Nama pena: myuniqueface

Twitter: @praditartha

Blog: hitamabuputih.wordpress.com

Sleep Well

 

Kukerjap-kerjapkan mataku pelan, mencoba membiasakan diri dengan cahaya yang mulai masuk ke dalam mata dan membuatku silau.

“Baiklah, ini sudah pagi, kau harus bangun, Han Cheonsa,” ujarku dalam hati.

Tapi rasanya ada sesuatu yang menghalangi tubuhku, ah bukan lebih tepatnya menahan tubuhku.

Benar kan, ada tangan yang memeluk perutku. Aku yang tidur dengan posisi miring jadi susah bergerak.

“Hae,” panggilku, sambil mencoba membalikkan badan ke arahnya dan mengamati wajahnya.

Dia masih terlelap, lalu perlahan-lahan membuka mata.

“Kau sudah pulang?” tanyaku.

“Menurutmu?” tanyanya balik sambil mengeratkan pelukan. Suaranya serak, khas orang yang baru bangun tidur.

“Iih, sesak. Aku mau bangun, lepas,” aku mencoba melepaskan diri dari pelukannya.

“Ah nanti saja, aku masih ingin memelukmu.”

“Aigoo, apa kau tidak lapar? Aku akan membuatkan sarapan.”

“Tidak, aku hanya butuh memelukmu.”

Ia kembali menutup mata dan memelukku erat. Aku mematuhi permintaannya dan membelai pelan rambutnya. Sepertinya dia pulang pagi lagi. Tadi malam aku masih tidur sendiri, lalu tiba-tiba dia sudah ada di sampingku. Mempersiapkan album baru kerap membuatnya pulang pagi dan bahkan tidur di studio.

“Ah, aku ingin seperti ini seharian,” gumamnya, masih sambil menutup mata.

Aku terkekeh kecil mendengarnya, kemudian mencium kelopak matanya pelan.

“Memang hari ini kau free?”

“Tidak, nanti sore aku ke studio lagi.”

“Rekaman lagi?”

“He em,” jawabnya sambil menganggukkan kepala berulang kali, seperti bocah kecil.

“Kalau begitu istirahatlah dulu. Ah, tapi kau juga butuh makan.”

“Nanti saja,” jawabnya, masih sambil menutup mata.

“Baiklah baiklah,” aku hanya bisa menuruti sambil meneruskan kegiatanku membelai rambutnya.

Tiba-tiba handphoneku berdering. Aku menjulurkan tanganku, mencoba mengambil handphone yang kuletakkan di meja dekat tempat tidur. Setelah kulihat, ternyata Leeteuk oppa yang menelpon.

“Hallo, oppa”

“Oh Cheonsa~ah, apa Donghae ada di tempatmu?”

“Ada, dia sedang tidur. Kenapa, oppa?”

“Syukurlah, aku pikir pergi kemana bocah itu. Dari tadi aku mencari-carinya di dorm, tapi tidak ada. Aku telepon, nomornya tidak aktif. Jadi kupikir ia datang ke tempatmu. Aku sedikit khawatir, karena tadi pagi ia terlihat sangat lelah.”

Donghae memang sering datang ke sini, terutama ketika malam hari. Lalu tiba-tiba menyusup ke kamar dan tidur di sebelahku. Anehnya, aku tak pernah memberi tahu password apartemenku, tapi ia selalu bisa menebaknya dengan benar. Aku ganti berkali-kali pun, ia tetap saja bisa membukanya -__-

“Aku juga kaget, oppa. Tiba-tiba saja dia ada di sini. Memangnya tadi pagi selesai rekaman jam berapa?”

“Jam empat pagi. Jaga dia ya, biarkan saja dia tidur dulu. Ah iya, ingatkan dia untuk pergi ke studio lagi sore ini. Aku percaya padamu, Cheonsa~ah.”

“Iya, oppa. Tenang saja. Oppa juga jangan lupa beristirahat.”

“Tentu saja. Gumawo, Cheonsa~ah. Kalkee~”

“Sama-sama, oppa. Ne~”

Begitu Leeteuk oppa menutup telponnya, kulihat jam dinding. Masih jam 6.30 pagi. Pantas saja Donghae masih ingin tidur.

“Siapa yang menelpon?” tanya Donghae tiba-tiba.

“Leeteuk oppa. Hei, katanya kau ingin tidur, kenapa dari tadi ngomong terus?”

“Kenapa dia menelponmu?” dia malah mengacuhkan kata-kataku -__-

“Mengkhawatirkanmu. Di dorm kau tidak ada dan nomormu tidak aktif, makanya menelponku.”

“Ah, baterai handphoneku habis. Aku males mencharge.”

“Kalau begitu, aku saja,” aku kembali mencoba melepaskan diri dari pelukannya.

“Sudah, nanti saja,” Donghae mencegahku beranjak dari pelukannya.

“Aish, dari tadi aku tidak boleh pergi, tapi kau tidak juga tidur.”

“Aku juga bingung. Aku ingin tidur, tapi tidak bisa tidur.”

Ia akhirnya membuka mata. Leeteuk oppa benar, dari matanya kelihatan kalau ia sangat lelah. Kuusap pelan alisnya.

“Wae?” tanyanya sambil memandangiku.

“Hmm?”

“Mengusap alis,” jawabnya sambil menghentikan gerakanku, kemudian mencium pelan jemariku.

“Supaya kau segera mengantuk dan cepat tidur. Lihatlah, matamu sudah merah seperti itu, tinggal menunggu saja hingga bayangan hitam muncul melingkari matamu. Seperti panda.”

Ia hanya terkekeh pelan, kemudian kembali menciumi jemari tanganku. Jantungku selalu lupa berdetak jika melihat pemandangan seperti ini. Ia menciumi jemariku dengan pelan dan terlihat sangat menikmati. Seakan-akan ia tidak bisa hidup jika tidak menciumi jemariku.

“Cheonsa~ah,” panggilnya setelah puas menciumi jemariku.

“Hmm?”

“Aku addicted dengan jemari tanganmu, haha,” katanya sambil tertawa.

Aku hanya tersenyum kecil mendengar perkataannya.

“Ada apa sih dengan jariku? Sepertinya sama saja dengan jari orang lain,” tanyaku sambil menarik jariku dari genggamannya dan mengamatinya secara seksama.

“Anni, jarimu berbeda,” ujarnya sambil kembali meraih jariku, “Seksi,” katanya sambil mengerling ke arahku dan mengedipkan mata kirinya.

“Aigooo,” aku kembali menarik jariku dari genggamannya.

“Hahaha,” Donghae hanya tertawa sambil kembali memelukku.

“Tiduur,” perintahku, seraya membelai rambutnya dan sesekali alis matanya.

“Iyaaa,” ia kembali menutup matanya.

Aku mengecup pipinya pelan. Mendadak ia membuka mata lagi.

“Ah wae~?” tanyanya dengan nada manja.

“Mwo?” tanyaku heran.

“Kalau kau menciumku, aku juga jadi ingin menciummu,” selesai berkata, ia secepat kilat mencium bibirku.

“Ya!” teriakku sambil memukul lengannya.

Donghae hanya menjulurkan lidah, kemudian kembali memelukku dan memejamkan mata.

“Dasar,” gerutuku sambil memencet pipinya.

“Hahaha,” dia hanya tertawa sambil tetap memejamkan mata.

“Kau sebenarnya mau tidur tidak?”

“Mauu, tapi kau selalu menggangguku.”

“Eh? Kau itu yang bandel,” gerutuku lagi sambil memencet-mencet hidungnya.

Dia hanya tersenyum kemudian kembali membuka mata.

“Aku akan tidur setelah kau menciumku,” katanya sambil tersenyum jahil.

“Heh? Kau pikir kau ini sleeping beauty? Ah, anni. Sleeping beauty begitu dicium malah terbangun, bukan tertidur,” aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal.

“Babo!” ejeknya sambil tertawa dan menoyor kepalaku pelan.

“Ish, kau yang babo,” aku tak mau kalah dan membalas menoyor kepalanya.

“Ya! Aku ini Lee Donghae, namja pintar dan tampan, namja paling oke di dunia K-pop,” ujarnya bangga sambil menepuk dada.

“Bukan! Kau ini namja bodoh dan bertubuh pendek,” balasku sambil menepuk perutnya.

“Aish, lihatlah. Walau tubuhku pendek, banyak yeoja tetap tergila-gila padaku. Termasuk kau!” gerutunya sambil mendelik ke arahku.

“Aku tidak dengar,” jawabku sambil menutupi kedua telinga dan menjulurkan lidah kearahnya.

Donghae hanya berdecak, kemudian melepaskan pelukan dan berbalik memunggungiku. Cih, senjata andalan. M-E-R-A-J-U-K.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala. Dasar bocah! Gerutuku dalam hati.

Pelan-pelan kupeluk perutnya dari belakang, kemudian menyandarkan kepalaku di bahunya.

“Hei, tubuh pendek itu seksi kok. Percayalah,” bujukku.

Donghae masih diam dan tak bergerak. Kucium pelan pipinya.

“Apalagi tubuh Lee Donghae. Seksi sekali,” ujarku lagi, tepat di telinganya.

Mendadak ia berbalik dan memelukku lagi dengan sangat erat.

“Omo, Donghae! Kau. Ya!” teriakku karena kaget.

Donghae hanya menyeringai, kemudian menciumi bibirku. Tak lama kemudian, ia melepaskan bibirnya, sedikit mengendurkan pelukannya dan membelai pelan wajahku. Kembali tersenyum. Aku hanya bisa mengerjap-ngerjapkan mata, mencoba mengumpulkan kesadaranku yang mendadak hilang.

“Ish, Donghae, ini masih pa..” belum selesai aku berkata, ia menciumi bibirku lagi. Seperti tak pernah puas dengan bibirku.

“Ya!” teriakku, sambil mencoba melepaskan diri dan memukul-mukul badannya.

Ia pun mengentikan kegiatannya. Lagi-lagi tersenyum. Kemudian, lagi-lagi menciumku. Kali ini ia mencium keningku, mataku, hidungku, dan kembali bibirku.

“Gomapta,” ujarnya setelah puas menciumiku. Ia kembali memelukku dengan erat dan memejamkan mata. Beberapa saat kemudian, nafasnya mulai teratur dan terdengar sedikit dengkuran.

“Baiklaah, paling tidak akhirnya kau tidur,” gumamku pelan sambil tersenyum memandangi wajahnya saat tertidur.

Kembali kubelai rambutnya dan sesekali kucium keningnya.

“Saranghae, Lee Donghae-ku yang pintar dan tampan, namja paling oke di dunia K-pop, sleep well,” bisikku pelan di telinganya, kemudian ikut menyusulnya ke alam mimpi.

-I CAN’T WAIT UNTIL THIS STORY HAVING UNRATED SCENE LOL-

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

6 responses »

  1. yazelf says:

    simple but so sweet….

  2. Gigling after read the last words.
    -Cannto wait the NC-
    HHahahah…

  3. Na says:

    Ciyeee~ pendek itu seksi kok..apalagi si amis donghae! HAHAHA
    /dirajam elfishy/

  4. babypetals says:

    Kalo mslah nyiumin Cheonsa mah Donghae gak bkalan ada bosenx tuh…ceritax so sweet bgt dsni Cheonsa prhtian bgt sma si Ikan….
    Stuju sma klimat yg pling trakhir….Unrated scene…hahahaha…

  5. inggarkichulsung says:

    OMG so sweet banget Cheonsa n Donghae oppa nya.. Like this ff

  6. party cho says:

    chingu slah ktik jdul ea??? hrs’a sleep well kale bkn sleep weel….
    low sleep well kn arti’a tdur nyenyak low sleep weel arti’a pa????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s