“Yeah, goodbyes are hard but who said hellos were easy, Han Cheonsa?” — Lee Donghae

 

~~~

{1/?}

{2/?}

{3/?}

 {4/?}

 {5/?}

{6/?}

 

“She has the best laugh. And I lost her once, i’m not gonna lose her again.—“

 

***

“kau tidak bisa menaruh barang busuk itu di sana Kim Heechul!” Han Cheonsa menarik kembali sofa usang kesayangan Heechul itu kembali ke tempatnya semula, Heechul memelototkan matanya lalu kembali menarik sofa-usang itu menutupi sofa-modular mewah yang baru saja dibawa Cheonsa dari rumah mewahnya ke dalam flat-kumuh ini.

“kau pikir sofa mewah-mu itu akan menggantikan sofa busuk ku ini?! dengar Cheonsa kau harus melangkahi mayatku dan Heebum dulu jika ingin menyingkirkan sofa bersejarah ini!” jerit Heechul sambil menginjak-nginjak sofa modular-mewah itu yang membuat Cheonsa tak mau kalah dan ikut menginjak-nginjak sofa usang Heechul sambil menjulurkan lidahnya.

Heechul kemudian berjerit histeris setelah melihat sofa kesayanganya itu di siksa Cheonsa, dia kemudian menyerang Cheonsa yang membuat mereka saling menjambak rambut satu sama lain. Kyuhyun yang melihat pertarungan mereka sejak tadi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan malas, dia menarik Cheonsa untuk menjauh dari Heechul.

“dengar nona besar, ayahmu sudah memberikan kepercayaan kepadaku bahwa anak tunggalnya ini tidak akan terluka selama dirimu berperan menjadi orang miskin disini. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukanya kepada ku jika dia mengetahui bahwa anaknya tewas dalam pertarungan sofa busuk bersama pria gila itu.” sindir Kyuhyun yang membuat lagi-lagi Heechul berteriak tidak terima.

Cheonsa tertawa puas mendengar sindirian Kyuhyun tadi, dia kemudian membalikan tubuhnya ke arah Heechul yang masih sibuk membenarkan rambutnya. “Heechul kau bilang kau memintaku untuk membantumu menjemur pakaian di atas?” tawar Cheonsa dengan semangat, dia selalu menyukai semua kegiatan yang dilakukanya bersama Heechul dan Kyuhyun.

Heechul menatapnya tak percaya “kau yakin masih mau menjemur? Kau kan nona besar yang sangat sangat sangat kaya dan menyebalkan. Bahkan teman-mu yang mirip monyet itu bilang bahwa selama kau dan dia tinggal di London, kau selalu mempunyai alasan untuk menolak seluruh aktivitas perkerjaan rumah.” Jelas Heechul yang membuat Cheonsa memutar bola matanya dengan bosan.

Hari ini Eunhyuk dan Philip Han datang ke flat kumuh itu, awalnya mereka memaksa Cheonsa untuk kembali ke rumah-nya. Tapi Cheonsa menolaknya dan bersikeras untuk tetap tinggal di sini hingga dia tidak merasa begitu asing dengan lingkungan lamanya. Akhirnya Philip Han menyetujui Cheonsa untuk tetap tinggal disini dengan catatan bahwa Kyuhyun dan Heechul menjamin keselamatan putrinya itu.

“jadi kau memutuskan untuk memelihara gadis bodoh ini? dia sangat kaya tapi sangat menyusahkan—“ Heechul tidak bisa menyelesaikan hujatanya ketika Cheonsa dengan sengaja mendorongnya hingga terjungkal ke lantai keramik yang sudah tidak lengkap itu.

“YA!! GADIS BODOH AKU BARU SAJA MENCUCI BAJU INI DENGAN SABUN PEMBERIAN TETANGGA SEBELAH!!” jerit Heechul panik sambil berlari mengejar Cheonsa yang sudah berlari dengan tawa lepasnya, menarik tangan pria yang bernama Cho Kyuhyun itu bersamanya untuk menghindari amukan dari anggota keluarga barunya itu.

***

Cheonsa membuka pintu coklat yang sudah terkelupas itu dengan perlahan, dia menatap sesosok pria yang selalu tersenyum lembut ke arahnya dengan tulus. “kau Donghae?” tanya Cheonsa dengan tidak yakin, ingatanya masih sangat buram untuk menghafal nama seseorang atau sebuah kejadian.

Donghae mengangguk dengan senyuman yang selalu terukir di wajah tampanya, membuat Cheonsa berpikir bahwa mungkin Donghae memang terlahir dengan senyuman indah yang melekat di wajahnya.

“i comeback from your past for remind who you are,” ucap Donghae yang membuat Cheonsa menarik nafasnya dengan sedikit kesal, dia tahu bahwa Donghae mungkin adalah bagian dari masa lalunya yang sangat berharga tapi dia tidak bisa memungkiri rasa tertekan setiap kali Donghae mulai membawanya ke masa lalu yang bahkan sudah tidak bisa di ingatnya sedikitpun.

Seperti saat itu Donghae bercerita bahwa Cheonsa pernah berlari mengejar sebuah bus yang di naiki Donghae, ketika mereka terlibat di sebuah pertengkaran hebat di Italia. Cheonsa berpikir bahwa bisa saja Donghae hanya mengada-ngada, bisa saja mereka tidak pernah ke Italia bersama, bisa saja Cheonsa tidak pernah mengejar bus itu, dan bisa saja Cheonsa tidak pernah mengenal Donghae sebelumnya. Cheonsa mengerjapkan matanya ketika asumsi dari pikiranya tentang Donghae semakin menjauh, dia harus mempercayai bahwa setidaknya Donghae adalah seseorang yang harus di perhitungkanya ketika ingatanya kembali, walau dia tahu bahwa ingatanya tidak akan pernah kembali.

“Apa yang kau lakukan disini, uhm—Donghae?” tanya Cheonsa setelah  dia mengalami sedikit kesusahaan ketika mengucapkan nama pria itu. Donghae lagi-lagi kembali tersenyum kemudian dia melirik ke arah sepeda usang yang sudah di penuhi dengan tumpukan koran itu, “Oh ya, mungkin kau sedikit terkejut—tapi aku memilih untuk tetap menjadi Han si miskin di banding Cheonsa si kaya.” jelas Cheonsa dengan jujur dan gamblang. Sifatnya yang tidak pernah berubah ketika mengutarakan pendapatnya membuat Donghae tersenyum senang.

Heechul melirik Cheonsa dan Donghae yang masih berbincang-bincang di depan pintu itu, kemudian dia menatap Kyuhyun yang kini lebih tertarik dengan sofa modular mewah yang baru saja di bawa Cheonsa dari rumah aslinya. “Cemburu itu memang menyebalkan apa lagi jika melihat mereka begitu sempurna tanpamu.” goda Heechul di iringi oleh kekehan nya di belakang. Kyuhyun melemparkan tatapan mautnya ke arah saudara sepupunya itu lalu dia memutuskan untuk pergi dari sana, dan menyenggol tubuh Cheonsa hingga oleng ketika melewati mereka berdua.

Cheonsa mengumpat pelan ke arah Kyuhyun yang sudah berjalan jauh di hadapan mereka dan menghilang di belokan pertama rumah susun kumuh itu, tidak lama setelah itu Cheonsa bisa mendengar Heechul tertawa puas di belakang sana. “Baiklah aku harus mengantarkan koran-koran itu, tentang hal yang tadi kau bicarakan aku akan memikirkanya—” ucapan Cheonsa terputus ketika melihat Donghae melepas jas mahalnya dan menarik lengan kemeja putihnya hingga ke siku tanganya. “Lalu aku akan menemanimu berkerja hingga kau menerima tawaranku tadi, nona muda.” ucap Donghae sambil menuntun sepeda usang itu dengan santai.

Cheonsa menatap Donghae bingung kemudian dia sedikit berlari untuk menyamai langkahnya, dengan pria kalangan atas itu yang sudah menuntun sepeda usangnya dengan santai. “Tuan muda kau tidak seharusnya melakukan hal seperti ini, aku akan menerima tawaran makan malam mu dan kau tak perlu menemaniku berkerja.” oceh Cheonsa dengan crewet, dia tidak akan membiarkan Donghae melakukan hal-hal yang tidak pernah dilakukanya sepanjang hidupnya, bagaimana jika nantinya tangan Donghae akan terluka terkena ujung-ujung besi sepeda tua yang tajam itu? kemudian nantinya dia sudah tidak menjadi tuan muda yang se-sempurna sekarang lagi? Dan Ya, Cheonsa memukul kepalanya sendiri ketika dia menyadari bahwa dia mengkhawatirkan tuan muda-keras kepala itu.

“Dari mana kita harus memulai melemparkan koran-koran ini?” pertanyaan Donghae menyadarkan Cheonsa dari lamunan panjangnya, dia bahkan tidak menyadari bahwa sedari tadi mereka telah berjalan cukup jauh hingga sampai di sebuah jalan berisikan jejeran-jejeran rumah mewah. “Jangan menatapku seperti itu nona muda, waktu itu kau pernah mengantarkan koran ke rumah ku jadi ku pikir kau akan memulai perkerjaanmu dari jalanan ini.” jelas Donghae dengan tawa memabukanya seakan-akan bisa membaca pikiran Cheonsa mengapa dia bisa mengetahui semua ini.

Cheonsa mengangguk lalu kemudian dia mulai menunjuk ke sebuah rumah mewah yang berada di ujung jalan itu,  Donghae dengan sigap melemparkan koran-koran itu melewati halaman besar rumah-rumah itu. “Yang di sana, dan disana, lalu ujung sana, kemudian ke rumah yang berwarna biru, lalu rumah di sebelahnya—ah tidak! Rumah itu tidak berlangganan koran, kemudian kau—” Cheonsa menghentikan kalimat perintahnya ketika melihat Donghae tengah mengatur nafasnya yang terengah-engah sambil menatap dua bola mata Cheonsa yang berwarna coklat gelap itu.

“Nona, kau tetap menjadi Han Cheonsa yang menyebalkan. Setidaknya berikanlah pesuruhmu ini sedikit kesempatan untuk menarik nafas.” canda Donghae yang membuat Cheonsa menghambur ke arahnya dengan panik, “Oh sial, aku lupa bahwa kau adalah tuan muda. Aku minta maaf—” Donghae terus menatap Cheonsa yang kini tengah menepuk-nepuk pundaknya dengan panik, suara paniknya itu, umpatan yang selalu di lontarkanya itu, putaran matan dari bola coklat gelap itu, dan suara penuh perintah itu, dia belum kehilangan Han Cheonsa sepenuhnya. Donghae kemudian kembali tersenyum dia menurunkan tangan Cheonsa untuk berhenti menepuk-nepuk pundaknya “Tidak apa Miss, kau dulu jauh lebih menyebalkan dari semua ini.” goda Donghae yang membuat Cheonsa menatapnya kesal.

Donghae menatap Cheonsa yang kini  sedang menundukan wajahnya menatap aspal yang mereka injak, dia tidak habis pikir bagaimana takdir bisa mempermainkan kehidupan mereka sebegitu peliknya. Donghae tidak akan pernah menyangka ketika bertemu Han Cheonsa untuk pertama kalinya, bahwa dia, di suatu hari nanti akan melakukan ini bersama Cheonsa, melakukan hal-hal yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya dengan situasi di mana mereka memulai segalanya sebagai dua orang asing yang berusaha ber-interaksi satu sama lain. “Rasanya menyebalkan tidak bisa mengingat apapun yang kau lakukan selama hidupmu.” ucap Cheonsa memecah keheningan.

“Rasanya seperti ada ribuan lubang hitam besar yang bersarang di otakmu dan menghapus seluruh ingatanmu, dan kau tidak bisa melakukan apapun tentang itu.” ucap Cheonsa lagi, dia sungguh ingin mengingat semuanya. Mengingat setiap memori yang Donghae ceritakan, mengingat siapa dirinya, mengingat kehidupan yang sebenarnya, dan mengingat Lee Donghae seutuhnya.

“Kau sedang tersesat Cheonsa, lalu apa yang kita lakukan sekarang adalah proses dalam dirimu untuk menemukan jalan pulang. Mungkin jalanya akan panjang atau singkat, tapi satu yang harus kau tahu bahwa aku akan menunggumu untuk satu hari, satu bulan, satu tahun, 10 tahun, 100 tahun, atau bahkan seribu tahun lagi, aku akan tetap menunggumu Han Cheonsa.” jawab Donghae tanpa keraguan sedikitpun yang berada di dalam suaranya tadi, Cheonsa menatapnya takjub dia tahu bahwa seseorang akan terus menunggunya menemukan jalan pulang tak peduli seberapa lama waktu berjalan, dia akan tetap menunggunya. Lee Donghae akan tetap menunggu Han Cheonsa kembali ke peraduanya.

“Miss, koranya sudah habis. Apa yang akan kita kerjakan lagi sekarang?” tanya Donghae yang membuat Cheonsa mengerjapkan matanya tidak percaya, Donghae melakukan tugasnya dengan sangat baik dan cekatan hingga dia tidak menyadari bahwa sedari tadi Donghae lah yang melakukan seluruh perkerjaanya. “Waw aku tak tahu kau sangat berbakat menjadi loper koran, ku kira kau hanya pandai dalam memikat wanita dengan senyuman memabukanmu itu.” ucap Cheonsa diiringi tawa kecil di belakangnya.

“Apakah kata-kata tadi merujuk ke fakta bahwa kau cemburu kepadaku bahwa aku bisa saja melumpuhkan wanita manapun dengan senyuman yang selalu terukir di hadapanmu ini?” goda Donghae yang membuat Cheonsa menggeleng dan memukul pelan siku tangan Donghae, hingga pria itu tidak bisa menahan tawanya melihat kelakuan malaikatnya itu. Cheonsa selalu menolak fakta bahwa dia sangat takut kehilangan Donghae-nya karna senyuman maut pria itu, bahkan hingga sekarang Cheonsa yang baru ini pun masih mengkhawatirkan hal yang sama.

I’ll treat you froyo ice-cream,” ajak Donghae sambil menuntun kembali sepeda usang itu sementara Cheonsa hanya mengangguk dengan senang, kapan lagi dia bisa menikmati ice cream froyo yang sangat mahal itu dengan gratis? Seharusnya dia membawa Heechul sekarang, dia yakin bahwa Donghae mampu membelikan seluruh ice cream froyo termahal di dunia ini. Donghae menghentikan langkahnya di depan toko ice cream dengan etalase yang sangat mewah di dalamnya, “kau yakin bisa membayar ice cream dengan harga semahal ini? Maksudku, aku tahu bahwa kau adalah tuan muda tapi harga satu ice cream di dalam sana sama dengan gajiku selama satu minggu berkerja sebagai loper koran.” oceh Cheonsa sambil menarik ujung kemeja Donghae agar tidak masuk ke dalam toko ice cream termahal di Seoul itu.

“Han tapi ini adalah kedai ice cream favorite mu? Kau bahkan tidak bisa memakan ice cream tanpa kaviar yang hanya tersedia disini.” ucap Donghae sambil mendorong tubuh Cheonsa agar mau memasuki kedai itu, beberapa dari pelayanya bahkan sudah menatap Donghae dan Cheonsa dengan aneh. “i told you i’ll treat you Cheonsa,” bisik Donghae setelah menyadari mereka di hujani tatapan aneh dari pelayan-pelayan yang berada di sana, tapi Cheonsa tetap menggeleng dia justru kini berlari ke arah trotoar yang berada di seberangnya membuat Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya dengan pasrah.

***

Cheonsa menggigit es krim batangnya dengan senang, di sampingnya Donghae menatap es krim batang yang baru saja di berikan Cheonsa ke tanganya itu dengan tatapan aneh. Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia dan Cheonsa akan menikmati es krim batangan dan duduk di pinggiran trotoar kota Seoul itu, Cheonsa baru saja menolak untuk memasuki kedai ice cream mahal favoritenya dan justru lebih memilih menikmati es krim batangan di atas trotoar di tempat yang tidak pernah Donghae bayangkan bahwa Cheonsa akan menarik tanganya dan tertawa lepas di atas tempat ini.

Donghae seperti merasakan bahwa dia baru saja melompat keluar dari kehidupan lamanya, dan memutuskan untuk mengejar Cheonsa dengan dunia barunya, dunia yang telah melewati batas normalnya, dunia yang tidak pernah terbayangkan oleh Donghae sebelumnya.

“Seberapa menyebalkan Han Cheonsa yang dulu?” tanya Cheonsa dengan tiba-tiba setelah dia berhasil melahap satu gigitan terakhir dari es krim batang yang berwarna susunan pelangi itu. Donghae mengalihkan pandanganya dari es krim yang sudah mulai mencair itu, kemudian dia merubah posisinya sehingga menghadap Cheonsa yang masih menunggu jawabanya.

“Baiklah aku akan menceritakan semua kelakuan menyebalkanmu di masa lalu, kau adalah anak tunggal dari keluarga yang berasal dari kalangan atas, kau  tidak bisa melakukan apapun sendirian, kau selalu menganggap rendah seluruh orang yang berada di bawahmu, kau selalu membenci ketika seseorang tidak mau menuruti kemauanmu, kau akan menjerit ketika seseorang membuatmu menunggu bahkan jika itu hanya menghabiskan waktumu selama 5 detik untuk menunggu, kau sangat menyebalkan ketika—” Cheonsa menutup mulut Donghae dengan punggung tanganya sebelum Donghae sempat menjabarkan seluruh kelakuan semena-mena yang di lakukanya di masa lalu.

“Cukup, sekarang aku sudah mengerti seberapa menyebalkanya diriku di masa lalu.” Donghae tertawa melihat ekspresi Cheonsa yang membayangkan bahwa dirinya yang dulu adalah benar-benar gadis brengsek. Cheonsa menatap Donghae yang masih tertawa, kemudian dia melihat es krim pria itu yang sudah mulai mencair karna belum di sentuhnya sama sekali. Dengan santai Cheonsa menarik es krim itu dan memakanya, “Mengapa kau masih mengejarku?” Tanya Cheonsa berusaha untuk terlihat tidak peduli dan tetap menekuni es krim curianya.

Donghae mengehela nafasnya kemudian menatap lurus ke arah jalan yang mulai di lewati oleh mobil-mobil di sore hari itu, “I think the only reason why I’m still trying – after all this time and all this hurt – is because I still believe in the perfect possibility of us.”  Cheonsa terdiam setelah mendengar jawaban Donghae tadi, beberapa dari bagian hatinya menyuruhnya untuk kembali mempelajari masa lalunya namun beberapa bagian hatinya menyuruhnya untuk menatap apa yang dia miliki sekarang.

“Time went by so fast.” Bisik Cheonsa di tengah keheningan yang terjadi setelah Cheonsa memulai topik sensitif ini, “People might change but there are two things that you can’t change them. Their name, and the memories you’ve had with them. For you its different because you could no longer remember any of it, Han.” Bisik Donghae lagi yang tidak mendapatkan respon apapun dari gadis itu.

Dia melirik Cheonsa yang kini tatapanya tengah terpaku ke sebuah pria yang kini berjalan ke arahnya, Cheonsa tersenyum ceria ketika menatap Kyuhyun kini tengah berjalan ke arah mereka.
“Aku harus pulang, Kyuhyun telah menjemputku.” Ucap Cheonsa sambil bangkit dari trotoar itu, lalu membiarkan Kyuhyun menenteng sepeda usangnya.

“Thankyou for everything you’ve done for me today and I’ll see you soon, maybe.Take care in your way back to home, goodbye Donghae.”  Ucap Cheonsa dengan nada yang lebih ringan dan senyuman cerianya ketika melihat pria berwajah dingin itu menjemputnya, senyuman yang tidak pernah terlihat selama Donghae bersamanya hari ini.

Mungkin Cheonsa benar, bahwa waktu berlalu begitu cepat. Mungkin Cheonsa juga benar, mempertanyakan mengapa Donghae masih mengejarnya. Tapi mungkin itulah yang Donghae percayai, bahwa suatu hari nanti Cheonsa akan mengingat semuanya dan berlari ke dalam pelukanya. Hingga waktu itu tiba, Donghae akan terus mengejar Cheonsa hingga matahari bersinar dari ufuk barat sekalipun, dia akan tetap mengejar seorang Han Cheonsa. Karena dia masih mempercayai bahwa semuanya masih tersimpan di dalam sana.

“Yeah, goodbyes are hard but who said hellos were easy, Han Cheonsa?” Bisik Donghae yang masih terduduk di atas trotoar itu, menatap tawa lepas Cheonsa ke arah Kyuhyun dan menatap punggung Cheonsa yang semakin menjauh dari pandanganya. Lee Donghae masih mempercayai semua itu.

***

“Jadi apa yang kau lakukan bersama pria kalangan atasmu itu seharian ini?” Cheonsa menatap tertarik ke arah Kyuhyun yang melayangkan pertanyaan tadi dengan nada sinisnya, “Dia membantuku dalam berbagai bidang, tidak sepertimu dia memperlakukanku seperti layakanya seorang perempuan.” Sindir Cheonsa yang membuat Kyuhyun menatapnya tajam, dan di balas oleh tawa ringan Cheonsa.

Kyuhyun menghentikan langkah mereka ketika melewati sebuah jembatan kecil yang gelap, dia mmenaruh sepeda usang itu di sisi jalan. Cheonsa menatapnya dengan bingung sebelum akhirnya Kyuhyun menunjuk ke bawah jembatan itu dengan tenang. “Sekarang melompatlah.” Cheonsa membulatkan matanya dengan tidak percaya, “Kau ingin membunuhku?” tanya Cheonsa sambil menjauh dari ujung jembatan itu.

“Percobaan pembunuhan lebih tepatnya.” Balas Kyuhyun dengan smirk-khasnya, “Jika kau cemburu dengan Donghae tidak begini caranya, bagaimana bisa kau menyuruhku untuk melompat dari atas jembatan ini? Heechul pasti akan membunuhmu setelah itu.” Oceh Cheonsa sambil menunjuk-nunjuk wajah Kyuhyun yang masih tidak bergeming dengan ide gilanya tadi.

Dan tanpa banyak bicara, Kyuhyun menarik tangan Cheonsa ke dalam genggamanya membuat gadis itu menjerit ketakutan. “Apakah kau percaya denganku?” tanya Kyuhyun yang membuat Cheonsa merendahkan teriakanya, “Apa kau percaya denganku?” Ucap Kyuhyun mengulang pertanyaanya yang belum juga di jawab Cheonsa.

“Percaya untuk apa?” ucap Cheonsa sambil menjauhkan langkahnya dari ujung pagar jembatan itu, dia mungkin mempunyai ketakutan ketika melihat sesuatu yang gelap dan tidak bisa terlihat oleh matanya. “Percaya untuk semuanya.” Balas Kyuhyun sambil mengangkat dagu Cheonsa untuk menatap matanya yang tajam, Cheonsa merasakan sesuatu berdesir di hatinya. Dan entah apa yang memasuki jiwanya hingga gadis itu mau di ajak untuk melompat ke dasar sana, jika dia mati setidaknya dia berpikir bahwa dia akan mati bersama pria gila ini.

Cheonsa mencengkram tangan Kyuhyun dengan cemas, dia mencoba menerobos rasa takutnya sendiri untuk semua ini. Dia percaya bahwa Kyuhyun tidak akan membuatnya mati malam ini, dia percaya bahwa Kyuhyun tidak akan melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan nafasnya beberapa detik lagi. “Jika kau percaya kepadaku, pejamkanlah matamu. Dan melompatlah bersamaku,” bisik Kyuhyun di telinga Cheonsa yang membuat jantung gadis itu berpacu dengan kencang.

Cheonsa menarik nafasnya panjang sebelum dia menjawab “Ya, Aku mempercayaimu Cho Kyuhyun.” Bisik gadis itu dan setelah yang terdengar hanyalah sebuah suara jeritan panjang Han Cheonsa.

 

 

“ARRRRGGGGGHHHHH!!!”

 

“Ya, Aku mempercayaimu Cho Kyuhyun.”

***

-TOBECONTINUE-

 

 

Yeah, thankyou so much for people who asked me out about Who Am I new chapter over and over again, i honestly don’t think this FF can have such a great ratings like lovely complex did. But i enjoy myself writing the 7th hahahahahaha dan ini juga sejarah Who Am I untuk yang pertama kalinya di publish duluan di sini bukan di sujuff (lately i’ve been thinking that sujuff readers only captured with lovely complex) LOOOOOL yah eyke berharap bahwa ff ini masih ada yang comment dan nungguin, mungkin next partnya tergantung komen yang masuk. My finger needs candies supply and the comments is the ultimate candies supply, kidding love you folks!😀

 

 

LOVE IT. MEAN IT.

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

51 responses »

  1. Fyuh akhirnya ngerti gimana caranya komen lewat twitter *elus otak* ga tau kenapa seneng banget liat cheonsa jadi anak kalangan bawah yang super duper polos terus ga ada setannya sedikit pun ya….walau jadi setan juga sih pas bareng heechul :))

    Dan kyuhyun bakal sekece apa kalo jadi miskin ya -.- part 8 son please banget~

    • IJaggys says:

      YEAAAAAAAAAAAAAY selamat sudah ga gaptek lagi dirimu huahahahahaha makanya eyke juga yang buatnya seneng banget buat cheonsa jadi gembel,udik dan tau diri hahaha

      nah itu dia pokoknya yang di bayangan eyke selama nulis part ini adalah “kyuhyun….pasti kece….jadi orang miskin.” hahahaha semoga idenya ada yaps n.n

  2. jungsora says:

    lanjuuuuut yaaaaa . gila nh kyuhyun bukanny ngajak jajan malah ngajal mati emg ngajak brantem dh (?) haha .

  3. Rin says:

    yeay Who Am I comeback \(^_^)/
    knpa si kyu ngjakin bnuh dri (???)
    mkin penasaran sma nasib Cheonsa slnjutnya.
    lnjutannya jgan lma yah thor😉

  4. park heeyoung says:

    Dan hcs lebih milih hidup jdi orang miskin drpd orang kaya ya
    beda bgt sama kelakuan brengseknya dia yg dulu
    donghae msh aja setia nungguin hcs inget dia
    udahlah tinggalinnya aja si princess voldy itu dia udah bahagia hidup miskin sama kyu wkwk
    kyu cemburunya parah bgt pke ngajak mati segala -,-

    • IJaggys says:

      sekali kali buat cheonsa melarat dan rada bego dikit rasanya nyenengin deh hahahaha
      bentar lagi di cerita lain si hae gabakal se-setia ini sama hcs LOOOOL
      gapaph berarti kyu cinta mati :3

  5. babypetals says:

    Who Am I…akhirnyaaa…dah lama bgt nungguin lnjutanx nih ff…Cheonsa cepatlah ingatanmu kmbli ksian kan Hae oppax….seneng bgt bca Cheonsa Hae momentx..
    eh eh eh tpi tuh Kyu bneran ngajakin Cheonsa lompat tuh..waduh…next part sangat ditunggu sist…^^

  6. LJK~ says:

    aku udah komen nih son,wajib next part cpet *ganyante
    Smga pas mreka lompat cheonsa kebentur kepalanya trus bsa ingat sma donghae lg
    Gila aja dsni donghae ksiksa
    D voldyfishy jg kesiksa gra2 cheonsa selingkuh
    Hahahhaa
    Enyahlah kyuhyun ke pelukanku
    Kekeke

    • IJaggys says:

      hahahahahaha makasih loh udah mau mampir dan komen terus di sini ^^ semoga aja begitu biar cerita ini biar cepet abis dan bang hae ga terlalu merana lagi di sana LOOOOOOL

  7. utit marutom says:

    Lho,kok kyu ngajakin cheonsa terjun dari jembatan ?
    Apa maksudnya coba ?

    Dan tuan muda berhasil terengah-engah gegara koran,
    Pasti keliatan sexy dah
    Ahay…

  8. ayuu says:

    Salam kenal , i’m new reader :)) kmren ada yg sempat rekomen wp ini , dan well .. Saya paling suka sama yg voldifishy . Sesuatu banget . Wp ini jg ngjarin pendidikan bhasa inggrisnya jg loh , jd bisa belajar2 juga . Oia aku ayu 21th . Itu yg jadi cast nya cheonsa si do hwiji kah ? Saya suka karakter han dan hae , hae dengan sikap romantis , penyanyang , penyabarnya . Bisa ngehendle han yg bener2 kelewat batas sekali tingkahnya . Awesome🙂

    • IJaggys says:

      halloooo salam kenal juga makasih udah mau mampir dan komen ^^ send my thanks for your friend who recomended this blog to you. hahahahaha makasih loooh buat semua masukan dan semangatnya, anyway ulzzang HCS itu Song Ah Ri hihi

      • ayuu says:

        oh iyaa ? soalnya foto cewek yng pake coat coklat dam scraf mcqueen itu foto nya do hwe ji . hahaha ^^
        gossip girl kapan dilanjutin ? saya penasaran sama cerita akhirnya .

  9. yazelf says:

    annyeong, reader baru disini, Yaz imnida. aku tergila2 sm ff nya author dr pertama kali tahu, dan udah aku ubek2 smw ff nya author.. aku makin jatuh cinta…
    apa lagi sm storyline yg ini jg serial Lovely Complex…daebak pkoknya ^^

  10. hyunah says:

    wwwooohooo ahirny update jg ff ini udah lama ngubek2 ngecekin tiap hri baru hri ini ksampean baca Who Am I lgi hahaha

    pensaran kira2 nti endingny ama kyu or hae ya???
    tpi ksian amat hae dpart ini T.T
    jgn lama2 ya postingan part 8ny ㅋㅋㅋ

  11. Na says:

    Jangan bilang mereka cuma tereak doang…gabener” lompat. Iya kan?
    *pasti bener*

    u jump, i hap! Oke?
    Udeehh, lu sm gue aja om amis, jgn lirik” lg hcs. Oke? I hap u i hap u! XDDDDD

  12. Kim Hee-hee says:

    aq koq kasian liat Hae yah, kaya’x setia n sabar bgt ngadepin cheonsa…..
    moga aja sampai akhir cheonsa tetep ma hae….
    nice story saeng, ditunggu next chapterx yah…..

  13. icha_jung says:

    wooow….
    kyu ngjak cheonsa lmpat??
    gk slh….. sgtu kah cmbru’a kyu amp ngjkn lmpt #ckckck
    mndng lmpt ama ak jja , ak mao ko kyu #wkwkwkwk pede abs🙂

  14. kiki says:

    sad ending ya buat donghae nya,…………… i hope no. happy ending for donghae, can ;;;;;;;;;;

    next part ditunggu:9

  15. minyin says:

    Subuh” baca dari part 1 ampe 7 komennya di part 7. Gapapa kan? Heehee
    Semacem aneh seorang cheonsa keliatan inosen & ‘angel’ *ya walopun ga angel” bgt sih*
    Diperebutin kyuhae ohh betapa beruntungnya dirimu han. Untung heechul ga ikutan ngerebutin cheonsa ew jgn sampe deh my yeobo jatuh cintrong sama evil berwajah angel macem cheonsa. Udah cukup dia cinta mati sama angelic evil girl like me /abaikan/
    Okey faktanya aku berharap donghae bakalan nyerah ga ngejar” cheonsa, ngelepasin cheonsa untuk kyuhyun & tersakiti perasaan semdiri. Aku bahagia melihat donghae tersakiti heehee

  16. cloudsoora says:

    yayayaaaa!!cheonsa kenapa?mereka bener2 terjun ke sungai??
    andwaeyo..kyu ga mungkin segila itu buat bunuh diri bareng

    yahhh ada sisi positivnya juga cheonsa hilang ingatan..seenggaknya kadar keevilannya berkurang dikit..cheonsa bukan lagi manusia nyebelin sejagad*d tabokin cheonsa*

    kyu jadi rivalnya hae..hmm bener2 pilihan yg sulit.cheonsa pilih yg mana yah..klo pilih heebum aja gimana*d tendang*

  17. rreyy says:

    aarrrgghhhh!!! pokoknya gw maunya cheonsa ama donghae!!!
    sebodo ma kyu,, akhirnya pokonya hrs ama donghae,,
    sempet lupa klo ff ini ada, abis lanjutannya lama sih,, hehehe #plaak
    untk next part jgn kelamaan lg ya,,
    thanks! ;))

  18. oi20 says:

    annyeong…..aq sudah lama menunggu ni FF…hufff akhirnya…
    cukup menyenangkan….namun jg menyesakkan….
    takut klo donghae ga sama cheonsa lg…
    sedih liat donghae…hiksss hiksss

  19. cutemoo says:

    Mau di Who Am I ato di LovCom, suka sama perannya Heechul deh >< lucu lucu gila aneh gimanaa gitu wkwkkwk

    Dan kayanya hcs lagi ngerasain perasaan remaja labil di Indo x ya, perasaan GA to the LAU. Antara milih ldh or ckh. But if u -hcs- wanna some advice from me, go choose Kim Heechul. Cause LDH n CKH was MINE!! Mhuahaha *diusir Sonia dr wp*

  20. Yak yak,, itu beneran loncat??? O,O??? Aiiishhhhh…….

    Kasian banget si ikan amis.,,,,
    wkwkwkkwkw…… Q senang bacanya…

    Oya sebelumnya… ,maap banget untuk ijjagy… Koment2ku yg lain pada g nggol, padahal tiap habs baca selalu nuliskok, tapi.. Yaaa

    aisshh maklum, ya cuz ol hp susah banget. Ini juga g tau bakalan ada ato g komentnya.

    Huhf., tapi q g sabar nggu lanjutannya🙂.. Ijjagy fighting :*

  21. chinELFishy says:

    huaaaa , nyesek bnet kalo jd donghae ,, T.T
    ga mou tau plis balikin cheonsa ke donghae yah ,,
    sbner’y ni ga kalah loh sma lovely complex , plis bnet yah lanjutin ff ni smpe end ,, I’ll really apreciatate it ..
    btw , this is my first coment .. mianhae dont give a coment before .. slam knal yah ..🙂

  22. Aiiniyee says:

    bagus bgt neh ffnya, ngga sabar nunggu capt 8nya… setiap capt berhenti di saat yg tepat🙂

  23. Naomi_Kyu says:

    lanjut donk…
    penasaran gila ni, masak cheonsa diajak mati sama kyu??
    cepet donk lanjutannya

  24. K says:

    Waaaaaa finally~ chapter 7~~ i’ve been waiting for this chap way tooooo longggg haha the story is getting moreee excite and interesting aaaa looking forward for the 8th chapter~ ^^

  25. baru kali kyuhyun dapet cahracter yang kere wkakaka. tapi te2p sih karekter yang seenaknya. good job thor. lanjut. di tunggu ya next partnya.🙂

  26. MinMi says:

    OMO … baru baca cerita yg ini ….
    sungguh menyesal baru membaca cerita ini = =

    aahh penasaran sama kelanjutannya … dilanjutin kan ini ceritanya ? dilanjutin iya .. pleaseeee…

    feelnya bener2 ngena bgt *semua ceritamu sih emang pada dpt feelnya

    keep writing this story IJAGGYS .. hehehehe

    ohh btw,, i’m prefer HCS with LDH xD

  27. mayi says:

    Lanjut dong bang!

  28. axelia9aizy says:

    kyuhyun gila????omg…
    maksudnya apa??biar cheonsa bisa inget lagi..

    donge…memperjuangkan cintanya..

  29. eris says:

    Jgn2 pas han sma kyu lompat c han jdi inget kjdia msa lalunya hheee spekulasi sendiri ff keren ak suka gya nulis km pembawaanya sma pendeskripsianya ok d tunggu nice part ny

  30. karim says:

    si Kyu mau miskin kek, mau kaya, kalau karakternya dibikin keren kaya gini tetep suka😀

    Bang Donghae harusnya ikutan Cheonsa nginep di gubuk kecil bareng sama Heechul & Kyu. Tambahin Eunhyuk jugaaa… waaahh seruu bgt kayanya

    Thanks Ijaggys,, ff mu bener2 bermanfaat bgt,, apalagi buat orang2 sepertiku yg dari matahari nongol ampe tenggelem masih aja berkutat di depan layar komputer ( n_n!)
    It feels like I have a nice trip, while my body still stuck in same place
    maybe I can “khatam” your blog ^^ & sorry I can’t left comment in every ff that I’ve read

    lanjutin who am I pleaseee!! yaa yaaa yaa , sodorin muka donge paling kyutee sambil nyanyi gwiyomi ala sungmin

  31. nadiatresnamelati says:

    Waaaaa gila bgt aku baru baca setelah setaun ff ini di publish haha ko ga dilanjutin sih thor😦 banyak yg nungguin nih huhu ceritanya seruuuu cheonsa udh mulai degdegan gimanaaa gitu ya kalau sama kyuhyun hihi lucu deh. Kita bener2 nungguin lanjutan ff ini sampe endingnya thor, please lanjutin yaa :* semangce kamu😀

  32. Rida says:

    Next part donk ijjagys. . Di tunggu yak🙂

  33. dreamers girl says:

    keren sifatnya cheonsa bisa berbalik 360derajat gitu, lanjutannya ditunggu ya kak! Udah penasaran tingkat tinggi nih:))
    Salambongoshipo({})

  34. Mega Hardianty says:

    omg omg omg. Gak bisa ngebayangin next part bakalan gimana X_X
    ff menguras hatinya kebangetan-_- tapi kereeeeeenya kebangetan juga:D
    keep writing and i’ll always waiting for the next part patiently:D

  35. Marsya says:

    Ini udah selesai atau belum? Atau emang ga di lanjutin? T_T aku new reader di sini kak, lanjutin dong kak, penasaran sama cerita selanjutnya. Kasian si Dong Hae. Oke?:)

  36. PrintaNur says:

    gila!!itu Kyuhyun malah ngajak Cheonsa mati??

    gimana ntar klo otaknya makin g beres??

    ini belum di lanjut lagi ya,padahal aq penasaran setengah ngantuk Son??

    pleaseeeee lah..d lanjut ya..ya..ya..#bbuing2. ⊙▽⊙

  37. Jae Rha says:

    Ah Donghae,yakin setia nunggu cheonsa balik ? Kalau dia gk balik2 dan milih sama Kyuhyun gmana ? Abang bkal sakit banget kalee.. Terus itu si Kyu ngapain ngajak Cheonsa terjun ?! Buat mati bareng? Atw buat Cheonsa sadar? Ah penasaran dah.

    Tpi, kapan lanjutan ff ini di publist ? Udah 3thn loh eonnie. Kumohon cepet di lanjut ne eonnie.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s