“Did you ever wonder what it would be like if you weren’t you anymore? If you were suddenly gone, how would your world react?” — Han Cheonsa

~~~

 

“and you will never find me back Lee Donghae—“

 

 

~~~

 

“Cheonsa?..”

“Han Cheonsa?…”

Eunhyuk merasakan nafasnya tercekat setelah dia mengucapkan dua suku kata nama sahabatnya itu, matanya masih menatap gadis yang kini tengah menatapnya bingung dengan lekat. Untuk beberapa detik mungkin dia berpikir dia sedang berhalusinasi tapi kemudian dia menyadarkan dirinya kembali ketika melihat ulasan dirinya di kaca etalase itu. Eunhyuk mendekat ke arah gadis itu yang kini menarik nafasnya seakan-akan tahu bahwa seuatu yang buruk akan kembali terjadi di hari ini.

“Han?”  kali ini Eunhyuk mencoba peruntunganya untuk menyebut nama depan sahabatnya itu, dia berharap bahwa gadis yang berada di depanya ini menggeleng dan bilang bahwa dia bukan-lah Han Cheonsa karna Han Cheonsa yang di ketahuinya sudah meninggalkan dunia ini tiga bulan yang lalu. Di sampingnya, Eunhyuk bisa melihat seorang pria dengan wajah dingin dan tubuh menjulang tinggi yang kini menatap Eunhyuk dengan tatapan datarnya.

Gadis itu menoleh ke arah pria itu sebentar sebelum menatap Eunhyuk dan menjawab.

“ya, aku Han. Tapi maaf apakah aku mengenalmu?” seperti putaran petir yang menyambar tubuhnya, Eunhyuk menatap gadis itu dalam kebekuan. Seluruh tubuhnya bergetar, kilasan tentang pembicaraanya dengan Donghae atas kembalinya Han Cheonsa ke dunia ini terus berputar-putar di kepalanya. Dan untuk saat ini dia berharap bahwa dia sudah tidak waras, karna mempercayai ucapan Donghae ketika melihat gadis itu di malam ini.

Dan setelah mendengar suara gadis itu dia yakin bahwa gadis itu adalah orang yang sama ketika dia memutuskan untuk menolong  seorang gadis di stasiun London bawah, tujuh tahun yang lalu ketika dia mengenal nama gadis itu untuk pertama kalinya sebagai Han Cheonsa. “kau Han Cheonsa kan? Ini aku Lee Hyukjae. Mungkin aku sudah gila, tapi kau telah mati dalam kecelakaan tragis yang menimpamu tiga bulan yang lalu. Dan jika kau benar Han Cheonsa, apa kah kau kembali dari kematianmu?” racau Eunhyuk dengan intonasi kacaunya dan tawa sumbang-nya yang membuat semua orang berpikir bahwa dia sedang mabuk atau memang gila.

Gadis itu menatap Eunhyuk dengan tatapan bingungnya, bola mata coklat gelapnya kini berputar ke semua arah seperti anak anjing yang tersesat. Tapi dia kemudian menyerah setelah dia tidak bisa mengingat siapa pria yang mengaku sebagai Lee Hyukjae dan menuduhnya kembali dari kematianya sendiri. Han kemudian menggelengkan kepalanya dan memutuskan untuk menarik Kyuhyun berjalan meninggalkan Eunhyuk yang masih tertawa tak jelas seperti orang gila.

Eunhyuk menatap punggung Han yang berjalan menjauh darinya, kemudian dia berlari dan menarik punggung gadis itu. “Han Cheonsa remember when you fell out of the window on London and like died on the concrete outside and then you were in the back of my car and we were driving to the emergency room and you were bleeding to death like yeah i remember that good. Don’t you remember me now?”  jelas Eunhyuk cepat sambil mengguncang-guncangkan bahu Han dengan kencang, berharap bahwa gadis itu sebentar lagi akan tertawa dan bilang bahwa semua ini hanya lelucuanya dan pria yang di sampingnya itu adalah seorang gembel yang di sewanya untuk memeriahkan permainan konyolnya ini.

Tapi gadis itu hanya menatap Eunhyuk dengan ekspresi ketakutanya “aku tidak mengenalmu—“ bisiknya pelan dengan tubuh bergetar, membuat Kyuhyun menjatuhkan tangan Eunhyuk yang masih mengguncang-guncang kedua bahu Han. “kurasa dia memang benar-benar tidak mengenalmu. Maaf, Tuan tapi sepertinya ini bukanlah cara yang baik untuk orang kalangan atas sepertimu memperlakukan seorang gadis seperti tadi.” Ucap Kyuhyun dingin dengan tatapan menusuknya menatap Eunhyuk yang masih menatap Han dengan lekat.

Kyuhyun menarik Cheonsa ke dalam rengkuhanya lalu menuntun gadis yang masih ketakutan itu kembali berjalan meninggalkan Eunhyuk yang masih menatap punggung gadis itu.

~~~

Flashback

 

“Every year I place a flower on your grave, for they remind me how such beautiful things are only meant to be here for a little while so we can be thankful for them. Rest in peace, they say the good die young. I well maybe love you Mom.” Cheonsa tertawa kecil setelah mendengar ucapan Eunhyuk yang baru saja menaruh seikat bunga lily ke nisan yang berada di depanya. Eunhyuk menatapnya dengan tatapan tidak peduli, hari itu bumi di rintiki tetesan hujan kecil.

Cheonsa memegang payung hitamnya dengan erat,  takut bahwa dress hitam rancangan Proenza Schouler-nya akan basah terkena rintikan hujan kecil. “mengapa kau mengajaku ke sini?” tanya Cheonsa sambil menatap nisan yang bertuliskan guratan-guratan latin yang tidak di mengertinya, yang dia tahu bahwa itu adalah nisan ibu-Eunhyuk yang tewas dalam kecelakaan pesawat di Midwest beberapa tahun yang lalu.

“karna sebentar lagi kau akan menikah dengan Donghae dan kurasa aku harus mengenalkanmu ke ibu-ku sejak dia sangat menyanyangi Donghae melebihi diriku.” Jawab Eunhyuk dengan rolingan mata bosanya yang di balas oleh tatapan jenaka Cheonsa dari balik payung hitamnya.

“I’m constantly questioning why I’m friends with you.” Canda Cheonsa sambil memutarkan pegangan di payungnya “well karna mungkin kita memang-memang ditakdirkan untuk berteman walau sulit rasanya memikirkan bagaimana aku dan Donghae bisa bertahan menghadapi gadis semena-mena seperti dirimu. Dan fakta mengejutkanya adalah Donghae sangat mencintaimu tak peduli seberapa sering kau menyusahkanya.”  Balas Eunhyuk sambil mempersiapkan dirinya untuk mendapat satu tendangan keras dari Cheonsa. Tapi Cheonsa justru menatap barisan-barisan nisan yang tesusun rapih itu dengan tenang.

“Did you ever wonder what it would be like if you weren’t you anymore? If you were suddenly gone, how would your world react?” tanya Cheonsa tanpa mengalihkan pandanganya ke arah Eunhyuk sedikitpun. Bukanya menjawab pertanyaan Cheonsa tadi Eunhyuk justru lebih tertarik menanyakan sebuah pertanyaan yang selalu berada di pikiranya semenjak ibu-nya meninggalkanya di dunia ini sendirian.

“What happens when we die?” bisik Eunhyuk yang membuat Cheonsa menoleh ke arahnya dan menutup payung hitamnya itu di tanganya “What happens? We return to the place that we came from.” Jawab Cheonsa tenang seakan-akan pertanyaan itu sering kali ditanyakan kepadanya. “ but I don’t remember where I came from.” Jawab Eunhyuk lagi sambil terus menatap nisan ibunya itu, Cheonsa ikut menatap nisan itu lalu menghela nafasnya “so do i Lee Hyukjae”.

“How terrible it is to love something that death can touch.” Ucap Cheonsa lagi yang membuat Eunhyuk tersenyum begitu setuju. Ya, begitu menyeramkanya ketika kita mencintai sesuatu yang kematian bisa menyentuhnya dan merenggutnya dari kita kapan saja. “Actually you know what Lee Hyukjae?” suara Cheonsa kali ini lebih terdengar ringan.

“Of course you don’t die. Nobody dies. Death doesn’t exist. You only reach a new level of vision, a new realm of consciousness, a new unknown world.”  Bisik Cheonsa tenang.

~~~

Of course you don’t die Cheonsa. Nobody dies. Death doesn’t exist like you said.”  Guman Eunhyuk ketika dirinya kembali ke saat ini, setelah untuk beberapa detik dia tenggelam dalam balutan kilasan masa lalu yang terus berputar di otaknya ketika menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh dari tempatnya berdiri sekarang.

Eunhyuk memutuskan dirinya untuk kembali berlari mengejar gadis itu namun kali ini dia tidak menyentuh pungggung Han, dia menyentuh punggung pria yang berada di samping Han. Eunhyuk menarik kaus lusuh pria dingin itu dengan satu tanganya agar tubuhnya menghadapnya. Terlihat jelas bahwa Pria dingin itu tidak menyukai aktivitas yang Eunhyuk lakukan tadi terhadap dirinya, belum sempat pria dingin bernama Kyuhyun itu berbicara Eunhyuk sudah membungkamnya dengan satu pertanyaan yang paling di hindarinya selama ini.

“gadis ini mungkin tidak mengenalku lagi tapi ku rasa kau tahu apa yang telah terjadi ke gadis malang ini. bukan begitu Tuan?”

~~~

“dengar Han! Kau harus menengangkan dirimu—“ suara tenang Kyuhyun merendahkan Han dari teriakan histeris-nya, kepalanya terasa seperti di hantam granat ketika dengan tenangnya Kyuhyun menceritakan semua yang terjadi kepadanya dan Eunhyuk. Dia membenci semua ini.

Eunhyuk menatap Han yang kini masih terduduk di atas ranjang klinik itu dengan bingung, setelah mendengar semua yang terjadi dari mulut pria dingin bernama Kyuhyun itu. Eunhyuk langsung membawa Han ke dokter pribadi yang selama ini selalu di datangi Cheonsa jika dia mulai merasakan bahwa tubuhnya terserang sesuatu.

Han terus merasakan kepalanya seperti terhantam sesuatu setelah Kyuhyun menceritakan bahwa dia menemukan dirinya, di genangan sungai Myeongsa tiga bulan yang lalu ketika Kyuhyun dan Heechul berkunjung ke sungai itu. Han ditemukan tak sadarkan diri dengan luka memar yang menghiasi hampir seluruh tubuhnya. Kyuhyun memutuskan untuk membawanya pulang ke rumah dan merawatnya dengan Heechul, mereka begitu terkejut ketika menyadari bahwa Han tidak mengingat apapun di dunia ini. Dan satu-satunya yang mereka tau adalah bahwa gadis itu mempunyai dua tattoo sayap di punggungnya dengan guratan kata ‘Han’ di belakangnya.

“tapi kau akan meninggalkanku disini?” kali ini suara Han membuat Kyuhyun menatapnya dalam, dia tidak tahu apakah dia akan meninggalkan gadis bodoh ini sendirian disini atau tidak. Tapi dia tidak bisa memungkiri fakta bahwa Han-yang berada di depanya itu adalah Han Cheonsa, seorang gadis kalangan atas yang menghilang dari dunia setelah mengalami kecelakaan tragis tepat beberapa hari sebelum acara pernikahanya dengan pria yang juga berasal dari kalangan atas bernama Lee Donghae.

Pintu ruangan itu terbuka, Philip Han berjalan dengan panik dan menghamburkan dirinya untuk memeluk Han dengan erat. “kau masih hidup Han Cheonsa” bisiknya senang setelah mengetahui bahwa putri semata wayangnya ini menolak untuk mati dan kembali ke dunia ini dengan cara yang tidak pernah dia pikirkan sebelumnya.

Han sendiri masih tidak bereaksi apapun, dia hanya terdiam menunggu Kyuhyun segera membawanya pergi dari tempat ini kembali ke flat-nya yang kumuh dan mendengar ocehan sinis Heechul tentang opera sabun yang tengah di tontonya di tv hitam putih yang mereka punya. Dia hanya tidak mau Kyuhyun meninggalkanya sendirian di sini, di antara orang-orang yang berpakaian rapih dan beraroma mahal dari parfum-parfum mereka.

“Cheonsa..” suara itu memanggilnya tak percaya, tatapan kerinduan dan kelembutan berpadu menjadi satu di bola mata-gelapnya itu. Han mengenali wajah pria itu, dia adalah orang yang menerjangnya di pagi ini. Donghae berjalan perlahan mendekatinya sementara Han mulai merasakan ketakutan yang kembali menjalar di tubuhnya. Pelipis pria itu masih terbalut plester coklat, dia menyentuh wajah Han dengan kedua tanganya seakan-akan Han adalah manusia pertama yang di temukanya di bumi ini.

Han merasakan sakit di kepalanya ketika dia memutuskan untuk membalas tatapan Donghae yang masih menatapnya intens. Han melepaskan kedua tangan Donghae dan meraih tangan Kyuhyun yang berada di sampingnya, dia hanya tidak bisa menatap mata lembut itu yang terisi kerinduan teramat sangat ketika menatap dirinya.

Eunhyuk menarik Donghae untuk menjauhi Han, dia tahu jelas bahwa Donghae tidak bisa menerima fakta bahwa Han Cheonsa yang berada di hadapan mereka ini bukanlah Han Cheonsa, seorang nona besar dengan kelakukan semena-mena-nya yang mereka tau. Han Cheonsa yang berada di depan mereka sekarang hanyalah seorang gadis miskin dengan pakaian lusuh-nya dan pandangan ‘hilang’-nya yang kini tengah menatap mereka satu per satu.

“bisakah kita cepat pulang? Ku rasa Heechul tidak akan senang jika kita pulang terlalu malam” bisik Han yang membuat Kyuhyun menatapnya sekilas “kau tidak akan pulang Cheonsa di sinilah tempat mu berasal” balas Kyuhyun yang membuat cengkraman Cheonsa mengencang setelah mendengar jawaban Malaikat penyelamatnya itu.

Beberapa orang dengan jas dokter mereka, datang memasuki ruangan itu. Eunhyuk memang sengaja membawa Cheonsa kemari hanya untuk memastikan apakah dia benar Han Cheonsa atau bukan, walaupun dia yakin bahwa 99% gadis bernama Han itu memang seorang Han Cheonsa.

Kyuhyun membisikan sesuatu ke Cheonsa  agar gadis itu mau melakukan beberapa pemeriksaan di tubuhnya. Sementara Donghae kini hanya menatap Cheonsa dengan tatapan kalutnya, dia hanya tidak mempercayai bahwa semuanya akan berakhir seperti ini walau dia tidak bisa mempungkiri bahwa mengetahui Cheonsa masih hidup, adalah kesempurnaan di hidupnya detik ini.

“kau akan baik-baik saja Cheonsa” bisik Kyuhyun lagi sambil mengusap punggung gadis itu dengan perlahan membuat perasaan aman kembali menjulur di seluruh tubuhnya. Dan untuk di malam itu Cheonsa mengangguk pelan dan berjalan ke arah dokter-dokter itu, tanpa mengetahui bahwa detik kemudian ketika dia terbangun dia sudah tidak akan bisa menemukan Kyuhyun di sana.

~~~

Han’s Mansion

Donghae tersenyum menatap Cheonsa yang kini tengah menonton salah satu channel tv di hadapanya dengan datar, Beignet dan greentea-leaf kesukaanya dia diamkan hingga mendingin tanpa berniat untuk menyentuh breakfast-nya itu sama sekali. Rambut berwarna coklat-nilonya sudah tertata rapih seperti dulu, Chanel dan Aigner sudah kembali melekat dalam tubuhnya pagi ini. Dia sudah kembali menjadi Cheonsa yang dulu.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kemarin, para Dokter memutuskan bahwa dia memang benar Han Cheonsa. Benturan yang cukup parah di daerah kepalanya membuat dia kehilangan seluruh ingatanya hingga detik dia terbangun dari kecelakaan itu dan menemukan Kyuhyun yang berada di hadapanya. “goodmorning beautiful” sapa Donghae seperti biasa, yang hanya di balas oleh lirikan asing Cheonsa.

Cheonsa menegakan posisi duduknya ketika melihat Donghae menghempaskan tubuhnya di sampingnya. Wangi parfum mahal kembali terendus di penciuman Cheonsa, dia bersumpah bahwa harga parfum itu jauh lebih mahal dari harga sewa setahun flat-kumuhnya bersama Heechul dan Kyuhyun. Untuk beberapa saat Cheonsa dan Donghae terdiam, tenggelam di dalam pikiran mereka masing-masing.

“You’ve returned. I’m glad to see you again.” Ucap Donghae memecah keheningan di antara mereka, sementara Cheonsa kini lebih memilih menatap dekorasi rumahnya sendiri dan berharap bahwa Heechul ada disini dan mereka bisa mengambil sofa modular berbahan beludru ini dan membawanya ke flat-kumuh mereka, lalu mereka bertiga akan merayakan kedatangan sofa mahal itu dengan memakan roti daging di selingi beberapa argumen tak penting tentang tata letak sofa-mewah itu nantinya.

Cheonsa sangat merindukan Heechul dan tentu saja Kyuhyun, dia hampir membanting seluruh barang yang berada di sekitarnya ketika mengetahui bahwa Kyuhyun sudah meninggalkanya dan menitipkan pesan bahwa dia tidak ingin Cheonsa menemuinya lagi.“You are the very first thought i have when i wake up and the first thought i have before i fall asleep Cheonsa.” ucap Donghae lagi yang masih belum mendapatkan respon apapun dari Cheonsa.

“Remember when you were my boat, and i was your sea?” tanya Donghae sambil terkekeh pelan mengingat kata-kata Cheonsa yang di ucapkanya tadi, ketika mereka sedang berada di dalam Regent Seven Seas di mana satu-satunya kapal pesiar di dunia yang semua kamarnya adalah suite mewah dengan balkon yang menghadap ke private pool di depanya.

Cheonsa tersadar dari lamunanya tentang bagaimana dia harus membawa seluruh barang-barang mewah ini ke flat-kumuhnya itu, “i couldn’t remember any of it” jawab Cheonsa singkat yang membuat Donghae tersenyum kecewa “I’m here for you and i fully itend on staying in your life for everytime Han Cheonsa.” bisik Donghae sambil mengenggam tangan Cheonsa yang dingin, fakta bahwa Cheonsa mengalami Amnesia Permanen membuat Donghae sangat  terpukul.

Cheonsa tidak akan pernah bisa mendapatkan semua ingatanya kembali, para Dokter menyarankan untuk membiarkan Cheonsa memulai lembaran hidup barunya dan tidak terlalu memaksa Cheonsa untuk mengingat kehidupan masa lalunya atau Cheonsa akan mendapatkan kerusakan syaraf di otaknya karna terlalu sering memaksakan dirinya untuk mengingat semua yang hilang.

Donghae kembali tersenyum menatap Cheonsa yang kini tengah menatap tv flat-screen yang menempel di dinding itu dengan serius. Dia tahu bahwa tuhan masih menyanyanginya dengan mengirimkan Cheonsa kembali ke dunia ini, dan tentu saja tuhan mengembalikan Cheonsa dengan seribu ujian yang berada di belakangnya untuk Donghae.

“then let’s go anywhere. I’m not a way to kill time till you stop watching tv. ” ajak Donghae dengan senyum memabukanya sambil menjulurkan tanganya ke arah Cheonsa. Cheonsa menatap uluran tangan itu sekilas dan dengan ragu dia menyambut uluran tangan itu, terasa asing namun sangat lembut.

“I need to make my angel fall in love with me again.” Guman Donghae pelan.

~~~

Heechul  menatap pintu kamar Cheonsa dengan sedih, dia mengusap bulu-bulu Heebum  yang berada di pangkuanya dengan perlahan. Kemarin malam Kyuhyun kembali dengan wajah dinginya dan bilang bahwa Han-mereka itu telah menemukan keluarganya, bahwa gadis berwajah malaikat dan berotak udang itu bernama Han Cheonsa. Heechul duduk di atas sofa usangnya yang dulu sering di komentari Cheonsa, tentang bagaimana buruknya sofa yang sudah mendekati kondisi busuk ini.

Dia masih mengingat ketika pertama kali Kyuhyun menemukan Cheonsa dan membawanya ke rumah mereka, wajah penuh memar membiru  itu dengan rambut berwarna nilon yang basah dan kusut, wangi darah segar yang masih mengalir dari pelipis keningnya. Heechul berpikir bahwa gadis itu sudah mati karna kondisinya terlalu mengenaskan tapi sedetik setelah itu, mata gadis itu terbuka lebar kemudian dia memuntahkan seluruh air dan campuran darah yang berada di tubuhnya keluar melewati mulutnya.

Dan sejak saat itu Heechul menyadari sesuatu bahwa gadis itu telah kembali dari kematianya. Ya, Han Cheonsa menolak untuk mati.

Heechul menatap Kyuhyun yang kini tengah berjalan keluar melewatinya, wajah dingin-nya semakin membuat air keruh yang berada di wajahnya. Heechul mengurungkan niatnya untuk menanyakan cerita lebih lanjut tentang bagaimana bisa Han Cheonsa menemukan keluarganya yang ternyata berasal dari kalangan atas, atau bagaimana tentang Cheonsa yang memutuskan untuk meninggalkan mereka tanpa perpisahan sebelumnya. Walau Heechul tau rasanya tidak mungkin Cheonsa ingin kembali bertemu mahluk kumuh seperti mereka ketika gadis itu sudah mengetahui tempatnya berasal.

Tapi tetap saja dia tahu bahwa Cheonsa bukanlah orang yang seperti itu, dia tahu jelas bahwa Cheonsa sangat menikmati setiap waktunya berada dalam lingkungan yang berada di bawah rata-rata ini. “hey mungkin kau sedang tidak ingin membahas ini, tapi aku merindukan Han atau Cheonsa atau siapapun namanya.” Ucap Heechul akhirnya ketika melihat Kyuhyun yang berjalan keluar dan menenteng sepeda usangnya yang sudah di penuhi oleh botol susu dan gulungan koran.

“ya, aku tahu bahwa kau lebih merindukan gadis bodoh itu daripada siapapun Cho Kyuhyun” guman Heechul ketika melihat punggung itu semakin menjauh.

~~~

“….it was eight, and you was in Paris-your stepmother had to stop at a drugstore, and you stole something. A pillbox. It was an ass-ugly thing you said, and you was just emulating Holly Golighty. And the shopkeeper caught you, and shouted something to you in French and you cried-so bitterly. And Nitchare paid for it—“  Cheonsa mengalihkan matanya ke arah Donghae yang masih sibuk bercerita tentang pengalaman kecilnya saat di Paris yang sudah tidak bisa Cheonsa ingat lagi, dari balik kemudinya Donghae terus bercerita dengan semangat.

“Han do you ever wonder how somebody  could even like you?” kali ini Donghae menunggu jawaban dari tunanganya itu, Cheonsa menatap lurus ke depan kemudian dia menggeleng tak tahu. Pikiranya begitu kosong, serasa seperti ada ribuan lubang gelap dan dalam yang berada di kepalanya saat ini. “Or do you ever wonder how somebody can leave your world, in a blink of an eye, and be gone, forever. It’s too enormous to think about. It’s too hard for me Han.” Bisik Donghae lagi seakan menyelipkan sebuah mantra, bahwa Han Cheonsa akan mengingat semuanya.

“You must be something special for me to still care about me this much.” Balas Cheonsa singkat sambil kembali melemparkan tatapanya ke arah kaca mobil, menatap pohon-pohon yang seakan mengejar mereka dari belakang walau faktanya pohon-pohon itu tidak pernah mengejarnya. Bahwa sebenarnya dia lah yang bergerak begitu cepat sehingga meninggalkan pohon-pohon itu di belakang. Ya, takdir Cheonsa lah yang bergerak terlalu cepat untuk semua ini.

“I’m in love with you i always have been—“ perkataan Donghae terputus ketika mendengar teriakan Cheonsa untuk menghentikan mobil itu detik itu juga. “apa yang terjadi Han?” tanya Donghae menenangkan Cheonsa yang masih sibuk menoleh ke belakang, kemudian dia menatap Donghae sekilas sebelum akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari mobil itu dan berlari ke sebuah halte yang berada beberapa blok dari tempatnya berlari sekarang.

Cheonsa merasakan nafasnya terengah-engah ketika dia memutuskan untuk berlari mengejar sesosok bayangan yang selalu memenuhi pikiranya sejak semalam. Cheonsa menatap sesosok bayangan itu dengan senyuman puasnya “kau adalah mahluk brengsek yang pernah ku kenal bagaimana bisa kau membiarkan ku berlari mengejarmu dengan sepatu mahal ber-hak tinggi seperti ini?!” cecar Cheonsa yang membuat pria itu menatapnya takjub.

Tapi kemudian dia tersenyum lebar “apakah aku yang menyuruhmu untuk berlari dari mobil mewahmu itu dan mengejarku kemari?” Cheonsa tersenyum kesal dia lalu melepaskan sepatu berbahan satin dari Louboutin itu yang di tangkis oleh Kyuhyun yang kini masih tersenyum takjub melihatnya.

“aku belum memakan apapun hari ini dan ku rasa kau harus membelikan ku roti daging yang banyak semenjak kau meninggalkanku kemarin” ucap Cheonsa ketus kemudian dia mendekat ke arah Kyuhyun yang masih memegang ke dua sepatu yang tadi di lempar Cheonsa, “kau akan mendapatkan roti dagingmu setelah kau mengantarkan tumpukan koran ini” jawab Kyuhyun sambil menunjuk ke arah sepeda usangnya.

Cheonsa tersenyum senang lalu memeluk erat Kyuhyun hingga pria itu tidak bisa bergerak. Kyuhyun merasakan tubuhnya menegang setelah tangan lembut itu melingkari tubuhnya, lalu kemudian dia tahu bahwa dia sangat merindukan gadis itu.

Cheonsa terus memeluk Kyuhyun dengan tawa bahagianya, tanpa memperdulikan bahwa kini Donghae tengah berdiri di depan mobil mewah itu dan menatap mereka berdua dengan tatapan dalamnya.

Donghae terus menatap Cheonsa yang kini masih tertawa di dalam pelukan Kyuhyun, kemudian Donghae menyunggingkan sebuah senyuman simpul  di bibirnya “She has the best laugh. And I lost her once, i’m not gonna lose her again.—“ bisik Donghae seakan-akan mengingatkan dirinya sendiri bahwa tawa itu dulu adalah miliknya.

“aku akan membuatmu mencintaiku lagi dan membuatmu kembali mengingat bahwa Lee Donghae adalah satu-satunya hal yang kau inginkan di dunia ini Han Cheonsa” guman Donghae tenang lalu memacu mobilnya menembus sepinya jalanan itu dan meninggalkan Cheonsa yang kini masih memeluk Kyuhyun dengan tawa renyahnya yang membahana.

Tanpa menyadari bahwa dunia kini tengah memburunya dalam sosok Han Cheonsa.

 

“She has the best laugh. And I lost her once, i’m not gonna lose her again.—“

 

 

-TO BE CONTINUE-

 

 

LOVE IT. MEAN IT.

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

40 responses »

  1. LJK~ says:

    soniaaaa
    Gregetan dh
    Kok si donghae ninggalin cheonsa sma kyu
    Aish bsa2 dbawa kabur
    Tp donghae gk akan nyerah dong ya

  2. park heeyoung says:

    akhirnya akhirnya semua tau kl donghae gak gila(?)
    cheonsa emg masih hidup
    haduh hcs kok amnesia permanen sih kan kasian si cebol dilupain gt aja mana skrg hcs demen bgt sama kyu
    awas aja kl endingnya hcs sama kyu aku bakar nih blog wkwk
    tp donghae ga bakal nyerah kan?
    dia ttp bakal berusaha bwt hcs jth cinta lagi sama dia kan? iya kan?

    • IJaggys says:

      akhirnya semua tau kalo donge itu cebols /ditendang xDD
      kayanya daridulu hcs emang gatel banget deh kalo ketemu kyu bawaanya minta di garuk (?)

      endingnya kyu ama hcs aja ah sekali kali kyu harus di buat happy ending xDD kyaaa~ jangan ntar blog ini gaada lagi dong u,u

      nyerah aja deh donge biar hcs bisa sama kyu di ep ep ini xD

  3. Na says:

    TELAAAAAAATTTT TELAT TELAT!! GUE UDA BACA WOIY, TELAAAATT!!
    *ngrusuh di blog orang*
    Weheheheheheheee😛😛😛 /dirajam hcs/

  4. Na says:

    2rebu doang? Tsk, keciilll… *tebar daun* XDDDDDDDDDD

    Oii son, HEEWON AS mane HEEWON AS…… Ayolah, gue doakan otak brilian lu gangadat lg gegara kbykan libur!😄 /maksud?/

    oke, SEKIAN! Wassalam~
    /kisseu/

    • IJaggys says:

      dare to ask HAHAHAHAHAHAHAHAHA i’m not going to post it until i have my goodlovelymood :p

      harus ada kado ultah dulu baru mau di post heewon dkknya xD

  5. chochokpop says:

    Huah kasihan donghae..gak ke bayang deh kalo ending nya HCS sama kyuhyun..poor you lee donghae ㅠ ㅠ

  6. sindii says:

    holla..
    ini koment pertamaku.*gananya*
    setelah sekian lama ubek2 nyari ff dongek yg kece dan ga nemu2,eh kmren dpt rekomend dri temen buat mampir ke blog ini.
    dan JEJEEENG…..
    Aku baca 52 part ff mu dlm waktu 2 hari😄
    Tp mian bru bisa komen di ff ini*tabok*
    THE BEST DONGHAE’s FF I EVER READ!!!

    • IJaggys says:

      halloooooooooo buat komen pertama mu disini /does a happy dances/
      send my thank to your friend who recomended this blog to you^^

      52 part? serius? aku aja gapernah baca ulang semua ff aku :O hahahahaha you’re a loyal reader and i thanks you so much😀

  7. oi20 says:

    yah kasihan donghae…
    jgn sedih ya..pasti cheonsa inget lg…

  8. poor donghae,,
    kayaknya si donghae lg galau galau nya nih,😛
    si cheonsa bakal balik inget lagi ama donhae kn? donghae musti berjuang nih buat ngembaliin ingatan cheonsa,
    even i like HanKyu
    tapi HCS n LDH lebih dpet gt greget,q lbh ska kalo cheonsa balik ama donghae
    hahahahahaha

    hope u get good mood buat bikin next part ya son
    wkwkwkwkwkw😄

  9. pinkers92 says:

    Omo.. omo.. omo.. Han!! ur crazy,huh?
    /pukpuk hae/ aku bingung nih mau dukung hae-cheonsa atau kyu-cheonsa.. ah aku galau /ok lebay/
    tapi aku lebih suka cheonsa miskin deh! /dihajar cheonsa/

    ok next part asap!

  10. pokkuma says:

    oh my god >____< i almost cry reading this :') your story is great and i hope it will always be like that😀

  11. deiismyday says:

    gw reader baru sisini. sori ya baru coment di part ini. gilaaaa alurnya bikin degdegan dan susah ditebak. asli emosi sama si Cheonsa. gw punya firasat pasti dia ga bakal balik lagi sama si bang ikan. abis mimpinya Dongahe itu menunjukkan sesuatu….

  12. sindii asih says:

    urwell🙂
    aku suka gaya menulismu,seru.ga bertele2 tapi ngena.ini jga rekor pertamaku bisa baca ff sbanyak itu.karakter ikan disini sangat kuat,jdi bca nya jga ga bosen.aku tunggu next part nya :DD

  13. cutemoo says:

    Hi ^^ i fulfill my promise to comment on one of ur fanfic *what promise?* Wkkwk😄

    Fiuh, sebenarnya aku ga mau baca ff chapter yang ini karena blm ada endingnya. N aku terlalu males buat ber dag dig dug (?) ria nungguin next chap nya yang entah kapan dipublish. But like i said before, i have to comment on ur newest ff right?!

    Pokoknya, u have to publish the next chap VERY SOON!!! Mhuahaha Just like this fanfic title, who am i??? *pyeong*

    • IJaggys says:

      hi thankyou for coming n.n hahahahaha terus kenapa dibaca? lol however thankyou for reading this ff

      who are you? ofcourse you’re the who talking with me on twitter yesterday :p

  14. Whohoooooooooo!! >< Han Cheonsa! Mengapa harus amnesia segala sih? /lempar batako/ xD

    Sian. Cupcupcup Donghae dan Eunhyuk, sinisini gue peluk, mending lari ke gue aja, biarin aja Han Cheonsa sama Kyu. Aku suka coupe CheKyu (??) /ditabok Yesung/ x))

    Tapi bener deh. Gue rasa donghae gak bakalan biarin Cheonsa pergi gitu aja dari pelukannya ~ /asek xD

  15. lia says:

    Oooooowwwwhhhh…..

    ternyata ini toh kampung halamannya ff “who am i”

    Aku dah baca di SJFF,,, tapi mana neh lanjutannya???

    AKu mau bilang sekali lagi ah…
    Sukaaaaaa….. bgt deh sama gaya nulisnya… BEBAS bgt….

  16. anis_ekaa says:

    kerenn banfet authorr, huaaa
    gatau mau ngomong apa lagi, yang jelas ibi seru banget. telat baca maaf banget ya thor..

  17. cloudsoora says:

    akhirnya cheonsa balik lagi ke tengah keluarganya..tapi hae kecewa banget..cheonsa lebih milih hidup susah bareng kyu daripada hidup mewah bareng hae..

    hmm..klo cheonsa inget lagi gimana nasib kyu..cheonsa bakal milih yg mana nihh..

  18. Naomi_Kyu says:

    huaaa gak rela q kalau cheonsa jd milik kyuhyun,
    happy ending aja dnk, sama donghae, jgn sama kyuhyun

  19. axelia9aizy says:

    poor donge…
    cheonsa bener2 ngelupain semuanya…
    dann… di masa depannya cheonsa cuma ada kyuhyun…
    hihihihi

    jngan sampe donge berbuat nekat..

  20. karim says:

    It’s more harder for Donghae to grab Cheonsa’s heart now than when he met her for the first time, because of another guy. Kyuhyun

    Lee Donghae cayooo!!

  21. Mega Hardianty says:

    Oh my God… Makin gregetan pengen baca next part lagi. Depresi liat mereka bertiga, apalagi sekarang cheonsa udah divonis amnesia beneran, makin sulit aja untuk membuatnya kembali kepada donghae, terlebih ada kyuhyun sekarang. Yang aku takutkan adalah cheonsa lebih milih kyu ketimbang donghae. Andwae!!!

  22. PrintaNur says:

    ya ampun aq sampe bingung mau komen apa..

    .
    .
    .
    Cheonsa kembali,tapi keadaannya udah jauhhhhhh berbeda.Dia lebih nyaman deket Kyuhyun,nyaman jadi orang miskin.

    Ayank Donghae,ayo tunjukkan jurus andalanmu,jangan sampe Cheonsa nikah sama Kyuhyun!!#gubrakkk

  23. Jae Rha says:

    Abang donghae .. Sing sabar jodoh gak bakal kemana bang🙂 Cheonsa balik ke Donghae jadi bikin Donghae gila karna cinta tpi jangan buat Kyuhyun sakit juga karna Cheonsa.
    Cus ah ke part selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s