Attention: this FF has a big-line-story and backgorund as Gossip Girl not Voldyfishy^^

 

 

Author/Western Name : Gabriella Bianca / @gengie_gege

Cast : Han Cheonsa

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Gabriella Bianca

Other cast

Stand By Me

Aku benar-benar tidak ingin kembali ke dunia nyata sekarang, tetapi sayangnya aku harus. Aku pergi dan mulai kuliah di London. Aku tiba ke hotel tempat aku tinggal, berjalan ke lobi menuju lift. Aku menekan tombol untuk lantai atas. Aku membuka pintu dan membantingnya hingga tertutup. Aku berjalan ke sofa untuk beristirahat, aku benar-benar mabuk sekarang.

Aku ingin tahu di mana Gabriella, aku belum melihatnya sejak kami bertemu di kafe pagi itu, aku memejamkan mata ketika mendengar ketukan di pintu. Aku berjalan dan membukanya, seorang pria Amerika berusia pertengahan tiga puluhan berdiri dalam balutan jas hitam. “Yes, can I help you?” tanyaku.

” Are you Miss Han?” tanyanya. “Yes”

“Miss Han I have come from New York with devastating news, may I come in”

“Yes of course” kataku membuka pintu lebih lebar. Aku membawanya ke sofa, kami berdua duduk. “Miss Han I am going to frank, early this morning your mother was on her way to work when a taxi cab hit her limo; they rushed her in as soon as they could but she lost a lot of blood and she started to clot. They did everything that they could do to save her”.

Aku hanya berdiri membeku, rasanya terlalu banyak bintang yang muncul dikepalaku. “You may leave now” kataku. “Of course Miss Han and I am terribly sorry for you loss”. Laki-laki itu berjalan menuju pintu. Ketika aku mendengar suara pintu menutup, aku berlari ke toilet. Aku mengunci pintu, aku berlutut dan bersumpah akan melakukan apapun yang terbaik hanya untuk membuat Mom senang.
Ketika aku selesai, aku menarik diri dan menyiram toilet, aku berjalan ke counter untuk menyikat gigi. Aku membuka pintu toilet dan berjalan kembali menuju sofa. Aku menyalakan saluran televisi,  “……. breaking news Designer Eleanor Han died in a tragic car accident early this morning”

Aku tidak meneteskan air mata, itu bahkan tidak akan merubah apapun. Aku berjalan menuju kamar, meraih dompet dan paspor, aku menulis memo untuk Gabriella memberi tahu apa yang terjadi. Ketika aku berjalan keluar dari hotel, aku memanggil taksi “airport”. Selama di mobil aku terus mencerna apa yang baru saja terjadi. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

“Miss we are here” kata sopir taksi itu. Aku memberinya  uang padanya dan keluar taksi. Aku bergegas ke meja di mana seorang gadis berdiri. “I need the next flight out of here to New York”  kataku kasar. “Yes, of course miss, may I see you passport?” katanya berat dalam aksen British-nya. Aku menyerahkan apa yang ia minta.

“Looks like we have one seat left and it leaves in twenty minutes”

” perfect” kataku cepat. Aku meraih tiket itu, dan segera berjalan menuju gates. Aku berjalan memasuki kabin dengan hanya membawa sebuah dompet. Aku tidak peduli dengan penampilanku saat ini.

Beberapa jam kemudian aku dibangunkan oleh seorang pramugari yang memberitahu bahwa mereka telah landing. Aku menyambar dompet saya dan kemudian berjalan turun dari pesawat. Aku melihat limo pribadiku telah menunggu, aku menghampirinya kemudian membuka pintu tanpa menunggu Derek melakukanya. Aku menyandarkan kepalaku ke kursi kulit belakang dengan mata tertutup.

Aku mendengar suara pesan masuk dari iPhone-ku, aku membukanya “damn!” bahkan aku baru menginjakn kakiku disini 5 menit yang lalu.

 

 

From: Gosip Girl

Received a moment ago.

morning upper east siders but its not a very good one. We have had a tragic accident that has happened to us. We lost are famous Eleanor Han. Just now her heir was seen getting off a plane at JFK airport, are condolences C. you know you love me Xoxo Gossip Girl..

 

 

Cheonsa’s Home, Manhattan, New York

Sesampainya di luar depan rumah. Cheonsa berjalan tergesa-gesa. Berlari menuju ruang utama, dan saat pintu terbuka, Cheonsa bertemu dengan Dorota. Wanita tua itu menangis dan menarik Cheonsa dalam pelukannya. “Oh, Miss Han, berita ini sangat buruk” Cheonsa hanya mengangguk dalam pelukanya.

Cheonsa melepas pelukanya dan berjalan menuju lantai atas “Aku akan berada di kamar” katanya singkat. Cheonsa menjatuhkan tubuhnya ke atas lantai dan menyandarkan punggungnya ke sisi tempat tidur. Gadis itu menekuk lututnya, membenamkan wajah di antara kedua kaki, dan sesaat kemudian bahunya mulai berguncang pelan.
Cheonsa mendengar suara ketukan dari luar kamarnya, rasa pusing dikepalanya menahan dirinya untuk beranjak “Sweety” suara itu terus terdengar lagi dan lagi. Menyadari itu adalah suara Gabriella. Cheonsa berjalan menuju pintu dan berteriak “pergilah, aku baik-baik saja”.

“Tidak Han, kau tidak baik-baik saja. Kau tidak harus mengisolasi diri sendiri Sayang, bukalah pintunya”  Gabriella mencoba memangkan. “Aku berkata bahwa aku baik, aku tidak membutuhkan kau” Teriak Cheonsa keras kepala.

“Cheonsa” kata Kyuhyun. “Ada apa Tuan Cho?” tukasnya sinis. “Ayolah, hanya membuka pintu, kau hanya perlu keluar dan berbicara dengan kami. Kemudian semuanya akan baik-baik saja” Kyuhyun mencoba untuk meluluhkan hati Cheonsa saat ini.

“Hahh” ejek Cheonsa “Sudah kubilang aku baik-baik saja sekarang, pergilah sebelum aku menyuruh Derek meyeret kalian keluar” Cheonsa mengancam Kyuhyun dan Gabriella dengan kasar. Cheonsa tidak mendengar jawaban apapun, sehingga menduga bahwa mereka telah pergi.

 

 

No One Side

 

 

“Sialan! Apa yang akan kita lakukan?”

“Aku tidak tahu Gabriella. Duduklah dan berhenti berteriak.” Gabriella mendesah dan kemudian berjalan ke sofa. aku rasa… baiklah, hanya itu jalanya Gabriella seolah berargumen dengan dirinya sendiri. “Kyu” katanya pelan, “hmm”. “Kita perlu meneleponnya”.
“Tidak, lebih baik aku di bakar di neraka. Apa yang akan kau lakukan kepada orang yang baru saja patah hati? Apa yang terjadi dengan otakmu?” sergah Kyuhyun. “Don’t you dare what the hell is wrong with me” tukas Gabriella kembali.

“Teman baikku ada didalam Kyu, dia akan mengisolasi dirinya sendirisampai kapanpun ia mau. Dia bisa melakukan apapun didalam sana Kyu. Bukan berita yang bagus jika besok aku harus membaca headline bahwa Cheonsa ditemukan tidak bernyawa. Hanya dia, Kyu. Aku tidak peduli jika Donghae sedang merana”. Gabriella berbicara panjang lebar.

“Cheonsa terlalu menyayangi dirinya, dia bukan gadis umur 18 tahun yang akan memotong urat nadinya hanya karena ibunya baru saja meninggal.” Kyu berbicara dengan santai, tidak ada perasaan cemas sedikitpun.

“Aku terlalu mengenalnya untuk sekedar tau apa yang ia butuhkan saat ini” Ucap Gabriella ketus. “Karena Cheonsa mencintainya, dia mencintainya. Dia tidak akan mengakuinya sekarang. Apapun yang ia lakukan hanyalah sebuah kamuflase. Bahkan dunia Cheonsa jauh lebih berantakan sekarang.” Gabriella berjalan meninggalkan Kyuhyun.

Gabriella menghubungi nomor seseorang dengan iPhone-nya kemudian menempelkan benda itu ke telinganya, menjauh dari Kyuhyun agar pria itu tidak mendengarnya.

“Gabriella, apa dia baik-baik saja?”

“Aku tidak mungkin mengatakan bahwa dia baik-baik saja”. Jawabnya ketus.

“apa maksudmu?”

Gabriella menghembuskan nafasnya “Dia tidak akan membuka pintu kamarnya. Lalu menurutmu apa yang bisa aku lakukan? Aku membutuhkan kau untuk sampai di sini secepat yang kau bisa. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan di balik pintu itu.” Kata Gabriella khawatir.

“Aku sedang dalam perjalanan” katanya.

Pria itu berjalan keluar dari gedung megah di pusat kota Las Vegas. Dia tidak bisa mempercayai apa yang baru saja terjadi. Ketika dia mendapat telepon bahwa ibu Cheonsa yang sedang sekarat. Berita itu memukulnya begitu keras dan dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, apalagi berpikir tentang kisah cintanya yang berakhir. Apa yang dia lakukan pada Cheonsa adalah salah satu hal terburuk yang pernah ia lakukan dalam hidupnya dan ia membenci dirinya sendiri karena lebih dari apa pun, mengabaikan seorang Han Cheonsa berakibat buruk pada sistem kerja tubuhnya. Dia takut kehilangan gadis itu, terlalu takut.

Apapun akan ia lakukan agar gadis itu memberinya kesempatan untuk menunjukkan bahwa ia menyesal. Sebelum ia pergi untuk menemui gadisnya ia ingin memberikan sesuatu yang selalu Cheonsa sukai “Arthur aku harus membeli beberapa barang, the movie store, Ben and Jerry’s, Paris chocolates, and the airport.“, Katanya.

“Yes, Sir.”

Pria itu akhirnya berhenti di depan kediaman Han. Keluar dari mobil mewahnya sambil meraih semua barang yang ia bawa, berjalan langsung menuju lantai atas.

 

 

Cheonsa POV

 

 

Aku terbangun dari  tidurku, tenggorokanku terasa sedikit kering. Aku memutuskan turun menuju tangga untuk mengambil segelas air. Aku bertelanjang kaki menuju mini bar.

Aku  mendengar seseorang menuruni tangga, aku  menunggu sekitar satu menit. Ketika aku berjalan menuju tangga aku berhenti di depan tangga terakhir. Aku melihat Gabriella dan Kyuhyun menatapku heran.  “Apa yang kalian lakukan di sini? Aku sudah bilang untuk pergi, aku hanya membutuhkan waktuku sendiri untuk beberapa saat” Aku berkata letih.

Mereka berdua menatapku siap untuk mengatakan sesuatu, tapi lift berbunyi. Semua orang di ruangan ini membeku dan menoleh untuk melihat siapa yang ada di sini. Aku menunggu untuk melihat siapa yang datang dan bersiap-siap untuk memberitahu siapa pun untuk pergi. Satu-satunya hal yang menghentikanku adalah tidak lain iblis itu sendiri. Lee Donghae baru saja keluar dari lift. Saat melangkah keluar ia mengangkat kepalanya, tatapan matanya mengunciku ketika pandangan mata kami bertemu.

“Oh, Donghae kau di sini, itu bagus aku dan Kyuhyun akan segera pulang.”  Gabriella mengatakannya sambil menyambar tangan Kyu dan menariknya menuju lift. Aku menunggu pintu lift tertutup.

Aku memutuskan untuk berbicara. “Apa yang kau lakukan di sini?” aku berkata dengan nada marah. “gabriella menelepon dan memberitahu bahwa kau dalam kondisi tidak baik”

“Jadi apa maksud kedatangan anda Mr. Lee Donghae?”

Well, aku datang kesini bukan karena merasa hubungan kita dalam kondisi baik-baik saja. Hanya karena Gabriella dan Kyuhyun merasa sulit untuk menghadapi sikap keras kepalamu Han”

“THAT’S NONE OF YOUR CONCERN”  aku berteriak padanya kasar. Selama satu menit aku merasa terlalu kasar karena aku melihatnya kaget, tapi kemudian aku ingat bahwa aku marah padanya. “Donghae, pergilah. Aku tidak mau kau ada di sini dan aku cukup yakin bahwa kau juga  tidak ingin berada di sini” kataku.

“Well, you wrong Han Cheonsa. This is the only place that I want to be right now “ katanya lembut. Hal ini membuat aku merasa sesuatu sedikit lebih untuk dirinya dari pada rasa benci.

“Dengar Han, aku tahu apa yang aku lakukan saat di California itu kesalahan besar, dan aku benci diriku sendiri lebih dari apa pun untuk itu. Aku bahkan tidak sadar ketika aku telah tidur dengan Jenny malam itu” katanya mengingatkan aku pada memory kelam itu.

“Jika kau ingin aku pergi, aku akan pergi. Dan mulai saat itu aku bahkan tidak sanggup untuk melihat diriku di cermin. Jadi aku tidak akan menyalahkan kau. Karena akupun akan melakukan hal yang sama jika aku berada dalam pisisimu. Hanya saja, apa yang terjadi malam itu bukan hal yang aku inginkan”. Ia menghela napas. “Aku datang ke sini untuk mengucapkan bela sungkawa karena ibumu meninggal dan aku tahu bagaimana rasanya kehilangan orangtua. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu dan aku di sini untukmu”.

Apa yang dia katakan membuatku terdiam. Aku tahu lebih dari siapapun apa yang terjadi padanya ketika ia kehilangan ayahnya. Tetapi itu tidak mengubah fakta bahwa ia telah menyakitiku.

“Donghae…….. kau menyakitiku begitu dalam, sehingga aku tidak tahu apakah aku bisa untuk memaafkanmu …. Ketika aku memberikan hatiku, ketika aku katakan bahwa aku mencintaimu, aku mempercayaimu untuk tidak menyakitiku tapi kau melakukannya, dan sekarang aku tidak tahu bagaimana cara untuk memaafkanmu. Untuk beberapa alasan, terasa sulit”. Aku berkata jujur. Aku melihat wajahnya yang shock.

“So what are you saying” tanyanya skeptis.

“Sejujurnya aku tidak yakin. Kau benar. Jika kita masih bersama, aku ingin melalui ini denganmu dan hanya kau, tetapi tidak jadi”. Kali ini aku melihat wajah merananya, kemudian kembali ke ekspresi dinginnya.

“Cheonsa… Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu lebih dari apapun dan aku meminta maaf karena menyakitmu, aku harap kau dapat melalui ini dengan baik, jangan jadikan kematian ibumu gerbang kehancuranmu. Jangan berbuat hal yang ceroboh ketika kau mabuk seperti yang aku lakukan. Selamat tinggal”.

Setelah mengatakan hal itu, ia berjalan menuju meja dan menjatuhkan sebuah tas yang dia bawa dan kemudian berbalik untuk pergi. Berjalan ke lift, ia menekan tombol dan menunggu. Aku tidak bisa membiarkan dia pergi. Aku benar-benar membutuhkannya, aku bisa memberinya kesempatan.

“Donghae” jeritku ketika ia akan memasuki lift. Dia segera berbalik dan melihat ke arahku.

“Cheonsa, what’s wrong? are you ok?”  Ia bertanya dengan khawatir.

“Aku tidak baik-baik saja, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku marah padamu, tapi aku membutuhkanmu sekarang”. Sesuatu mengalir membasahi pipiku, dan kemudian aku tersadar bahwa aku menangis.

So please…. Don’t go”. Aku memohon seperti gadis kecil, menendang harga diriku sendiri untuk melakukan itu. Dia berjalan mendekatiku dan tidak berhenti sampai ia benar-benar yakin berada tepat di depanku.

“Apakah kau yakin itu yang kau inginkan Cheonsa?” tanyanya lembut. Ia berjalan mendekatiku. Menghapus air mata dan menyelipkan ank rambut ke belakang telingaku.

“aku membutuhkanmu” ucapku lirih sambil memluk tubuhnya. Menghirup oksigen dilehernya. Lega rasanya menghirup oksigen yang sama dengannya.

“Kau yakin?” Katanya sambil mengusap punggungku.

Aku mengangguk. Ia tersenyum lembut dan kemudian berbalik untuk mengambil tas yang ia tinggalkan di atas meja. Mengambilnya dan berjalan mendekatiku “Aku membawakanmu beberapa hal” katanya ceria.

Aku bergegas. Mencoba mencari tau isi tas tersebut. “Apa yang kau bawa?”. tanya saya bersemangat.

Dia tertawa dan kemudian berjalan menuju tangga, aku mengikutinya hingga kami sampai ke pintu kamarku.

“Bolehkah saya masuk, Nona?” dia bertanya dengan sikap formalnya.

“Silahkan, tanpa perlu bertanya” kataku berjalan mendahuluinya. Aku duduk di sofa merah kesayanganku dan menepuk-nepuk kursi di sebelahnya, dia berjalan mendekat dan duduk mengeluarkan isi tas itu. Bingo! Aku mendapatkan semua hal yang menjadi fovoritku. Dia bahkan membawa hal-hal baru yang aku dan Gabriella suka selama tinggal di London. Aku memilih beberapa film yang ia bawa, menyuruhnya merapikan barang-barang yang ia bawa. Setelah semuanya selesai, aku segera masuk ke bawah selimut, menyambar coklat dan dengan santai mengunyahnya.

Donghae berjalan mendekat, ia duduk disisi tempat tidur dengan menyandarkan punggungnya. Tanganya meragkul pundakku, menarik tubuhku mendekat. Aku melingkarkan kedua tanganku di perutnya, menenggelamkan wajahku di dadanya. Donghae merengkuh wajahku, sedetik kemudian yang aku rasakan bahwa kini bibir kami saling bertautan dibawah spotlight kamarku.

 

Should we start?”

 

 

T B C

 

 

IJaggys’s Note: FF ini adalah pemberian dari Gengie gadis super baik yang udah mau mengkorbankan nama Blair menjandi Cheonsa di ffnya huahahahaha i can’t wait anylonger for read the next chapter :3

 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

23 responses »

  1. sha_fishy says:

    emmmm…..masih agak bingung….ini beda ya sama dunianya voldyfishy????

    ibu Cheonsa meninggal??cobaan yg berat bgt pastinya,i’m sorry 2hear that…

    apa maksudnya Hae tidur dengan Jenny??siapa Jenny??trz hubungannya Kyu ma Gabriella apa??bingung,,so cepetan update ya next chapt-nya……

    • IJaggys says:

      iyaaaaaaaaaaa ini emang beda sama dunianya Voldysihy huahaha

      its okey she’s already fine now

      Jenny adalah seseorang yang hobi ngegodain Hae /slaps uhm will reveal in the next chapter hahaha :3

  2. Carol says:

    Ok cerita lain dr dua insan itu. Menarik juga.

  3. Aprilia Widi says:

    Halo kenalin aku readers baru, aku tau blog ini dri tmenku Ghaziana namanya . .

    #back to story
    Aku msh agak sedikit bingung ma critanya krna dha kata2 bhs.ing.nya krna aku gx trlalu jago bgt . .
    Oya gabriella itu siapa ? Dya cwe atau bwo ??

  4. Gege says:

    I hope that your readers wil accept what I think about HC-DH’s life in Manhattan.

    You’re nobody until you’re talked about…. XOXO -Gossip Girl

  5. Cho Miara says:

    cheonsa butuh jg sm hae ternyata… Tp setelah apa yg dilakukan hae, y tw itu bener apa ngga, cheonsa berhati besar jg mw ngasih hae kesempatan…

    Dan turut berduka cita sm kematian nyokapnya cheonsa…

    Kyu n gabriella itu couple jg y? Gabriella orang korea jg? Kok gk pke namkornya?

  6. Gege says:

    Gabriella is Argentina-American descent.

    XOXO -Gossip Girl

  7. Park Heeyoung says:

    Awalnya rada bingung sama ceritanya
    Tp akhirnya dikit2 ngertilah
    Kasian cheonsa emaknya meninggal
    Itu donghae psti gak sadar deh pas ngelakuin itu ma jenny ya kan??
    Cheonsa emg butuh hae
    Mau ngamuk2 marah2 ato apa ttp aja ujung2nya ma hae lg
    Itu itu endingnya mw memulai apa??? *curiga*

  8. 718hyunrin says:

    setelah masuk rumah sakit 3 hari berturut-turut nggak ngecek ini wp aggashi sama sekali, sekali check udah ada ff baru. Ini ff buatan orang lain tapi ditujukan buat Cheonsa kah? Rada bingung aggashi bacanya~~ alurnya mungkin ya~~ see next chapter

  9. pinkers92 says:

    Hello.. Hello.. Wow i like it..
    loncat ke next part!

  10. superddulz7 says:

    wow~~~
    ngapin ya donghae ma cheonsa. hehehehhe
    keren ni FFnya aggashi. kekkekeek

  11. Dessiboub says:

    Kok rada bingung ya min?
    Apa ff ini sekuel min?

  12. inggarkichulsung says:

    So sad Cheonsa mom dead.. Cheonsa jadi begitu rapuh.. Apalagi sebetulnya ia sdg marah dgn pacarnya Donghae oppa yg ia rasa mengkhianatinya.. Great ff author

  13. oh-sendal says:

    masih bingung tapi ini beneran beda sama ff yang pernah aku baca. ide yang keren!
    tapi ada beberapa kalimat kata ‘aku’nya jadi kata ‘saya’ , itu salah ketik atau emang begitu? karna kalau aku liat kalimat sebelumnya kata ‘aku’ lebih tepat.
    ada beberapa typo.
    ini beda sama ff Voldyfishy ia? tapi sama-sama menarik buat dibaca.

  14. kbs says:

    Waaaqa~ apa gabriel sama kyu pacaran? Mereka disini cerita jadi orang british atau korea? Atau cuma ambil setting eropa nya aja😀 hihihi

  15. Nathalie park says:

    crta’y seru dan tumben bgt cheonsa mw memohon k’donghae bwt ttp ada d’sisi’y biasa’y slalau c’ikan nemo itu yg mohon” sm cheonsa..kekekekekeke..d’tnggu next part’y…

  16. vievie says:

    unik^^

    i like this

  17. Ayunie CLOUDsweetJewel says:

    Another story of LDH-HCS. Sempat bingung awalnya tapi akhirnya ngerti? – Should we start? Apanya?

  18. Pingkabu says:

    Baca ff ini serasa baca ff terjemahan.. Sdkit bingung pas awal.. tpi pas baca tengah2.a semua sirna sudah ^^

  19. mimi says:

    Awalnya bingung tp pas bagian tengah udh agak mudeng.Aku bingung bgt disini banyak ff nya,q kan readers baru,bingung mau pilih yg mana.

  20. FisHaeGyu says:

    Pas liat judulnya aku pikir ceritanya tentang cewe cewe yang ngegossip di kafe atau club:v
    Disini HCS LDH pasangan ‘normal’ kam??? nggak akan ada semut semut nya kam:b
    KyuHyun Sama Gabriella aja… Donghae sama Cheonsa hidup bahagia:v

  21. Maya Sherlita says:

    Aku masih bingung sama ceritanya eonn, hehehehe. Cheonsa sama Donghae ada masalah apa sih emangnya terus Jenny tuh siapa?
    Gak dimana-mana Donghae romantis banget 😃

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s