note from Anney1009:

sebelumnya aku ucapin Happy Birthday dulu buat the best trouble maker HCS dan the best creator of HCS-LDH moment Sonia..🙂
posternya itu maaf ya kalo jelek, aq berharap banget bisa menang…
aq mau numpang promo blogku ya.. :) Amabelle’s Side
 
 
***

 

Han Cheonsa berjalan dengan sisa-sisa tenaganya di sepanjang kompleks perbelanjaan elite disalah satu pusat kota New York. Lalu lalang mata yang dilewatinya mungkin tidak akan menyangka bahwa gadis itu sekarang sedang kelaparan, haus dan segudang rasa yang tidak mengenakan lain disekujur tubuhnya. Karena saat ini Cheonsa benar-benar terlihat seperti sosialita-sosialita lainnya.

Dengan gaun musim panas annabelle walter keluaran tahun lalu , heels berwarna coral –Via Uno, lengkap dengan Hermes-bag . Atau mungkin karena kacamata mewah Jackie-o cetatte Tom Ford-nya yang hampir menutupi seluruh lingkaran mata, alis hingga ke tulang pipi gadis itu, makanya tidak ada yang menyadari bahwa Cheonsa sangat jauh dari kata baik-baik saja. Atau mungkin New York’s people benar-benar tidak mau tahu dengan lingkungannya.

Tidak ada penilaian yang cukup untuk menerangkan seberapa frustasinya dia sekarang. Pembicaraan keluarga besarnya dan keluarga besar Donghae semalam benar-benar membuatnya semakin terpuruk –setelah kejadian satu setengah tahun yang lalu-. Dengan seenaknya kedua pihak keluarga memutuskan bahwa tepat seminggu lagi pertunangan antara ia dan Donghae akan di laksanakan.

Dengan alasan yang sama sekali tidak dapat ia terima, bahwa mereka menganggap dirinya dan Donghae sudah lama saling mengenal dan pria itu cukup pantas dan mencintainya. Sementara tidak satupun dari mereka yang benar-benar tahu bagaimana gadis ini masih belum melupakan cinta lamanya. Dan ia punya alasan sendiri kenapa sejak 3 jam yang lalu ia hanya keluar masuk darifashion shops itu. Setidaknya disana orang-orang lebih mementingkan merk-merk dari pada keadaan sekitarnya. Dan Cheonsa butuh itu, ia butuh menjadi dirinya sendiri dan berpikir.

“God, I feel like I’m just allowed to breath on this body, and I have no right to do more. They screw up my life, or if its really my life” batin gadis itu putus asa. Seberapa banyakpun yang ia ungkapkan dan apapun yang ia lakukan untuk menolak, mereka tidak akan menanggapinya. Tidak sama sekali, bahkan walaupun Cheonsa sekarat. Hanya mungkin bila ia divonis mati, barulah ia memiliki haknya untuk memilih, mungkin. Dengan sedikit gemetaran tanganya terangkat melayang diudara, men-stop­ taksi.

“columbus, W 72sd St please..” dengan sedikit anggukan kecil sang supir taksi mulai mengemudi menuju alamat yang baru saja Cheonsa sebutkan. Gadis itu mengeluarkan handphone-nya kemudian mendekatkan benda itu ke telinganya.

LDH.. I’m on my way to your office, we need to talk.. ” ia diam sejenak, membiarkan orang disambungan telpon itu berbicara, membalas perkataanya.

well, I’ll just wait then..” jawabnya kemudian diam kembali, matanya sesekali memperhatikan selusuran jalanan kota yang terlihat semakin ramai.

ok..” setelahnya Cheonsa menjauhkan benda itu dari telinganya, memencet salah satu tombol disana dan melemparnya kedalam tas. Ia tahu sekarang apa yang harus ia lakukan, dan untuk memulai keputusanya ia akan mengajukan satu syarat pada pria yang akan menjadi tunangannya seminggu lagi itu.

Keputusan yang gadis itu buat bahkan sama sekali tidak ada bedanya dengan apa yang telah keluarganya dan keluarga Donghae rencanakan. Hanya saja ia punya syarat, dan syarat itu tentu bukan perkara sulit untuk Donghae dan keluarganya. Mengingat bahkan pria itu sama sekali tidak keberatan menunggu dirinya selama beberapa tahun. Seperti memiliki keputusan kecil bagi dirinya sendiri adalah hal yang paling berat.

I can’t make my own decisions
Or make any with precision
Well maybe you should tie me up
So I don’t go where you don’t want me

       –playing god-

***

 

 

Cheonsa menggigit bibirnya -lagi- ia gugup. Dan sedikit bingung harus memulai dari mana penjelasan yang akan ia sampaikan pada Donghae, gadis

itu sesekali menggerak-gerakkan kakinya, dan tanganya dengan gemetaran menanggalkan kacamata yang sedari tadi menamengi mata bercucuran air matanya dari tatapan orang-orang. Menurut Haidi -assisten Donghae- pria itu akan menyelesaikan meetingnya dalam setengah jam lagi. Dan ia sudah menunggu selama dua puluh menit, sebentar lagi. Ia harus siap dan terlihat meyakinkan.

Gadis itu menarik napasnya dalam-dalam saat pintu ruangan itu mulai terbuka dan secara bersamaan, sosok pria yang ia tunggu dari tadi muncul dari baliknya. Lee Donghae pria dengan tinggi tubuh yang -bisa dikatakan- jauh dari rata-rata pria New York , namun tampang khas asia dan baby face-nya menjadi modal besar bagi pria ini untuk menutupi segala kekuranganya, dan Donghae adalah seorang penerus tunggal perusahaan automatic besar dalam dekade ini. Seharusnya, kalau saja ia tidak tenggelam pada cinta yang menghancurkannya hingga saat ini, Donghae adalah pria yang tepat untuk ia cintai. Selain dari sikapnya yang sedikit insolent­, Donghae benar-benar bersih.

“Hi Han.. Aku terkesan sekali kau mau berkunjung kesini, do you wanna have lunch with me sweetheart?”dengan santainya pria itu mendekat dan mendaratkan tangannya di pinggul dan pipi Cheonsa, dan itulah kenapa Donghae di cap sedikit kurang ajar oleh gadis itu. Cheonsa sedikit bergidik, well.. dia juga gadis normal yang memiliki sistem hormon yang sangat lekat, dan merasakan hembusan napas pria yang  jelas-jelas terlihat menggoda di hadapanya dan membaui-nya seperti itu membuatnya sedikit sulit berpikir jernih.

Gadis itu terlihat berpikir sebentar. “Ya, dan.. itu bukan maksudku untuk kesini sebenarnya..” jawabnya, kemudian berdiri dan sedikit mendorong tubuh Donghae menjauhinya.

“tidak masalah, makan siang bersamamu -tanpa perlu memaksa tentunya- adalah hal yang menyenangkan Han..” cengir Donghae tak mau tahu dengan kerisihan yang ia sebabkan pada Cheonsa. Lalu lagi-lagi ia dengan tanpa bebannya menarik tangan gadis itu keluar dari ruangan. Dan Cheonsa, ia hanya mulai menenangkan diri sekuat mungkin untuk tidak mulai melayangkan pukulannya pada Donghae,karena ia butuh akal sehatnya untuk menghadapi dan bernegosiasi dengan bad boy berkelas ini.

Cheonsa masih sibuk dengan pikiran-pikirannya sendiri tentang bagaimana ia akan menjelaskan syaratnya pada Donghae, membuat pria itu yakin bukanlah sesuatu yang mudah. Bagaimana kalau Donghae menolak dan membiarkan dia mengambil pilihan yang kedua, meski Cheonsa sedikit ragu Donghae akan membiarkannya menghabisi nyawanya sendiri dibandingkan dengan mengikuti syarat yang akan ia ajukan. Matanya terus menatap kosong ke arah orang-orang yang berlalu lalang di depan christoper baker-old ini.

Sementara Donghae ikut-ikutan sibuk berpikir tentang apa yang sedang gadis di hadapanya renungkan. Ia  yakin ada sesuatu yang mengharuskan gadis ini menerima ajakan makan siangnya dengan sangat menurut, Donghae mungkin sudah terbiasa didiamkan dan melihat ekspresi diam Cheonsa, hanya kali ini kening gadis itu terlihat sedikit berkerut, dan itu berbeda dari diamnya Cheonsa sebelumnya.

“hello sir and madam, are you ready to order or you need a little more time?” Donghae sedikit tersentak saat suara waitress itu mengagetkanya, matanya sesaat kehilangan fokus sebelum ia memesan makanan yang memang sudah biasa ia santap saat makan siang seperti ini.

one baguette and americano coffe please, and..” Donghae menatap Cheonsa intens, dan sepertinya gadis itu benar-benar meletakan fokusnya pada suatu hal yang sama sekali tidak di mengerti Donghae.

excuse me madam.. what do you like to order?” ulang waitress itu lagi, Donghae merasa jengah sendiri melihat gadis dihadapanya, Ini sedikit kelewatan karena biasanya Cheonsa hanya akan mengabaikan orang-orang yang ia kenal –seperti ia dan keluarganya-. Gadis itu tidak pernah seperti ini di tempat umum.

“Han..” sentak Donghae sedikit keras. Dan itu berhasil, Cheonsa kaget seperti baru saja kembali dari sebuah tempat dan saat ini ia tersesat di kenyataan.

are you ok?

yeah.. I’m ok.” Matanya persis seperti Donghae tadi, kehilangan fokus. Hingga ia melihat pria dengan pakaian putih rapi khas waitress dan sadar bahwa ia harus memesan sesuatu sekarang.

“I.. hmm.. strawberry milkshake please..” ujarnya linglung.

no, it’s lunch time.. and I’m pretty sure that you’ve already left your breakfast this morning. I order one quesadilla for her please..” sanggah Donghae, bukan hal baru bila Donghae mendebat Cheonsa tentang pola makannya. Pria itu benar-benar mengawasi Cheonsa dengan baik, memerhatikan keperluan gadis itu diatas segalanya.

no! please.. I’m full” desah Cheonsa, tanganya menyapukan rambutnya kebelakang. Menampakkan kening indahnya dan saat ia melihat ekspresi Donghae dengan lebih jelas, ia tahu pria itu tidak akan pernah mengalah dalam perdebatan tentang apa yang harus ia konsumsi.

fine.. just double strawberry’s pancakes and a hot chocolate then.” pesan Donghae pada waitresstersebut, dan itu adalah hal yang patut Cheonsa hargai. Karena ini adalah kali pertamanya pria itu mau bernegosiasi kecil tentang makan siangnya.

thank’s” cicit gadis itu sebagai bentuk penghargaanya.

“hm.. dan Han, sebaiknya kau mulai membicarakan hal yang tadi ingin kau sampaikan padaku, cause to be honest I’m driving crazy to see you like this..”tuntut donghae, raut wajah pria itu mulai serius. Ia terlihat tidak sabar lagi menghadapi sikap aneh cheonsa yang memang aneh itu. Kedua sikunya bertumpu dipaha dengan tangan yang terkait mengepal dan tubuh yang sedikit dicondongkan kearah cheonsa.

“kau tahu, pembicaraan tentang pertunangan kita semalam.. tidak, aku akan menjelaskan dulu bahwa.. aku..” Cheonsa tercekat napasnya sendiri, kerongkongannya kering dan jantungnya berdegup benar-benar kencang. Sebenarnya ia sendiri tidak benar-benar tahu apa yang ia cemaskan, karena nantinya apapun yang akan terjadi sama-sama tidak memiliki keuntungan dan kerugian yang akan berpengaruh besar bagi robot’s live under control-nya.

“relax babe.. with my hospitable, I would cancel all my millions dollars worth meetings for the rest of this day just to have more time, waiting for you to explain all that confusing things.. ok?” donghae menggeser kursinya kedepan, hingga tangannya dapat terulur ke seberang meja dan mengelus pipi cheonsa. Gadis itu tahu bahwa ia merasa nyaman saat donghae memperlakukannya selembut ini,  bahkan sesekali ia sempat berpikir bahwa ia sudah jatuh dalam pesona pria itu. Hanya sesekali lebih sering, ia terjatuh lagi dan lagi kedalam bayangan masa lalunya, bersama pria lain di negara asalnya dulu.

Sekali lagi cheonsa mengambil napas panjang, menutup matanya berusaha menemukan kekuatan dan keberanian yang tersisa dari dirinya yang dulu kepermukaan. Dan setelah ia yakin dirinya cukup tenang, cheonsa kembali membuka matanya, kali ini menatap donghae tepat di manik matanya.

“damn,how could just look at this man’s eyes give this soothing sensation..” umpat bathinnya sekilas, sebelum mulai menjelaskan tentang apa maksudnya yang sebenarnya pada pria yang cahaya matanya memberikan ketenangan aneh pada Cheonsa.

“aku belum bangkit dari mimpi buruk itu, and I guess I never find the will.. dan aku tidak benar-benar yakin, apakah ini karena aku masih mencintainya atau tidak. Tapi Ini juga tentang semua beban yang aku tanggung, maybe you and our family know about me better than my own self. Tapi aku yang menerima akibatnya, and the last consequence I have to bear- as you know, almost kill me. Or maybe it’ll really kill me, slowly..” Cheonsa menarik sebelah tangannya yang sedari tadi digenggam Donghae, kemudian balik menggenggam tangan pria itu. Meremasnya kuat, berusaha menyalurkan keteguhan yang ia rasakan dalam mengambil keputusan ini.

Mata gadis itu beralih menatap tangannya yang menyelimuti tangan donghae, dan sebenarnya ia lebih senang bila pria itulah yang menggenggamnya, terasa hangat dan aman. Donghae hanya diam menatap gadis didepanya, ia belum sepenuhnya mendapatkan pengertian tentang apa sebenarnya maksud gadis itu.

“aku akan menerima pertunangan itu, dengan satu syarat yang harus kau lakukan..” gantung Cheonsa, ia benar-benar ingin tahu apa tanggapan yang akan Donghae lontarkan.

“syarat? Apa syarat mu? Dan.. kenapa kau pikir aku harus menuruti syarat yang akan kau ajukan itu?” suara Donghae tenang, tidak lembut dan terkesan menuntut. Cheonsa kembali mengeratkan genggaman tangannya pada tangan pria itu.

“setelah bertunangan, kau dan aku akan kembali ke Korea. Kita akan menikah disana, hidup seterusnya disana.. dan ku pikir kau cukup berbaik hati untuk menyelamatkan nyawaku LDH, cause if you do not take my requirement.. you would kill me faster than what the past could do..” cheonsa merasakan suasana disekitarnya mulai berubah, ia berani bertaruh banwa ia baru saja memompa emosi pria itu sampai ke ubun-ubun.

Rahang donghae mengeras, ia mengerti sekarang apa yang gadis itu ingin ajukan. “jangan mengancamku Han..” geramnya. Pria itu menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi dan menatap Cheonsa tajam.

“tidak ada Korea dalam masa depan kita, tidak akan pernah ada lagi.. I’m not that stupid to get what you want. Cish.. kembali dan kau bisa bertemu dengan pria brengsek itu lagi? Dan sejauh ini aku bisa menyelamatkan nyawamu dari masa lalu yang selalu kau bawa-bawa. Asal kau tahu, mengikatmu disetiap langkahku dengan mudah akan ku lakukan Han.. menjagamu, apa aku pernah lalai selama ini? ancaman konyol..” ujar donghae penuh penekanan, suara rendahnya terdengar lebih menakutkan dari pada saat ia berteriak.

“ini tidak ada hubungannya dengan pria itu, aku hanya ingin memperbaiki hidupku… dan disini bukan tempatku Hae, saat kembali ke Korea aku sudah menjadi tunanganmu dan kita akan menikah.. itu jaminan!” suara cheonsa meninggi, adrenalinnya terpacu. Meski hampir seluruh tubuhnya mulai gemetar, semua tenaganya terkuras habis-habisan hari ini.

“aku tidak menerima jaminan seperti itu..”

“ku rasa aku perlu mengingatkanmu LDH, aku masih Han Cheonsa.. aku punya cukup banyak black-listuntuk meyakinkanmu bahwa aku cukup berani untuk mengakhiri nyawaku bahkan dengan cara yang tidak pernah kau bayangkan sama sekali..” gerang gadis itu, selama beberapa detik jantungnya melonjak bahagia saat melihat kedua mata donghae membulat. Ia tahu pria itu sadar bahwa masa lalu seorang Han choensa bisa dibilang brutaluntuk ukuran gadis highclass seperti dirinya.

***

*LDH POV*

 

 

“Ku rasa aku perlu mengingatkanmu LDH, aku masih Han Cheonsa.. aku punya cukup banyak black-listuntuk meyakinkanmu bahwa aku cukup berani untuk mengakhiri nyawaku bahkan dengan cara yang tidak pernah kau bayangkan sama sekali..”

Tentu saja aku tahu Han, setiap Black-list mu aku lah yang mengurusnya. Mulai dari menjemput gadis ini dari kantor polisi, kantor imigrasi dan yang paling mengesankan adalah saat aku harus membopongnya keluar dariclub karena hampir OD. Dan semua itu benar-benar meyakinkanku bahwa dia akan cukup berani menghabisi nyawanya sendiri. Tapi aku kan juga tidak mungkin membiarkannya terjerembab lebih dalam di masa lalunya.

“dan ku harap kau masih ingat, bahwa setiap kebrutalan yang kau lakukan itu.. akulah yang menyelesaikannya Han.  Jangan mendebatku lagi..” dan emosiku benar-benar sudah sampai dipuncaknya. Kalau gadis ini melontarkan sanggahan lagi aku akan membawanya keluar dari sini dan memakinya habis-habisan.,Perhaps that would make this obstinate girl understand.

Oh please… apa aku tidak pernah mempunyai hak untuk hidupku sendiri? Kenapa kau dan semua orang selalu memaksakan kehendak kalian padaku?! Kalian tidak pernah tahu bagaimana perasaanku! Semua sakit ini, semuanya membunuhku.. kanapa kalian tidak membiarkan ku lepas? Dan KAU! I’m so sick of your fucking protection!” suara teriakannya membahana hampir keseluruh ruangan, aku yakin semua pengunjung lain sedang menatap kearah kami heran. Cheonsa terisak keras dan air matanya mengalir menganak sungai di kedua pipinya. Dengan satu sentakan cepat ia berdiri dan berlari keluar dari bakery-shop ini.

“Han..! berhenti.. Han Cheonsa, Stop..”

sorry sir.. your order..” langkahku terhenti saat waitress tadi membawakan pesanan yang kami pesan. Tapi aku tidak punya waktu lagi, aku kalut. Ku keluarkan 3 lembar U$10 dollar dari dompetku dan berlari mengejar gadis itu secepat yang aku bisa. Jantungku berdetak sangat lambat dan nyaris berhenti saat melihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi tepat ke arah Cheonsa. Kenapa semuanya terasa melambat.

“Han..”

I don’t wanna lie,
I’m gonna take what you’re giving
‘Cause I know you’re willing,
To take me all the way… you got me right here.
Combustible. and I can’t wait to finally explode.

     -the big bang-

***

 

 

Aku duduk tepat disebelah ranjangnya, mobil sialan itu berhasil menghantam tubuh Cheonsa

dan menyebabkan luka dengan tujuh jahitan di kening gadis ini. melihatnya seperti tadi, membayangkan betapa besar potensi malaikat maut akan bisa membawanya dariku, membuatku benar-benar mati rasa. Dan ini adalah untuk pertama kalinya seorang LDH tidak dapat melarikan HCS dari bahaya, dan rasanya sangat tidak enak. Aku tidak akan sanggup menanggung yang seperti itu lagi, tidak akan pernah.

Gadis ini benar-benar mengacaukan perasaanku, orang-orang mungkin akan berpikiran sama denganku saat baru pertama kali mengenal dirinya. Gadis cantik dengan tubuh khas seorang model catwalk, suara halus dan semua kelebihan fisik lainnya yang benar-benar merendahkan setiap derajat kecantikan wanita diluaran sana. Dan itu adalah modal besar bagi gadis ini untuk mepermainkan semua orang yang terpikat padanya, seperti aku. Maka terkutuklah kau LDH…

Pesona gadis ini benar-benar membutakanku, itu bukan bualan atau apapun untuk merayu. Tapi Han Cheonsa memang begitu menjerat bagiku, semuanya tentang dia.. menantangku untuk lagi-lagi jatuh dan berlutut dibawah keindahan gadis ini. hingga kejadian satu setengah tahun lalu yang membawa sisi lain dari dirinya, Cho kyuhyun her ex-boyfriend yang dengan seenaknya meninggalkan gadis ini dengan alasan bahwa ia sudah di jodohkan dengan gadis lain. Membuat seorang Han Cheonsa yang tangguh dan brutal berubah menjadi begitu rapuh dan diam, she has fall over him too much.

Matanya mulai terbuka kemudian tertutup lagi, bibirnya membisikkan sesuatu.
sorry..”

no, it’s not you who need to say sorry.. apa ada yang sakit?” aku beranjak duduk di pinggir tempat tidurnya, membantunya untuk duduk.  Dia terlihat lebih rapuh dari sebelumnya.

“Han..” bisikku memanggilnya, matanya teralih menatapku. Ada sedikit sorot ketakutan disana dan aku tidak suka itu. I love strong HCS the most..

“aku akan menerima syaratmu.. dan ku harap aku benar-benar bisa memegang jaminanmu.” Kalau aku tidak salah lihat, setetes air mata mengalir disudut matanya. Tapi bibir gadis ini tersenyum, cantik sekali. Bibirnya mengucapkan kata terima kasih tanpa suara, dan aku tahu aku tidak akan menyesali keputusan apapun asalkan gadis ini tersenyum.

Aku mendekatkan tubuhku padanya, dan mulai menempelkan bibirku pada bibirnya. Memberikan lumatan-lumatan kecil disana dan seperti biasanya bibir cheonsa hanya diam, tidak membalasku tapi kali ini ia juga tidak berusaha menolak. Merasakan hembusan napasnya menerpa wajahku benar-benar memberikan sensasi menggila pada tubuhku. Bibirnya terasa manis dan lembut sekali.

Aku bersorak dalam hati saat Ia mengerang kecil dan mulai membalas lumatan-lumatanku dibibirnya, membuka mulutnya dan mengundang lidahku untuk masuk kedalam sana. Napas kami memburu seiring dengan semakin panasnya ciuman yang saling kami bagi, dadanya menekan dadaku seolah ingin menahan rongga-rongga dada kami untuk tidak bergerak berlawanan arah. Ini pertama kalinya ia bersikap sejauh ini, dan aku menikmatinya. Aku mulai memperlambat frekuensi lumatanku saat napas kami terasa benar-benar sesak, dengan lembut ku rengkuh wajahnya. Membingkainya dengan tanganku dan mengecup penuh-penuh bibir mungil ranumnya.

you have no idea how much I love and adore you Han..

***

*Author POV*

 

 

Donghae kembali mengeratkan rangkulannya bahu Cheonsa, gadis itu tertidur dan menyandar di dadanya saat mereka dalam perjalanan dari bandara menuju appartement pribadi donghae. Pria itu tersenyum tipis mengingat sikap manis cheonsa belakangan ini, ia seperti mulai membuka dirinya untuk donghae. Belum sepenuhnya pulih menjadi HCS, hanya saja ia terlihat lebih manusiawi. Dan itu sedikit meredakan kekhawatiran donghae, kalau-kalau saja cheonsa-nya akan lepas dan pergi dengan pria brengsek itu.

Memikirkan tentang cho kyuhyun –pria masa lalu- cheonsa membuat donghae menggeram kesal, ia tidak akan membiarkan pria itu bertemu dengan cheonsa. Tidak saat gadis itu mulai membaik dan menata hidupnya kembali. Hanya dialah yang akan menjadi pria masa depan cheonsa, tidak ada lagi bayangan-bayangan masa lalu.

Tepat sebulan lagi ia dan cheonsa akan menikah, dan bagaimanapun donghae akan menemukan jalan agar cheonsa mau pindah ke New York lagi, Korea benar-benar terasa tidak aman bagi mereka. Dan di masa depan ia akan bahagia hidup bersama Cheonsa-nya, bersama-sama selamanya. Tanpa sadar senyum tipis donghae melebar, kepalanya merunduk melayangkan kecupan-kecupan lembut di puncak kepala cheonsa.

Taksi yang mereka tumpangi berhenti didepan sebuah gedung tinggi, cheonsa terbangun dari tidurnya dan dengan telaten donghae menggandeng tangan gadis itu dan tangan lainya menarik koper besar berisi barang-barang mereka.

“Han.. appartement ini sudah aku jadikan atas namamu, ku pikir dengan begitu kau akan lebih.. hm.. nyaman.” Ujar donghae setelah mereka masuk kedalam sebuah appartement dengan desain minimalis itu.

“atas namamu juga tidak masalah..” cheonsa yang berjalan didepan melihat-lihat berbalik ke arah donghae, dibibirnya terlukis senyuman yang begitu indah. Seolah semua keindahan dewi-dewi yunani kuno berkumpul pada satu titik di tubuh cheonsa, hanya dengan senyuman dari gadis itu saja sudah membuat donghae kelimpungan.

“maksudku.. agar kau bisa benar-benar menganggapnya seperti rumah sendiri, atau apapun.. yang penting kau nyaman.”

thank’s” ucap gadis itu, kemudian berjalan mendekat ke arah donghae melingkarkan tangannya penuh-penuh di leher pria itu. Dan bibirnya mulai menempel sedemikian rupa di bibir donghae, entah sejak kapan yang jelas gadis itu senang bisa tinggal bersama dan melekatkan tubuhnya pada tubuh donghae kapanpun ia mau. Cheonsa mendesah keras saat merasakan tangan donghae mengusap punggungnya lembut, dan tangannya mulai nakal menggerayang ke rambut donghae.

“you’ve got me LDH” bathin cheonsa, dan kembali menikamati kehangatan pria itu.

***

*HCS POV*

 

 

“kita akan melihat gaunmu setelah makan siang nanti, atau… mungkin aku akan pulang dulu dan kita bisa makan siang bersama dirumah.”

“ok..” jawabku singkat, ia tersenyum tipis dan mengecup keningku sekilas kemudian berbalik dan menghilang dibalik pintu appartement itu. Hari ini genap seminggu aku dan donghae tinggal disini, menjalankan kehidupan seperti suami-istri. Donghae sering menyebutnya latihan, dan alasan itu ia pakai untuk menyuruhku belajar hal-hal yang belum pernah aku lakukan. Hasilnya tidak buruk juga, aku mulai pandai meracik kopi, beguette –makanan kesukaannya- dan beberapa makanan cepat saji lainnya. Dan hidup seperti ini jelas tidak pernah ada di bagian rencana masa depanku dulu, hanya saat aku melakukan semua aktifitas itu bersama donghae, aku suka.

Donghae berubah banyak belakangan ini, ia mulai menjadi pria yang benar-benar baik atau aku lebih suka menyebutnya kelewat suci. Kami tidur sekamar dan ia tidak pernah berbuat lebih padaku selain memelukku saat tidur. Aku pernah menawarkan hal –you know what- itu padanya, karena pada akhirnya kami juga akan melakukan itu. Tapi donghae menolak, dia bilang ingin melakukan semuanya sesuai prosedur. Aku memberikan semua taraf kagumku untuknya, maksudku.. biasanya ia benar-benar tidak mau tahu bila aku menolak atau bahkan memukulinya saat ia menyentuhku. Dan untuk yang satu itu alasanya karena ia ingin mendapatkan reaksi yang lebih dariku, mengingat dulu aku benar-benar tidak memiliki respon terhadap apapun.

Dan sebaliknya ia malah mengatakan bahwa akulah yang sudah banyak berubah, dia bilang aku lebih hidup. Jika yang ia maksud dengan hidup adalah karena saat ini aku mulai memberikan respon yang manusiawi, maka mungkin dia benar. Atau bila yang dia bilang hidup adalah saat kami bersentuhan pipiku selalu saja jadi merah tidak karuan, itu juga benar. Aku tidak mencintainya, belum. Semua bayangan masa lalu, ketakutanku saat dicampakkan begitu saja dan sakitnya akibat dari itu belum sepenuhnya sembuh. Jadi kurasa beberapa bagian dari hatiku masih mengantisipasi rasa sakit yang sama agar tidak lagi terulang dengan cara berbohong pada diriku sendiri bahwa aku tidak mencintainya. Astaga..

Tanganku baru saja akan memegang tumpukan-tumpukan piring kotor saat bunyi bel membuatku mengurungkan niat untuk segera membersihkannya. Hanya aku, Donghae dan beberapa orang kepercayaan donghae di kantor yang tahu alamat rumah ini. ku rasa mungkin pria itu yang kembali karena melupakan sesuatu atau suruhannya dari kantorlah yang pulang menjemput. Dengan sedikit tergesa ku buka pintu dan demi Tuhan, semua tenagaku hilang begitu saja dan rasanya semua dagingku rontok dari persendiannya saat memastikan bahwa tidak satupun dari orang yang kudugalah yang berdiri di depan pintu saat ini, pria ini…

“Han Cheonsa..”

“Cho Kyuhyun..”

Kedua tanganku jatuh tak bertenaga disisi tubuhku, kenapa pria ini bisa ada didepan appartement ku? Apa yang harus aku lakukan? Donghae.. you better be here now,please!

Saat aku masih diam dan sibuk dengan kekalutanku sendiri, pria didepanku ini langsung menarikku kedalam pelukannya. Ia melingkarkan tangannya mendekap ku erat menempel pada tubuhnya, membuatku sedikit sulit bernapas. Aku bisa merasakan kepalanya menyusup sedalam mungkin dilekuk leherku, dan terasa basah disana. Mungkin dia menangis dan aku rasa aku juga mulai meneteskan air mata, semua rasa sakit saat ia mencampakkanku, rasa rinduku, cinta lama itu dan semua kebencian untuknya menyeruak keluar dari dasar hati yang sudah mati-matian ku kubur. Membuat setiap titik pada tubuh terasa kebal, yang aku tahu hanya aku ingin lebih lama lagi berada dalam pelukan pria ini.

Tubuhku bergetar  tak kalah hebat dengan tubuhnya, kami terisak begitu lama. Seperti penyesalan dan kata maaf yang terlalu lama dipendam, dan kini hanya bisa diungkapkan dengan tangisan. Tidak tahu akan hancur berapa parah lagi aku saat nanti ia kembali melepaskan pelukan ini, yang jelas saat ini aku benar-benar ingin melampiaskan semuanya. Aku ingin dia tahu bagaimana tidak relanya aku saat ia melepaskan pelukannya dari tubuhku saat terakhir kali kami bertemu –satu setengah tahun yang lalu-.

Kami mulai mengatur napas yang tidak beraturan akibat isakkan tadi, dia mulai melapaskan pelukannya. Meski kedua tanganya masih memegang erat kedua bahuku, seolah takut aku akan hilang dari hadapanya. Matanya memerah dan terlihat begitu terluka.

“oh Tuhan..” tangannya naik mengusap kedua belah pipiku, dan lagi-lagi jantungku seperti akan berhenti berdetak saat ia mulai melancarkan kecupan-kecupan disekitar wajahku. Aku benar-benar meresapi setiap tekstur bibirnya yang menempel di permukaan wajahku. Tapi saat ia mulai mendekati bibirku, dengan sepelan mungkin aku mulai menjauhkan wajahku darinya, Aku tidak bisa menolerir yang lebih dari ini.

Dan lagi sekarang status dan keadaan kami sudah jauh berbeda, aku tidak mungkin menyakiti donghae dengan membuatnya kecewa padaku lagi. Dan kyuhyun sudah punya gadis lain dalam hidupnya, aku tidak ingin membuat gadis manapun didunia ini merasakan sakit karena dicampakkan yang pernah aku rasakan.

“maafkan aku.. saat itu.”

“tidak.. jangan memulai menjelaskan apapun..”

“tapi kau harus tahu, yang sebenarnya..”

“aku tidak mau tahu lebih dari apa yang kau jelaskan padaku dulu, aku tidak akan sanggup menanggung yang lebih dari itu..”

Aku diam dan begitu pula dia, “berikan aku waktu untuk mempersiapkan diri.. untuk mengerti penjelasan dari alasanmu waktu itu.” Bila dunia tidak pernah adil padaku, maka aku yang akan menjadi adil bagi semuanya. Aku akan memberikan waktu untuknya nanti untuk menjelaskan apa yang menurutnya belum jelas. Dan setelah itu aku akan memintanya untuk melupakan semuanya,meskipun aku sendiri masih jelas-jelas terkubur didalamnya.

“baiklah.. lusa aku menunggumu di Gangnam Bongeunsa” Aku mengangguk setuju. Kyuhyun kembali mengecup kedua pipiku, kening dan terakhir puncak hidungku, ia memandangku dalam memastikan bahwa aku tidak akan berbohong untuk menemuinya lusa, setelah yakin bahwa tidak ada tanda kebohongan disorot mataku ia mulai berbalik pergi.

“god.. you’re always being unfair to me, and you let fall into the gratify that clearly burned me..”

***

*Author POV*

 

Donghae lagi-lagi membelalakan matanya dan mati-matian menjaga detak jantungnya agar tidak sampai merusak organ vital itu, HCS benar-benar terlihat menawan disetiap gaun yang ia coba dan ini sudah gaun ke enam. Sebenarnya donghae tidak mempermasalahkan gaun mana yang akan dipilih gadis itu, tapi cheonsa tidak mau memilih dan ia menyerahkan keputusannya pada donghae.

“gaun yang ke tiga tadi saja, kau terlihat benar-benar anggun dengan itu..”

fine..” jawab cheonsa singkat, gadis itu tidak menikmati berada di antara gaun-gaun ini. ia memikirkan hal lain, dan donghae tahu itu.

is it everything ok han?” donghae mengalihkan sebelah tangannya yang menekuni stir mobil ke tangan cheonsa yang sedari tadi mengepal dipangkuannya.

everything’s fine, why?

“fashionista sepertimu seharusnya melihat gaun-gaun tadi dengan mata seperti aku melihat beguette, tapi tatapan matamu tidak.. entahlah, apa kau punya masalah?”

“karena itu memang bukan makanan LDH..” sebelah bibir gadis itu terangkat membentuk senyuman, seperti mendengus.

yeah, right..” donghae ikut tersenyum tulus, tangannya mengusap rambut cheonsa sepeti anak kecil. “eh, Hae..”

“ya?”

Cheonsa memutar tubuhnya, menaikkan sebelah kaki dan menggenggam tangan donghae, memainkan jari-jari pria itu. “selama kau bekerja, dan aku sendirian dirumah.. mengerjakan beberapa pekerjaan rumah dan menunggumu, aku..”

“ah, aku sudah memikirkan itu sebenarnya.. maaf kalau aku terlalu memaksamu belajar mengurus rumah,I’ll get you housemaid as soon as..

no.. it’s not that, err.. hanya berdiam diri dirumah benar-benar bukan gayaku. As you know, aku butuh keluar.. shopping, anggap saja ini sebagai terapi untuk menjadi diriku lagi..” ujar cheonsa cepat, seperti kebiasaanya saat ia mulai gugup tangannya meremas tangan donghae lebih keras.

“oh, ok.. aku akan mengosongkan jadwalku besok dan kita bisa pergi shopping.”

“tidak perlu, I mean you don’t need to waste your time to watch me wrestle with that fashion things. Kau tidak suka belanja, aku tahu..”

for sure, there’s no waste about you sweetheart..” donghae mengayun-ayunkan tangannya yang cheonsa genggam, bibirnya tersenyum lebar. Ia suka berbicara panjang lebar seperti ini dengan cheonsa, dengan topik-topik ringan yang tidak mecahkan kepala mereka berdua.

“aku butuh untuk menikmati waktuku sendiri selama aku masih lajang, please..” donghae tersenyum geli mendengar nada bicara gadis itu, ia seperti merengek layaknya bocah yang meminta dibiarkan bermain hujan.

“dan membiarkanmu kalap saat nanti kau mulai menikmati bau dan merk-merk barang-barang prada itu? Aku tidak ragu sama sekali bahwa kau mungkin saja akan menggesek credit card mu sampai panas.. aku bisa-bisa bangkrut untuk membayar tunggakanmu Han..” canda donghae, ia tertawa ringan saat melihat mata cheonsa terbelalak dengan bibirnya yang ia manyunkan.

“belum-belum menjadi suamiku, kau sudah pelit..” gerutu gadis itu yang sukses membuahkan ledakan tawa donghae.

“aku hanya bercanda, asalkan jangan sampai kau harus membeli wardrobe baru untuk menampung belanjaanmu nanti..” canda pria itu lagi.

“astaga, aku tidak separah itu hae..”

“baiklah-baiklah… kau mau shopping dimana memangnya?” gelak pria itu mulai mereda, ia senang sekali bisa bergurau dan membuat gadis itu jengkel setengah mati dan dengan bonus tanpa pukulan apapun untuknya.

apgujeong.. dan aku akan naik taksi saja.”

“kau yakin?” pria itu menaikkan sebelah alisnya, cheonsa bukan gadis yang sebegitu rendah hatinya untuk mau menumpangi kendaraan umum apapun tanpa alasan atau keadaan yang mendesak. Gadis itu menganggukan kepalanya mantap dan tersenyum puas.

 as your wish my dona..”bisik pria itu, Cheonsa mendekatkan wajahnya, dan donghae menggapai gadis itu membawa wajah cheonsa mendekat dan melayangkan kecupan ringan dibibir gadis itu dua kali sebelum kembali menekuni stir Maserati GranTurismo-nya.

-HCS-

Cheonsa kembali mematut dirinya pada salah satu kaca mobil dipelataran parkir kuil Bongeunsa diGangnam itu. ia memastikan dirinya untuk tidak terlihat seperti gugup, ragu atau apapun itu, gadis itu sudah muak menjadi lemah karena dipermainkan makhluk yang menjadi asal penciptaanya tersebut. ia harus menjadi HCS lagi, persetan dengan semua luka dan sakit yang akan ia dapatkan setelah mendengar semua penjelasan pria itu nanti, ia sudah kembali dari mati rasanya satu setengah tahun belakangan ini.

“hi..”

Cheonsa terlonjak kaget saat sebuah suara menyapanya, padahal suara itu sama sekali tidak terdengar mengagetkan. Dia kehilangan pengendalian dirinya, dan cheonsa tahu itu awal yang sangat buruk.

“maaf, aku tidak bermaksud..” kyuhyun menatap cheonsa dengan raut yang benar-benar menunjukan rasa menyesal, seperti yang biasa terjadi dulu. Pria itu selalu takut berbuat kesalahan sekecil apapun terhadapnya, mukjizat saja ia bisa menggodam gadis itu dengan satu kesalahan besar dan membuahkan sakit yang luar biasa bagi cheonsa dan mungkin juga kyuhyun sendiri.

“hm.. kau ingin kita mengelilingi kuil ini?” cheonsa melirik miris kearah pintu masuk disana, jujur saja.. ia belum pernah menggunakan kakinya untuk berjalan lebih dari jarak yang membentang antara kamar dan gerbang masuk rumahnya di New York, itu saja sudah ia anggap jauh dan melelahkan.

“tidak..” kyuhyun menarik keatas sebelah ujung bibirnya, “aku harus melarikanmu ke emergency setelahnya kalau kita melakukan itu..”

no doubt… jadi?”

“aku sudah memesan satu ruangan disini, hanya untuk makan siang.. dan kita bisa berbicara disana..” kyuhyun menatap cheonsa ragu, ia mau saja bertaruh satu Lamborgini bahwa gadis itu bisa berbalik memunggunginya dalam detik berikutnya bila ia tidak suka dengan ide yang baru saja pria itu katakan, karena cheonsa benar-benar benci segala hal berbau Vintage, Cheonsa-nya dulu begitu, kecuali bila ia sudah tidak mengenal cheonsa yang sekarang.

“bagus, ayo..”

Dan detik itu juga ia tahu, sudah tidak ada lagi veto baginya untuk meng-embeli nama gadis itu dengan kata kepemilikan untuknya. Meski masih berharap, ia tahu Han Cheonsa sudah lepas dari seorang Cho Kyuhyun.

“kau banyak berubah Han Cheonsa..” kyuhyun mulai membuka pembicaraan setelah mereka berdua sepakat menunda makan siang-nya setengah sampai satu jam lagi. Cheonsa duduk di teras bangunan tua –khas korea selatan- itu, menghadap pada hamparan hutan dibalik kolam dengan bunga-benga teratai dipermukaannya atau mungkin tiruannya. Dan kyuhyun duduk tepat dimulut pintu di belakang gadis itu, menatapi punggung cheonsa. Semilir angin menerbangkan aroma lavender khas HCS hingga terhirup oleh pria itu.

“sepertinya ya..” jawab gadis itu singkat, matanya tertutup menikmati sinar matahari yang jatuh menerpa wajahnya dan itu menyenangkan. Di luar negri sana, panasnya benar-benar gerah.

“apa aku masih dibenarkan untuk bertanya.. apa saja yang telah kulewatkan dari hidupmu delapan belas bulan terakhir?”

“tidak..”

“bila aku memaksa?”

Cheonsa mendengus, selain suasana canggung yang ia rasakan saat ia bersama pria ini semuanya tidak ada lagi yang berbeda. Cho kyuhyun tetaplah pria pemaksa menyebalkan. “aku pindah ke luar negri. Dan hidup di sana dengan baik..” cheonsa menekankan kalimat terakhirnya dengan jelas.

“kau tahu? Kau seperti tidak pernah ada di negara ini saat kau pindah, hari itu aku berniat memberikan penjelasan –seperti yang akan kulakukan hari ini padamu, tapi rumahmu sudah kosong… bahkan perusahaan appa-mu, dan pria itu juga lenyap..” seperti yang cheonsa lakukan, kyuhyun juga menekankan kata pria itu saat ia menyebutkannya.

“aku tidak tahu, appa dan dialah yang mengurus semua keperluan kepindahanku..” jawab cheonsa kalem.

“pria itu selalu mengikutimu ya?” nada bicara kyuhyun kentara sekali menunjukan bahwa ia tidak suka.

“sejauh ini, iya.. dan sepertinya akan selalu begitu..” cheonsa terdengar sama tenangnya seperti tadi, ia bangga pada dirinya bisa bertahan dengan baik.

“sejak dulu dia selalu membuntutimu, bersikap sok pahlawan.. seolah..”

“mungkin dia memang pahlawan, karena dia selalu menyelamatkanku.. dan itu bukan sok. Aku senang-senang saja dia membuntutiku. Rasanya jauh lebih baik dibuntuti dari pada dicampakkan.” Potong cheonsa, ia menaikan lututnya hingga menyentuh dada dan memeluknya. Kyuhyun menarik napas dalam, belum-belum ia sudah sesak sendiri mendengar sindiran gadis itu.

“kalau seperti itu, kau akan terikat dengannya selamanya cheonsa-ya… dan yang barusan kau sebut sebagai pahlawan, pria itu tidak sebaik yang kau pikirkan.” desiran darah cheonsa menggetarkan seluruh tubuhya saat mendengar kyuhyun berbicara dengan nada penuh putus asa. Ia membalikan tubuhnya, menyandar pada tonggak dengan tetap memeluk lututnya.

Ia tidak berniat menanggapi perkataan kyuhyun, ia ingin pria itu menjelaskan semuanya tanpa dipengaruhi apapun. Termasuk kenyaataan bahwa meskipun penjelasannya akan memperbaiki keadaan mereka, ia dan kyuhyun tetap tidak bisa kembali seperti dulu lagi.

“terikat atau tidak, tentang apakah dia benar-benar pahlawan sejati atau bukan, itu tergantung akan bagaimana masa depanku nanti yang harus kuhadapi… sekarang, kita hanya perlu memperjelas masa lalu. Dan sebaiknya kau mulai melakukan itu sekarang, aku sudah sangat bosan…” cheonsa menyisiri rambutnya dengan sebelah tangan, ekspresi wajahnya datar tanpa emosi apapun.

Kyuhyun menelan ludahnya dan menganggukan kepala, ia mengigit bibirnya sebelum mulai bicara, “perjodohan itu untuk menyelamatkan perusahaan keluargaku… aku tahu, ini sangat konyol… seperti di drama-drama, tapi saat itu aku sudah berusaha mati-matian untuk menolaknya. Sampai appaku mengadukan semuanya pada appamu, dan appamu menyuruhku untuk menjauhimu… karena dia bilang kau juga akan di jodohkan dengan Donghae… aku juga,”

“berhenti disana… aku tidak mengerti, jelaskan dengan benar cho kyuhyun…” desis cheona memeotong penjelasan yang sedang kyuhyun sampaikan. Gadis itu memutar tubuhnya menghadapi kyuhyun, duduk berhadap-hadapan dengan pria itu dan menantang matanya agar berkata jujur, karena ia benar-benar muak di bohongi.

Kyuhyun balas menatap tatapan tajam cheonsa yang tertuju padanya, tapi sepersekian detik kemudian matanya beralih fokus pada kedua tangan choensa yang sudah mengepal sempurna dipangkuannya.

“perusahaan appaku membutuhkan bantuan untuk dapat menyebrang dan menguasai pasaran China, satu-satunya cara untuk mendapatkan bantuan itu hanya dengan menjalin hubungan kerja sama dengan salah satu perusahaan induk disana. Dan ternyata pemegang saham terbesarnya tidak begitu saja bermurah hati untuk mau bekerja sama dengan perusahaan appa. Hingga dalam satu rapat pribadi, putri tunggal pemilik saham itu ikut dalam rapat dan begitu pula aku, dia tertarik padaku dan memonopoli orang tuanya untuk mengikut campurkan perjodohan konyol itu kedalam bisnis yang akan kami rintis di China…” pria itu berhenti menggantungkan penjelasannya, ia ingin tahu apakah cheona dapat mengerti dengan baik apa yang baru saja ia terangkan.

“tentu saja dia tertarik…” gumam gadis itu frustasi, ia mengalihkan tatapannya yang sedari tadi bertumpu pada wajah kyuhyun ke arah lain. Dalam hati cheonsa mengutuk gadis –China itu. jadi gadis macam apa yang memonopoli keadaan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan?! Ia benci sekali orang seperti itu.

“aku sudah menolaknya mati-matian, tapi hari itu appamu memintaku menemuinya. Kami akhirnya bertemu dan beliau menyuruhku untuk menerima perjodohan itu, aku… hampir memakinya saat itu didepan orang banyak. Tidak masuk akal sekali calon mertuaku menyuruhku menikahi gadis lainkan?” kyuhyun meringis pelan saat mengakhiri ucapannya. Tangannya terangkat keatas mengusap rambutnya dengan gusar.

Cheonsa kembali mengalihkan tatapannya pada kyuhyun, kali ini kedua pasang mata itu saling menatap.

“tapi setelahnya, appamu mulai menceritakan tentang persahabatan mereka sejak remaja dan tentang harapan-harapan appa padaku. Sebagai anak, sungguh… sedikit celah mulai muncul di hatiku, ku pikir mungkin aku memang seharusnya mengikuti apa yang orang tuaku harapkan, mengingat akulah anak laki-laki satu-satunya dikeluarga kami…”

“terlalu banyak pembenaran untuk hal yang satu itu… kalau kau memang meninggalkanku saat itu karena kau tidak mau jadi anak yang pembangkang, maka mungkin sebentar lagi aku akan memaafkanmu dan kita bisa menjalani hidup masing-masing dengan tenang…” celah choensa lagi-lagi, matanya mulai memerah. Rasa penyesalan karena sudah berpikiran terlalu buruk pada mantannya itu muncul sebesar tusukan jarum dihatinya dan lubang itu siap membesar disetiap detiknya.

“ck, kau tidak bisa diam sebentar dan mendengarkan penjelasanku sampai selesai dulu ya?”

Cheona menyunggingkan senyum terpaksanya saat melihat kyuhyun mulai kesal, sepertinya dari tadi dia selalu memotong ucapan pria itu di saat yang tidak tepat.
“lanjutkan…” cengirnya.

“benar, aku bilang tadi itu hanya celah kecil… lalu appamu mulai menceritakan tentang harapannya padamu –putri kecil satu-satunya. Tentang bagaimana kau saat kecil dan harapan-harapannya untuk kelangsungan hidupmu dimasa depan nanti. Hm… mungkin lebih dari setengahnya beliau hanya menceritakan tentang kelakuan-kelakuan bringasmu sebagai seorang gadis dan bagaimana pria itu menyelamatkanmu dan melindungimu, sebelum atau bahkan saat kita mulai saling mengenal dan berpacaran…” kyuhyun menarik napas dalam-dalam untuk meredakan hantaman keras di dadanya karena perasaan yang ia rasakan dulu mulai berdatangan, kecewa, sedih dan sakit yang berlebihan seperti menggerogoti tubuhnya sampai ingin mati rasanya.

“dia menginginkan semua yang baik untukmu, termasuk juga calon suami… dan menurutnya, bila aku dan kau terus bersama dengan keadaan seperti itu. kita sama-sama tidak akan bahagia… maksudku, keluargaku tentu akan merasa kecewa pada kita walaupun mereka juga tidak mungkin menampakkannya secara terang-terangan…”

Kyuhyun bangkit dan berjalan turun dari teras kuil itu, menendang-nendang bebatuan kecil terjun ke kolam dan sedikit mengenai kelopak teratai disana.

“kau tidak yakin…” akhirnya gadis itu bersuara, bibirnya bergetar ngilu sekali menahan emosi dan kekecewaan. Baru saja ia meresa menyesal karena sudah berprasangka terlalu buruk pada pria di hadapannya dan sekarang bahkan kenyataannya benar-benar terasa lebih menyakitkan.

“kau tidak pernah yakin bahwa kau bisa memberikanku yang terbaik!” hardik cheonsa, matanya memanas dan memerah.

“benar, aku tidak pernah yakin karena aku takut aku tidak bisa membahagiakanmu..”

Napas gadis itu memburu, tangannya terkepal kuat menahan marah dengan cepat kakinya mendekat pada kyuhyun dan berhenti tepat dihadapan pria itu.

PLAK!

Satu tamparan kuat berakhir tepat dipipi kiri kyuhyun, pria itu sedikit terhuyung karena tidak siap menerima serangan mendadak dari cheonsa. Dan ia hanya diam. Cheonsa mencengkram kuat kerah baju pria itu, meletakan kepalanya tepat berhadapan dengan dada kyuhyun.

“I’m sure I love you, so I reply to every kiss you gave me, looking at you right in the eye and hand beaded all mine .. I was sure I’ll safe here with you, so I always tried to become sloppy so you keep beside me to took care of me. sometimes I thought would be fun to spend the night in my bed with you, making love .. because I trust you ..” suaranya begitu pelan, seolah ia sudah kehabisan tenaga untuk berteriak dan berbicara normal.

“mulai dari hari kau memintakku untuk meninggalkanmu hingga delapan belas bulan ini, aku selalu menanggung beban yang bahkan rasa sakitnya tidak pernah berkurang hari demi hari…” cheonsa mengangkat kepalanya berhadap-hadapan dengan wajah kyuhyun. Kedua pasang mata itu sama-sama nelangsa dan berair pilu.

“ you never loved me that much, never .. This is really clear now” akhirnya air mata menganak sungai dipipi gadis itu, cheonsa memutar tubuhnya dan berlari keluar dari kuil itu. ia merasa benar-benar dibodohi sekarang, ia mencintai dan terluka oleh seorang yang bahkan tidak pernah yakin akan bisa membahagiakannya. Dan ia baru saja sadar, bahwa dirinya benar-benar telah termakan durjana untuk berpikiran pendek. Seharusnya ia tahu dari dulu, bahwa kyuhyun bisa saja menyusulnya ke New York kalau ia benar-benar mau, tapi pria itu tidak pernah datang.

“shit..” desah gadis itu, ia menstop sebuah taksi dan menghambur kedalamnya, menyebutkan sederatan alamat dan kemudian dibalas anggukan kecil oleh sang supir taksi tanda mengerti. Tangan kecil gadis itu menyekan air matanya berkali-kali, kepalanya terasa akan pecah. Sebuah pesan baru menderingkkan smartphone-nya saat gadis itu baru saja akan bertanya apakah si supir taksi punya persediaan tisu di taksinya atau tidak.

Aku sudah dirumah, dan disini sepi sekali,
kalau kau belum juga sampai 20 menit lagi, aku akan menelan credit cardmu..
miss you.. love J

-lee donghae-

 

Cheonsa mendesah kecil setelah membaca pesan singkat dari tuan sok suci-nya, dan tanpa ia sadari air matanya baru saja berhenti setelah menerima pesan itu.

***

 

Cheonsa berbaring di kasurnya, dia tidak tidur dan hanya menutup mata. Perasaan gadis itu belum sepenuhnya membaik. Dan sebenarnya ia butuh untuk ke club sekarang, menggila dan mabuk. Setidaknya disana ia bisa mengelurkan semua unek-uneknya dengan mengoceh tanpa perlu menghawatirkan orang lain. Bukannya berada dikamar dan terkukung sendiri, ia harus tetap diam dan jangan sampai donghae tahu bagaimana keadaannya sekarang, pria itu benar-benar tidak perlu tahu.

Cheonsa berbalik dan membelakangi donghae saat pria itu naik kekasur dan ikut berbaring disampingnya. Mereka memang belum berbicara sejak cheonsa sampai dirumah dan langsung masuk kamar tadi, dan donghae tidak bertanya bahkan pria itu terlihat ikut-ikutan mengacuhkan cheonsa.

“kau sudah tidur?” tanya donghae akhirnya.

Cheonsa tidak menjawab dan malah mengatupkan bibirnya rapat-rapat, ia sudah berusaha mati-matian untuk mencegah agar tangisannya tidak pecah dan sedikit saja ia melonggarkan pertahanan itu, ia akan berakhir menyedihkan malam ini.

Donghae mengalungkan tangannya pada pinggang ramping cheonsa, ia merapatkan tubuhnya pada punggung gadis itu dan menempelkan wajahnya pada helaian rambut cheonsa.

“yang perlu kau tahu sampai akhir nanti hanya bahwa aku mencintaimu, dan semua yang telah kulakukan hanya memiliki satu alasan itu. seharusnya kau mencintaiku juga han.. bukannya menganggapku penghalang…” cheonsa mendengarkan apa yang baru saja donghae katakan, dan ia tidak berniat menginterupsi.

I don’t want to lose you, and I would do anything to have you. if you would open your heart a little bigger, you’ll find millions of space you’ve fill in my heart han… aku tidak tahu kesalahan besar mana yang telah ku perbuat sampai-sampai kau menolakku dengan begitu banyak cara, kau hanya perlu percaya padaku… aku mencintaimu, benar-benar mencintaimu…” donghae semakin mengeratkan rangkulanya pada pinggang cheonsa dan membenamkan wajahnya lebih dalam di setiap helaian rambut gadis itu.

can I really trust you?” tidak tahan lagi, akhirnya cheonsa mengeluarkan suaranya. Ia menggigit bibirnya keras menahan isakkannya.

sure.. ” desah donghae.

Cheonsa memejamkan matanya kuat-kuat, ia berteriak keras dalam hatinya. Dan gadis itu sadar satu hal, donghae tidak pernah punya kesalahan dan benar, pria itu begitu mencintainya selama ini. bodoh saja dia, berkalang kabut sendiri bersama ingatan masa lalu yang bahkan tidak pernah yakin pada cintanya.

Gadis itu berbalik dengan satu sentakan kuat, bibirnya langsung menerjang bibir donghae ganas. Dan donghae dengan sedikit terkejut suka rela meladeni hantaman-hantaman lembut dari bibir cheonsa yang selalu menuntut lebih dibibirnya. Tangan gadis itu bergerak liar menggerayangi dada donghae dan sesekali meremas rambut pria itu. ia berhasil membuka tiga kancing teratas piyama donghae dan mulai melepas kancing bajunya sendiri.

sweety we have…

do that now, please..” potong cheonsa saat donghae memegangi tangannya yang sudah berada di kancing ke tiga baju tidurnya. Gadis itu duduk diatas perut donghae, menundukan kepalanya setengah malu dan sesak napas.

please, i need to be sure that you love me… and I want you to do that to me, please..” suaranya sarat permohonan, matanya menatap sendu pada dada donghae yang sudah terbuka dan tangannya bergerak resah dikedua sisi tubuhnya.

Donghae mengerang kesal karena ia selalu kalah oleh tatapan dan nada memohon gadis bringas didepannya itu. ia mulai merubah posisi hingga kini ia lah yang berada diatas tubuh cheonsa, menatapi gadis itu mencari kalau-kalau saja ada sorot kebohongan dan kekecewaan di sana.

“sial…” desahnya setelah memastikan bahwa wajah gadis itu benar-benar seperti menginginkan ini, dan ia mengutuk hormon-hormon kejantanannya yang sudah menyala dan menyengat begitu hebat dibalik tubuhnya.

Donghae melakukan hal itu dengan sangat lembut, ia menekan tingkat napsunya sedemikian rupa agar akal sehatnya tetap bekerja dan tidak menyakiti gadis yang kini sudah menutup matanya dengan ekspresi wajah begitu terbuai. Cheonsa terpekik beberapa kali saat donghae berusaha menyatukan tubuh mereka, matanya menatap mata donghae teduh.

I love you…” ucap donghae penuh makna saat tubuh mereka sudah benar-benar bersatu, ia menggumamkan kata itu berkali-kali selama mereka bercinta. Dan saat sampai pada puncaknya pekikan kencang keluar dari kedua mulut yang sedang saling berpagutan itu, cucuran keringat mengalir deras dari tubuh mereka, benar-benar melelahkan.

***

 

Mereka berbaring terlentang dikasur dengan sehelai selimut putih menutupi tubuh basah penuh keringat mereka, deruan napas masih memburu dari kedua orang itu. kegiatan yang begitu indah sekaligus melelahkan yang baru saja mereka lakukan satu jam yang lalu membuat donghae dan cheonsa kehabisa kata untuk disampaikan.

“apa yang pria itu jelaskan padamu?” tanya donghae, ia masih menatap kosong ke atas dengan sebelah tangan menyusup kebawah kepala cheonsa dan menarik gadis itu agar berbaring didadanya.

“aku bahkan memonitorimu di New York, jadi jangan bertanya bagaimana aku tahu..” jelas pria itu saat ia merasakan kepala cheonsa terangkat hendak mengajukan interupsi.

“seharusnya kau sudah tahukan, mengingat kau selalu medetail disetiap pekerjaanmu..” jawab gadis itu sengit.

Donghae mengangkat sebelah alisnya, pria itu menundukan kepalanya menatapi wajah gadis itu dari tampak atas. “benar… kau tahu, Sekarang aku berpikir bahwa kau ingin bercinta denganku tadi hanya karena kau sedang kalut dan butuh pelarian..”

Cheonsa menaikan tubuhnya keatas tubuh donghae, menekankan setiap incinya pada tubuh pria itu. “ I know you already gave me hundreds chances. but i beg for my last, and you can trust me… as I trust you to be my husband three days later. Can you?

Donghae tersenyum kecil dan mengangkat kepalanya mengecup bibir cheonsa sekilas,

then I think it might be better if we just married tomorrow…

“but..”

your not virgin any more, remember..? how if you tummy getting bigger on three days? Like you pregnant?” mata donghae membesar seolah ia baru saja mengatakan hal yang mengejutkan dan terlihat serius.

nice joke..” ucap cheonsa bosan, calon suaminya benar-benar mempunyai selera humor yang buruk.

“tidurlah, atau aku akan melakukannya lagi…” senyum jahil tersungging dibibir donghae.

I love you…

Donghae tersenyum mendengar ucapan gadis itu, ia semakin menaikan selimut putih itu hingga menutupi seluruh tubuh mereka, memeluk calon mempelai wanitanya erat-erat dan diam-diam tersenyum, matanya berkedip kecil keluar jendela.

“because I love you and I trust that.. so you just need to trust your self and love me as well as you can…

for every scars and pain, this love has no doubt to be asked for more… cause it was already on the max from the beginning..”

 

-THE END-

 

 

IJaggys Speaking: Hi guys! Now i’m comeback with riding 2nd winner it maybe sound harsh but i’m now kind of depressed with my taks for Geography late assignment this month. Okaaaay the reason the reason kenapa aku milih ini sebagai juara dua yang keluar, karena aku suka kata-katanya!! Sweet, ringan, tapi tetep ada konflik batin yang di alami HCS sebagai mahluk galau dan penuh dilema di cerita ini LOL dan alasan lainya aku pilih cerita ini adalah karena aku suka banget adegan skinship di bagian akhir (don’t blame my expired pervy brain)

mungkin next time aku bakal buka kontes menulis NC 21++++++++++ dengan hadiah tiket langsung ke dorm suju haha kidding i’m not that Bill Gates or Steve Jobs did :p intinya aku suka banget sama cerita ini, suka sama New York, suka sama penjelasan Ranny tentang bagaimana HCS udah cinta sama LDH tapi dia masih galauin CKH ya,ya,ya udah jadi rahasia umum kalo IJaggys emang terobesesi sama kisah cinta segitiga mereka LOL

dan kalo bisa ya….akan lebih bagus kalo ff ini ada versi NC nya HAHAHAAHAHAHAHA but i’m serious with my words for NC contest for come xDDD. Pemenang utama akan di umumin beberapa hari lagi kalo aku udah yakin dengan pilihanku dan nanti nya bakal ada juara favorite juga yang bakal aku kirimin satu poster original 6JIB (gacuma poster 6JIB doang sih ada poster poster original yang lain juga yang bisa kalian pilih #stopcurhat) okey and for Ranny i’ll contact you soon talking about what album you’ll choose for coming to your home😀

 

And last really last, show me your great comment wolfs!

 

 

LOVE IT. MEAN IT.

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

27 responses »

  1. LJK~ says:

    aku suka bgt sama ini
    Karakter donghae wow bgt
    Kkkk
    Dsni dia jdi penguasa cheonsa
    biasanya klo kmu yg bkin ff son,selalu donghae takluk sm cheonsa
    Gk jantan
    Hahhaha
    cukup son jgn bkin kontes nc
    Astaghfirulla
    Mandi wajib sanah,sholat taubat
    WKAKKAA

    • IJaggys says:

      kau lah penguasa cintaaaaaaaaaaa~~~~~~~~~~~~~~ #stops
      hahahaha alah kamu seneng aja kalo aku buat tuh kontes kan hiburan buat semua rakyat mesum
      /basuh muka pake aer wudhu 6 galon/ HAHAHAHAHA xD

  2. BaboHae says:

    like this !!!
    sumpah ya disini karakternya donghae tu beda bgt di ff yg srg sonia buat :p
    disini donghae lebih punya pendirian tp msh suka goyah juga sih -.-
    suka sama sifat protectivenya donghae
    duh…..emg dasar ya hcs hobi galau
    pdhl dia udah cinta tu sama ldh tp kelamaan stuck dimasa lalu
    akhirnyaaaaa…….dia sadar juga dan……yadongan bwahahaha
    donghae mah awalnya aja sok suci tp ttp aja napsu ye…. duh dasar ikan yadong bwahahaha

    • IJaggys says:

      nah i wouldn’t tell you that i could say “i love this story more than my story do.” hahahaha
      cusssss kita harus segera buka kontes NC21 berarti #masihaja xDDD LOL LOL thanks for coming and reading n.n

  3. Kim Hana says:

    boleh juga ya kontes NC 21nya huahahaha . Emang bener sih setiap kata dan kalimatnya jadi terbuai buai gitu xD . bagus lah disini gak ada hae nangis gara” liat si hcs ketemu ckh :p

  4. rreyy says:

    well,, cheonsa.nya ngga biasanya nih,, disini dia rada ‘lemah’ ya,, baguslah,, lebih manusiawi,, ga kayk biasanya yg kejam dan ngga berprikemanusiaan,, :p
    over all bagus,, gaya penulisannya mirip2 ma yg punya blog,, trus akhirnya dapet tuh,, soalnya diselesekan dengan cara NC an,, kkkkk
    ffnya bagus dan tidak mengecewakan,,
    gud job!! ^^

    • IJaggys says:

      aw everyboy now agreed for liking this story n.n mungkin karena cara penulisanya familiar jadinya aku pilih icerita ini kali ya #whywonder hahaha
      RT harusnya ada full NC nya bwahahaha

      thankyou for coming, reading, and commenting wuffs you reylah! 😀

  5. inggarkichulsung says:

    Ternyata rasa cinta Donghae oppa yg dr dulu sampai skrg akhirnya meluluhkan hati Cheonsa. Dahulu Cheonsa merasa risih dan menganggap Donghae oppa sbg beban yg selalu mengikutinya dan ia juga merasa takut akan terjadi hal yg sama seperti masa lalu saat ia ditinggalkan Kyu oppa.. Untungnya saat bertemu dgn Kyu oppa lagi korea Cheonsa kuat dan teguh mulai saat ini yg dicintainya adalah calon suami yg telah dipilihkan oleh orang tuanya yaitu Donghae oppa.. So sweet couple Cheonsa and Donghae oppa, akhirnya cinta mereka bersatu

    • IJaggys says:

      aw inggar kamu kayanya harus jadi komentator sepak bola deh komenya itu loh mendalam bangeeeeeeeeeet #abaikan
      anyway thankyou so much buat ninggalin komen sepanjang ini dan seniat ini n.n

  6. fahmalovesieunteuk says:

    heeyyy love it bgd ma crta dsnii❤
    LDH nyaa tguh pndrian & bsa ngatur si HCS g kyak crta dri oenni sonia yg menguras emosi gregetan ama tngkah big trouble maker nya hcs bersama para lelaki.. grrr *dgetokoenni *kabooorr kekeke
    masiii g bosen blg sukaa ma karakter ldh dsni😀
    dri alur crta amp cara pnulisannya daebak bgd hohoho
    dan sgd stju ma oeeni yg blg ini krg bgd penjbaran adegan akhirnya ahhaaha *yadongkumat *plaaakkk
    ayoo oenn dbuka contest nc nya :p

    • IJaggys says:

      don’t take a blame on me fahma, HCS kaya gitu emang karena udah wataknya dia suka cium sana sini lelaki ganteng yang berseliweran wuffffsss LOL
      authornya emang top be-ge-te dan lebih top kalo misalnya dia masukin full NC LOL LOL XDD
      thankyou for coming reading and commenting😀

  7. hyuna says:

    ahhhhhh keren sgini aj jdi 2nd winner gmna yg prtama!!!!!!! ><

    Ga sabar lah nunggu 1st winner haha aku pikir bakal balik ama si Cho Kyuhyun ehhh trnyataaaa ttep ama si abang LDH hahaha
    okaylahh congrat unt authorny😀

  8. hyuna says:

    wwwaaa ga salah nii jadi 2nd winner??? gmna yg 1st winnerny bsa sebagus apa??!!! >.<

    HCSny ttep ya egois tpi kadarny kurang more fod galauny haha tpi seneng bgt dy ga semena2 amat ama LDH :p wwoohhooo
    pas baca prtama mikir bakal balikan ama Kyu eeehhhh jeng2!!!! malah dsuguhin a lil bit NC scene of LDH n HCS haha tpi jjur aj suka hoho
    dtnggu pngumumamn 1st winnerny😀

    ps : dtunggu unt project NCny bwwaaahhhaahahaha *ketawa setan* :p

    • IJaggys says:

      bwahahaahahaha yang 1st winnernya ntar lebih nc dan lebih dagdigud lagi

      ya biarpun HCS disini gaterlalu kucing garong tapi kayanya semua suka kalo HCS sedikit kena revenge disini! haha aku juga maunya ending sama kyu tapi mau begimana lagi bukan aku yang buat /dzighhhhhhhhhhh

      p.s: listed you on nc contest LOL

  9. Na says:

    Wkwk…nyaho kan lo.. Galauin kyukyu itu gada guna kali! Ada ldh amis banget gitu yg setia juga. XDD
    Liked! ^^

  10. cloudsoora says:

    yeahhh hae emang udah memuja banget seorang han cheonsa kyknya..

    jjang!!bang hae harus d kasih penghargaan..dia berhasil ngejinakin HCS*tendang*

    agak ragu klo bakal happy ending..gimana klo kyu malah ngejelasin alasan yg bikin cheonsa balik lagi..dan cheonsa malah ninggalin hae..
    keundae..happy end juga..
    wahwahh nado nado..aku juga suka tu akhirnya*kedip genit*

  11. minrakyu says:

    iyh keren ceritanya..
    daebak..
    suka banget penggambaran donghae..

  12. han gi says:

    wow…sungguh ini ceritanya keren banget

  13. Huwaaa aku masih terlalu kecil untuk membaca ini*Muka polos.
    Gak papa ah.. itung2 belajar jd orang gede it kek gmana.. u,u
    HCS it penuh dilema ya??? Tp, si Donghae jgn ditinggalin tauk, dia itu si pendek yang mempesonah:D.

  14. oliviachoi07 says:

    Omooooooo :* Daebakkkkkkk🙂
    Hae oppa benar-benar memuja Cheonsa dehhh,,,,
    Sempat galau krn Kyu oppa,,tapi akhirnya happy ending juga ama Fishy :*
    Kereeeennnnn

  15. kyuhaeismine says:

    Kyaa.. Daebak!!!😀
    HCS kenapa kau selalu galau??? -__-
    Suka banget ama karakter Donghae disini! Coooll!!!😀
    Sempet galau sendiri pas HCS ketemu CKH, tkut HCS labil.. -_-
    Over All .. DAEBAK!
    Walaupun NC’a cma nyempil d’belakang.. *plaakk* huahahaha

  16. Elfatu says:

    Waktu mo ending sesek napas akunya…

    Good job.

  17. Han Maeri says:

    Aaawww I already love this couple for the first time I read a story from the 1st winner ckckck COOL!!! Sooo many skinship in here, but I like it hahaha because it doesn’t to much *more excuse* I like LDH’s character, out of my expectation.

    Good job, author-nim! Thanks so much ^^

  18. cutebabyhae says:

    Damn!! Ngubek ubek blog ini bikin aku ketagihan sama hcs-ldh couple :3 ditambah ff ini beda karakter bgt samayg biasa digambarin ijaggys . hahhah sekali kali pengin lihat haek yg pembangkang di ffnya ijaggys :v ya sisi negativenya mungkin gak ketemu cheonsa lagi :v

  19. fsshy says:

    Ceritanya bagus, rapi. LDH bner bner bner overprotective and can’t say no untuk segala keinginan HCS. HCS jga mikir pnjg buat mantepin hatinya milih LDH. Kasian sama Kyu disini, tapi salah dia jga knp ga mertahanin HCS. Dan jga, Kyu tau drimana alamat apartemenny HCS?

  20. […] super twitchy ini bisa mengenal Ranny, to be clear Ranny adalah Author yang nulis Mein Orgel dan [2nd Winner] An Fragile’s Ignorance (Which is I thirsted for her sequel of Mein Orgel […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s