I know they’ve hurt you bad.

Wide, the scars you have.

Baby let me straighten out your broken bones,

All your faults to me make you more beautiful. — The Broken Ones

 

~~~


“..aku hanya mengenalmu di dunia ini..”

 

 

~~~

 

 

“tuhan mungkin tidak akan menyukai ini Lee Donghae..” seru Eunhyuk sambil membanting setir-nya kekiri ketika melihat sebuah tikukan tajam yang berada di sebuah Distric yang ramai akan pengunjung di tengah kota Seoul ketika malam seperti ini. Setelah mendengar suara Donghae tadi, dia yakin bahwa kini telah terjadi sesuatu dengan Donghae saat ini.

Eunhyuk membanting pintu mobil Bugatti itu dengan keras, tak peduli dengan beberapa orang yang menatapnya sinis ketika dia menyelak antrian di lampu merah yang cukupcrowded itu karna yang ada dipikiranya adalah, bagaimana menemukan Lee Donghae sebelum pria itu memutuskan mengakhiri hidupnya setelah melihat ilusi seorang Han Cheonsa malam itu dengan menabrakan dirinya ke sebuah Container atau apapun yang bisa membunuhnya dalam hitungan detik.

Dia terus melemparkan pandanganya ke seluruh arah untuk mencari sosok sahabat terbaiknya itu, hingga dia melihat sebuah bus melintas di ujung jalan sana dan meninggalkan Donghae yang kini tengah terdiam membisu menatap bus itu yang perlahan semakin menjauh. Eunhyuk bisa merasakan nafasnya kembali teratur setelah mendekati Donghae dan memastikan bahwa dia belum sempat melakukan hal bodoh apapun yang akan membuatnya meninggalkan dunia ini.

she is here—“ suara datar Donghae bercampur dengan suara riak hujan malam itu, yang membuat Eunhyuk menghela nafasnya panjang. Dia begitu mengerti bagaimana sebuah kerinduan dan kehilangan yang teramat sangat akan menimbulkan sebuah ilusi luar biasa di dalam pikiran seseorang. Entah untuk yang berapa kalinya Eunhyuk menepuk-nepuk bahu Donghae setelah kepergian Cheonsa, setiap kali Donghae membicarakan bahwa Cheonsa masih bernafas di dunia ini di suatu tempat yang belum ditemuinya.

“aku melihatnya, Han Cheonsa masih hidup.” Eunhyuk memejamkan matanya sebentar setelah mendengar suara rendah Donghae mengudara di pendengaranya tadi, dia hanya memikirkan bahwa tidak ada gunanya jika dia bilang bahwa Cheonsa sudah tidak berada di dunia ini, bahwa Cheonsa yang temuinya tadi hanyalah sebuah ilusi Donghae dari kehilangan dan kerinduan yang teramat sangat. Tidak akan ada gunanya, karna buktinya Donghae akan terus berdiri dan berkata bahwa Cheonsa belum meninggalkan dunia ini.

“kau tahu Donghae, kadang seseorang lebih memilih mempercayai apa yang ingin dia lihat dibanding mendengar kenyataan yang akan menyakiti mereka—“ ucapan Eunhyuk terputus ketika melihat sinar mata Donghae yang berkilat penuh amarah, membuat Eunhyuk mengambil beberapa langkah ke belakang dari sahabatnya itu.

“aku bisa melihatnya, aku bisa menyentuhnya, aku bahkan bisa menatap kedalam bola mata coklat gelap itu.” ucap Donghae dengan tangan mengepal di kedua sisinya, dan rahangnya yang menggertak keras sehingga membuat seluruh tubuhnya bergetar hebat karna menahan uapan emosi yang di tahanya sejak tadi.

“mungkin dia adalah orang lain, she is not Han Cheonsa” bisik Eunhyuk dengan langkah terus menjauh. Donghae menggeleng cepat, dia masih bisa merasakan tatapan bingung dan ketakutan yang gadis itu berikan kepadanya, tatapan yang selalu Cheonsa berikan ketika dia tengah mengalami sesuatu di hidupnya.

“kau pikir seseorang yang berwajah begitu mirip dan bernama Han, bukanlah orang yang sama?!” kali ini suara Donghae sedikit berteriak mengalahkan rintik hujan yang terasa begitu kelam di Seoul malam ini. Eunhyuk menghela nafasnya kembali dia menatap Donghae tepat di kedua matanya.

“jika dia memang benar-benar Han Cheonsa dia tidak akan mungkin meninggalkanmu saat ini Lee Donghae”

~~~

Donghae’s Side

Tomorrow Morning

 

 

“You’re not seriously leaving right now are you?” suara cemas Cheonsa menggema di ruangan itu, bibirnya bergetar menatapku dengan tatapan bingung dan takutnya. Dia menarik ujung kemejaku yang sudah berkali-kali ditariknya hingga membuat kemeja ku tidak selicin biasanya.

“Why would you even say something like that?” suaranya lagi-lagi terdengar bergetar, matanya sedikit memerah menahan hempasan air mata yang akan menjatuhi wajahnya sebentar lagi. Aku menatapnya datar, ntah apa yang kupikirkan hingga aku melepaskan cengkraman Cheonsa dari ujung kemeja putihku yang sudah mulai kusut karna cengkraman kuatnya.

“Why would I lie to you?” suaraku terdengar begitu dingin dan mendorong tubuhnya hingga menjauh dari tubuhku, Cheonsa menatap ku dengan tatapan yang belum pernah kuartikan dan dengan sekali sentakan dia menatapku dengan mata dinginya, menatapku seakan-akan dia bisa menyayat-nyayat lapisan tubuhku dengan tatapan dari bola mata coklat itu.

“You won’t believe what happened today Lee Donghae i might ruin you.” Bisiknya dingin dengan senyuman mematikanya yang akan selalu kuingat, dia meninggalkan ku sendirian di alam ruangan asing ini.

 

~~~

 

“KRIIIIING”

aku terbangun dengan napas yang masih tersenggal-senggal setelah suara bell sialan itu membawaku kembali dari alam bawah sadarku dengan paksa. Aku berusaha mestabilkan pernafasan ku sembari mengingat apa arti dari mimpi yang baru saja ku alami. Mimpi yang membuat seluruh nafasku terasa seperti tercekik oleh hal yang tidak bisa kulihat namun bisa kurasakan.

“KRIIIING”

Suara bell pagar itu kembali berdering untuk kedua kalinya, membuatku sedikit mengumpat dan tergopoh-gopoh bangun dari tempat tidurku. Aku melihat Badda, anjing kesayanganku menyumbul tak sabar dari bawah pintu coklat yang sebentar lagi akan kubuka. Aku mendorong Badda dengan kaki ku, lalu membuka pintu coklat itu yang membuat Badda berlari dengan kencang menuju pagar dan keluar melewati celah yang berada di pagar itu yang dibuatkan Cheonsa dulu khusus untuk Badda agar dia bisa segera menyambut Cheonsa setiap kali dia kemari.

Aku menatap Badda dengan aneh. Semenjak kepergian Cheonsa Badda tak pernah berlari keluar menuju pagar. Seakan-akan mengerti bahwa Nyonya Besar-nya telah menghilang ditelan dunia, Badda berkali-kali mengonggong dengan kencang, suara yang selalu dia keluarkan ketika menyambut Cheonsa.

Aku melihat seikat koran yang keluar dari celah kecil di pagar itu, sementara Badda terus mengonggong-gonggong seakan-akan dia memanggilku untuk segera kesana. Apa yang membuat Badda begitu semangat hanya karna bertemu loper koran yang setiap pagi selalu datang?

Aku menarik pagar itu dan membukanya, melihat Badda yang kini tengah asik menjilati seorang gadis yang terlihat kepayahan meladeni jilatan Badda namun tetap tertawa kecil dan memeluk Badda dengan kedua tanganya seakan-akan Badda adalah boneka anjing dari masa kecilnya yang baru ditemukan kembali.

Aku masih bisa mengingat bagaimana Cheonsa memeluk Badda dengan cara yang sama dan tawa kecil yang terdengar sangat bahagia di antara lolongan anjing itu, aku tersenyum sekilas memikirkan bahwa yang dikatakan Eunhyuk kemarin malam, bahwa benar aku sudah terlalu termakan ilusiku sendiri.

Aku menarik Badda dengan paksa, membuat Badda sedikit memberontak “mian—“ kata-kataku terputus ketika melihat dua bola mata coklat itu menatapku dengan tawa kecil-nya sementara kedua tanganya sibuk membersihkan kaus lusuhnya yang diterkam Badda sejak tadi.

Aku melepaskan pegangan Badda membuat Badda segera kembali berlari kedalam pelukan gadis itu, gadis itu kembali menatapku sebentar lalu matanya kembali bersinar penuh ketakutan dia menaruh kembali Badda ke bawah dan menarik sepeda lusuhnya yang berisikan setumpuk koran dan susu yang sedari tadi diparkirnya disana.

Belum sempat dia mencampai sepeda lusuhnya itu aku sudah menariknya kedalam pelukanku, aku bisa merasakan bahwa seluruh tubuhnya mengejang ketakutan. Dia tidak mencoba meronta untuk beberapa saat hingga akhirnya aku mencengkram tangan gadis itu dan membantingnya di atas sofa yang biasa Cheonsa gunakan untuk menonton drama tvfavorite-nya.

Dia menatapku dengan ketakutan yang amat terlihat dia setiap siku wajahnya, seluruh tubuhnya bergetar hebat ketika aku  kembali menyentuhnya dengan lembut.

“Han—ini aku tunanganmu, Lee Donghae. Kau tak per—“

‘PLAAAAK!!’

Tamparan panas itu tepat mendarat di wajah kananku, aku menatapnya tidak percaya kini dia mengepalkan tanganya kuat-kuat. Sementara aku terus mendekatinya, jika ini bagian dari lelucuoanya selama ini berhentilah karna ini bahkan sudah jauh dari kata lucu Han Cheonsa.

“jangan mendekat!!” suaranya berdecit dengan angin pagi ini “aku tidak mengenalmu, berhenti menyebut namaku!” gadis itu kembali berjerit, aku terdiam menatapnya, menatap kedua tatapan bingung dan ketakutan itu yang baru saja kusaksikan dari mimpi yang kudapat sebelum menemuinya pagi ini. Kedua tatapan identik dari orang yang sama.

Aku kembali menyambar kedua bahunya dengan cepat, lalu menjatuhkan tubuhnya kembali di atas sofa itu. kini aku merasakan pergolakan amarah karna Cheonsa terus memainkan ku dalam permainan fana-nya selama ini, aku menatap gadis yang kini tengah meronta sekuat tenaga dan meneriakan pertolongan dengan panik.

“kau adalah Han Cheonsa” bisiku sambil menyingkirkan anak-rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya yang selalu kupuja “I don’t know you, I barely even know who I am. Just please let me go..” isaknya dengan air-mata yang membasahi pipi-nya, “ini aku Lee Donghae” bisiku lagi kali ini membuat gadis itu semakin memberontak.

i don’t know you—“ kata-kata itu membuat uapan gejolak emosiku kembali meningkat, aku mencengkram kedua tanganya dengan kencang hingga dia tidak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk bernafas pun sulit dan dengan sekali sentakan aku merobek kaus lusuhnya itu dan membalikan punggungnya dengan kasar membuat dia semakin meraung dan menggerjang panik.

i’m the master of my fate and i’m the captain of my soul — Han

 

Aku merasakan tubuhku melemas setelah membaca guratan familiar tatoo permanen yang berada di punggung gadis ini, guratan yang sama persis berada di punggung Cheonsa.

She is here, Han Cheonsa here.

‘BUUUGGHHH!!’

Aku merasakan sebuah benda tumpul menghantam keras bagian belakang kepalaku membuat penglihatanku sedikit kabur dan aku masih bisa melihat dengan samar bahwa kini ada seorang pria yang menarik Cheonsa dari cengkramanku.

Memeluk Cheonsa dengan erat.

Dan Membawa malaikatku yang hilang, pergi meninggalkan rumah ini.

Menimbulkan sebuah guratan putih sebelum semuanya berubah menjadi sangat gelap, hingga aku tidak bisa mengingat apapun lagi.

I don’t know you, I barely even know who I am..”

 

 

 

-TOBECONTINUE-

 

 

Hai! Setelah ampir sebulan akhirnya part ini rampung dalam waktu dua jam karna terdorong oleh dorongan seorang readers yang selalu ngetweet kalo dia nunggu banget lanjutan ff ngalor-ngidul ini hahahaha whoever you are Thank You so much for the tweets girl so i have my power for meeting Microsoft Word again LOL jadi ayo tebak siapa cowo yang nolongin cheonsa dari dongek? xD. Anyway karna aku kepilih jadi perwakilan Duta Misi Budaya dari sekolah jadi lanjutan ini bakal diperkirakan lama kembali karna jadwal padet bgtt so yeah but i’ll try shaking my times for this ff :)

 

 

 

LOVE IT. MEAN IT.

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

31 responses »

  1. sha_fishy says:

    aww,author cantik,maksudnya apa sih???makin cengok aku…….itu beneran Cheonsa kan??yg nolongin sapa ya?gak ada cluenya sih,tp kalo tebakanku,gak jauh jauh dari Kyu,Seungho,Siwon,ehm sapa lagi ya??

    wow jadi duta budaya??gudluck…..

    • IJaggys says:

      Haaaai kamu yang cantik u,u maksudnya juga aku gatau apa #authorfail xD hahahaha

      Bener juga kata kamu cheonsa emang gajauh jauh dari 3 cowo ganteng berlebihan itu xD ditunggu ya say kalo aku ada waktu dan ide

      Thankyouu hehehe n.n

  2. hoa…
    itu pasti si epil kyuhyun kan oen?!
    hahaha… >>kepedean<<
    btw, I also waiting for this FF and the others..
    so, may I hope you will have a little time to do the next chap..
    I'll wait!

    • IJaggys says:

      uhm iya bukan yaaaa? next part yaps hahahaha xD

      thankyou so much dear i’ll try to shaking my times and brain for the 5th n.n just make sure you catch up it LOL

  3. faaachan says:

    Yatuhaaaaan mbak cheonsa jadi loper koran sesuatu banget yee.. Haha
    tetep meskipun ilang ingatan, inggris lancar weeh /abaikan/

    dongek jadi kaya orang gila kan tuh. Jangan kau buat dongek gila seperti itu hey!!
    Lagi lagi cowok misteriusnya belom dikasih tau -.-

    • IJaggys says:

      WWAKAKAKAKAKAKAKA!!! oiya inggrisnya masih lancar ah sialan eyke khilaf ntar deh di next part bakal dibahas kenapa dia masih bisa bahasa inggris #superpenting xD

      dongek emang gila dan udik /DZIGGGGGGHHHHHHHHHHHH hahahaha misterius dong biar banyak yang komen /fail :p

  4. faaachan says:

    heh? Ada alasennya gitu kenapa cheonsa masih bisa ngeinggris? –a
    wakakakaka sedih bener dongek dikatain udik gak sekalian kamseupay aja u,u
    pasti cowok misterius itu cowok ganteng /gakpenting/

    • IJaggys says:

      demi engkau ntar eyke buat kenapa cheonsa bisa bahasa inggris padahal udah amnesia huahahaha iyah benar siapapun cowo itu pasti ganteng karna eyke dan cheonsa alergi sama cowo buruk rupa xD /DZIGHHH

  5. dnorega says:

    hmmmm udah yakin banget itu cheonsa,buktinya anjing donghae aja bisa sayang banget sama han
    hmmm siapa ya yang nolongin cheonsa? pasti deh siwon
    next part asap yaa

    • IJaggys says:

      hmmm kayanya sih iya bener itu cheonsa beneran /ikut menganalis dan berakhir geje/ lol
      yakin siwon? banyak banget yahhh yang nebak siwon u,u /peyuk cyiwon/ LOL
      aku usahaain yaa n.n

  6. little choi says:

    that mysterious guy must be choi siwon! am i right am i right? Lol

  7. pinkers92 says:

    Aish sungguh pendek thor~~
    hmm kenapa orang yg bersama cheonsa masih menjadi misterius?!
    tampakin dong thor walaupun cuma sedikit.. apakah dia Cho Kyuhyun?.

  8. song.aena says:

    Wooa unni, îτϋ di akhir LD ny kenapa yah ?
    Jd cerita ny îτϋ sii HC lupa ingatan ?
    Aduh, complicated >< membuat banyak pertanyaan chap îηî (۳˚д˚۳)

    • IJaggys says:

      si LDH nya pingsan gara gara dipukul sama pacar barunya HCS #spoiler everywhere :p

      iya HCnya amnesia tererojing
      sabar ya say kalo aku ada ide pasti aku lanjutin hahaha n.n

  9. Na says:

    Baru ngeh sama judul.a >>WHO AM I? IM SPIDERMAN! Wkwk *korban pelem*

    Ayodong lanjut, jangan buat si amis Gila krna kehilangan Ratu Iblis! smangka~^o^/

  10. oi20 says:

    ni cerita agak sedih juga…
    hikss hikss

  11. anis_ekaa says:

    walaupun pendek, tapi seruuu banget thor^^

  12. cloudsoora says:

    hwaaaaa dia bener2 cheonsa..tattonya sama,kyknya cheonsa bener2 amnesia

    hyuk ga percaya klo hae liat cheonsa..dia pikir hae malah mau bunuh diri.ckckck

    pria misterius..siapasihhh

  13. Naomi_Kyu says:

    huaaaa, cwok misteriusnya siapa sih??
    trus itu amnesianya gak permanen kan?
    kasihan donghae
    😦

  14. HalcaliGaemKyu says:

    Aishhh… Org yg nemuin cheonsa gk mau ngelepasin atau membantu cheonsa! Jgn bilang dia kyuhyun? =,=’
    malangnya nasib hae.. Dia sdh sgt menderita..
    Keren
    lanjut

  15. Mega Hardianty says:

    OhmyGod… Cheonsa bener bener lupa ingatan deh… Kasian donghae…
    Anyway, ff buatan eonni keren bangeet lah:D twothumbs(y)

  16. devifaujiah says:

    Yaampunnn author.a keren sekalih kenapa gak bikin drama aja hihihi

  17. PrintaNur says:

    nggak percaya,Cheonsa jadi loper koran,pake baju lusuh trus naik sepeda butut….
    untungnya dia amnesia..
    ternyata firasat Donghae bener klo Cheonsa masih hidup.
    siapa sih namja yang selalu nolongin Cheonsa itu?Kyuhyun?Siwon?

  18. Jae Rha says:

    Firasat donghae tepat bahwa cheonsa masih hdup, ngebnyangin seorang cheonsa pake baju lusuh sepeda butut adudu ngaler ngilur jabatan ‘Ratu Agung’ nya di gadein wkwkwk
    Cus ah ke part selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s