Author : Rin

Judul   : This is Hurt

Note: Author Saengil Chukae ^^ FF ini aku kirim selain untuk ikut lomba juga sekalian sebagai tanda terima kasihku untuk Author  IJaggys yang udah buat beberapa FF yang bagus banget menurutku. Aku selalu suka FF buatan Author, contonhya FF Angel and The Demon, Only one, Who Am I dsb…. Oh ya thor kapan Who Am I dilanjutin lagi nih thor penasaran hehe. Semoga Author suka sama FFku yang mungkin tidak begitu bagus dengan FF Contest lainnya -___-

***

 

“Cinta itu hanya sebuah perasaan yang timbul karena terbiasa. Kau sering bersamaku, itulah sebabnya kau mencintaiku. Kalau kau terus bersamanya, suatu saat kau akan mencintainya seperti kau mencintaiku. Jadi lupakan aku dan hiduplah bahagia bersamanya.”

****

Lee Donghae masih terpaku dengan apa yang dilihatnya sekarang. Tubuhnya diam seketika saat kedua matanya menangkap seseorang yang selama dua tahun ini ia rindukan. Tempat yang begitu ramai tidak membuat perempuan itu menghilang dari pandangannya. Perempuan itu yang dulu pernah mengisi hidupnya.

Han Cheonsa, perempuan yang selalu memnuhi pikirinnya. Perempuan yang selalu membuat matanya terfokus hanya untuk melihatnya. Perempuan yang selalu membuat hatinya berdesir setiap berada di dekatnya.

Donghae sungguh senang bisa melihatnya lagi sekarang. Ia melangkahkan kakinya perlahan berusaha untuk mendekatinya. Ia semakin mempercepat langkahnya sedikit, ingin segera memeluk perempuan itu dan mengatakan bahwa ia sangat merindukannya. Sedikit lagi ia menghapus jaraknya dengan Cheonsa.

Tapi langkahnya terhenti seketika jantungnya seperti berhenti berdetak, matanya membulat saat pria yang baru ia lihat sekarang tiba-tiba saja menghampiri Cheonsa dan melingkarkan tangannya pada pinggang Cheonsa. Nafasnya terasa sesak melihat mereka saling memberikan senyum.

Jantung Donghae berhenti sejenak saat pria itu mendaratkan ciumannya di kening Cheonsa, seperti dulu yang pernah ia lakukan. Dia tersenyum miris begitu ingatannya kembali pada kejadian dua tahun yang lalu, saat dirinya dan Cheonsa berpisah,“Mungkinkah dia orangnya?”

___Flashback___

Cheonsa masih menunggu kekasihnya yang sampai saat ini belum datang. Berkali kali ia berdiri dari kursinya melihat pintu café berharap kekasihnya menunjukan wajahnya dari balik pintu. Ia meminum milkshake chocolatenya menghilangkan rasa bosan karena terlalu lama menunggu.

 

“Mianhae membuatmu lama menunggu.”  Cheonsa mendongakan kepalanya saat suara itu terdegar di telinganya. Pria itu baru datang saat dirinya sudah bosan menunggu selama hampir satu jam, tapi tetap saja ia akan menunggu meskipun ia bosan. “Yakk, kenapa baru datang?”

 

Pria itu tersenyum kemudian menggeser kursi dan mendudukinya, “Mianhae tiba-tiba saja jalanan macet, hal yang tidak bisa aku prediksikan.” Ujarnya sambil tersenyum berharap perempuan yang ternyata kekasihnya itu akan memaafkannya. Cheonsa tidak membalas senyumannya baginya bukan saatnya untuk tersenyum. Donghae mendekatkan wajahnya ke wajah Cheonsa yang tertunduk, dahinya sedikit mengkerut saat melihat wajah Cheonsa yang terlihat sedih dan murung. “Waeyo? Kenapa wajahmu seperti itu?”

 

Cheonsa mengangkat kepalanya menatap Donghae kekasihnya, “Kau tau kan hubungan kita tidak di resteui oleh orang tuaku?” Donghae mengangguk menunggu ucapan Cheonsa selanjutnya, “Donghae~ah orang tuaku ingin menjodohkanku dengan anak teman bisnis appaku. Mereka  memaksaku untuk menikahinya dan memutuskanmu sekarang juga. Lusa aku dan orang tuaku akan menemui mereka dan menetapkan hari pernikahan. Apa yang harus kulakukan Donghae~ah, aku tidak mau menikah kalau bukan dengan dirimu.”

 

Donghae diam, selama ini ia tau bagaimana orang tua Cheonsa tidak menyetujui hubungan mereka. Ia merasa bodoh karena telah membiarkan Cheonsa masuk kedalam kehidupannya yang biasa-biasa berbeda berbeda dengannya yang hidupnya selalu mewah.

 

Cheonsa meraih tangan Donghae dan mengenggamnya erat,“Apa yang harus kita lakukan Donghae~ah?”

 

Donghae memejamkan matanya sejenak mencoba berpikir jernih dan segera menentukan apa yang harus ia perbuat, “Kau terima saja dan kita akhiri hubungan ini sekarang juga.”

 

“Mwo? Yakk, bukan itu jawaban yang ingin kudengar.”

 

Donghae menghela nafas kasar tidak ada lagi pilihan baginya selain itu, “Lalu kau inginnya aku bagaimana? Membawa kabur meninggalkan perjodohan itu dan hidup bersama? Itu tidak akan berakhir bahagia Han Cheonsa. Orang tuamu tidak akan membiarkan kita bahagia begitu saja mereka akan melakukan segala cara untuk memisahkan kita. Sebaiknya kita pisah saja.”

 

“Aku tau, tapi apa kita harus menyerah begitu saja? Apa kau rela membiarkanku menikah dengan pria lain? Kau tidak mencintaiku Lee Donghae? Eoh?”

 

“Aku mencintaimu, tapi bukankah cinta tak harus memiliki? Aku rela membiarkanmu menikah dengan pria itu asalkan kau bahagia. Bukankah pria itu pilihan orang tuamu? Mereka pasti akan memberikan yang terbaik untukmu. Kau pasti akan bahagia bersamanya.”

 

“Bahagia? Aku tidak mencintainya, jadi bagaimana bisa aku bahagia dengannya. Satu-satunya pria yang kucintai itu hanya kau Donghae~ah.”

 

“Cinta itu hanya sebuah perasaan yang timbul karena terbiasa. Kau sering bersamaku, itulah sebabnya kau mencintaiku. Kalau kau terus bersamanya, suatu saat kau akan mencintainya seperti kau mencintaiku. Jadi lupakan aku dan hiduplah bahagia bersamanya.”

Cheonsa membuang mukanya muak dengan ucapan pria dihadapannya saat ini, “Omong kosong apa itu. Ternyata kau mempercayai teori itu. Kau benar-benar menginginkan aku menderita Donghae~ah. Arraseo, kita lihat apa teorimu itu benar atau tidak?” Cheonsa langsung beranjak dari kursinya. Ia menatap Donghae lama, tidak pernah terlintas dipikirannya bahwa Donghae akan melepaskannya begitu saja.

 

Cheonsa berusaha untuk menahan tangisannya, “Aku akan menuruti perkataanmu. Ahh, bukankah aku selalu menuruti perkataanmu? Aku akan menikahinya dan melupakanmu, aku harap kau tidak menyesal dengan ucapanmu.” Tidak bisa, air mata Cheonsa lolos begitu saja melewati sudut matanya dan membasahi pipinya. Cheonsa segera pergi meninggalkan Donghae yang masih menatapnya kosong, tapi baru beberapa langkah ia berbalik, “Ada yang lupa kukatakan padamu Donghae~ah. Saranghae, nan jeongmal saranghae.”

 

Donghae tetap memandang punggung itu yang semakin lama semakin menjauh darinya, bahkan sampai punggunya menghilang dari pandangannya. Tidak, dia tidak mungkin rela melihat perempuan yang begitu dicintainya menikah dengan pria lain. Dia tidak punya pilihan lain. Dia tidak berhak menahan Cheonsa untuk tetap disisinya. Tidak ada yang berharga dalam hidupnya. Ia hanya bisa berharap suatu hari nanti ia  tidak menyesal dengan pilihannya saat ini.

 

___Flashback End___

“Donghae~ah”

Suara itu membuyarkan lamunannya seketika. Suara yang begitu familiar untuknya. Han Cheonsa ia sudah menyadari kehadiran Donghae sekarang. Dengan semangat ia melangkahkan kakinya sambil tersenyum gembira dan tangannya menggenggam tangan seorang pria seperti dulu ia menggenggam tangan Donghae.

“Lama tidak bertemu denganmu. Bagaimana kabarmu sekarang Donghae~ah?” Perempuan itu terus memberikan senyumannya seolah tidak merasakan perasaan Donghae saat ini.

Donghae memberikan senyum palsunya, “Tentu saja aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Sepertinya kau terlihat sangat baik.”

“Tentu saja, aku sangat baik. Ahh, Donghae~ah kenalkan ini Choi Siwon.” Ujar Cheonsa sambil melingkarkan tangannya pada lengan pria yang ternyata bernama Choi siwon, “Dia suamiku.” Lanjutnya.

Donghae lagi-lagi memberikan senyuman palsunya. Hatinya sakit melihat Cheonsa melingkarkan tangannya pada lengan dengan pria itu yang ternyata suaminya. Dulu Cheonsa juga memprlakukannya seperti itu, jika ia mengenalkan Donghae pada teman-temannya.

Cheonsa mengenalkan Donghae pada Siwon, “Yeobo, kenalkan ini Donghae dia temanku.”

Telinga Donghae tidak sanggup mendengar panggilan sayang untuk yang keluar dari bibir Cheonsa untuk pria lain. Ini pertama kalinya bagi Donghae. Cheonsa mengenalkan dirinya sebagai teman bukan sebagai kekasih yang dulu pernah ia ucapkan.

Siwon mengulurkan tangannya, “Siwon. Senang bisa bertemu denganmu Donghae~shii. Sepertinya kau dan Cheonsa berteman sangat baik.”

Donghae membalas uluran tangan itu dan hanya memberikan senyum tipis dari bibirnya. Berteman sangat baik? Tentu saja bahkan mereka bukan hanya sebatas teman tapi juga sebagai sepasang kekasih.

“Tapi kenapa aku tidak melihatmu di pesta pernikahan kami? Bahkan kau tidak datang menjenguk saat Cheonsa melahirkan.”

Sudah banyak hal yang membuat Donghae semakin terpuruk dan sekarang ia malah harus mendengar sesuatu yang menyakitkan lagi, “Melahirkan?”

“Iya dua bulan yang lalu Cheonsa melahirkan anak pertama kami. Kau harus melihatnya Donghae~shii dia begitu lucu. Ahh sepertinya aku sudah meninggalkan  Jinwoo terlalu lama denganPark ajuhsii di mobil, aku akan mengambilnya.” Siwon segera pergi meninggalkan Donghae dan Cheonsa. Sedikit hening saat Siwon pergi tidak ada sesuatu yang bisa dijadikan perbincangan untuk mereka.

“Kau kesini dengan siapa Donghae~ah? Apa dengan yeojachingumu?” Cheonsa mencoba mencairkan suasana diantara mereka.

Donghae mnegangkat sebelah alisnya. Yeojachingu? Selama ini dia tidak pernah memiliki yeojachingu setelah putus dari Cheonsa dua tahun yang lalu. Dengan gugup Donghae menjawab, “Engg…i..iyaa.” jawabnya bohong.

Cheonsa tersenyum bahagia, “Ohya? mana dia? Kenapa kau tidak mengenalkannya padaku?”

“Dia baru saja pulang.” Donghae lagi-lagi berbohong.

“Pulang? Kau tidak mengantarnya?” Donghae menjawab dengan gelengan kepalanya.“Ternyata kau tidak pernah berubah Donghae~ah. Kau tetap saja tidak pernah mengantar Yeojachingumu pulang.” Cheonsa melanjutkan ucapannya. Yah benar selama mereka berpacaran hampir tidak pernah Donghae mengantarnya pulang.

“Donghae~ah aku senang kau sudah punya pacar.  Kau pasti lebih dulu bisa melupakanku dengan cepat, iya kan? Kau tau Donghae~ah sulit sekali untuk melupakanmu dan mencintai siwon. Tapi saat aku dinyatakan hamil siwon jadi semakin perhatian padaku dan lama kelamaan akupun jatuh cinta padanya dan bisa melupakanmu sekarang.”

Salah, Cheonsa salah mengira bahwa Donghaelah yang lebih dulu melupakannya. Bagaimana mungkin Donghae melupakan Cheonsa dengan mudah begitu saja tertalu sulit baginya. Bahkan sampai sekarang Donghae masih tetap mencintainya.

“Kau benar. Cintai itu hanya sebuah perasaan yang datang karena terbiasa. Di saat aku dudah mulai terbiasa dengan kehadirannya sedikit demi sedikit aku bisa mencintainya dan melupakanmu.”

Menyesal, saat ini Donghae menyesal dengan ucapannya dulu. Ini sangat menyakitkan saat dia tidak bisa membuktikan ucapannya pada dirinya sendiri. Andai saja ia tidak melepaskan Cheonsa begitu saja. Andai saja ia mempertahankan Cheonsa.

Cheonsa tersenyum saat melihat Siwon datang sambil menggendong bayi yang sangat lucu dan menggemaskan. Donghae berusaha untuk tersenyum, bayi itu sangat lucu baginya. Wajahnya tampan seperti Siwon Appanya, dan matanya bening seperti Cheonsa eommanya.

“Jinwoo~ah itu Donghae ajuhsii teman baik eomamu.” Siwon langsung memperkenalkan Donghae pada anaknya. Tidak ada lagi yang bisa Donghae lakukan selain memberi senyuman tipisnya. Donghae sedikit membungkuk ingin melihat bayi tampan dalam gendongan Siwon lebih dekat, “Hai Jinwoo kau tampan seperti appamu. Kau harus jadi anak yang baik, arraseo.”

Dia membenarkan posisinya lagi, “Ahh sepertinya aku harus pergi. Ada pekerjaan yang belum selesai kukerjakan. Aku pergi dulu Cheonsa~ah, Siwon~shii.” Ucapnya berpamitan pada Cheonsa dan Siwon tidak lupa ia juga pamit pada Jinwoo, “Ajuhsi pergi dulu yah. Aniyong.”

Donghae memutuskan untuk segera pergi, dia tidak bisa terus-terusan berlama-lama disini. Baru beberapa melangkah Donghae berbalik menatap keluarga kecil itu tertawa bahagia. Melihat Cheonsa yang sekarang sedang menggendong bayinya tertawa bahagia saat Siwon sedang mencubit pipi ankanya gemas. Seandainya saja dia yang berada di posisi Siwon saat ini, entahlah mungkin saja ia akan lebih bahagia. Yah penyesalan memang selalu datang terlambat.

***

“Kau benar. Cintai itu hanya sebuah perasaan yang datang karena terbiasa. Di saat aku dudah mulai terbiasa dengan kehadirannya sedikit demi sedikit aku bisa mencintainya dan melupakanmu.”

 

 

>>> Rin <<<

-SOMETIMES YOU JUST NEED A DEEP BREATHE AND REASURRING WORDS TO MAKE IT THROUGH A HARD TIME LEE DONGHAE-

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

4 responses »

  1. Rosari1695 says:

    Nice ff,,🙂
    walaupun Haeppa harus berakhir seperti itu,,😦

  2. yoonwonfp says:

    wow… great story
    i love the idea… it’s simple but meaningful
    thx n Gbu

  3. inggarkichulsung says:

    Daebak story, Cheonsa rupanya bahagia seperti apa yg dulu donghae oppa kekasihnya bilang.. Tp sedih juga melihat donghae oppa skrg krn ia blm bs melupakan Cheonsa.. Baby Jinwoo neomo yeppo

  4. haemi says:

    sedih thor, kasian donghae oppa
    semoga hae oppa dapet jodoh secepatnya haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s