They say it’s easy to forget your troubles when the weather’s warm. But all it takes is one fall breeze to blow reality right back in your face.

XOXO —Gossip Girl.

 

 

 

462 HCC Bellevue Hospital Center

1st Avennue, New York

 

Early Morning

Cheonsa membuka matanya perlahan. Semua putih.

Cheonsa menyapukan pandangannya ke sekeliling ruangan yang masih tampak berbayang di pelupuk mata. Kini ia berada di tengah-tengah ruangan yang hampir seluruhnya berwarna putih. Bajunya pun kini putih, baju pasien di rumah sakit.

Sedikit demi sedikit potongan ingatan yang terserak mulai tersusun. Ketika kepingan ingatan itu bersatu dengan utuh, ia merasa diterjang deru angin yang menerpa wajahnya. Kesadaran menjalari setiap inci tubuhnya hingga saraf tubuhnya mengirimkan signal untuk mengingatkan otaknya atas apa yang terjadi sebelumnya.

Setelah pertemuan singkatnya dengan Jenny, Cheonsa dihadapkan pada Andrew yang entah apa yang ia lakukan hingga membuatnya kini berada di rumah sakit. Dengan perasaan kacau Cheonsa mendengar Jaejoong berdiri di sudut ruangan, berbica dengan Harold Han, dad-nya melalui telefon. Cheonsa memohon, sambil berdoa dalam hati semoga Jaejoong tidak memberitahukan tentang kehamilannya. Air mata dan permohonannya sama sekali tidak menggerakkan hati Jaejoong. Setelah usai berbicara, Jaejoong mengatakan bahwa dad-nya akan segera datang.

KLAK!

Suara pintu terbuka.

Pikiran Cheonsa kembali ke ruang rawatnya dan menoleh untuk melihat siapa yang datang.

Harold Han.

Cheonsa membelakkan matanya.

Cheonsa mencoba membuang muka ke arah lain dengan napas sesak penuh rasa khawatir yang tak bisa dilukiskan. Tapi kehadiran dad-nya tidak bisa diabaikan begitu saja. Pertanyaan demi pertanyyan menghampiri benak Cheonsa.

Apa yang akan dad lakukan?

Apa ia akan membunuh Lee Donghae? Bagaimana dengan bayiku?

Mr. Han kini berdiri tepat di samping ranjang Cheonsa. Cheonsa mengbuah posisi dari berbaring menjadi duduk bersandar pada tumpukan bantal.

“What’s going on?”

Cheonsa menatap lurus ke depan, tak sanggup membalas tatapan tajam dad-nya yang seolah menusuk relung hatinya dan menghancurkannya berkeping-keping.

PLAK!

Satu sengatan menyakitkan terasa di pipi kanan Cheonsa seiring kelebatan tangan Mr. Han. Air mata Cheonsa mengalir keluar diiringi perih di dadanya.

Mr. Han mengulurkan tangannya menyentuh pipi putri kesayangnnya. “I‘ve told you to not date a son of Lee‘s.”

Rasa takut yang sedemikian memenuhi relung hati Cheonsa seakan pecah. Tangis yang sudah sedari tadi meledak pun kini diiringi isakan yang membawa kepedihan hingga ke tulang. Susah payah Cheonsa menghentikkan tangisnya dan dengan suara bergetar ia menjawab,

“I need him more than I need to sleep”

Mr. Han menglelus pipi Cheonsa yang masih terasa sakit dan menyentuh bibir Cheonsa yang bengkak dengan ujung jarinya. Ia berkata “Aborted.”

Cheonsa menatap dad-nya dengan kengerian yang serasa hampir menggilas nafasnya. Perkataan dad-nya seperti terpantul-pantul dalam otaknya, membuat kepalanya berdenyut-denyut. Berbagai cara melarikan diri sudah berputar di benak Cheonsa, tapi ia mencoba fokus dan tak menggubrisnya. Setidaknya ia tak ingin membuat dad-nya merasa dicampakkan.

Mr. Han menatap dua bola mata Choensa kemudian berkata, “Many thing happen in our life. After your mom funeral, this world make me feel unsafe. You know? I feel guilty to you. Because my revenge, you have no relationship with Lee’s. Life is really bad, right? But in outside, the real life more than a bad thing. You need to cover yourself. You, my little princess. No need a friend or something like that. Because friend, will kill you with a soft way. Lik,e take out your baby’s dad. So, please follow my suggestion and you will not feel hurt.”

Cheonsa kini merasa nafasnya sesak. Ia membiarkan air matanya menetes saat Mr. Han tepat di hadapannya. “Why?”

“Life is a choice, with all its consequences. Too often someone dropped the option of life without being prepared to accept the consequences. This is the path you choose, and if it is painful consequences, then be it.”

Mr. Han mencium kening Cheonsa lembut. “Morning sweety.”

Cheonsa menangis tanpa suara, membiarkan air mata membanjiri wajahnya sambil menatap punggung dad-nya yang berjalan meninggalkan ruangan hingga lenyap di balik pintu putih yang langsung tertutup rapat.

They say life is full of surprises. That our dreams really can come true. Then again, so can our nightmares. Welcome hell, Han Cheonsa. We’ve missed you. XOXO —Gossip Girl.

 

Other Side

Ketika masuk ke kamar rawat Gab, Donghae melihat gadis itu sedang duduk bersandar di atas ranjang sambil bercengkrama dengan Siwon dan Jenny.

“Wow, sepertinya kami harus pergi. See you soon. Have a nice trip.” Kata Jenny ceria sambil memeluk Gab ringan.

Siwon mencium kening adik perempuannya, Jenny menghampiri Donghae dan berkata, “You should take care of her. Or I’ll kill you.”

“Pastikan dia tidur di pesawat.”

“Akan aku pastikan dia tidur nyenyak sepanjang perjalanan.”

Siwon menepuk pundak Donghae sambil tersenyum. “I’ll back to San Diego this morning.”

Setelah mengucapkan selamat tinggal, Siwon dan Jenny pun pergi.

Gabriella tersenyum muram, “Semuanya terjadi begitu cepat, bukan?”

Donghae meraih tangan kanan Gab dan menggenggamnya. Matanya tertuju pada tangan mereka yang terpaut. “Aku bahkan tak pernah mengira ini semua akan terjadi.”

“Jangan khawatir, aku akan mengatakan pada mom untuk menunda pernikahan ini. Bahkan membatalkannya. Aku memiliki banyak alasan untuk itu.”

Donghae menegang. Ia melepaskan tangan Gab dan menghela nafas panjang, “Kau tahu itu tidak akan mudah.”

Gab dengan cepat menggenggam tangan Donghae. “Hae.”, panggilnya memohon.

“Aku akan melakukannya.” potong Donghae tiba-tiba.

Gab menghela nafas. “You don’t have to do it,” bantah Gab cepat. “What will happen to our marriage future? We’ll have a family without love? You will hurt someone you love the most? And I should ruin my boy heart?”

“So, what will happen to our parent?” gumam Donghae.

“It’s not about our parent. It’s about my life, your life and people who we love. If you want to follow our parents wishes, go ahead. But don’t involve me.”

Donghae meremas tangan Gab yang masih dalam genggamannya, melepasnya perlahan kemudian merengkuh Gab dalam pelukannya. ”Have you on my side is kind of the best price.”

“Gab.”

Gabriella melepaskan pelukan Donghae dan menatap pria di hadapannya itu, “Apa kau membenci Cheonsa?” Tanya Donghae.

Gab memalingkan wajah menatap ke luar jendela dan menarik nafas panjang. “Malam itu setelah pesta kelulusan, pria itu membawaku ke apartmentnya. Seperti biasa, kami hanya duduk di rooftop sambil meminum wine,” jelasnya. Suaranya terdengar datar seolah sedang berbicara dengan dirinya sendiri. “Kau seharusnya ingat bahwa setelah itu aku bahkan menghilang selama satu bulan. Ya, aku tak mengerti apa yang diinginkannya hanya saja that it’s the worst thing in my life. Yang aku tahu hanya dia selalu menyuntikkan cairan pada tubuhku setiap hari yang membuat tubuhku menggigil. Tamparan atau bahkan pukulan adalah hal yang selalu dia lakukan.”

Donghae menatap gadis yang kini terlihat rapuh itu dan menggenggam tangnnya, memintanya melanjutkan.

“Lalu hari itu kau dan Cheonsa menemukanku. You know, you and Cheonsa is my sweet hero of my life. I’m really thank for Cheonsa who can find that disgusting place, and kick out him from my life.” Gab tertawa datar. “But in the end, Jenny told me that Cheonsa is one who kick me to the rehab in London. Even now she bringing him back. It’s a quite surprise.”

Donghae menatap Gab tanpa berkedip. Cukup terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar.

Gab menatap Donghae dengan mata berkaca-kaca. “Lalu apa yang kau harapkan dengan hal itu. Haruskah aku mengatakan, She still my friend even what she’d done to me.”

Donghae tertegun. Ia menyadari bahwa beberapa hari ini Gab memang bersikap dingin pada Cheonsa, sesuatu yang membutuhkan mengendalian diri yang baik mengingat sakit hati Gab kepada Cheonsa begitu besar. Wanita lain mungkin akan menjambak rambut Cheonsa atau bahkan menyewa pembunuh bayaran untuk membalaskan dendam.

Sebelum Donghae mengembangkan asumsi-asumsi dalan otaknya, Gab bertanya, “Kapan kita akan berangkat?”

“Ahhh. Aku menunda penerbangan kita. Aku memiliki sesuatu untuk aku selesaikan pagi ini di kantor, aku rasa setelah makan siang aku akan menjemputmu.” Donghai bangkit dari duduknya, “Aku akan pergi sekarang.”

The law of affinity refers to unlikely compositions forming a bond through a purely chemical reaction. … But even the strongest bonds have their limits. And when broken… That if left unchecked, explode like a nuclear bomb. XOXO —Gossip Girl.

Starbucks Coffee

2252 Broadway New York

Lunch Time

Di sebuah kedai kopi, seorang laki-laki menyesap kopinya dalam diam. Wajahnya sengaja tertutupi dengan kacamata serta masker, tak lupa dengan topi yang terpasang rendah di kepalanya—tentu saja agar tidak dikenali. Pandangannya terus tertuju pada jalanan basah yang ia lihat lewat jendela kaca yang berembun. Lalu lintas hari ini tidak begitu padat, hingga dari tempatnya duduk ia bisa melihat seorang anak kecil yang merengek pada ibunya di depan sebuah toko mainan.

Perlahan, ia melirik jamnya. Pukul satu kurang lima menit. Masih ada lima menit untuk menunggu pesuruhnya datang.

Satu jam terlewati saat ia masih berada di dalam pesawat yang membawanya dari London. Mengingat kembali sulitnya untuk lepas dari pengawasan sang ayah. Ia mengamati iPad dan iPhone miliknya, tersenyum licik mengingat apa yang telah ia lakukan pada sistem GPS pada benda itu. Ia memanipulasi lokasi GPS-nya, dan memberi signal seolah-olah ia kini berada di Kanada. Tidak sulit karena ia adalah ahli telematika.

Tak lama, iPhone-nya berdering.

Awalnya ia mengira itu telepon rutin dari Joey, temannya yang bertugas mengkompilasi data-data perusahaan Lee Corp., Han Corp. dan juga masa lalu The Non-judging Breakfast Club. Namun ketika ia melihat layar, yang tertera adalah sebuah nomor asing. Masih mengira temannya yang bermaksud menagih hasil pekerjaan, ia mengangkatnya.

“Hallo.”

Sesaat tidak ada jawaban. Ia mengulangi. Beberapa detik kemudian, terdengar sebuah suara.

“Kyu?”

Seperti ada aliran listrik yang menjalar cepat ke otaknya, Kyuhyun langsung mengenali suara itu. Dan entah apa yang dibawa oleh aliran itu ke dadanya, karena tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang.

Ada rindu yang merayap dalam keheningan.

Sesederhana janji temu pukul satu di kafe. Sesederhana itu pula kakinya melangkah, meninggalkan iPad yang terus menjerit untuk diperhatikan. Mengabaikan rintik hujan yang membasahi coat-nya, dan cipratan lumpur di boot-nya.

Hanya satu kalimat dan ia sudah berada di titik temu.

Holy Bruce Wayne, Batman. It’s one thing to hide who you really are. It’s another to pretend you don’t exist. XOXO —Gossip Girl.

 

Gabriella’s Penthouse

The St. Regis, Manhattan, NYC

Kyuhyun keluar dati lift tanpa gairah. Ia tidak menemukan gadisnya di apartment itu. Tak seorangpun tahu keberadaanya. Sedangkan nomor yang tadi digunakan Gab, kini tidak bisa dihubungi.

Ia berjalan keluar dari lobby, namun hujan deras mengurungkan niatnya untuk segera pergi dari gedung itu. Ia kembali masuk ke lobby dan duduk di sofa.

“Ya disini hujan sangat deras, receptionist sudah memanggilkan taksi untukku.” Suara wanita yang duduk disampingnya cukup keras dan membuat Kyuhyun risih. Wanita itu terlalu sibuk dengan ponselnya sehingga tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya.

“Aku dengar Miss Smith masuk rumah sakit kemarin dan sore ini ia akan kembali ke Argentina sore ini.”

Kyuhyun menegang mendengar pernyataan itu. Dengan gerakan cepat ia bangkit dari duduknya sambil menempelkan iPhone yang telah tersambung dengan Joey.

“Cari di seluruh rumah sakit Manhattan pasien atas nama Gabriella Bianca Smith. Sekarang.” Titah Kyuhyun tegas.

Kurang dari sepuluh menit, Joey mengirimkan data yang diinginkan Kyuhyun. Tak mau membuang waktu, ia masuk ke dalam taksi yang sebenarnya datang untuk menjemput wanita penggossip tadi.

A family reunion only Manhattan would approve of. I used to think that GB and CKH were the most boring couple on the Upper East Side. But what makes them actually great together, is when they’re supposed to be with other people. XOXO –Gossip Girl

462 HCC Bellevue Hospital Center

1st Avennue, New York

Cho Kyuhyun berlari dengan tergesa-tega di koridor rumah sakit, sesekali matanya mengedarkan pandangan ke seluruh koridor. Ia berjalan menuju lift, beberap menit menunggu, lift tak kunjung terbuka membuat dirinya kesal. Ia berlari mencari tangga darurat yang terletak di ujung koridor.

Satu lantai lagi menuju lantai delapan tempat ruang rawat Gabriella berada.

Di ujung tangga lantai tujuh, ia melihat sesosok wanita berpakaian pasien duduk di lantai sambil membenamkan wajahnya diantara lutut. Bahunya bergetar. Wanita itu menangis.

Dengan ragu, Kyuhyun mendekati wanita itu. Ia menunduk sambil menormalkan nafasnya yang terengah.

“You need a help Miss?”

“Hello. Do you hear me?”

Wanita itu mendongak dan menatap Kyuhyun. Kyuhyun sontak membelakkan matanya ketika menyadari siapa wanita itu.

“Choensa?”

Namun Cheonsa tidak menjawab, karena tepat pada saat itu kepalanya terkulai ke samping dan nyaris tersungkur ke lantai jika Kyuhyun tidak menahan bahunya.

* * *

“Seharusnya anda lebih memperhatikannya. Wanita hamil membutuhkan asupan gizi yang baik dan dihindarkan dari stress.”

“Hamil?” ucap Kyuhyun tanpa bisa mengendalikan keterkejutannya.

“Anda tidak tahu? Usia kandungannya menginjak tiga bulan.” Jelas sang dokter. “Aku harap anda lebih memperhatikannya. Pasangan muda memang membutuhkan waktu yang lebih untuk beradaptasi. Untuk saat ini biarkan dia beristirahat, saya akan menyuruh suster membawanya ke ruang rawat.”

“Terima kasih.”

“Saya permisi.” Dokter itu kemudian pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih belum bisa mempercayai apa yang baru saha ia dengar.

Cheonsa perlahan membuka matanya, belum sempat ia melihat Kyuhun, ia langsung terisak sambil memeluk perutnya. Tubuhnya bergerak gelisah.

“Cheonsa, kau merasa kesakitan?” taya Kyuhyun panik. Ia membenarkan letak oksigen di hidung Cheonsa.

Cheonsa bangkit dan duduk diatas ranjangnya. Ia bergerak tak beraturan sambil terus bergumam.

“Kyu. Mereka ingin membunuh bayiku. Mereka akan mengambil bayiku.” Kata Cheonsa di sela isakannya.

“Tidak akan ada yang menyentuh bayimu, kau dengar?” Kyuhyun mencoba menenangkna Cheonsa, namum tak berhasil. Ia memeluk Choensa dengan erat sambil terus mengusap punggung Cheonsa. Ia memanggil suster untuk menanganinya.

They say you reap what you sow. Better get out your gardening gloves, Cheonsa. Looks like you’re going to have a bumper crop this year. XOXO —Gossip Girl.

 

 

Hospital Canteen

Tubuh Kyuhyun terasa pegal. Setelah diberi obat penenang, Cheonsa terlelap sambil menggenggam tangan Kyuhyun. Membuatnya sulit bergerak bebas.

Ia berjalan memasukin kantin yang cukup ramai. Ketika hendak duduk, Kyuhyun melihat sosok Donghae sedang membeli air mineral di ujung kantin. Ia bergegas mendekat untuk memastikan bahwa sosok itu benar-benar Donghae.

Donghae berbalik hendak berjalan keluar namun sebuah suara menginterupsi dirinya.

“What kind of friend you are?”

Belum sempat Donghae menjawab, sesuatu menghantam wajahnya dan membuatnya tersungkur ke lantai.

“Apa yang kau lakukan?”

“Apa yang aku lakukan?” tanya Kyuhyun meremehkan. Ia menarik kerah kemeja yang di kenakan Donghae dan kembali menghantamkan pukulan ke wajahnya. “Memberimu pelajaran.”

Suasana kantin menjadi sedikit tak terkendali ketika para pengunjung mengenali dua sosok yang kini tengah bakuhantam tersebut. Mungkin esok pagi akan ada berita menarik tentang Dua pengusaha muda terlibat perkelahian di rumah sakit.

On the Upper East Side, you may stand down but you can never give up. And the bitterest feuds are always labors of love. … But our most dangerous enemies are the ones we never knew we had. … So if you want peace, always be prepared for war. XOXO —Gossip Girl

462 HCC Bellevue Hospital Center

Security Space

Donghae dan Kyuhyun kini duduk berhadapan dengan tatapan membunuh satu sama lain. Terdapat beberapa luka lebam di wajah keduanya.

“Kau, apa yang kau lakukan disini?”

“You asked me to complete all business affairs in London just because you want to marry my girl?” Sergah Kyuhyun tak mau kalah. “Whay you want? Why did you hide it?”

“Because I can resolve that thing by myself.”

“What things? Marry my girl?” Ucap Kyuhyun sinis. “Oh I’m so glad for you.”

“There is about my parent and Mr. Smith. Me or Gab is don’t know anything. She hide this problem just because don’t want to let you hurt. She’s so care about you. I just try to find the way to broke this marriage.” Donghae menjelaskan dengan emosi yang hampir kembali meledak.

Hening. Seorang petugas keamanan datang memecah suasana genting itu. “Kalian boleh pergi setelah menyelesaikan beberap file ini.”

* * *

Kyuhyun dan Donghae berjalan beringan di koridor dengan keheningan. Keduanya memasuki lift yang akan membawa mereka menuju lantai delapan tempat Gabriella di rawat. Hanya ada mereka berdua, dan keduanya bersikap acuh satu sama lain.

“Han Cheonsa. She’s here.”

Donghae menoleh, mencoba menatap Kyuhyun yang masih bertahan menatap tombol-tombol yang berderet di sisi lift tersebut.

“I don’t know what happened. She says she’s here because of fall fainting last night. And I found her on the stairwell a few hours ago. She’s said her dad want her to aborted her baby.”

“Where?” Tanya Donghae.

“Floor 8th, VVIP room 861” Kyuhyun menolehkan wajahnya ke arah Donghae. “I hope you can take care of her.” Tambah Kyuhyun.

TING!

Lift terbuka, keduanya keluar dan saling tersenyum satu sama lain sebelum akhirnya berjalan ke arah yang berlawanan.

Once we’ve made our choice, there’s no turning back. Watch out, Upper East Side, I think this could be the beginning of an ugly friendship. XOXO. —Gossip Girl

Cheonsa’s Ward VVIP Room 861

Donghae menarik nafas sebelum membuka pintu itu. Ia menarik knop pintu dan membukanya lebar. Ranjang itu kosong. Selimut di atasnya berantakan terjuntai ke lantai. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

Sosok itu. Gadis itu berdiri membelakanginya. Entah apa yang tengah ia perhatikan di balik jendela itu. Gadis itu bahkan tidak menggunakan alas kaki.

Donghae berjalan mendekat dengan tenang. Tak berniat mengganggu aktifitas gadisnya. Sudut bibirnya tertarik keatas membentuk sebuah senyuman. Ia kini berdiri tepat di sampingnya. Senyumnya semakin lebar ketika melihat bahwa gadis itu ternyata memejamkan matanya.

Gadis itu sedikit terperanjat dan menyadari bahwa sepasang tangan melingkar sempurna di perutnya. Tentu saja ia mengenal kedua tangan ini. Tangan yang akan selalu ia izinkan untuk menyentuhnya. Mendekapnya ke dalam hangatnya sebuah pelukan.

Rasa hangat kulit pria itu yang menjalar menembus kain tipis yang dikenakannya, dan nafas pria itu yang berhembus tepat di lehernya, mengingat pria itu memangkukan dagunya ke pundak Cheonsa.

Cheonsa hendak berbalik, tapi Donghae menahannya. Ia mendekap tubuh Cheonsa semakin erat. Nafas hangatnya menggelitik kulit leher Cheonsa, membuat darahnya berdesir.

“Kyuhyun said that you hold his hand when you’re sleep all this morning” gumamnya pelan sambil mulai mengecupi  kulit leher Cheonsa.

Cheonsa tersenyum sambil memejamkan mata “So, I successfully make you jealous?” tanyanya berbisik.

“It’s same when you’re jealous toward Gab”

“I never ever jealous toward girls who close with you”

Cheonsa menggeliat kecil saat merasakan tangan Donghae masuk, menyusup kedalam pakaian pasien longgar yang ia pakai, mengusap perutnya.

“Apa di dalam sana rasanya sangat nyaman?”

Cheonsa menyentuh punggung tangan Donghae yang kini sedang mengusap perutnya lembut.

“Seharusnya begitu”

Donghae menarik tangannya dariperut Cheonsa, membalik tubuh Cheonsa hingga menghadapnya.

Cheonsa selalu menyukai aroma tubuh Donghae yang lembut dan harum. Donghae meraihnya dagu Cheonsa kemudian melumatnya lembut. Cheonsa melingkarkan lengannya keleher Donghae dan membalas ciumannya. Bibir Dongahe mengulum lembut bibir Cheonsa.

Cheonsa membenamkan jari-jarinya di rambut pria itu, menariknya semakin dekat. Donghae menunduk, memperdalam ciumannya. Mencari jalan untuk melesakkan lidahnya masuk ke dalam mulut gadis itu. Dia sedikit menggigit bibir Cheonsa.

Tangan kanan Cheonsa beralih turun menarik dan menyusup di balik kemeja yang dipakai Donghae, menyentuh kulit perut pria itu yang tanpa penghalang.

Dengan gerakan cepat Donghae menggendong dan mendudukkan tubuh Cheonsa ke atas ranjang tanpa melepaskan pertautan bibir mereka.

It’s a cold season, Upper East Siders. Time to donate that fall wardrobe to the help and to present the world with a better version of you. Which could mean facing your future… and forgetting past mistakes. Or finally settling on a brand new path. But a new season doesn’t wipe away old problems. XOXO. —Gossip Girl

 

Gabriella’s Ward VVIP Room 880

Other Side

Kyuhyun duduk di atas ranjang, menatap Gab yang melangkah keluar dari kamar mandi Gabriella tersentak. Nafasnya memburu dan tubuhnya mengejang. Ia belum siap untuk menjelaskan semua masalah ini pada Kyuhyun.

Kyuhyun bangkit dan berjalan hingga ia berdiri tepat di hadapan Gab, mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Gab.

Refleks Gab menyentakkan kepalanya ke samping untuk menghindar.

Kyuhyun tampak kaget dan lengsung menarik tangannya lagi. “What’s wrong?”

“Apa yang terjadi sehingga kau terus-menrus menghindariku?!” tanya Kyuhyun setengah berteriak. Kekesalan yang sudah lama ia pendam kini memuncak.

Gab terdiam sesaat lalu berkata, “Everything going worse. It’s too risk for our being together now, my dad want me to leave you. I don’t know what happened, I feel guilty if I have to say this directly.”

Kyuhyun melihat Gab dengan tatap tak percaya. “Kau pikir, dengan kau menyembunyikannya akan membuat ini mudah? Apa aku melakukan kesalahan besar sehingga kau menghindariku begitu saja. Seakan aku tidak berarti apa-apa. Sulitkah untuk memberi penjelasan yang masuk akal?” Kyuhyun berhenti dengan nafas terengah-engah, dipenuhi emosi yang selama ini ia pendam.

“Aku bahkan tidak tahu apa yang harus aku jelaskan!” balas Gab keraa dengan wajah mulai memerah.

“Dan kau berencana menikah dengan Donghae!” ucap Kyuhyun setengah berteriak.

Gab berkata dengan suara bergetar, “Aku tidak punya pilihan lain Kyu. Pria itu membuat posisiku dan Donghae semakin sulit. Dia hanya menginginkan Cheonsa. Mungkin dengan aku menikah dengan Donghae membuatnya merasa memiliki Cheonsa seutuhnya dan berhenti menghancurkan hidupku. Tapi bahkan hidupku sudah hancur Kyu, aku hancur.”

Kyuhyun merasa jantungnya berhenti berdetak, tangan di kedua sisi tubuhnya mengepal. Matanya menerawang jauh.

Kyuhyun mendekat dan menarik Gab ke dalam pelukannya. “Gab, I love you.. and always do.”

Gab membiarkan air matanya tumpah dalam pelukan Kyuhyun, merasakan sebuah kehangatan kembali menyelisip masuk ke dalam rongga hatinya, sedikit demi sedikit mengikis rasa sedihnya. Percikan-percikan kebahagiaan mulai terasa kembali menyejukkan rongga kosong dalam hatinya. Tangisnya mereda dan terdiam dalam damai, membiarkan tangan Kyuhyun mengusap-usap punggungnya.

Kyuhyun meraih kepala Gab dengan dua tangan lalu mengecup keningnya, membiarkan bibirnya beberapa saat menempel di sana.

Kyuhyun menundukkan wajahnya, mensejajarkannya dengan wajah Gab. “Why don’t you try to tell me?”  bisiknya lalu mengecup bibir Gab lembut.

“Why don’t you try make me understand?” bisiknya lalu mengecup bibir Gab lagi.

Gab menahan tengkuknya lalu melumat bibir Kyuhyun lembut. Kyuhyun menghentikan ciumannya tanpa menjauhkan wajah. Memberikan waktu untuk Gab menarik nafas. “Bau rumah sakit.” Bisik Kyuhyun pelan yang dihadiahi pukulan di perutnya.

“Hey seorang pasien tidak boleh memukul.”

“Aku membencimu.” Kata Gab sambil berjalan melewati Kyuhyun.

“Tapi kau menginginkanku.” Kata Kyuhyun puas. Dan detik selanjutnya Gab tersentak kaget saat pria itu mendudukkan tubuhnya ke atas ranjang. Kedua tangan Kyuhyun berada di sisi tubuh Gab, menopang berat tubuhnya sambil mencondongkan wajahnya ke arah Gab.

Kyuhyun mulai melumat bibir Gab lembut, semakin melembut saat tangannya menarik pinggang Gab mendekat. Gab mulai membalas lumatannya dan menjambaki rambut Kyuhyun, melingkarkan tangannya dileher pria itu.

“Berhenti berusaha membuatnya hamil Kyu.”

Kyuhyun mengerang sambil menyudahi pergulatan bibirnya dengan Gab. Menegakkan tubuhnya dam berbalik untuk bersiap membunuh orang yang telah mengintrupsi kegiatannya.

“Oh ayolah.” Ucap Kyuhyun tak setuju dengan perkataan orang itu.

“Kalian tidak berencana melakukannya di rumah sakit bukan?”

“Tutup mulutmu Lee Donghae!” sergah Gab sambil melemparkan bantal ke kepala Donghae.

Donghae berjalan mendekat, kedua tangannya masuk kedalam saku celananya dan duduk disofa pendek disebelah TV.

“I’ve someone who really want to talk with you. She really sorry for everything she done to you”

“Stop talking about that!” Potong Gab tegas. “I don’t want talk with her even just for a second.”

Kyuhyun meraih wajah Gab dan menatapnya lembut. “You two, should talking about this problem and solved right now.”

Gab menggelangkan kepalanya kasar. Benar-benar enggan bertemu dengan Han Cheonsa.

“She will not hurt you again Gab. I know that.” Kata Donghae meyakinkan dan langsung bangkit berjalan menuju pintu.

Kyuhyun masih berusaha meyakinkan Gab untuk berbicara dengan Cheonsa. Gab memeluk Kyuhyun dan meyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun.

“Gab.”

Gab melepaskan pelukannya dan menggenggam tangan Kyuhyun. Menatap sesorang yang bersembunyi di balik punggung Donghae.

Kyuhyun melepaskan genggamannya, meremas tangan Gab sebelum benar-benar melapaskan tautan jari-jari mereka. Ia dan Donghae berjalan meninggalkan Gab dan Cheonsa dengan suasana yang canggung.

“I’m sorry for everything.” Kata Cheonsa memecah keheningan.

“It’s okay. Already forgot everything about that.”

“Gab. Please, I never meant bring he’s back. I just need his help that time”

“Didn’t you throw me to rehab? You did it right? So, why you bring him back now? You want throw me to Rehab again?” Tanya Gab sarkastis.

“I do it for your kindness. You need a doctor to help you eliminate the influence of drugs.” Cheonsa berusaha menjelaskan segala sesuatunya dengan keyakinan penuh.

“Ketergantungan obat-obatan katamu? Obat-obatan yang bahkan tidak pernah aku sentuh!” teriak Gan di hadapan Cheonsa.

“Tapi kau positif…..”

“Ya. Karena pria itu menyuntikkan obat sialan itu di setiap jengkal tubuhku.”

“Gab, I swear I don’t know anything about that. I just feel you need a doctor as soon as possible. And London is the best place for you. In the end, you meet Kyuhyun and now you two together. That a good way for……..”

“Listen. Stop talking and I don’t want hear anything from you again.” Potong Gab dingin sehingga membuat lawan bicaranya hanya bisa diam dan mengikuti perintahnya.

Keheningan kembali terjadi. Tak ada seorangpun dari mereka berdua berani membuka pembicaraan kembali. Keduanya diam di tempat tanpa bergeser seinchi pun.

“Kau kenapa?” Tanya Gab melihat Cheonsa yang meremas kain dari bagian perutnya.

“Aku ahhhh…” teriak Cheonsa tertahan. Ia menekan perut dengan kedua tangannya. Wajahnya menyiratkan rasa sakit yang tak tertahankan.

“Sakit.” Kata Cheonsa dengan suara seperti bisikan. Cheonsa yang sudah tidak dapat menahan rasa sakitnya itu hanya bisa meringis kesakitan sambil menundukkan kepalanya.

“Donghae!” Teriak Gab sambil berlari ke arah pintu ketika tubuh Cheonsa mulai merosot ke lantai.

Brr, Upper East Siders. It’s cold outside. We need to find ways to fight frostbite. Some keep warm the old fashioned way. …Some seek the comfort of loved ones. And some try to keep away the gloom by painting things bright.. XOXO —Gossip Girl.

 

* * *

A hour later

“Kau baik-baik saja?” Tanya Donghae ketika Cheonsa mulai membuka matanya. Cheonsa menjawabnya dengan anggukan perlahan sebelum akhirnya membuka matanya dengan sempurna.

“Cheonsa.”

Cheonsa menolehkan padangannya ke arah pintu. Menangkap sosok Gab yang tersenyum lembut padanya. Gadis itu berjalan dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya.

“Oh I became an aunty.” Kata Gab penuh semangat sambil merentangkan tangganya. Ia mendekat dan memeluk tubuh Cheonsa ringan.

“Kau memaafkanku?” Tanya Cheonsa.Gab melepaskan pelukannya dan menatap Cheonsa, “Tentu saja.”

Cheonsa kembali memeluk Gab dan mencium pipi Gab.

“Hentikan itu han Cheonsa.” Sergah Kyuhyun sambil memisahkan dua sahabat penggila wine itu.

“Gab, aku sudah berbicara dengan Andrew, kita akan pergi dengan penerbangan pertama besok.”

“Hae, bisakah kita membatalkannya?” Tanya gab dengan memelas.

“Aku tidak tahu, Andrew tidak akan senang mendengarnya.”

“katakan bahwa aku butuh liburan. Lalu kita bisa pergi kemanapun tanpa pengawasan Andrew.”

“Apa maksudmu Gab?” Tanya Donghae heran.

“Aku, Kyuhyun, kau juga Cheonsa.”

“Itu jauh lebih buruk. Kau kira Andrew akan diam saja ketika aku membawa Kyuhyun dan Cheonsa?” Kata Donghae sambil duduk di sisi ranjang.

“Kalau begitu kau tidak perlu mengatakannya.” Jawab Gab dengan santainya.

“Andrew tidak sebodoh itu.”

“Lagipula, Andrew akan dengan mudah melacak data-data dari JFK.” Tambah Kyuhyun yakin.

“Sebenarnya aku telah mempersiapkan sesuatu untuk melarikan diri. Aku akan pergi ke Jerman tanpa melalui JFK. Tidak sulit jika aku harus mengajak kalian untuk pergi bersamaku.” Terang Gab dengan senyum puas.

CLEK!

Suara pintu terkunci.

Seorang pria  berjalan dengan santai sambil menimbang-nimbang kunci ruang itu di tangannya. Ekspresi wajahnya sulit di artikan. Antara tersenyum senang atau tersenyum mengejek.

Suasana hening tiba-tiba menyusup di tengah perdebatan di ruangan itu. Semua mata tertuju pada pria misterius yang wajahnya tertutupi topi dan kaca mata hitam.

“Berniat melarikan diri?”

Seketika Donghae, Cheonsa terutama Gab tersentak dengan suara itu. Menatap dengan tatapan tidak percaya.

Cheonsa hanya bisa menelan ludahnya. Menatap pria itu dan Gab secara bergantian. Menggelengkan kepalanya berat ketika Kyuhyun menatapnya meminta penjelasan.

And all in an instant, everything changes. We leave the past behind and speed toward the unknown. Our future. We set out for far away places and try to find our self. Or try to lose ourselves. Exploring pleasures closer to home. The problems start when we refuse to let change happen, and cling to old habits. But if we hold on to the past too tight, the future may never come. ‘Til death do us part. XOXO —Gossip Girl.

-TBC-

 

 

 

I knew it was too late. But please understand, I sometimes get confused with what I wrote. Beberapa kali gagal menyelesaikan chapter ini karena bingung harus ditulis seperti apa, apa yang harus dan tidak harus dimunculkan.

Cerita disini membingungkan, seperti serial sinetron mungkin? I don’t know ;P

For this delay, 10 days after the national exam, I have to go to the Goethe Institut for the deepening of the German language. That’s because an accelerated schedule of the original plan.

Hopefully the reader is not disappointed or bored. And if you have an opinion or idea for the next chapter, please tell me here or on my twitter @gengie_gege.

Thanks for everything!

Your nobody until you’re talked about— XOXO Gossip Girl

written by:   Gabriella Bianca / @gengie_gege

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

19 responses »

  1. leemantha says:

    I’ve nothing to say..ini terlalu asik banget ceritanya.

  2. park heeyoung says:

    yeay akhirnya ini lanjutan ada jg
    dadnya hcs tega bgt ih masa dsruh aborsi
    itu kan cucunya jg

    dan hcs-ldh gan-kyu pasangan yg ga peduli sama sekitar
    di rs aja sempet mesra2an hahaha

    gab n hcs baikan ya
    gara2 si baby??
    mereka kabur aja gih trs hidup bahagia selamanya
    itu siapa yg dtg??
    yg mau bantuin mrka kabur ya

  3. krezyeee says:

    Yang ditunggu akhirnya muncul XOXO
    Ceritanya selalu membuat penasaran dan yah greget pasti
    Terima kasih untuk tetap melanjutkannya di tengah kesibukanmu gege *sokenal* xD

  4. isabel says:

    huwa.,.,,,.,
    pnsran ama orng yg dteng.,.,spa ya..????
    di tgu next part..!!!

  5. Adist says:

    Jangan bilang itu yang dateng Jae atau Andrew atau siapakek.-.

  6. Carol says:

    Ga habis pikir ada kehidupan kayak mereka.
    Serasa di neraka beneran kali ya

  7. Wahh padahal rencananya sehh ngga akan bikin Chapter 11 dalam waktu dekat,, jadi tahan dulu dehh penasarannya #Digampar

  8. loewelove says:

    authooooooooooooooor aku suka banget bangetan sama cerita ini!!!
    selalu di buat penasaran sama apa yang bakal dilakuin jaejoong buat ngedapetin hcs dan sedikit khawatir sama bayi hcs yang akan dibunuh jae….

    biarpun author sibuk tapi inget yahhh banyak banget fans author disini yang nungguin banget kelanjutan cerita ini…

    ini adalah ff termenarik yang pernah aku baca😀

    semangat!!^^

  9. Dibuat keguguran yaa? Wahh boleh juga tuhh idenya .. Lagian kandungan CHS kn lemah,, bolak-balik ke RS mulu *Dibakar Cheonsa*

    Kalo CSW dibuat sama jahatnya kayak KJ gmana?

  10. yosephinelfs says:

    Kya~ kenapa ketahuan ?
    Semoga di mereka bisa liburan bareng🙂
    ayo hae, cheonsa semangat😀

  11. pinkers92 says:

    Ceritanya seru..
    ih KyuHae berantem di rumah sakit,masa!
    Akhirnya CS and Gab balikan!!!

    author next chap asap please!~~j^

  12. meymochi says:

    kaya.a kandungan cheonsa lemahh y ??
    haekyu kyuhae sama2 stress *pletak xd
    berantem d rumah sakit, trus sempet.a juga ngelakuin gtu kkkkk

    horeee cheonsa gab akhir.a baikan juga😀

    jadi pengen cepet2 liat cheonsa sama hae nikahh dh hehe

    daebakk lanjutan.a asap y😀

  13. Na says:

    Tetep ye… Donge klo uda liat HCS napsu nye gailang~ilang. Gakenal tempat pulaaa😀
    n’ poor u hcs. Punya dad egois begitu v.v *turut berduka* /dirajam hcs/ xD

    DAN, jangan bilang klo yg dateng itu siwon. Ah, disini abang kuda gag se’aliran (?) lah -_-
    ayolah…abang kuda jgn bikin konfrontasi gitu~ baikan lah sm Bianca-Kyu, Hae-Cheonsa. Yg akur. Triple date boleh kali😀 >> HaeCheon-BianKyu-JennWon *kkk~

    next part, still waited🙂

  14. Di episode (?) selanjutnya masih bingung mau kayak apa #Jederr
    Lebih tragis atau gimana?
    Have an idea? Tell me~~~~~

  15. akhirnyaa keluar juga yg ke 10😀
    i’m waiting for the next part,,
    hehe😛
    penasaran bgt siapa lelaki misterius itu,
    is he jaejong or mr.harold??
    hehehe
    :p

  16. dwindalee15 says:

    akhirnya nongol lagi nih ff , lanjut thor bayinya jangan digugurin😀

  17. Bayinya di gugurin atau ngga sesuai permintaan ^^

    XOXO —Gossip Girl

  18. inggarkichulsung says:

    Siapa itu pria berkaca mata hitam.. Jahat banget, kan semuanya konspirasi.. Donghae oppa have to stay with Cheonsa dan sdh seharusnya Kyu oppa dgn Gabriela.. Smg yg terbaik untuk mereka.. Cheonsa yg kuat supaya baby nya bs dijaga juga…

  19. Nathalie park says:

    Cwo bertopi itu jaejoong kah?????apa dy berencana bwt ng’gagalin rencana’y gabriella dkk?????aish..semakin penasaran sm klnjtn crita’y..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s