Oke, don’t read.. it’s a real failure story.. its horrible I sure….

***

 

D-2 Cheonsa’s birthday

 

“Mwo? Aish terserah kau saja. Do whatever you want. I don’t really care” ucap gadis berambut kecoklatan itu marah. Ia menutup kasar sambungan teleponnya. Bahkan ia nyaris membantingnya.

“Pria menyebalkan!” umpatnya lagi kesal.

“Hya! Han Cheonsa, berhenti mengumpat tak jelas. Kau tahu wajahmu ini sangat menyeramkan sekarang” ujar teman gadis itu yang sepertinya mulai merasa risih dengan umpatan demi umpatan yang sedari tadi dilontarkan Cheonsa.

“Aish diam kau Park Shilla. Aku sedang kesal jangan buat mood ku makin buruk” ucap Cheonsa galak. Shilla hanya bisa membulatkan matanya.

“Mwo? Malah memarahiku? Tch! Aku heran kenapa seorang pria lembut seperti Donghae Oppa bisa tergila-gila dengan gadis galak sepertimu”

“Berhenti menyebut namanya!”

“Terserah kau saja!” ucap Shilla yang sepertinya mulai kesal dengan temannya. Ia hendak beranjak tapi kemudian sebuah pelukan membuatnya menghentikan langkahnya.

“OMO! Han Cheonsa apa yang kau lakukan?” kaget Shilla ketika ia sadar kalau yang memeluknya ini Cheonsa. Cheonsa memeluk erat lengan Shilla.

“Dia menyebalkan Shilla-ya” ucap Cheonsa lirih. Berbanding terbalik dengan suara bentakannya tadi, kini suaranya terdengar sedikit bergetar.

Shilla hanya bisa mendesah. Temannya ini memang bisa dibilang memiliki sifat yang sedikit aneh dan labil. Terkadang menyeramkan tapi terkadang ia seperti anak kecil tanpa dosa.

Mau tak mau Shilla kembali duduk di tepian ranjang Cheonsa. Niatnya tadi ia ingin mengajak Cheonsa jalan-jalan. Mengingat dia sendiri bosan seharian dirumah tanpa melakukan apapun. Tapi ketika sampai di rumah Cheonsa yang ia dapat malah wajah penuh amarah Cheonsa. Dan Shilla tahu betul siapa dalang dibalik semua ini,

“Kenapa lagi?” ucap Shilla sabar.

“Dia lebih mementingkan karirnya daripada kekasihnya. Bahkan sepertinya dia lupa kalau lusa itu ulang tahunku. He such a jerk!” omel Cheonsa. Shilla hanya terkekeh geli.

“Kau kan tahu siapa dia dan apa pekerjaanya. Seharusnya kau tahu kalau dia itu manusia super sibuk”

“Tapi tetap saja menyebalkan. Kenapa dia tidak bisa seperti Siwon Oppa?”

“Mwo?”

“Siwon Oppa selalu ingat kapan kau ulang tahunkan? Bahkan tak jarang dia melakukan kejutan-kejutan manis untukmu. Ah, I envy you. Seharusnya dulu aku berpacaran dengan Simba saja”

PLETAKK

Sebuah pukulan mendarat mulus di kepala Cheonsa. “Jangan bicara macam-macam. Kau pikir Siwon Oppa mau dengan gadis labil sepertimu?”

“Hya! Harusnya kau menghiburku bukannya malah semakin memarahiku. Menyebalkan!”

“Ara ara. Mianhae.”

“Ah dia benar-benar tak peka. Dulu siapa coba yang mati-matian mengejarku? Giliran sudah menjadi kekasih dia melupakanku begitu saja? I hate him so much!” umpat Cheonsa lagi.

“Are you having PMS right now?”

“Mwo?”

“Emosi labil dan meluap-luapmu kan hanya terjadi kalau kau PMS. Ya meskipun keseharianmu juga sudah labil si” canda Shilla.

“Hya! Park Shilla!”

“Haha kidding girl. So what are gonna do with him?”

“Dunno. The thing is I hate him right now. I’m not gonna forgive him that easy” ucap Cheonsa yakin. Ia kemudian membongkar ponselnnya dan mengeluarkan sim card nya dengan paksa.

“Hya Hya! Apa yang kau lakukan?”

“Menghindari ikan amis itu”

“Kau gila? Lalu bagaimana aku menghubungimu?”

“Jangan seperti orang miskin Shilla-ya. Tinggal ganti nomer baru. Tapi jangan sampai nomerku bocor ke tangan si ikan tak tahu diri itu” ucap Cheonsa tegas. Shilla hanya bisa menggelengkan kepalanya menanggapi tingkah aneh temannya itu.

 

***

 

The D day—Cheonsa’s birthday

 

Cheonsa mengerjabkan matanya. Ia lemaskan otot-ototnya. Ia memandang seisi kamarnya dengan kesadaran yang masih belum sepenuhnya. Ia kucek matanya dengan jemarinya yang lentik.

“Hoahm. Jam berapa ini?” ucapnya pada diri sendiri. Ia melirik jam digital di sebelah ranjangnya.

Tapi sayangnya ia tak menemukannya. Perlahan ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamarnya.

“OMO! Ini kamar siapa?” ucapnya kaget ketika menyadari kalau ia kini berada di sebuah ruang asing. Bukan kamarnya.

Cheonsa segera bangkit dari balik selimutnya. Ia garuk kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal.

“What the hell is going on?” ucapnya frustasi. Perasaan semalam ia tidur di kamarnya. Ia bahkan tidak mabuk semalam, tapi kenapa rasanya ia tak mengingat apapun.

Bajuku masih baju yang kukenakan semalam.

CEKLEK

Ia sontak menolehkan kepalanya saat ia mendengar sebuah pintu dibuka. Ia langsung pasang ancang-ancang, kalau-kalau yang muncul di depannya ini adalah seorang gangster, mafia, atau semacamnya.

“Anda sudah bangun agashi?” ucap orang itu sopan. Seorang wanita paruh baya, mungkin umurnya sekitar 30-an.

“Nuguya? Kenapa aku ada disini? Tempat apa ini?” brondong Cheonsa dengan berbagai pertanyaan.

“Tenanglah agashi. Saya hanya ditugaskan untuk mengurus segala keperluan agashi hari ini.”

“Ditugaskan?”

“Ne. saya hanya ditugaskan untuk mempersiapkan agashi.”

“Keundae siapa yang menugaskanmu?”

Wanita paruh baya itu hanya tersenyum lembut. “Nanti agashi juga akan tahu” ucapnya misterius.

“Keundae tempat apa ini?”

“Ini hotel milik Tuan Muda.”

“Hotel?”

Omo. Jangan bilang aku ini korban penculikan. Andwe! aku masih ingin hidup.

Pikiran-pikiran aneh kini menyelimuti Cheonsa. Seumur-umur baru kali ini ia merasakan tindak penculikan seperti ini. Yah paling tidak itulah yang ia pikirkan.

“Tenanglah agashi, jangan berpikiran macam-macam. Tidak ada yang akan menyakiti agashi.” Ucap wnaita paruh baya itu lembut. Seolah tahu apa yang Cheonsa pikirkan. Tapi entah kenapa berkat ucapan wanita paruh baya itu Cheonsa perlahan jadi lebih tenang.

“Sekarang lebih baik agashi mandi. Dan setelah itu agashi ikut saya” ucapnya lagi. Meski Cheonsa masih bingung dan ragu tapi toh ia menuruti apa yang wanita itu ucapkan.

This is crazy. What goin on actually?

***

Cheonsa masih mematut dirinya di depan cermin. Ia benar-benar seperti boneka mainan hari ini. Ikut kemanapun yang wanita paruh baya-yang ia sudah ketahui namanya sebagai Kim Minsa.- suruh. Melakukan apapun yang Kim Minsa perintahkan. Mengenakan apapun yang dipilihkan Kim Minsa.

Dan kini dirinya sudah berada di depan cermin dengan mengenakan gaun berwarna pink soft selutut. Dengan polesan minimalis tapi terkesan elegant.

Cantik memang. Tapi Cheonsa tetap saja kesal. Ia tak tahu siapa yang menyuruh Kim Minsa untuk melakukan semua ini untuknya. Dan setiap Cheonsa bertanya maka Minsa akan menjawab RAHASIA.

Emosi Cheonsa benar-benar sudah di ubun-ubun sekarang. Ia paling benci jika diatur-atur tak jelas. Dan lagi ini ia benar-benar tak tahu siapa yang mengaturnya. Terlebih ia tak membawa apapun sekarang. Tak ada ponsel atau alat komikasi apapun yang ia punya. Penculiknya hanya membawanya seorang diri.

Ia tak bisa menghubungi siapapun. Ia hanya bisa menahan kekesalannya sendiri.

“Agashi kau sudah siap?” suara Minsa mengagetkan Cheonsa.

“Ne?”

“Tuan Muda menyuruh saya untuk membawa Anda menemui seseorang. kemarilah!” ucapnya sopan. Dan lagi-lagi Cheonsa hanya akan menurutinya. Entahlah tapi kenapa ia sama sekali tak bisa marah dengan Minsa.

Siapapun kau Tuan Muda. Lihat saja nanti pembalasanku.

***

Cheonsa hanya bisa dibuat heran ketika Minsa menggiringnya ke suatu tempat yang benar-benar asing baginya. Yang jelas kini ia seperti berada di sebuah loby hotel. Tapi mau dibawa kemana ia tak tahu.

Sebenarnya Cheonsa bisa saja langsung kabur toh dia hanya berdua bersama Minsa tak seperti tadi siang yang ia dikawal beberapa penjaga. Hanya saja ia ingin tahu siapa sebenarnya dibalik semua ini.

Tuan muda? Siapa? Tak mungkin si ikan Mokpo itu kan? Ia tak pernah disebut Tuan Muda. Lalu siapa?

“Sudah sampai. Silahkan masuk agashi” ucap Minsa lagi. Cheonsa hanya menatap pintu ruangan itu gamang.

“Tenanglah! Tidak akan terjadi apapun. Silahkan masuk. Dan saya permisi agashi” ujar Minsa saat Cheonsa terlihat ragu.

“Eh?”

“Tugas saya sudah selesai. Permisi” pamit Minsa yang berhasil membuat Cheonsa melongo. Wanita itu kemudian pergi meninggalkan Cheonsa yang masih tak yakin untuk masuk ke ruangan itu.

Ceklek

Cheonsa berhasil mengumpulkan keberanianya untuk memasuki ruangan itu. tapi sayangnya ruangan itu gelap. Membuat Cheonsa hanya berdiri di ambang pintu tanpa berani melangkah lebih dalam.

Lelucon apa lagi ini?

“Siapapun kau atau apapun kau, keluarlah. Ini tidak lucu” ucap Cheonsa dengan emosi yang rasanya hampir meledak itu. ia mengatur napasnya. Sebelum akhirnya ia melihat secercah cahaya berjalan mendekatinya.

Lilin?

Tak lama sebuah alunan lagu selamat ulang tahun seolah menggema di seluruh isi ruangan itu. membuat Cheonsa tersadar kalau hari ini adalah ulang tahunnya. Pertengkarannya dengan Donghae dua hari lalu benar-benar membuatnya lupa ulang tahunnya.

Alunan lagu itu berhenti disusul dengan nyalanya lampu ruangan itu. bisa dengan jelas Choensa lihat kalau kini di depannya Donghae tengah memegang kue dengan deretan lilin menyala. Disampingnya ada Shilla dan member Super Junior yang lain.

Cheonsa masih menatap kumpulan orang di depannya yang tersenyum manis terhadapnya. Ia hanya memandang mereka dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

“Cheonsa-ya tiup lilinnya!” perintah Shilla. Cheonsa melirik sekilas pada satu-satunya gadis di ruangan itu. cheonsa menghembuskan napasnya kemudian meniup lilinnya cepat.

Terdengar sorakan riuh. Ucapan selamat dan lain sebagainya. Tapi Cheonsa masih mematung. Ekspresi mukanya datar.

“Jagiya, saengil chukae” ucap Donghae kemudian mendekati Cheonsa dan hendak memeluknya. Sayangnya dengan sigap Cheonsa menghindar. Membuat Donghae hanya menatapnya bingung.

“Stay away from me!” ucapnya pelan tapi tegas. Membuat seisi ruangan itu tiba-tiba diam. cheonsa mundur beberapa langkah dari Donghae.

“Jagiya kau kenap…”

“Diam!”

Cheonsa menatap tajam Donghae. Membuat Donghae hanya bisa bergidik ngeri.

“Apa-apaan semua ini? Jelaskan padaku semua yang terjadi hari ini!” ucap Cheonsa yang seolah seperti mendoktrin Donghae.

“Jelaskan apa?”

“Jangan pura-pura bodoh Lee Donghae! Apa maksudmu dengan semua tindak penculikan dan semua tingkah kekanakanmu hari ini?” tatap Cheonsa garang.

“Mianhae jagiya. Aku hanya ingin memberimu kejutan.”

“Ya. And you did it”

“Mianhae jagiya..” ucap Donghae kemudian mendekati Cheonsa lagi.

“I said stay away from me!” Donghae hanya bisa menghela napasnya. Donghae tahu betul Cheonsa kalau sudah marah ini suka sedikit menyeramkan.

“Who’s idea?”

“Ehm.. itu.. ide bersama.”

“Mwo?”

“Tapi sebagian besar itu ide Kyuhyun.” Ucap Donghae lirih.

“Ya Hyung!” ucap Kyu tak terima. Sontak Cheonsa melotot ke arahnya. Membuat Kyu hanya bisa meringis ngeri.

“Mianhae. aku hanya membantu Hae Hyung saja yang frustasi karena tidak bisa menghubungimu. Dia ingin memberimu kejutan tapi tak tahu harus bagaimana. Jadi kusarankan saja untuk menculikmu” jelas Kyu berikutnya. Cheonsa melotot tajam ke arahnya.

“Tapi sungguh hanya urusan culik menculik saja ideku. Selebihnya itu urusan Hae Hyung dan Siwon Hyung” lanjut Kyu yang sepertinya mulai takut dengan tatapan Cheonsa.

“Siapa yang menyuruhmu menculikku? Bagaimana caranya?” ucap Cheonsa yang terkesan menginterogasi. Member yang lain hanya diam memperhatikan mereka bertiga.

“Shindong HYung dan aku semalam masuk ke rumahmu. Tapi sungguh kami sudah minta ijin pada orang tuamu. Dan mereka tidak keberatan”

“MWO?”

“Cheonsa-ya sudahlah! Toh mereka maksudnya baik kan ingin memberimu kejutan? Dan apa kau tidak lihat kalau mereka mendekor ruangan ini begitu indah hanya untukmu?” ucap Shilla berusaha menenangkan. Tapi ia malah mendapat lirikan tajam dari Cheonsa.

“Kau juga ikut andil dalam semua ini?”

“Ehm sedikit”

“Oya satu lagi. Siapa yang menyuruh kalian untuk memperlakukanku seperti boneka pajangan? Dirias kesana kemari tanpa aku tahu siapa yang menjadi dalangnya. Katakan sekarang siapa dalangnya?”

“Itu aku” ucap sebuah suara berat. Cheonsa mengalihkan pandangannya dan ia bertemu pandang dengan Siwon.

“Aku yang menyuruh Kim Minsa untuk meriasmu. Donghae bilang ia ingin melihat kau tampil cantik dalam hari spesialmu ini” ujar Siwon tanpa sedikitpun merasa takut pada Cheonsa yang kini sudha mendelik tajam padanya.

Oh jadi kau si Tuan Muda itu Siwon Oppa? It make sense.

“Jadi begitu?” perlahan Cheonsa mendekat kearah Donghae yang dari tadi hanya diam mematung. Ia memandang Donghae dengan tatapan paling mengerikan yang ia punya. Donghae mengkeret tiba-tiba.

Kini Cheonsa sudah berada di depannya. Menatap tajam kedua mata Donghae. Membuat Donghae menelan ludahnya.

“Aw aw aw, appo” ringis Donghae kesakitan saat tiba-tiba saja Cheonsa menjambak rambut lebat Donghae.

“Hwaa! Kau ini benar-benar menyebalkan Lee Donghae! Kau bilang sibuk lah inilah itulah. Membuatku kesal. Dan sekarang kau malah berbuat seperti ini” umpat Cheonsa sambil terus menjambak rambut Donghae.

“Aw aw. Mianhae jagiya. Tapi jebal lepaskan! Appo” pinta Hae memelas.

“Cheonsa-ya lepaskan Hae Oppa, kasian” Shilla ikutan memohon. Dan disusul dengan member lain yang berusaha melepaskan jambakan Cheonsa. Dan pada akhirnya Cheonsa terpaksa melepasnya.

Ia masih memandanga kekasihnya itu garang. Donghae hanya menatap takut kekasihnya itu. hingga akhirnya…

CHUU..

Cheonsa mengecup singkat pipi Donghae. Membuat pria itu sedikit terlonjak. Ia mengerjabkan matanya, seakan tak percaya dengan sentuhan lembut Cheonsa.

“Gomawo” ucap Cheonsa singkat kemudian menarik bibirnya membentuk sebuah senyuman manis yang mampu menggetarkan hati Donghae.

“Kau tidak marah?” ucap Hae ragu. Cheonsa hanya terkekeh singkat.

“Tadi itu hanya acting. Aku hanya kesal padamu dan lagi aku ingin balas dendam padamu. Kau paling tahu kan aku tidak suka diatur? Tapi seharian ini aku terpaksa mengikuti semua peraturan ini itu yang aku tak tahu siapa yang menyuruhnya”

“Tapi kan yang mengerjaimu hari ini Siwonie bukan aku”

“Tapi kau dalang dari semua dalang. Lagipula kau mau aku mencium Siwon Oppa? Begitu?” canda Cheonsa.

“Andwe! kau milikku! Tapi kau keterlaluan jagiya. Kenapa harus menjambakku juga? sakit tahu” protes Donghae.

“Mianhae Oppa” ucap Cheonsa yang kini seolah berubah menjadi anak kecil innocent. Ia membelai kepala kekasihnya yang tadi ia jambak. Kemudian memeluk kekasihnya itu erat,

“Saranghae jagiya” tutur Hae kemudian mengecup puncak kepala Cheonsa.

“Ehem ehem. Ya! Kami masih disini” solot Heechul. Membuat Donghae melepas pelukannya dan terkekeh geli.

“Oppa mana kadoku?” pinta Cheonsa. Kini tangannya sudah menjulur kearah Donghae dengan tatapan matanya seperti tatapan anak-kecil-yang-minta-permen.

Donghae terkekeh pelan.

“Hya! Mana hadiahnya?” pinta Cheonsa lagi.

“Haidahnya bukan barang jagiya”

“Lalu?”

“Liburan denganku ke Jepang.”

“Mwo? Kau bercanda?”

“Ani. Kebetulan lusa aku ada jadwal ke Jepang. Jadi kupikir aku sekalian ingin mengajakmu liburan. Bagaimana? Kau mau?”

“Hwaa. Lee Donghae kau memang baik. I love you more fishy”ucap Cheonsa girang. Ia memeluk Donghae lagi.

“Ne. I love you too jagiya. Jangan marah lagi ya, kau ini menyeramkan kalau marah”

“Kalau begitu jangan buat aku marah.”

“Ne ara. Mianhae. saengil chukae jagiya, I love you more and more” ucap Donghae mesra kemudian merengkuh Cheonsa dalam dekapannya. Dan dengan senang hati Cheonsa membalas dekapan protektif sang kekasih. Mereka bagaikan hidup hanya berdua, tak mempedulikan keadaan di sekitar mereka.

“Aish tinggalkan saja kedua makhluk yang dimabuk asmara itu. lebih baik kita makan sekarang, aku lapar” ucap Teuki dan dijawab dengan anggukan dari yang lain. mereka bosan juga lama-lama melihat adegan roman picisan dari Donghae dan Cheonsa.

 

~FIN~

 

Wkwkwkwk

Oke, sorry for this crazy ff.. it’s a failure I know.. so far away from the word “good”.. wkwkwk.. I dunno what I write actually.. I just playing with my keyboard and this is what I make.. lol.. and I dunno why I give that as a title.. haha… forgive me

Hapy bday little kid Sonia.. sorry I cant give u something special..

Hope all the best for ya.. be happy with your fishy..😀

 

From: Shilla Park

 

 

 

About IJaggys

Sorry, am I supposed to know who you are?

8 responses »

  1. hilma says:

    hahah
    Cheonsa sadis amat jambak2 hae
    Kyu aj yg evil mengkeret liat tatapan cheonsa
    Hahah
    btw,it’s not horrible,I like it

  2. mrs.kim ki bum says:

    You’re just pllaying with your keyboard? And the result is far away from bad.oaaah don’t make my fish looks like that😛

  3. nympha42 says:

    —–masih loading baca ep-ep yang ini…Cheonsa ultahh…terus kenapa??!
    Oi..Cheonsa itu kamu kan Son!! kamu ultah? kapan? *plaaak, liat tanggal ni postingan!!

    hehehee…so late, i know!! but happy birthday! sorry I didn`t notice that😛

    and…Hi park shilla…this is nice ff🙂

  4. ryeosa says:

    Kocak dah ni ff! Awalnya qw search angst di kotak cr, n muncul ni ff. Qw pikir bkal sdh. Kgk taunya malah ngakak liat ikan amis beraksi. Hehehehe

    Ech! Annye0ng reader bru.

  5. Maya Sherlita says:

    Hahahaha….
    Donghae romantis banget sih…
    *dalang dari semua dalang* wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s