidak terlalu banyak namun cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jungsoo sangat sayang dengan Cheonsa dan selalu melindunginya karena Cheonsa sangat polos dan mudah di tipu laki-laki.

Hari ini adalah hari Sabtu, dan kebetulan Cheonsa tidak memiliki jadwal kuliah. Hari ini Cheonsa sendirian dirumah karena Jungsoo sedang keluar kota. Cheonsa bingung ingin melakukan hal apa. Dia hanya tidur di kamar, tiba-tiba dia teringat akan Donghae. Sunbae yang selalu mengikutinya, memikirkan hal itu membuatnya tertawa sendiri.

“Apa mungkin aku jatuh cinta kepada Donghae oppa?” Cheonsa kemudian tertawa setelah mengucapkan hal itu. Sebenarnya Cheonsa mulai terbiasa dan nyaman dengan kehadiran Donghae. Tapi, dia selalu mengingat nasihat Jungsoo kalau dia harus berhati-hati dengan laki-laki.

Saat Cheonsa sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Tiba-tiba hanphonenya berbunyi, dan saat dia lihat dia mendapatkan satu pesan dari Donghae.

From: Donghae oppa

“Hai Cheonsa! Apa kabar? Kamu sedang apa?”

Cheonsa tersenyum membacanya. Kemudian dia membalas.

To : Donghae oppa

“Kabarku baik oppa, aku sedang membalas pesan oppa heheheh. Ada apa oppa?”

From: Donghae oppa

“Aku ingin ketemu di taman, bisa tidak?”

To: Donghae oppa

“Bisa, sekarang oppa?”

From: Donghae oppa

“ne sekarang. Otte? Bisa?”

To: Donghae oppa

“Ah ne, aku siap-siap sekarang”

Cheonsa merasa sangat gembira, dia belum pernah merasa sesenang ini saat akan bertemu seseorang karena Donghae adalah laki-laki pertama yang akrab dengan Cheonsa selain Jungsoo. Cheonsa sibuk memilih baju apa yang akan di kenakannya. Hingga akhirnya pilihannya jatuh pada dress selutut berwarna biru muda yang di kombinasikan dengan bolero berwarna putih dan menguncir setengah bagian rambutnya. Cheonsa segera bergegas pergi ke taman yang tak terlalu jauh dari rumahnya.

~~~~

Sesampainya di taman Cheonsa melihat Donghae sedang duduk di bangku taman.

“Donghae oppa!” Cheonsa memanggil Donghae dan melambaikan tangannya saat Donghae menoleh. Cheonsa dating menghampiri Donghae dan duduk di sebelahnya.

“Kau itu lucu sekali! Sepeti anak kecil saat berlari seperti itu!” Donghae mengacak rambut Cheonsa dan tersenyum. Hal itu membuat wajah Cheonsa merah merona. Cheonsa belum pernah di perlakukan oleh laki-laki seperti ini selain oleh Jungsoo.

“Yah oppa, jangan mengacak-acak rambutku! Nanti berantakan” Cheonsa mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil yang sedang merengek. Spontan Donghae tertawa melihat ekspresi Cheonsa.

“Oppa, kenapa mengajak bertemu disini? Ada yang oppa ingin bicarakan denganku?” Tanya Cheonsa pada Donghae yang sejak tadi tidak berhenti memperhatikan Cheonsa.

“Ne, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Bagaimana kalau langsung aku katakana sekarang?”

“Ne, silahkan oppa”

“Han Cheonsa saranghae” perkataan Donghae ini membuat Cheonsa terkejut

“Oppa serius?”

“Ne, aku sudah jatuh cinta denganmu semenjak masa ospek. Aku tau semua orang di kampus mengatakan bahwa aku adalah seorang playboy yang sering memainkan perasaan yeoja. Tapi aku benar-benar sungguh-sungguh menyukaimu Cheonsa. Aku serius dengan perkataanku. Would you be my girl?”

Penjelasan Donghae membuat Cheonsa terdiam dan Nampak berfikir. Jujur dia juga merasakan perasaan yang sama. Jatuh cinta pada Donghae. Dia juga sering mendengar pembicaraan para mahasiswa kalau donghae adalah seorang playboy dan sering memainkan perasaan yeoja. Tapi mendengar penjelasan Donghae tadi, dia merasa kalau Donghae serius padanya.

“Otte? Apa kau mau menjadi yeojaku?” Donghae menyadarkan Cheonsa yang dari tadi terdiam.

“Ne, oppa. Aku mau” Cheonsa menjawab dengan tersenyum. Donghaetersenyum dan tidak sadar memeluk Cheonsa.

“Gomawo Cheonsa”

“Ne oppa”

Setelah itu, mereka menghabiskan waktu mereka untuk berkencan seharian dan sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Cheonsa. Donghae terus menggenggam tangan Cheonsa di dalam mobil dan hanya melepasnya saat akan mengganti gigi mobil. Mereka terlihat sangat bahagia, bahkan tak terlhat rasa lelah sedikitpun di wajah mereka, padahal mereka sudah berkeliling seharian.

Akhirnya mereka sampai di rumah Cheonsa yang terlihat sepi. Donghae sudah mengetahui tentang orang tua Cheonsa yang sudah meninggal dan tentang Jungsoo kakak Cheonsa. Cheonsa sering menceritakan tentang oppanya itu kepada Donghae saat masa pdkt.

“Rumahmu terlihat sepi, Jungsoo hyung tidak ada?” Tanya Donghae saat mengantar Cheonsa sampai depan pintu rumahnya.

“Ne, soo oppa sedang di luar kota. Oppa ingin mampir?”

“Bolehkah?”

“Tentu saja boleh. Kalau tidak kenapa aku menawarkan oppa untuk mampir?”

“Ne, aku ingin melihat-lihat rumahmu heheh”

Sebenarnya Donghae memiliki niat lain. Setelah mendengar kalau di rumah Cheonsa tidak ada siapa-siapa, Donghae teringat dengan taruhannya dan Kyuhyun dan dia memilii rencana untuk meniduri Cheonsa malam ini.

“Duduk dulu oppa, aku ambilkan minum ya.” Cheonsa mempersilahkan Donghae untuk duduk di sofa yang berada di depan tv.

Cheonsa kembali membawa 2 gelas sirup dingin. Dan duduk tepat di sebelah Donghae.

“Silahkan diminum oppa.”

“Ne”

Tidak ada percakapan di antara mereka berdua. Cheonsa merasa canggung dengan Donghae karena ini pertama kali untuknya membawa namja ke rumahnya. Tanpa Cheonsa sadari Donghae semakin mendekatkan jaraknya dengan Cheonsa. Saat sudah sangat dekat Donghae memanggil Cheonsa.

“Cheonsa…”

“Ne op—” Cheonsa menghadap ke Donghae, dank arena jarak mereka yang sangat dekat bibir mereka pun bertemu. Sebenarnya itu tidak sepenuhnya kecelakaan karena Donghae memang sengaja memajukan wajahnya dan mencium Cheonsa. Pada awalnya Cheonsa bingung harus melakukan apa, kemudian dia secara perlahan dan ragu-ragu membalas ciuman Donghae. Ciuman mereka semakin memanas dan tanpa mereka sadari sekarang Cheonsa sudah berbaring dengan Donghae diatasnya. Tak lama kemudian Cheonsa tersadar dan menjauhkan Donghae dari tubuhnya.

“Hae—hae oppa, mian aku tidak bisa melanjutkannya.”

“Ne, tidak apa-apa dan mianhae sudah kelewatan. Kalau begitu aku pulang dulu.” Pamit Donghae.

Sesampainya di mobil Donghae mengumpat dan memukul stir mobil.

“Babo! Tadi sudah hamper berhasil! Lain kali aku harus berhasil!”

~~~

Sudah 6 bulan semenjak Donghae dan Cheonsa menjadi kekasih dan sampai sekarang Donghae belum berhasil meniduri Cheonsa. Dan tentu saja Donghae gagal mendapatkan Ferrari dari Kyuhyun, dan selama 1 minggu di cemooh oleh teman-temannya karena gagal. Seluruh kampus juga sudah mengetahui tentang hubungan mereka dan berhasil membuat para yeoja patah hati. Hampir seluruh mahasiswi membenci Cheonsa karena cemburu dan sebagian mereka ada yang membully Cheonsa. Cheonsa tidak pernah cerita pada siapapun tentang pembullyan yang dia alami. Sebenarnya beberapa teman Cheonsa sudah memberitahu Cheonsa kalau Donghae bukanlah namja yang baik. Namun, dia sudah buta oleh cinta sehingga selalu menyangkal yang dikatakan teman-temannya.

Hari ini Donghae mengajak Cheonsa pergi ke suatu tempat, Donghae tidak mau memberitahu Cheonsa karena dia bilang itu kejutan. Donghae membawa Cheonsa ketempat yang cukup jauh dari Seoul. Akhirnya merekapun sampai si tempat yang dituju. Ternyata DOnghae membawa Cheonsa ke daerah bukit yang sangat indah, tak jauh dari bukit itu terdapat villa pribadi milik keluarga DOnghae.

“Bagaimana? Indah bukan? Kau menyukainya?” Donghae tersenyum kearah Cheonsa

“ne oppa! Sangat indah! Aku senang sekali” Cheonsa tersenyum seperti anak kecil

“kau benar-benar lucu! Ayo kita jalan-jalan!”

Mereka mengunjungi tempat-tempat yang ada di sekitar villa Donghae hingga malam. Karena tidak mungkin untuk pulang ke Seoul, mereka memutuskan untuk menginap di Villa Donghae. Sebenarnya ini semua sudah di rencanakan oleh donghae, tentu saja Cheonsa tak mengetahui hal itu. Cheonsa menelpon JUngsoo agar Jungsoo tidak khawatir. Dia terpaksa pada Jungsoo dengan mengatakan kalau dia menginap di rumah teman yeojanya dan sedang mengerjakan tugas.

Di villa itu hanya ada mereka berdua karena Donghae menyuruh penjaga villa untuk pulang. Sekarang mereka sedang berada di ruang keluarga villa itu. Suasananya sangat hening, sebelumnya Donghae sudah meminum obat perangsang yang mebuatnya gelisah sekarang. Tiba-tiba donghae mendekatkan dirinya ke Cheonsa yang membuat Cheonsa melihat kearahnya. Donghae sudah benar-benar tidak mampu menahannya.

“Cheonsa, kau mencintaiku kan?”

“Ne, ada apa oppa?”

“Cheonsa, aku sudah lama menginginkan tubuhmu. Aku ingin melakukannya denganmu” ucapan donghae ini membuat Cheonsa kaget.

“Aku memang mencintaimu oppa, tapi kita kan belum menikah, tak seharusnya melakukan itu.”

“kalau begitu kau tak mencintaiku!”

“anio oppa, aku benar-benar mencintai oppa, tapi aku takut”

“tidak usah takut, aku janji tidak akan meninggalkanmu dan akan bertanggung jawab. Percayalah padaku.”

“tapi oppa, soo oppa bilang aku tidak boleh melakukannya sebelum menikah.”

“jangan sampai jungsoo hyung tau. Kalau dia tudak tau dia tidak akan memarahimu. Kumohon Cheonsa, aku sudah tidak tahan lagi”

Karena desakana Donghae pertahanan Cheonsa mulai goyah. Dia sudah berjanji pada Jungsoo untuk tidak melakukan hal ini sebelum menikah, tapi dia tidak tega melihat Donghae dan sangat mencintainya. Dia bingung dan takut, tapi Donghae terus memaksanya hingga akhirnya mereka melakukannya malam itu.

~~~~

Pagi-pagi sekali mereka sudah kembali ke Seoul. Donghae hanya mengantar Cheonsa hingga depan rumahnya kemudian pergi. Di dalam rumah sudah ada Jungsoo yang menunggu Cheonsa.

“Cheonsa, itu tadi temanmu?” JUngsoo menyambut Cheonsa

“Ne oppa, itu.. itu temanku.” Cheonsa menjawab dengan gugup sambil berusaha menutupi kissmarkdi lehernya.

“Kenapa kau gugup seperti itu? Dan kenapa kau menutup-nutupi lehermu? Ada apa?”

“anio oppa, tidak ada apa-apa.”

“Cheonsa, aku mengenalmu sejak kau lahir. Jangan mencoba untuk membohongiku. Coba aku lihat lehermu”

“jangan oppa” Cheonsa menjawab dengan ketakutan

“kalau tidak apa-apa mengapa kau takut dan terus menutupinya?”

Jungsoo memaksa Cheonsa dan menarik tangannya yang menutupi lehernya. CHeonsa

“Cheonsa! Kau! Kau melanggar janjimu pada oppa? Membohongi oppa? Siapa yang melakukannya denganmu? Semalam kau bohongkan? Oppa kecewa padamu!” jungsoo membentak Cheonsa dan membuat CHeonsa menangis

“mi—mian oppa. Aku tidak bermaksud untuk membohongi oppa.”

“Katakan pada oppa siapa yang melakukannya?! Siapa?!”

“Dia kekasihku. Kumohon oppa jangan menghajarnya, aku sangat mencintainya. Dia sudah berjanji tidak akan meninggalkanku dan akan bertanggung jawab.”

“Mencintaimu?? Dia hanya memanfaatkanmu CHeonsa! Sekarang beritahu oppa siapa dia dan antarkan oppa menemuinya!!”

“andwe oppa..”

Jungsoo tidak memperdulikan tangisan Cheonsa dan memaksa untuk bertemu donghae. Jungsoo sangat kecewa dengan adiknya dan merasa telah gagal menjaga adiknya. Dia sangat marah pada Cheonsa dan dirinya sendiri. Selama di perjalanan menuju rumah DOnghae CHeonsa trus menangis. Mereka sampai di rumah DOnghae. Dengan emosi Jungsoo memanggil-manggil nama DOnghae, security sudah menghalanginya masuk namun dia tetap memaksa hingga akhirnya donghae datang.

“ada apa ini? CHeonsa mengapa menangis? Dan ini siapa? Oppamu?” Tanya donghae

Belum sempat donghae menjawab, Jungsoo langsung menghajarnya. Cheonsa dan para security sudah menghalanginya namun Jungsoo tak menghiraukannya. Akhirnya dua security berhasil memisahkan donghae dan jungsoo. Donghae babak belur dan tergeletak tak berdaya, Cheonsa mencoba membantunya namun donghae menolak. Donghae menyuruh security untuk mengusir mereka.

~~~

Sudah satu bulan semenjak kejadian itu,Jungsoo menjadi sangat dingin dan mengabaikan CHeonsa. Perubahan sikap Jungsoo itu membuat Cheonsa sedih, di tambah lagi dengan hubungannya dan Donghae yang putus begitu saja. Donghae juga membenci Cheonsa dan menjauhinya. Hal itu membuat CHeonsa frustasi, dia merasa sangat kotor dan bodoh. Dia menyesal mengapa dengan bodohnya dia menyetujui keinginan donghae waktu itu. Dan sekarang Donghae sudah kembali bermain denga yeoja-yeoja yang baru. Belum lagi dengan para seniornya yang tetap membullynya. Semua hal itu membuatnya frustasi dan berpengaruh pada nilainya yang menurun drastis yang menyebabkan beasiswanya nyaris di cabut. Dia sempat berfikir untuk mengakhiri nyawanya, namun dia memikirkan Jungsoo yang sendirian.

~~~

Semenjak kejadian itu Donghae sering sekali berhalusinasi dan di hantui rasa bersalah. Dia sering merasakan seperti melihat seorang yeoja yang mirip dengan Cheonsa melompat dari atas gedung kampus. Hingga suatu saat dia sedang bersama seorang yeoja di ruangan music dan dia melihat seorang yeoja seperti Cheonsa jatuh dari atas atap. Kali ini terlihat sangat nyata dan tanpa sadar Donghae berlari keluar ruangan dan melihat ke bawah, dan ternyata tadi hanya halusinasinya saja. Tapi dia melihat Cheonsa sedang berlari menaiki tangga menuju ke atap, kemudian donghae mengejarnya. Dan saat Donghae sampai, dia melihat Cheonsa sudah ber siap untuk melompat.

“Cheonsa!!” donghae meneriaki nama Cheonsa, cheonsa membalikan tubuhnya.

“Hae oppa…” Cheonsa tampak kaget dan saat ini kondisinya sangat mengenaskan, rambutnya berantakan, terlihat bekas tamparan di pipinya dan menangis tersedu-sedu. Para seniornya yang melakukan hal itu

“apa yang kamu lakukan disini?”

“bukan urusan oppa! Untuk apa oppa kesini? Belum puas oppa sudah mengancurkan semuanya?”

“aku kesini karena..” jujur donghae bingung ingin menjawab apa karena dia juga bingung kenapa dia ada disini.

“lebih baik oppa pergi! Aku tidak butuh oppa!”

“kau… jangan bilang kau ingin melompat dari sini”

“aku sudah bilang! Bukan urusanmu!”

“Cheonsa, aku minta maaf. Kumohon jangan seperti ini.”

Cheonsa diam,dia sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan donghae. Yang ia ingin lakukan hanya melompat dari atap seperti niat awalnya.

“Cheonsa, kumohon maafkan aku, dan jangan berdiri dipinggir seperti itu, nanti kamu jatuh.”

Saat donghae ingin menghampiri Cheonsa, saat itu juga Cheonsa melompat dan donghae terlambat untuk menolongnya. Donghae yang melihat hal itu sangat shock. Terdengar teriakan para mahasiswa yang shock melihat tubuh cheonsa yang berlumur darah dan remuk. Saat itu juga air mata donghae mengalir dengan sendirinya. Donghae benar-benar terpukul dan baru menyadari bahwa ebenarnya dia sangat mencintai cheonsa. Namun semuanya terlambat, cheonsa sudah tidak ada lagi.

***

Setelah kejadian itu, donghae tampak sangat terpukul dan sangat menyesal. Dia sering berteriak histeris memanggil Cheonsa, terkadang juga menangis tanpa sebab. Melihat hal itu, pihak keluarga membawanya ke rumah sakit jiwa untuk menjalani rehabilitasi. Sudah 1 tahun donghae berada di rumah sakit jiwa, namun tak ada perkembangan. Keadaanya tetap menyedihkan, berteriak histeris, menangis, tersenyum dan tertawa bahkan dia pernah mengajar perawat yang ada disana. Karena hal itu, dia ditempatkan di ruangan khusus, dan setiap harinya ruangan itu selalu di penuhi suara histeris donghae. Hingga suatu hari ruangan itu hening, tidak lagi terdengar suara donghae. Para perawat dan dokter curiga dengan hal ini, saat mereka melihat keadaan donghae, donghae sudah di temukan tak bernyawa dengan darah yang terus mengalir dari kepalanya. Dokter menyimpulkan donghae membunuh dirinya dengan cara membenturkan kepalanya ke lemari besi di ruangan itu.

-IT WAS IMPOSSIBLE TO KNOW PRECISELY WHERE FEELING ENDED AND NOTHINGLESS BEGAN-

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

One response »

  1. inggarkichulsung says:

    Aigoo seramnya dan kasihan sekali Cheonsa nya bunuh diri gitu menjatuhkan dirinya dari atas gedung.. Donghae oppa sadarnya terlambat.. Tragic love story apalagi Donghae oppa nya jg meninggal bunuh diri di rumah sakit jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s