KEY AND BOX

 

DONGHAE’S SIDE

Aku melihat slide-slide foto dari macbook ku dengan terus tersenyum lebar. Foto-fotonya yang –menurutku- tidak ada yang jelek itu…

Ah gadis itu, aku masih mengingat jelas bagaimana wajahnya yang cantik lengakp dengan senyum manisnya. Tingkah nya yang benar – benar childish, shoppaholic dan segala hal yang sama sekali tidak menunjukkan dia gadis dewasa

Dia yang kadang muncul dihadapanku dengan senyum ekstra lebar namun lima menit kemudian dia muncul lagi dengan wajah super garang.

Aku tidak akan pernah melupakan setiap konten sesuatu yang berhubungan dengannya, dari parfum aroma lavender yang ia pakai, rambut ponytail nya, matanya yang lebar itu dan hal – hal lainnya.

Bahwa dia sangat senang dengan segala macam snack lebih daripada yogurt ataupun susu. Dia selalu menulis inisial LDH dimanapun, itu cukup membuktikan bahwa dia membalas perasaanku

She’s Park Cheonsa, was born on 13th august  and….

***

ALL IS AUTHOR’S POV

“Lee donghae, ajari sekali lagi!”

Donghae menghela nafasnya lelah, astaga kenapa ia bisa dihadapkan pada gadis bodoh seperti seseorang yang ada didepannya ini?

“aku sudah mengajarimu lebih dari sepuluh kali! Kenapa kau belum mengerti  juga hah? Aigoo selama ini apasih yang kau pelajari disekolah? Kau sama sekali tidak tahu apapun tentang materi logaritma, bagaimana bisa umma mu melahirkan anak sebodoh kau” omel donghae sambil mengetuk – ketukkan bolpoinnya ke meja, sedangkan gadis itu hanya menguap lebar – lebar dan menyenderkan kepalanya ke atas meja.

“coba kau baca sekali lagi cheonsa!” perintah donghae

“hmm” respon cheonsa singkat, ia malah beranjak dari kursi belajarnya dan merebahkan tubuhnya diatas sofa dan membenamkan kepalanya dibawah bantal.

“PARK CHEONSA!!!!”

“DONGHAEEEEE!!! Lihat ini!” cheonsa berjingkat senang sambil menunjukan kertas ulangannya didepan donghae.

Donghae menggapai kertas itu dan melihatnya dengan sangat takjub, goresan pena bertuliskan A+ mengecap di atas kertas ulangan cheonsa.

“good job!” donghae tersenyum lebar dan mengacungkan jempolnya, sedangkan cheonsa masih berjingkat – jingkat senang lalu…

Chu

Satu kecupan mendarat di pipi donghae

“yak! Park cheonsa, apa-apaan sih kau ih” donghae mengusap – usap pipinya dengan kasar, dan membuat cheonsa sedikit tersinggung.

“KENAPA? KAU TIDAK SUKA AKU MENCIUMMU??????” bentak cheonsa  gak nyante sama sekali dan sukses bikin orang – orang disekitarnya nengok kaget

“a…aku..”

“WAE?” cheonsa meremas kertas ulangannya sampai hampir sobek lalu melemparkan tepat didepan muka donghae, hal itu bikin donghae membatu seketika

Biasanya donghae yang memarahi cheonsa, kini berbalikannya. Bahkan untuk pertama kalinya cheonsa marah – marah seperti tadi

Cheonsa pun berbalik dan berjalan menghentak – hentakkan kakinya dengan kesal, tanpa menoleh sedikitpun ke arah donghae.

“dia… marah?” donghae menunjuk hidungnya sendiri dan cengo, aneh bukan hanya karena hal sepele cheonsa bisa semarah itu

Donghae mengambil kertas ulangan cheonsa yang tergeletak diatas lantai, ia membuka kertas-yang-sudah-hampir-tidak-berbentuk-itu dan tersenyum, ternyata tidak sia – sia oppa cheonsa –park jungsoo- menyuruh donghae untuk meberi private les kepada cheonsa

“donghae oppa, gwenchana?” segerombol gadis – gadis merubungi donghae dan mengusap – usap bahu donghae tanpa permisi

Donghae  yang tetrkenal si ‘perfectionist’ di sekolahnya untuk pertama kalinya dibentak oleh seorang gadis, ckckck

“oppa, apa gadis bodoh itu melukaimu?”

“dia memukul oppa?”

“aigooo, awas saja kalau gadis itu berani memarahi oppa lagi! Aku pasti akan menghajarnya!”

“oppa, apa perlu aku membawamu ke rumah sakit?”

Gadis – gadis yang menyebut diri mereka ‘D-FC’ atau ‘Donghae fans club’ ini membanjiri donghae dengan banyak pertanyaan, donghae hanya menatap mereka semua datar dan sedetik kemudian ia pergi meninggalkan kerumunan gadis – gadis yang mulai meneriaki donghae lagi

“oppa……………”

***

Handsome?

“something bothering you, dear?” park jungsoo menatap cemas dongsaengnnya yang sedang menusuk – nusukkan garpu dengan kasar ke daging asap yang ada dipiring.

Cheonsa melirik sekilas ke arah Leeteuk lalu menghela nafasnya keras “damn, he’s….arggggh i want to punch his head and broke his handsome face!!” geram cheonsa yang kini mulai memukul sendoknya ke meja

“handsome face?” tanya leeteuk penasaran dengan mengangkat sebelah alisnya

Leeteuk nyengir, seakan tau apa yang sedang dongsaengnya rasakan itu “so, who he is?”

“who??? Of course he is lee donghae! How can he were  born to be a very annoying guy huh?” sahut cheonsa

“aigoo, you falling in love with him? Hmm?”

“what?” histeris cheonsa

“you said that he’s a handsome one”

“’jinjja? Apakah aku berkata begitu?” tanya cheonsa bingung dan hanya dibalas anggukan oleh leeteuk

***

LDH?

“jadi… apakah kalian tahu? Lee donghae itu sangat menyebalkan! Dia selalu mengajariku dengan cara yang kasar, membentakku misalnya. Dia itu galak sekali tahu”

Siang ini di International Seoul high school, cheonsa sedang heboh bergosip dengan teman – temannya

Siapa lagi topiknya kalau bukan donghae? Cheonsa selalu membicarakan tentang donghae dimanapun dia berada. Membicarakan kebaikan maupun keburukan donghae

“benarkah begitu? Bukannkah selama ini donghae dikenal sebagai seseorang yang baik hati dan pintar makannya dia mendapat julukan perfectionis” sahut teman – tema cheonsa terkejut

“its not true at all! Kalian belum mengenal donghae secara mendetil sehingga kalian tidak tahu bagaimana kelakuan si unperfect itu”

“unperfect?”

“dia sama sekali buka namja perfect, menurutku. Julukan perfectionis sama sekali tidak menggambarkan donghae!”  jawab cheonsa

“jadi julukan apa yang pantas?” tanya seseorang

“sudah kubilang, aku suka menjulukinnya unperfect!”

“tidak adakah yang lebih enak didengar?”

“uhmmmm” cheonsa menaikkan sebelah alisnya lalu mencoret – coret bukunya dengan bolpoin, “aha!” dia menuliskan sebuah kata dan mendongak hendak menunjukkannya pada teman – temannya

Saat ia mendongak yang dilihatnya bukanlah teman – teman geng nya yang tadi sedang asyik bergosip ria dengannya, tapi malah donghae yang nyengir licik dan menatap cheonsa sangar(?)

Donghae merebut paksa buku yang cheonsa pegang dan membaca sebuah kata yang baru saja cheonsa tulis

‘LDH = LEE DAMN HAE’

Cheonsa menggigit jari – jarinya dengan tampang super gelisah, ia tidak yakin masih bisa hidup saat donghae selesai membaca kata itu. Ia melirik mecari dimana teman – temannya berada dan menemukan mereka berdiri di ambang pintu kelas sambil  tertawa canggung

“APA – APAAN INI?????” donghae meremas buku cheonsa dan melemparkannya begitu saja

Cheonsa yang semula takut langsung berubah ekspresinnya saat melihat bukunya terlempar dengan bentuk tidak normal lagi(?)

“omona, itu… buku bahasa prancisku. SHIT AKU BARU SAJA MENYELESAIKAN 10 LEMBAR PR YANG SONGSAENIM BERIKAN DAN KAU MALAH MEREMAS BUKU ITU SAMPAI RUSAK! LEE DONGHAE KAU BENAR – BENAR…… ARRRRRRRGHHHHH!” cheonsa bangkit lalu menggebrak meja, ia menggulung jacketnya sampai siku dan bersiap melemparkan tinju ke arah donghae

“peduli apa aku?” donghae ikut bangkit berdiri

“aku tidak tahu bagaimana ummamu bisa melahirkan anak semenyebalkan kau!”

Donghae tertawa “setidaknya aku terlahir sebagai si PERFECTIONIS dengan segudang prestasi dan banyak FANS, tidak sepertimu”

“aku tidak tahu bagaimana bisa orang – orang bodoh itu mau menjadi fansmu, aku berharap mereka cepat sadar” cheonsa menendang kaki donghae dan berjalan keluar dari kelas, sesekali berbalik untuk menunjukkan death glarenya pada donghae

***

The initial

Leeteuk menggeleng – gelengkan kepalanya melihat ruang kamar cheonsa yang hampir setiap sudutnya tertulis inisial ‘LDH’

Entah dalam maksud apa cheonsa melakukan itu, tapi setau leeteuk dongsaengnya itu sedang jatuh cinta pada donghae

“ini lucu sekali, sungguh”

Leeteuk berbalik dan mendapati Park hara, istrinya yang baru ia nikahi lima bulan yang lalu berdiri dibelakangnya

“aku dengar, donghae dan cheonsa selalu bertengkar tapi kenapa bisa cheonsa memenuhi ruang kamarnya dengan tulisan LDH, dia itu membencinya atau jatuh cinta?” ucap Hara

“setiap orang mengekspresikan rasa cintanya dengan cara yang berbeda – beda” sahut leeteuk sok dramatis sambil memeluk bahu hara

“benarkah?”

“kalau caraku mengungkapkan cinta sih seperti ini…” leeteuk mencium bibir hara, melepaskannya lalu menciumnya lagi dengan sedikit agresif cukup lama sampai sebuah suara menghentikan aksinya

“oppa… aish, jinjja!” cheonsa berdiri di ambang pintu dengan tampang luar biasa badmood

“do it in your room park jungsoo!”

Mendengar itu, leeteuk langsung berlari keluar dari kamar cheonsa sedangkan hara berjalan pelan keluar ruangan lalu berhenti sebentar untuk membisikkan sesuatu ditelinga cheonsa

“take him as soon as possible, before someone else do first”

***

GONE

Cheonsa memandang sayu tiket pesawat yang akan membawanya ke Inggris, Oxford university seperti apa yang ia impikan. Siapa sangka cheonsa yang dianggap bodoh dan kekanak – kanakan itu bisa bersekolah di universitas yang diimpikan hampir oleh semua orang. ‘guru privat’ nya lah yang selama ini menjadi semangat belajarnya sekaligus menjadi orang yang mengajarinya

“ini…” seseorang menyodorkan sebuah kunci kecil pada cheonsa, cheonsa mendongak dan mendapati seseorang itu adalah donghae

“untuk?” tanya cheonsa bingung

“bawa saja! Jangan sampai hilang, gunakan kunci itu saat kau kembali ke seoul”

“tidak bisakah kau memberiku sesuatu yang lebih berkelas? Mungkin beberapa dress atau higheels atau mungkin-“

“hey, bersyukurlah karena aku masih mau menyembut kepergianmu dan memberikanmu kenang – kenangan, gadis bodoh”

Cheonsa memanyunkan bibirnya, lalu berbalik “gadis bodoh? Grrrt AKU TIDAK AKAN MERINDUKANMU, LEE DONGHAE!!!”

Donghae tersenyum miris “aku pasti akan merindukanmu”

***

The day

Seseorang gadis masuk ke dalam ruangan besar yang megah dan disambut oleh tepuk tangan banyak orang yang memandangnya

Park jungsoo merangkul bahu gadis yang baru masuk kedalam ruangan itu, dan mencium pipinya singkat “kau menjadi lebih tinggi, cheonsa”

Cheonsa tersenyum lebar dan mencium balik pipi oppa-kesayangannya itu

Ia lalu berjalan ke tengah ruangan untuk memberi sambutan beberapa tamu yang datang untuk pesta anniversarynya sekaligus kepulangannya dari Inggris

Setelah berbicara cukup panjang pada tamu dengan aksen korea yang sedikit kaku karena ia sudah terbiasa dengan english, cheonsa menghampiri leeteuk dan hara yang masing – masing sedang memegang segelas minuman

“how’s life, park cheonsa?”

Cheonsa menoleh dan melihat dongahe dengan tuxedo putihnya tersenyum ke arahnya, cheonsa hampir menangis bahagia melihat damn-hae nya setelah sekian tahun ia begitu merindukan sosok donghae

Perlahan cheonsa berjalan mendekati donghae, ia sedikit canggung setelah sekian lama tidak bertemu “donghae emmm”

“ya?”

“sebenarnya ini sedikit sulit mengingat bahwa aku ini seorang gadis, begini…. kau mau menjadi kekasihku?” cheonsa menepuk kepalanya sendiri, bodoh setidakanya ia berbasa – basi dahulu dengan donghae bukannya berbicara blak blak an secara langsung seperti ini

Donghae membulatkan matanya kaget “tidak mau” jawabnya ringan

Serasa ada awan hitam di atas kepala cheonsa dan menurunkan hujan, cheonsa luar biasa malu

“apa kau membawa kuncinya?” tanya donghae sambil merogoh sakunya dan menyerahkan sebuah kotak berwarna biru dengan hias beludru

Tanpa menatap donghae sedikitpun, cheonsa menerima kotak itu lalu menngeluarkan kunci yang dulu donghae berikan “untuk apa ini hah?”

“bodoh, buka kotaknya dengan kunci itu”

Cheonsa membuka kotak itu dengan kuncinya lalu menemukan dua buah cincin permata didalamnya, ia hanya diam tidak tahu apa maksud donghae memberinya cincin

“aku tidak ingin menjadi kekasihmu, aku ingin menjadi suamimu”

***

She is Park Cheonsa… was born on 13th August and…. she is my wife

***

-END-

 

 

 

HAHAHAHAH i dont know what it is, its up to you will say everything about this fic

I accept anything, kritikan , pujian atau mungkin bashing lol

Lots of sorry i give to you, i know its a fail fic

Haha

Once again, HAPPY BIRTHDAY :DD

from:

ifaloyshee

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

10 responses »

  1. ifaloyshee says:

    huahahaha di post juga nih ff XDDDD

  2. hilma says:

    wkakak
    Walaupun pendek cukup romantis
    Lee Damn Hae?wkwk LOL

  3. wonwonwon says:

    mamaaaaaaaa lee damn hae!!! kkkkk udah melting aja bayangin si lee damn hae pake tuxedo putih xDDD astagaa ini masih snyum-senyum sendiri xDD

  4. AmandaChoiMinHaeBaoBei says:

    jiaaahhh..
    LeeDamnHae???
    #ngakakgulinguling
    bagus
    ffnya…
    simple….

  5. hyukbumnik says:

    Hahahahahahahaha

  6. cemoymoy says:

    aihh..so sweet bgt lgsg nglamar kau leedamnhae
    kekkkk

  7. inggarkichulsung says:

    So sweet, great love n life for Cheonsa.. Donghae oppa lsg to the point ngelamar Cheonsa…

  8. audryau says:

    Lee Damn Hae romantis banget!!

  9. nisakusmut says:

    okehh bagus sepertinya ada julukan terbaru buat donghae Lee Damn Hae biar klo lg kesel sma donghae gara2 liat video sma sexy dance bisa meluapkan dgn julukan itu hahaha *evil laugh* singkat jelas padat. Sekian

  10. ddd says:

    hahahh pingsan mereka apun si hae manis amatkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s