Hello Miss IJaggys! Sorry for late crap-birthday-gift. I’ve done it before your birthday actually but my place didn’t let me have some kind of normal conncetion to me post it. So, here is your present! Happy birthday Young ButthurtLady, Choi Siwon blessed you. Enjoy your cake :*

                        Cho Kyuhyun’s forever Lady

FOOL

By Tomomikazuko13

***

Mungkin kau yang terlalu jahat sehingga semua orang berbalik memusuhimu.”

***

Gangnam private flat, 2012 August 17th

Donghae melonggarkan dasi yang melekat di kemejanya sembari memijit pelipisnya yang terasa pegal. Keadaan pria ini tidak lebih baik daripada melihat orang mabuk yang nyaris kehilangan kesadarannya. Wajah pria itu diselimuti kesedihan yang terlalu kentara. Pikirannya berkelana tanpa memiliki focus yang semestinya. Sudah seminggu berlalu. Seandainya Ia bisa memutar waktu, mungkin Dia akan menarik semua ucapan yang menyakiti gadis itu. Ia tak ingin kehilangan gadis itu. Sama sekali tidak. Pria itu mulai mengerang frustasi. Air mata perlahan mengalir dari sudut bola matanya. Ia tak pernah berpikir bahwa Tuhan akan menghukumnya seperti ini.

***

Gangnam, 2012 Juny 15th

Sender : Cheonsa

Donghae-ah, aku benar-benar minta maaf. Aku tak bermaksud tidak memberitahumu. Jangan seperti ini, kau tahu besok adalah hari ulang tahun Eunhyuk, sahabatmu. Kau boleh marah padaku tapi bisakah kau hadir dulu ke acara besok? Setelah itu kau boleh memusuhiku.

Sender: Donghae

Aku tidak peduli.

Cheonsa menghela napasnya dalam-dalam. Rasanya sesak sekali. Ia menahan air mata yang memaksa keluar dari sudut bola matanya. Donghae, orang yang sangat berharga untuknya kini memusuhinya. Berkali-kali ia mengirimkan pesan singkat kepada pria itu dan hanya jawaban singkat yang Ia dapat. Itupun tidak menjawab semua permohonan maafnya dan hanya meyakinkan dirinya bahwa Donghae benar-benar tidak sudi untuk sekedar berpura-pura memaafkannya.

Gadis itu ingin sekali menangis. Disaat seperti Ia tak pernah memiliki teman untuk bercerita. Dirinya adalah satu-satunya orang yang selalu menjadi tempat orang lain berkeluh kesah sedangkan Ia harus menelan bulat-bulat semua masalahnya sendiri. Ia memejamkan matanya sejenak. Semuanya terlalu cepat.

***

Genap dua bulan sudah Donghae bertingkah seperti tidak mengenalnya. Hari itu saat Eunhyuk merayakan ulang tahunnya, pria itu benar-benar memegang ucapannya untuk tidak datang ke acara tersebut. Ia memilih tidak datang daripada harus bertemu dengan Cheonsa. Dan sekarang, Donghae bertingkah seperti orang asing yang belum pernah berkenal dengan dirinya bahkan enggan untuk berkenalan dengannya. Ia tidak pernah menegur Cheonsa, bahkan menatapnya saja tidak. Gadis itu ingin beteriak, ingin menangis, tapi tidak bisa. Ia hanya bisa tersenyum miris dan berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.

Semalam Ia mencoba meminta maaf lagi kepada Donghae. Berharap pria itu mau memaafkannya. Tetapi hatinya kembali terkoyak. Donghae mengacuhkannya. Dan kali ini dia benar-benar menyerah. Mungkin semuanya memang harus berakhir dengan tidak baik. Waktunya memang sudah tidak banyak, lalu apalagi yang Ia harapkan?

“Kau dengan Cheonsa ada masalah apa?” Tanya pria bertubuh jangkung sambil menatap Donghae dengan wajah serius.

“Tidak ada. Apa kau ikut kelas tambahan hari ini?” Jawab Donghae mengalihkan pemicaraan.

“Ayolah Hae, kau tidak bisa terus-terusan seperti ini. Kemarin itu hanya kesalahpahaman kecil tetapi hampir tiga bulan kau bertingkah seolah tidak mengenalnya. Dia perempuan Hae. Kau seharusnya bisa bersikap lebih dewasa. Kupikir hubungan kalian lebih berharga daripada keegoisanmu!” Tukas pria itu sedikit menahan amarahnya.

“Dia mengecewakanku.”

“Tetapi dia sudah meminta maaf.”

“Dia tidak langsung menemuiku.”

“Membalas pesannya saja kau tidaku sudi, lalu kau berharap Ia berani menegur dirimu? Kau terlalu memikirkan harga dirimu Hae.”

“Kau menyalahkanku?

“Bukan menyalahkan, aku hanya ingin mengingatkan. Manusia adalah tempat timbulnya kesalahan. Maka ada jiwa pemaaf untuk menghapus keegoisan seperti yang menguasaimu sekarang. Cheonsa bahkan tidak pernah marah kepadamu saat kau mengingkari janji yang kaubuat untuknya. Tak hanya satu janji Hae, dan dia tidak pernah mempermasalahkan itu karena dia masih menyayangimu. Tetapi sekarang kau terlalu sombong bahkan hanya untuk sekedar memaafkannya. Aku hanya takut kau menyesal Lee Donghae. Dia yang selalu menemanimu saat kau ada masalah, menenangkanmu dan sekarang kau berbalik menyerangnya dengan bertingkah seperti ini.” Pria bertubuh jangkung itu menyelesaikan ucapannya dan melangkah pergi dari hadapan Donghae. Membiarkan pria itu bergelut dengan hargda diri dan keegoisannya.

***

2012, August 13th

Bangsal rumah sakit itu terasa mencekam. Bau alkohol dan desinfektan menusuk indra penciuman. Disana tubuhnya terbaring kaku. Elektrokardiograf yang terpasang menunjukkan perjuangan gadis itu untuk tetap bertahan. Waktunya memang tak banyak, tetapi Ia tidak pernah menyangka akan secepat ini.

Flashback

Gadis itu sibuk merogoh isi tasnya mencoba menemukan benda yang sangat dibutuhkannya sekarang. Ia mencoba bertahan di tengah rasa sakitnya. Orang-orang yang berlalu lalang hanya bisa memandanginya dengan tatapan heran. Merasa tak menemukan obat yg dibutuhkannya, ia berlari tertaih-tatih untuk segera sampai ke apartemennya. Rasa sakit itu benar-benar ingin membunuhnya. Ia nyaris hilang kesadaran tetapi mencoba bertahan sebentar. Sampai akhirnya bunyi klakson mobil itu memekakkan telinga dan yang Ia tahu tubuhnya terpental jauh beberapa meter dan darah segar mengalir dari pelipisnya.

 

“Donghae-ah…Cheonsa, gadis itu…” Pria bertubuh jangkung itu menatap Donghae sendu. Tak mampu meneruskan kalimatnya. Air mata menggenang di pelupuk matanya. Ia langsung menarik Donghae menuju mobilnya.

Donghae hanya menatap heran dengan sedikit kekhawatiran. Tiba-tiba hatinya mencelos.

“Ada apa dengannya? Mengapa kau terburu-terburu?” Pria jangkung itu tidak menjawab pertanyaan Donghae. Ia sibuk menyalakan starter mobilnya. Ia terlalu kalut.

“Kyuhyun-ah! Jawab pertanyaanku!!” Donghae menarik kerah kemeja pria bernama Kyuhyun itu lalu melepaskannya lagi. Kyuhyun hanya bisa memukul keras dashboard mobilnya.

“Han Cheonsa. Dia koma.”

Sunyi menyergap diantara keduanya. Donghae merasakan dadanya sesak. Tidak, tidak sekarang. Ia bahkan belum berbicara dengan gadis itu pikirnya. Kyuhyun mengemudikan mobilnya di luar batas yang biasa Ia lakukan. Dilirknya Donghae yang terduduk kaku di sebelahnya. Buku-buku jarinya memutih karena tangannya terkepal terlalu kuat.

Tidak sampai dua puluh menit keduanya sampai di rumah sakit tempat gadis itu terbaring lemah. Ia berlari menuju ruangan yang dimaksud setelah mendapatkan ijin dari  perawat yang menjaga.

Donghae membuka knop pintu itu. Lidahnya kelu, tak mampu berkata. Tubuhnya terasa melunak. Ia menghampiri Cheonsa yang terbaring tidak berdaya. Meraih tangannya dan menggenggamnya erat. Air mata mengalir dari bola matanya.

“Han Cheonsa…” Bisiknya lirih.

“Han, bangunlah….” Donghae mengusap jemari Cheonsa yang terasa dingin dalam genggamannya.

Pria itu terisak disamping ranjang Cheonsa sedangkan Kyuhyun mencoba menenangkannya. Meskipun Ia tahu itu tidak akan bisa berhasil. Tidak sebelum Cheonsa membuka kedua matanya.

Flashback end

Sudah hampir tiga minggu gadis itu terbaring lemah dalam koma panjangnya. Donghae mengutuk dirinya sendiri saat mengetahui gadis itu menyimpan baik-baik riwayat penyakitnya. Ia tidak pernah mengatakan bahwa dirinya memiliki penyakit semacam itu. Ia tidak pernah membagi ceritanya kepada siapapun. Ia bertahan sendirian.

“Han, kau harus membuka matamu. Kau boleh marah kepadaku tapi jangan menghukumku seperti ini…” Donghae terisak lagi.

“Hari ini adalah ulang tahunmu. Kau harus bangun, aku akan membelikan hadiah yang spesial untukmu.” Donghae mencoba tersenyum miris disela tangisnya. Kyuhyun hanya bisa memandangi adegan itu tanpa berkomentar apapun.

Donghae menatap nanar. Ia bahkan belum memberitahu Cheonsa bahwa Ia telah memaafkannya. Ia memandangi wajah Cheonsa yang semakin pucat. Kelopak matanya mulai membiru.

Kyuhyun yang tak kuasa melihat Donghae seperti itu menginggalkannya bersama Cheonsa di ruangan itu. Ia terduduk di banggu ruang tunggu sampai akhirnya Donghae berlari keluar dari kamar dengan keadaan panik dan histeris.

Elektrokardiograf itu menunjukkan garis lurus. Bunyi melengking panjang yang memekakkan telinga. Ini hanya mimpikan? Katakan padaku ini hanya mimpi, Tuhan.

***

Flashback

“Aku memaafkanmu Han, buka matamu. Kau boleh memukulku nanti. Tapi kau harus bangun. Jangan membuatku seperti ini.”

Pria itu masih bertahan dengan tangisnya. Rahangnya mengeras. Air mata mengalir dari sudut mata gadis itu.

“Han, kau mendengarku?” Gadis itu pasti mendengarnya. Tetapi Ia masih tidak mau membuka matanya. Dan tak lama bunyi melengking itu seperti memukul telak Donghae. Ia menekan tombol panggilan darurat berkali-kali.

“Han-ah! Bangunlah! Buka matamu. Han Cheonsa!” Ia mengguncang tubuh gadis itu. Tetapi tidak ada respon. Rasa frustasi menyergapnya dan membuatnya menghambur keluar kamar memanggil nama Kyuhyun. Dokter dan perawat mulai memeriksa keadaan gadis itu. Donghae berdo’a agar sebuah keajaiban terjadi. Tetapi harapannya tinggalah sebuah harapan. Tak ada yang berubah. Monitor itu masih menunjukkan garis lurus yang sama, dan bunyi melengking itu tak pernah berubah lagi.

Cheonsanya telah pergi. Ia bahkan tidak mengucapkan selamat tinggal. Tak ada salam perpisahan. Gadis itu pergi membawa bebannya sendirian. Ia tak membiarkan Donghae menghilangkan penyesalannya. Cheonsanya pergi. Satu-satunya gadis yang dikasihinya pergi untuk selama-lamanya. Tidak akan ada lagi Cheonsa yang menemaninya berkeluh kesah, tak ada lagi Cheonsa yang menemaninya tertawa.

Flashback end

***

The best gif ever Lee Donghae, you forgive me. –Han Cheonsa

***

“Aku hanya takut kau menyesal Lee Donghae.”

Ia teringat ucapan Kyuhyun kepadanya. Dan sekarang, semuanya benar-benar terjadi. Ia menyesal tidak sempat memeluk Cheonsa saat gadis itu masih tersadar. Ia menyesal tidak bisa meringankan beban gadis itu saat mengerang kesakitan karena penyakitnya. Ia menyesal tidak bisa melihat Han Cheonsa tertawa di hari ulang tahunnya. Ia menyesal karena Ia membuat hubungannya dengan gadis itu seperti dua orang yang tidak saling mengenal. Cheonsa, gadis itu lebih memilih meninggalkannya saat Donghae memusuhinya. Menghilang dari jarak pandangnya. Bukankah itu yang diinginkan Donghae? Bukankah dulu Donghae yang tak ingin bahkan hanya sekedar untuk menatapnya?

***

-THE END-

IJaggys Speaking: Ohmygivency bwahahahahahahaha this is not Han Cheonsa that i created before, you Cheonsa silly weakest girl hahahahahaha anyway i love your words and i know how much you hates Cheonsa until gave me two stories full of her dead-ending LOOOOOOOOOOOOL however thankyou so much hobos for the gift and of course the Mengalomaniac too ;_____; haffft i still have more or less 2 months before your birthday, prepare yourself hoboos! LOVE YOU AS ALWAYS! :D 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

11 responses »

  1. LJK~ says:

    ngenes bgt cheonsa dsni mati
    Biasanya dia selalu jdi kaum jahat
    Keke
    Kasian donghaaaee

  2. i have my own purpose to make HCS suffered and weak hahahaha since i dont like her playing around with my CKH ;p
    im waiting ofc!

  3. lia says:

    hey… im a new reader….

    sukaaa…. bgt sama gaya penulisannya,,,
    bisa di bilang BEBAS,,,
    kayanya bakal sering mampir neh…
    🙂

  4. 4dsister says:

    Wow, Cheonsa ngenes bgt disini…😀

  5. kesian si donghae,,
    si cheonsa dead,
    dy jg nangis gr2 donghae?
    hahahaha
    authornya keren nih bs ngebuat hcs nangisin si ikan
    wkwkwkwk😛

  6. park heeyoung says:

    Hcs mati?
    Ga seru u.u
    masa sifat setannya hcs ga keluar sih
    donghae tambah ngenes ajalah di ff ini

  7. icha_jung says:

    annyeong author🙂
    ica imnida
    i’m a new reader……

    hahahaha……
    msih hrus bca ff’a HCS N LDH
    niie biar gk k’tnggln crta🙂

  8. ecolier says:

    its hurt ga kuat bergeter semua rasanya dalem bgt penggambarnnya ╯︿╰
    kalo ak jadi hae pasti nyesel bangeetttt dh
    like it

  9. inggarkichulsung says:

    So sad Cheonsa nya meninggal, Donghae oppa begitu sekali padahal Cheonsa sdh berkali2 minta maaf… Donghae oppa sangat menyesal telah begitu tdk mempedulikan Cheonsa akhir2 ini krn keegoisannya

  10. audryau says:

    Oh my!! Mengenaskan! Biasanya Cheonsa yg selalu menag dan bertahan…

  11. ingga says:

    Huaaaaaaaa, dsini cheonsa sakit apa sih? Kasian jg ya donghae, tp salah sndri dy mmprlakukan cheonsa kyk gt. Br stlh cheonsa g da, dy nyesel kn. Bnr kt kyuhyun. Pnyesalan akan sll dtg di akhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s